Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas VI materi Mengenal Asmaul husna dan Meneladani Asmaul husna (Al-waliy. Al-Hamid, Al-'Adl, As-shabur) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Mengenal Asmaul husna dan Meneladani Asmaul husna (Al-waliy. Al-Hamid, Al-'Adl, As-shabur) |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 35 menit = 105 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal beberapa nama Asmaul Husna lainnya dan memiliki pemahaman dasar tentang sifat-sifat Allah Swt.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an dan Hadis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami makna Asmaul Husna (Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, As-Shabur) dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud keimanan kepada Allah Swt. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Asmaul Husna adalah nama-nama indah Allah Swt. yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis, seperti Al-Waliy yang berarti Maha Pelindung. |
| Konseptual | Mengenal Asmaul Husna berarti memahami sifat-sifat keagungan Allah Swt. yang wajib diyakini dan diteladani dalam perilaku sehari-hari. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi makna Asmaul Husna (Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, As-Shabur) dan mencari contoh penerapannya dalam kehidupan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa mempelajari Asmaul Husna bukan hanya menghafal, tetapi juga memahami esensi sifat Allah dan bagaimana hal itu membentuk karakter diri yang lebih baik. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami dan meneladani Asmaul Husna (Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, As-Shabur) akan menumbuhkan keyakinan kuat kepada Allah Swt. dan membentuk pribadi yang terpuji serta bertanggung jawab dalam setiap tindakan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus mengenal nama-nama Allah Swt. yang indah, dan bagaimana cara kita menunjukkan bahwa kita percaya pada sifat-sifat-Nya dalam kehidupan sehari-hari?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis cerita pendek atau kalimat deskriptif untuk poster proyek. Seni Budaya: Mendesain poster dengan komposisi warna dan gambar yang menarik serta bermakna. Pendidikan Pancasila: Memahami keadilan (Al-'Adl) dan kesabaran (As-Shabur) sebagai fondasi nilai-nilai persatuan dan musyawarah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga diajak berdiskusi tentang bagaimana Asmaul Husna dapat diterapkan dalam interaksi keluarga sehari-hari, seperti bersikap adil antar saudara atau bersabar menghadapi tantangan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas dihias dengan poster-poster sederhana bertuliskan Asmaul Husna dan artinya, serta sudut baca buku cerita inspiratif tentang keteladanan sifat-sifat baik, menciptakan suasana belajar yang religius dan inspiratif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek inspiratif dari YouTube yang menceritakan kisah-kisah teladan yang mencerminkan Asmaul Husna, serta penggunaan aplikasi presentasi sederhana untuk proyek akhir siswa. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan makna Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Shabur dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa bersama, dilanjutkan dengan presensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai Asmaul Husna dan pertanyaan pemantik, 'Siapa yang pernah mendengar nama-nama indah Allah? Apa saja yang kalian tahu?' untuk mengaitkan materi dengan pengalaman awal. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak mengamati gambar atau video singkat tentang kebesaran alam semesta dan perlindungan Allah, kemudian guru mengenalkan konsep Asmaul Husna Al-Waliy (الْوَلِيُّ - Maha Pelindung), Al-Hamid (الْحَمِيدُ - Maha Terpuji), Al-'Adl (الْعَدْلُ - Maha Adil), dan As-Shabur (الصَّبُورُ - Maha Sabar) dengan contoh nyata yang relevan dengan kehidupan mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik dibagi kelompok untuk mendiskusikan makna masing-masing Asmaul Husna yang telah dijelaskan dan mencari contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan sifat-sifat tersebut, misalnya bagaimana Allah melindungi kita (Al-Waliy) atau mengapa kita harus bersabar (As-Shabur). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep yang belum tepat, dan menguatkan pemahaman dengan menjelaskan dalil singkat yang relevan atau kisah inspiratif tentang salah satu Asmaul Husna. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan makna keempat Asmaul Husna. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengajak refleksi tentang pentingnya mengenal nama-nama Allah, dan menyampaikan tugas untuk mencari lebih banyak contoh perilaku yang mencerminkan Asmaul Husna tersebut di rumah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Shabur dalam kehidupan sehari-hari dan menganalisis keterkaitan antara pemahaman Asmaul Husna dengan perilaku positif dalam interaksi sosial. