Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas VI materi surah Al-Insyirah, bacaan gunnah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025). Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan menerapkan pesan pokok surat-surat pendek Al-Qur'an serta hadis terkait dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kaidah tajwid dasar.
Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025)
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal beberapa huruf hijaiyah dan mampu membaca beberapa surah pendek Al-Qur'an dengan bimbingan.
Pemahaman bermakna: Memahami dan mengamalkan pesan surah Al-Insyirah dapat menumbuhkan optimisme dan rasa syukur, serta membaca Al-Qur'an dengan kaidah gunnah yang benar adalah kunci keindahan dan kesempurnaan bacaan.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian merasa sangat sedih atau kesulitan, lalu tiba-tiba ada jalan keluar yang membuat kalian lega?
Tujuan: Peserta didik mampu melafalkan surah Al-Insyirah dengan fasih dan tartil sesuai kaidah tajwid.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar orang yang sedang bersedih lalu tersenyum lega, kemudian mengaitkan dengan pesan surah Al-Insyirah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu melafalkan surah Al-Insyirah dengan benar dan menjelaskan tahapan kegiatan.
Memahami: Peserta didik mendengarkan murottal surah Al-Insyirah dari guru atau rekaman audio, kemudian menirukan bacaan per ayat secara berulang. Guru memberikan contoh pelafalan yang benar dan menjelaskan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan tartil.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan saling menyimak dan mengoreksi bacaan surah Al-Insyirah. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual dan mencatat kemajuan bacaan peserta didik.
Merefleksi: Beberapa peserta didik melafalkan surah Al-Insyirah secara bergantian di depan kelas. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pentingnya terus berlatih membaca Al-Qur'an. Peserta didik diajak merefleksikan perasaan mereka setelah berhasil melafalkan surah ini.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan kembali cara melafalkan surah Al-Insyirah dengan benar. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar peserta didik. Peserta didik diingatkan untuk terus muroja'ah di rumah dan pelajaran akan dilanjutkan dengan memahami kaidah tajwid pada surah ini. Doa penutup.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi bacaan gunnah pada surah Al-Insyirah dan contoh ayat lainnya serta menjelaskan makna pokok surah Al-Insyirah dengan bahasa sendiri.
Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, lalu mengulang sekilas bacaan surah Al-Insyirah dari pertemuan sebelumnya. Guru bertanya, 'Apakah kalian mendengar ada dengungan khusus saat membaca beberapa huruf di surah ini?' untuk mengaitkan dengan materi gunnah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami bacaan gunnah dan makna surah Al-Insyirah.
Memahami: Guru menjelaskan konsep gunnah (dengung) pada nun bertasydid (نّ), mim bertasydid (مّ), serta nun sukun/tanwin yang bertemu huruf ikhfa' atau idgham bi gunnah, disertai contoh dari surah Al-Insyirah. Peserta didik diajak mengidentifikasi ayat-ayat yang mengandung gunnah. Kemudian, guru menjelaskan makna pokok tiap ayat surah Al-Insyirah secara sederhana, menekankan pesan optimisme dan kemudahan setelah kesulitan.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mencari dan menandai bacaan gunnah pada lembar kerja surah Al-Insyirah. Setiap kelompok juga berdiskusi untuk merumuskan makna utama surah Al-Insyirah dengan kalimat mereka sendiri, serta menemukan contoh pengalaman pribadi yang relevan dengan pesan surah tersebut.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi gunnah dan rumusan makna surah Al-Insyirah. Guru memberikan penguatan, koreksi, dan melengkapi penjelasan. Diskusi kelas tentang bagaimana pesan optimisme dan syukur dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum kembali pengertian gunnah dan makna surah Al-Insyirah. Guru memberikan pujian atas partisipasi aktif peserta didik. Sebagai tindak lanjut, peserta didik diminta mulai memikirkan ide untuk membuat poster tentang pesan surah Al-Insyirah. Doa penutup.
Tujuan: Peserta didik mampu menunjukkan sikap optimis dan bersyukur dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi nilai surah Al-Insyirah dan mampu membuat poster berisi pesan utama surah Al-Insyirah yang mudah dipahami.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dan mengajak mereka mengingat kembali pesan optimisme dari surah Al-Insyirah. Guru mengingatkan tujuan pertemuan hari ini yaitu membuat poster dan mempresentasikan proyek mereka. Guru memotivasi peserta didik untuk berkarya maksimal.
Memahami: Guru meninjau kembali kriteria poster yang baik (jelas, menarik, sesuai pesan) dan mengingatkan kembali makna surah Al-Insyirah. Peserta didik dalam kelompok merencanakan desain poster, memilih kalimat kunci dari surah Al-Insyirah, dan menentukan elemen visual yang akan digunakan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengerjakan proyek poster mereka. Peserta didik berkreasi membuat poster berisi pesan utama surah Al-Insyirah dengan tulisan tangan atau digital. Mereka juga menyiapkan presentasi singkat tentang poster dan kaitannya dengan pengalaman pribadi. Guru membimbing dan memberikan masukan selama proses pengerjaan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan poster hasil karyanya di depan kelas, menjelaskan pesan yang ingin disampaikan dan bagaimana mereka mengimplementasikan nilai surah Al-Insyirah dalam kehidupan. Kelompok lain memberikan apresiasi dan umpan balik. Guru memberikan penguatan terhadap karya dan presentasi peserta didik, mengaitkan kembali dengan pentingnya optimisme dan syukur.
