Modul ajar Pendidikan Agama Kristen SD kelas I materi Yesus Sahabat Anak-anak lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | A / I |
| Materi Pokok | Yesus Sahabat Anak-anak |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal tokoh Yesus Kristus sebagai bagian dari cerita Alkitab yang sering didengar di rumah atau gereja.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Allah Berkarya |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase A, peserta didik memahami bahwa Allah mengasihi semua ciptaan-Nya, termasuk manusia, dan menyadari bahwa Yesus adalah teladan kasih Allah yang peduli kepada anak-anak. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Yesus pernah bertemu dan memberkati anak-anak kecil, seperti dicatat dalam Injil Matius 19:13-15. |
| Konseptual | Yesus adalah sahabat yang mengasihi, melindungi, dan peduli kepada anak-anak. |
| Prosedural | Peserta didik dapat menunjukkan sikap kasih dan kepedulian kepada teman-teman, meneladani Yesus. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana kasih Yesus dapat memotivasi mereka untuk berbuat baik kepada orang lain. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Yesus Kristus adalah sahabat yang mengasihi semua anak, dan kita bisa meneladani kasih-Nya dengan berbuat baik kepada sesama, terutama teman-teman.
Pertanyaan pemantik: "Siapa yang punya sahabat? Bagaimana perasaanmu saat bermain bersama sahabatmu?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menceritakan kembali kisah, menyusun kalimat sederhana tentang persahabatan. Seni Budaya dan Prakarya: Menggambar, mewarnai, membuat kolase, dan menyanyikan lagu. Pendidikan Pancasila: Menunjukkan sikap saling tolong-menolong dan peduli kepada teman. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk menceritakan kisah Alkitab tentang kasih Yesus kepada anak-anak di rumah atau mengajak anak-anak berbagi kasih dengan sesama. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dihias dengan gambar-gambar Yesus bersama anak-anak, sudut baca Alkitab kecil, dan area bermain peran yang mendukung eksplorasi tema persahabatan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi kisah Alkitab tentang Yesus memberkati anak-anak atau lagu rohani anak-anak melalui proyektor atau tablet. |
| Model Pembelajaran | Cerita Berantai |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi contoh-contoh kasih Yesus kepada anak-anak dalam cerita Alkitab. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan memperkenalkan topik 'Yesus Sahabat Anak-anak' dengan menunjukkan gambar Yesus bersama anak-anak. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar tentang kasih Yesus dan mengapa Ia disebut sahabat anak-anak. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Guru menceritakan kisah Yesus memberkati anak-anak dari Alkitab (Matius 19:13-15) dengan gaya bercerita yang menarik dan interaktif, menanyakan perasaan anak-anak terhadap cerita tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik secara berpasangan atau kelompok kecil mendiskusikan apa yang Yesus lakukan dan mengapa itu menunjukkan kasih-Nya, lalu menceritakan kembali bagian favorit mereka dari kisah tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Beberapa peserta didik menceritakan kembali kisah di depan kelas. Guru memberikan penguatan tentang kasih Yesus yang tulus kepada anak-anak. Peserta didik diajak untuk meresapi bahwa Yesus sangat mengasihi mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa Yesus sangat mengasihi anak-anak. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk terus belajar tentang Yesus, dan menutup dengan doa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Diskusi Kelompok |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan mengapa Yesus disebut sebagai sahabat anak-anak. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengulang sedikit cerita pertemuan sebelumnya dan bertanya 'Siapa yang ingat mengapa Yesus memberkati anak-anak?' Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan mencari tahu lebih dalam mengapa Yesus disebut sahabat anak-anak. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Guru memutarkan video pendek atau menunjukkan gambar-gambar yang menggambarkan berbagai tindakan kasih Yesus (menyembuhkan, mengajar, memberi makan) dan meminta peserta didik mengamati, lalu menghubungkan tindakan tersebut dengan sikap seorang sahabat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan ciri-ciri seorang sahabat yang baik (misalnya: peduli, menolong, mendengarkan) dan membandingkannya dengan tindakan Yesus yang telah mereka lihat/dengar. Mereka mencatat hasil diskusi mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang mengapa Yesus adalah sahabat anak-anak. Guru memberikan umpan balik dan menguatkan pemahaman bahwa Yesus adalah sahabat sejati karena kasih-Nya yang besar. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru dan peserta didik merangkum poin-poin penting tentang Yesus sebagai sahabat. Guru memuji kerja sama kelompok, memberikan tugas untuk mengingat satu hal baik yang dilakukan sahabat, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Role Play |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menunjukkan sikap kasih dan kepedulian kepada teman sebaya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru bertanya, 'Bagaimana cara kita menunjukkan kasih kepada teman?' Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar meneladani Yesus dengan menunjukkan kasih kepada teman. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Guru menampilkan beberapa skenario singkat tentang situasi sehari-hari di sekolah (misalnya: teman terjatuh, teman sedih karena pensilnya hilang, teman tidak punya teman bermain). Guru meminta peserta didik memikirkan apa yang bisa mereka lakukan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik secara berpasangan atau kelompok kecil melakukan 'role play' (bermain peran) untuk mempraktikkan cara menunjukkan kepedulian dan kasih kepada teman dalam skenario yang diberikan. Guru berkeliling membimbing. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menampilkan role play mereka. Setelah setiap penampilan, peserta didik lain memberikan komentar positif dan saran. Guru mengaitkan tindakan mereka dengan kasih Yesus yang peduli kepada sesama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru mengapresiasi semua penampilan dan mengingatkan pentingnya berbuat baik. Guru memberikan tantangan untuk melakukan satu perbuatan kasih kepada teman di hari itu dan menutup dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menuliskan cara meneladani kasih Yesus kepada teman.