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Setelah salam, doa, dan presensi, guru mengajak peserta didik mengingat kembali Asmaul Husna yang telah dipelajari dan meminta beberapa siswa berbagi contoh perilaku yang mereka temukan di rumah. Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yang berfokus pada penerapan Asmaul Husna dalam kehidupan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru menyajikan beberapa studi kasus atau skenario masalah yang relevan dengan kehidupan siswa, misalnya 'Bagaimana sikap kita jika melihat teman kesulitan dan butuh pertolongan?' atau 'Apa yang harus dilakukan jika merasa tidak diperlakukan adil?'. Peserta didik diminta mengidentifikasi Asmaul Husna mana yang paling relevan untuk menanggapi situasi tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis studi kasus tersebut, menghubungkannya dengan Asmaul Husna (Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, As-Shabur), dan merumuskan solusi atau sikap yang mencerminkan keteladanan Asmaul Husna. Mereka juga mulai merencanakan ide proyek (poster/cerita pendek) untuk pertemuan selanjutnya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis dan solusi mereka, serta ide proyek yang telah dirancang. Guru memberikan umpan balik konstruktif, mendorong diskusi antar kelompok, dan memastikan pemahaman tentang keterkaitan Asmaul Husna dengan perilaku positif dalam interaksi sosial. Guru juga memberikan panduan awal untuk proyek. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik dan guru merefleksikan pentingnya Asmaul Husna dalam membimbing perilaku. Guru mengapresiasi ide-ide kreatif proyek, memberikan motivasi untuk terus meneladani Asmaul Husna, dan mengingatkan untuk mempersiapkan bahan-bahan proyek untuk pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempresentasikan hasil proyek berupa poster atau cerita pendek tentang keteladanan Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Shabur. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyambut peserta didik dengan semangat, menanyakan kesiapan mereka untuk menyelesaikan proyek, dan mengingatkan tujuan pembelajaran hari ini yaitu penyelesaian dan presentasi proyek. Guru juga memotivasi mereka untuk bekerja sama dengan baik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diberikan waktu untuk menyelesaikan proyek kelompok mereka (poster atau cerita pendek) dengan bimbingan guru. Mereka berdiskusi, menggambar, menulis, atau menata ide-ide mereka untuk menghasilkan karya yang mencerminkan pemahaman dan keteladanan Asmaul Husna. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka di depan kelas. Mereka menjelaskan makna Asmaul Husna yang dipilih, contoh keteladanan, dan pesan yang ingin disampaikan melalui karya mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru dan peserta didik bersama-sama memberikan umpan balik terhadap setiap presentasi, mengapresiasi kreativitas dan kerja keras, serta menguatkan pemahaman tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Asmaul Husna. Guru juga memberikan penguatan terakhir tentang pentingnya mengamalkan Asmaul Husna dalam kehidupan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik melakukan refleksi akhir tentang pembelajaran Asmaul Husna secara keseluruhan, termasuk perasaan dan pembelajaran yang mereka dapatkan. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi dan karya mereka, menutup dengan doa, dan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas segala karunia-Nya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menuliskan contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan Asmaul Husna.
Alat & bahan: Kertas HVS, alat tulis, pensil warna
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan bimbingan proyek, serta penilaian lembar kerja peserta didik (LKPD).
Sumatif (akhir): Penilaian proyek (poster/cerita pendek) dan presentasi kelompok, serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman makna Asmaul Husna dan penerapannya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan makna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, As-Shabur | Pengenalan dan pemahaman makna Asmaul Husna | 3 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi dan menganalisis contoh perilaku teladan | Penerapan Asmaul Husna dalam studi kasus dan interaksi sosial | 3 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Mempresentasikan proyek keteladanan Asmaul Husna | Produksi dan presentasi karya (poster/cerita pendek) | 3 JP | kolaborasi, keimanan dan ketakwaan |
Asmaul Husna adalah nama-nama terbaik dan terindah milik Allah Swt. yang menunjukkan sifat-sifat keagungan-Nya. Mengenal Asmaul Husna adalah langkah awal untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta, menumbuhkan rasa cinta, takut, dan berharap hanya kepada-Nya. Dengan memahami dan meneladani Asmaul Husna, kita dapat membentuk karakter pribadi yang lebih mulia sesuai ajaran Islam.
