Modul ajar Pendidikan Agama Kristen SD kelas VI materi Gereja dan Pelayanannya lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Gereja dan Pelayanannya |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (12 JP: 4 JP × 35 menit = 140 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) berbasis praktik kolaboratif |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengetahui tentang Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan beberapa kisah Alkitab yang menunjukkan kasih Tuhan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kewargaan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
| Elemen / Domain | Gereja dan Masyarakat |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami peran gereja sebagai persekutuan orang percaya dan wujud pelayanannya di tengah masyarakat, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai ajaran Kristen dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari warga gereja dan masyarakat. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Gereja adalah komunitas orang percaya yang berkumpul untuk beribadah dan melayani, seperti yang terlihat pada gereja-gereja di lingkungan sekitar kita. |
| Konseptual | Gereja memiliki fungsi sebagai persekutuan, kesaksian, dan pelayanan yang merupakan mandat dari Tuhan Yesus Kristus. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pelayanan sederhana sebagai wujud nyata iman. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang gereja dan pelayanannya membantu mereka untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa gereja bukan hanya bangunan, melainkan persekutuan orang percaya yang memiliki panggilan untuk melayani Tuhan dan sesama di dunia, mendorong mereka untuk aktif terlibat dalam kegiatan gerejawi dan sosial.
Pertanyaan pemantik: "Menurutmu, apa saja yang dilakukan gereja selain beribadah pada hari Minggu?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) berbasis praktik kolaboratif |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan saat presentasi proyek dan penyusunan laporan. Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan sosial dalam proyek pelayanan. Seni Budaya: Kreativitas dalam mendesain poster atau media presentasi proyek pelayanan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat dilibatkan dalam mendukung pelaksanaan proyek pelayanan sederhana, misalnya dengan membantu menyiapkan bahan atau mengantar peserta didik ke lokasi proyek (jika diperlukan dan aman). |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah atau rumah sebagai lokasi proyek pelayanan (misalnya taman sekolah, panti asuhan terdekat). |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat menggunakan gawai untuk mencari ide proyek pelayanan, mendokumentasikan proses proyek (foto/video), dan membuat presentasi digital sederhana tentang hasil proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan pengertian gereja sebagai persekutuan orang percaya dengan menggunakan bahasa sendiri dan mengidentifikasi berbagai bentuk pelayanan gereja berdasarkan ajaran Alkitab. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa. Melakukan presensi dan menanyakan kabar. Guru menampilkan gambar-gambar gereja dari berbagai daerah di Indonesia dan menanyakan apa yang mereka ketahui tentang gambar tersebut. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu peserta didik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati gambar-gambar kegiatan pelayanan gereja (misalnya kunjungan ke panti asuhan, bakti sosial, pengajaran Alkitab). Mereka berdiskusi tentang apa yang mereka lihat dan kaitannya dengan fungsi gereja, lalu mencatat temuan mereka tentang pengertian gereja dan bentuk-bentuk pelayanannya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) tentang pengertian gereja dan contoh-contoh pelayanannya yang mereka kenali dari gambar atau pengalaman pribadi, kemudian mempresentasikan hasilnya di depan kelas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil diskusi dan presentasi peserta didik, meluruskan konsep yang kurang tepat, serta menyimpulkan bersama tentang gereja sebagai persekutuan dan pelayanannya. Guru juga memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan kembali poin-poin penting hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Guru menutup dengan doa dan salam. Peserta didik diberi tugas untuk mencari tahu satu kegiatan pelayanan yang pernah dilakukan gereja di lingkungan mereka. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis pentingnya keterlibatan jemaat dalam pelayanan gereja dan merancang sebuah proyek pelayanan sederhana di lingkungan sekitar sekolah atau rumah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa. Guru mereviu materi pertemuan sebelumnya tentang pengertian gereja dan bentuk pelayanannya. Guru mengajukan pertanyaan: 'Menurut kalian, mengapa orang Kristen harus ikut melayani di gereja?