Alat & bahan: kertas LKPD, pensil, pensil warna
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi, kegiatan role play, dan pembuatan karya seni.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya (gambar/proyek) dan presentasi lisan tentang pemahaman Yesus sebagai sahabat anak-anak.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi contoh-contoh kasih Yesus kepada anak-anak dalam cerita Alkitab. | Kisah Yesus memberkati anak-anak. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menjelaskan mengapa Yesus disebut sebagai sahabat anak-anak. | Ciri-ciri sahabat Yesus dan tindakan kasih Yesus. | 4 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Menunjukkan sikap kasih dan kepedulian kepada teman sebaya. | Penerapan kasih Yesus dalam kehidupan sehari-hari. | 4 JP | kolaborasi, kewargaan |
| 4 | Membuat karya sederhana yang menunjukkan kasih Yesus kepada anak-anak. | Ekspresi kreativitas melalui seni. | 4 JP | kreativitas, kemandirian |
Halo anak-anak hebat! Pernahkah kalian mendengar cerita tentang Yesus? Yesus itu sungguh baik hati, lho! Ia sangat mengasihi semua orang, terutama anak-anak. Kalian tahu tidak, Yesus adalah sahabat terbaik bagi kita semua. Mari kita belajar lebih banyak tentang Yesus dan bagaimana kita bisa meneladani kasih-Nya yang luar biasa itu!
1. Yesus Mengasihi Semua Anak
Alkitab bercerita bahwa suatu hari, banyak orang tua membawa anak-anak mereka kepada Yesus agar diberkati. Murid-murid Yesus awalnya melarang, tetapi Yesus berkata, 'Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.' (Markus 10:14). Ini menunjukkan betapa Yesus sangat peduli dan menyambut anak-anak dengan tangan terbuka.
2. Yesus Sahabat yang Baik Hati
Seorang sahabat yang baik selalu peduli, menolong, dan mendengarkan. Yesus melakukan semua itu untuk anak-anak. Ia tidak hanya memberkati mereka, tetapi juga mengajar dengan sabar, dan selalu siap sedia untuk mereka yang membutuhkan pertolongan. Yesus adalah teladan sahabat yang paling sempurna bagi kita semua, yang selalu ada dalam suka maupun duka.
3. Meneladani Kasih Yesus
Karena Yesus adalah sahabat yang baik dan penuh kasih, kita juga bisa meneladani-Nya. Kita bisa menunjukkan kasih kepada teman-teman dengan cara sederhana. Misalnya, berbagi mainan, membantu teman yang kesulitan, menghibur teman yang sedih, atau mengajaknya bermain bersama. Setiap kali kita berbuat baik, kita sedang meneladani kasih Yesus.
4. Yesus Selalu Ada untuk Kita
Seperti sahabat yang selalu ada, Yesus juga selalu ada untuk kita. Kita bisa berbicara kepada-Nya dalam doa kapan saja dan di mana saja. Yesus mendengarkan setiap doa anak-anak. Ia selalu menjaga dan menyayangi kita, bahkan ketika kita merasa sendiri. Ingatlah, Yesus adalah sahabat yang setia, tidak pernah meninggalkan kita.
5. Menjadi Sahabat bagi Sesama
Dengan belajar dari Yesus, kita diajak untuk menjadi sahabat yang baik bagi orang lain. Mari kita sebarkan kasih Yesus di sekolah, di rumah, dan di mana pun kita berada. Jadilah anak-anak yang ramah, suka menolong, dan penuh kasih. Dengan begitu, kita bisa membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih indah, seperti yang Yesus ajarkan.
Rangkuman: Yesus adalah sahabat terbaik bagi anak-anak karena Ia mengasihi, memberkati, dan selalu peduli. Kita bisa meneladani kasih Yesus dengan menjadi sahabat yang baik bagi teman-teman, saling menolong, dan berbuat baik kepada sesama. Ingatlah, Yesus selalu ada untuk kita dan ingin kita juga menyebarkan kasih-Nya di mana pun kita berada.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Berkat | Pemberian kebaikan atau doa dari Tuhan. |
| Kasih | Perasaan sayang yang mendalam, rela berkorban untuk orang lain. |
| Murid | Pengikut atau pelajar dari seorang guru. |
| Sahabat | Teman dekat yang saling mengasihi dan mendukung. |
| Teladan | Contoh yang patut ditiru. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Yesus Sahabat Anak-anak" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas I ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.