1. Mengenal Al-Waliy (الْوَلِيُّ)
Al-Waliy berarti Yang Maha Pelindung atau Maha Penolong. Allah Swt. adalah satu-satunya Pelindung sejati bagi seluruh makhluk-Nya. Dia melindungi hamba-Nya dari keburukan, bahaya, dan kesulitan. Bentuk perlindungan Allah sangat luas, mulai dari menjaga kesehatan, memberikan rezeki, hingga membimbing kita pada kebaikan. Meneladani Al-Waliy berarti kita harus berusaha menjadi penolong dan pelindung bagi sesama yang membutuhkan, seperti membantu teman yang kesulitan atau menjaga lingkungan.
2. Mengenal Al-Hamid (الْحَمِيدُ)
Al-Hamid berarti Yang Maha Terpuji. Allah Swt. adalah Dzat yang sempurna dan layak menerima segala pujian. Segala nikmat, keindahan, dan kebaikan yang ada di alam semesta ini berasal dari-Nya. Kita memuji Allah dengan mengucapkan 'Alhamdulillah' sebagai wujud syukur. Meneladani Al-Hamid berarti kita harus menjadi pribadi yang suka berbuat baik sehingga pantas dipuji oleh sesama, serta senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan memuji-Nya dalam setiap keadaan.
3. Mengenal Al-'Adl (الْعَدْلُ)
Al-'Adl berarti Yang Maha Adil. Allah Swt. adalah Dzat yang tidak pernah berbuat zalim dan selalu menempatkan segala sesuatu pada tempatnya yang benar. Keadilan Allah meliputi segala aspek, baik di dunia maupun di akhirat. Meneladani Al-'Adl berarti kita harus bersikap adil dalam segala hal, baik kepada diri sendiri, keluarga, teman, maupun lingkungan. Contohnya, tidak memihak, jujur, dan memberikan hak kepada yang berhak tanpa memandang perbedaan.
4. Mengenal As-Shabur (الصَّبُورُ)
As-Shabur berarti Yang Maha Sabar. Allah Swt. memiliki kesabaran yang tak terbatas dalam menghadapi hamba-Nya yang sering berbuat dosa dan kesalahan. Dia tidak langsung menghukum, melainkan memberikan kesempatan untuk bertaubat. Meneladani As-Shabur berarti kita harus memiliki kesabaran dalam menghadapi cobaan, kesulitan, dan godaan. Sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi maksiat, dan sabar menghadapi musibah adalah wujud nyata meneladani Asmaul Husna ini.
5. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Memahami Asmaul Husna tidak cukup hanya dengan menghafal, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Sebagai contoh, saat kita melihat teman dibully, kita bisa meneladani Al-Waliy dengan menolongnya. Ketika kita berhasil meraih prestasi, kita meneladani Al-Hamid dengan bersyukur kepada Allah dan tidak sombong. Saat ada perselisihan, kita meneladani Al-'Adl dengan mencari solusi yang adil. Dan ketika menghadapi tugas sulit, kita meneladani As-Shabur dengan tetap semangat dan tidak mudah menyerah.
6. Hikmah Mengenal Asmaul Husna
Mengenal Asmaul Husna membawa banyak hikmah. Kita akan semakin yakin akan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt., sehingga hati menjadi tenang dan tentram. Kita juga akan termotivasi untuk senantiasa berbuat baik dan menjauhi perbuatan tercela, karena menyadari bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Adil. Dengan meneladani sifat-sifat Allah, kita berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat bagi sesama, dan meraih kebahagiaan dunia akhirat.
Rangkuman: Asmaul Husna adalah nama-nama indah Allah Swt. yang mencerminkan sifat-sifat keagungan-Nya. Empat di antaranya adalah Al-Waliy (Maha Pelindung), Al-Hamid (Maha Terpuji), Al-'Adl (Maha Adil), dan As-Shabur (Maha Sabar). Memahami dan meneladani Asmaul Husna ini akan menumbuhkan keimanan yang kuat, membentuk karakter terpuji, serta membimbing kita untuk selalu berbuat kebaikan dan bersabar dalam menghadapi setiap keadaan hidup.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Asmaul Husna | Nama-nama Allah yang baik. |
| Al-Waliy | Maha Pelindung/Penolong. |
| Al-Hamid | Maha Terpuji. |
| Al-'Adl | Maha Adil. |
| As-Shabur | Maha Sabar. |
| Teladan | Contoh baik yang patut ditiru. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Mengenal Asmaul husna dan Meneladani Asmaul husna (Al-waliy. Al-Hamid, Al-'Adl, As-shabur)" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.