Penutup: Guru bersama peserta didik melakukan refleksi akhir tentang seluruh proses pembelajaran surah Al-Insyirah dan gunnah. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka. Poster-poster terbaik dipajang. Guru menutup dengan doa dan pesan agar selalu optimis dan bersyukur kepada Allah SWT.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok, partisipasi dalam identifikasi gunnah, dan proses pengerjaan poster.
Akhir (sumatif): Penilaian kinerja melafalkan surah Al-Insyirah, hasil poster, dan presentasi kelompok.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Melafalkan surah Al-Insyirah dengan fasih dan tartil. | Surah Al-Insyirah | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| Mengidentifikasi bacaan gunnah dan menjelaskan makna surah. | Hukum gunnah, makna surah Al-Insyirah | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Menerapkan nilai surah Al-Insyirah dan membuat poster. | Pesan moral surah Al-Insyirah, kreativitas | 2 JP | Kreativitas, Keimanan dan Ketakwaan |
Al-Qur'an adalah pedoman hidup umat Islam. Membacanya dengan benar dan memahami maknanya akan membawa banyak keberkahan. Surah Al-Insyirah adalah salah satu surah pendek yang memiliki pesan sangat penting tentang harapan dan kemudahan. Selain itu, kita juga akan belajar kaidah bacaan gunnah agar bacaan Al-Qur'an kita semakin sempurna.
Surah Al-Insyirah (الْاِنْشِرَاحِ) berarti 'Kelapangan'. Surah ini terdiri dari 8 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah, yang diturunkan di Mekah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Nama lain surah ini adalah Asy-Syarh. Surah ini diturunkan untuk menghibur Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yang sedang menghadapi kesulitan. Pesan utamanya adalah bahwa setiap kesulitan pasti akan diikuti oleh kemudahan. Hal ini disebutkan secara berulang dalam ayat 5 dan 6: 'فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ' (fainna ma'al 'usri yusra) yang artinya 'Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan'.
Surah Al-Insyirah dimulai dengan pertanyaan retoris dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, 'Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?' (اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ). Ini adalah pengingat akan nikmat Allah. Kemudian surah ini menegaskan bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Pesan ini diulang dua kali untuk memberi penekanan dan kekuatan. Ini mengajarkan kita untuk selalu optimis, tidak putus asa, dan yakin akan pertolongan Allah. Setelah berusaha, kita diperintahkan untuk bertawakal kepada-Nya. Lihat Lampiran Teks Al-Qur'an untuk ayat lengkapnya.
Gunnah (غُنَّةٌ) secara bahasa berarti dengung. Dalam ilmu tajwid, gunnah adalah suara dengung yang keluar dari pangkal hidung (khaysyum) dan terdengar jelas. Gunnah terjadi pada dua huruf, yaitu nun (ن) dan mim (م). Dengungan ini harus dibaca panjang dua harakat atau dua ketukan. Gunnah adalah salah satu kaidah tajwid yang penting untuk diperhatikan agar bacaan Al-Qur'an menjadi indah dan benar sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Dengan memahami gunnah, kita dapat membaca Al-Qur'an dengan lebih sempurna.
Gunnah terbagi menjadi beberapa jenis, namun yang paling utama dan wajib didengungkan adalah nun bertasydid (نّ) dan mim bertasydid (مّ). Contohnya pada kata 'اِنَّ' (inna) dan 'ثُمَّ' (tsumma). Selain itu, gunnah juga muncul pada hukum tajwid lain seperti ikhfa' haqiqi, idgham bighunnah, dan iqlab, di mana nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf tertentu. Pada surah Al-Insyirah, kita akan menemukan beberapa contoh gunnah yang perlu dibaca dengan dengung yang jelas. Mempraktikkan gunnah secara benar akan memperindah lantunan ayat Al-Qur'an kita.
Pesan utama surah Al-Insyirah adalah tentang optimisme dan keyakinan akan pertolongan Allah SWT. Setelah memahami makna surah ini, kita diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika menghadapi kesulitan dalam belajar, bermain, atau masalah lainnya, kita tidak boleh mudah menyerah. Kita harus tetap berusaha, berdoa, dan yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar. Sikap bersyukur atas setiap kemudahan yang diberikan juga merupakan wujud pengamalan surah ini. Dengan begitu, hati kita akan menjadi lebih lapang dan tenang.
Rangkuman: Surah Al-Insyirah (Kelapangan) adalah surah Makkiyah yang mengajarkan optimisme dan keyakinan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Pesan ini diulang untuk menguatkan hati yang sedang menghadapi cobaan. Selain itu, kita juga belajar tentang gunnah, yaitu dengung yang terjadi pada huruf nun dan mim bertasydid, atau nun sukun/tanwin yang bertemu huruf tertentu. Membaca Al-Qur'an dengan gunnah yang benar akan memperindah dan menyempurnakan bacaan kita, sekaligus menjadi wujud ketaatan kepada Allah SWT.
Tujuan: Mengidentifikasi bacaan gunnah dan merumuskan makna surah Al-Insyirah.
Alat & bahan: Lembar kerja cetak surah Al-Insyirah, pensil warna/stabilo, kamus Al-Qur'an (jika ada)
| Al-Insyirah | Surah ke-94 dalam Al-Qur'an yang berarti 'Kelapangan'. |
| Gunnah | Dengung yang keluar dari pangkal hidung saat melafalkan huruf nun atau mim bertasydid, atau nun sukun/tanwin dengan hukum tertentu. |
| Tartil | Membaca Al-Qur'an secara perlahan, fasih, dan sesuai kaidah tajwid. |
| Makkiyah | Golongan surah Al-Qur'an yang diturunkan di kota Mekah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW. |
| Tawakal | Berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT setelah melakukan usaha maksimal. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.