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengarahkan pada pentingnya keterlibatan jemaat. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus sederhana tentang sebuah masalah di lingkungan sekitar (misalnya, anak-anak yang kekurangan buku, lansia yang membutuhkan bantuan). Mereka menganalisis masalah tersebut dan mendiskusikan bagaimana gereja atau persekutuan orang percaya dapat berperan dalam mengatasi masalah tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Berdasarkan studi kasus, setiap kelompok merancang sebuah proyek pelayanan sederhana yang realistis untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka membuat rencana kerja yang mencakup tujuan, sasaran, kegiatan, alat/bahan yang dibutuhkan, dan pembagian tugas. Guru membimbing proses perencanaan dan memastikan proyek sesuai dengan nilai-nilai Kristen. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyek pelayanannya. Kelompok lain memberikan masukan dan saran. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan membantu menyempurnakan rencana proyek, serta menekankan pentingnya kolaborasi dan kasih dalam pelayanan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik merangkum pentingnya partisipasi aktif dalam pelayanan gereja. Guru memberikan semangat untuk persiapan pelaksanaan proyek. Guru menutup dengan doa, memohon berkat untuk rencana proyek yang akan dilaksanakan. Peserta didik diingatkan untuk membawa alat dan bahan yang diperlukan untuk proyek di pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melaksanakan proyek pelayanan sederhana secara kolaboratif, menyajikan hasil proyek pelayanan, dan merefleksikan pengalaman yang didapat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa. Guru mereviu singkat rencana proyek yang telah disusun. Guru memotivasi peserta didik untuk melaksanakan proyek dengan semangat kolaborasi dan kasih. Guru mengingatkan kembali tujuan pelaksanaan proyek dan nilai-nilai yang ingin dicapai. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok melaksanakan proyek pelayanan sederhana yang telah mereka rancang. Misalnya, mengumpulkan dan menyumbangkan buku bekas yang layak baca ke perpustakaan mini, membuat kartu ucapan dan mengunjungi panti jompo (jika memungkinkan dan aman), atau membersihkan area tertentu di lingkungan sekolah. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setelah proyek selesai, setiap kelompok membuat laporan singkat atau presentasi visual (misalnya poster atau kolase foto) tentang proses pelaksanaan proyek, tantangan yang dihadapi, dan hasil yang dicapai. Mereka juga menyiapkan kesaksian singkat tentang pengalaman mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menyajikan laporan dan kesaksian mereka di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan apresiasi dan pertanyaan. Guru memimpin refleksi bersama tentang pengalaman berharga yang didapat, bagaimana proyek ini mewujudkan pelayanan gereja, dan pelajaran iman yang mereka petik. Guru mengaitkan kembali dengan ajaran Alkitab tentang melayani sesama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan partisipasi aktif mereka dalam proyek pelayanan. Guru menguatkan pemahaman bahwa pelayanan adalah wujud iman. Guru menutup dengan doa syukur dan salam. Peserta didik diminta untuk terus mengembangkan semangat melayani di kehidupan sehari-hari. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik merancang dan merencanakan proyek pelayanan gereja secara terstruktur.
Alat & bahan: Kertas plano/HVS, spidol warna, pensil, alat tulis, lem, gunting, materi Alkitab terkait pelayanan.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, perencanaan proyek, dan pelaksanaan proyek pelayanan.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil presentasi proyek pelayanan dan laporan singkat, serta refleksi pengalaman belajar.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian gereja sebagai persekutuan orang percaya dengan bahasa sendiri. | Pengertian Gereja sebagai Persekutuan | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Mengidentifikasi berbagai bentuk pelayanan gereja berdasarkan ajaran Alkitab dan menganalisis pentingnya keterlibatan jemaat. | Bentuk-bentuk Pelayanan Gereja dan Keterlibatan Jemaat | 4 JP | kolaborasi |
| 3 | Merancang dan melaksanakan proyek pelayanan sederhana secara kolaboratif serta merefleksikan pengalaman. | Proyek Pelayanan Gereja | 4 JP | kewargaan |
Gereja seringkali kita bayangkan sebagai sebuah bangunan megah tempat orang beribadah. Namun, tahukah kamu bahwa gereja itu lebih dari sekadar bangunan? Gereja adalah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, yang dipanggil untuk hidup bersama dalam kasih dan melayani sesama. Mari kita pelajari lebih dalam tentang apa itu gereja dan bagaimana perannya dalam kehidupan kita dan masyarakat.
1. Pengertian Gereja
Gereja berasal dari kata Yunani 'ekklesia' yang berarti 'kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar'. Jadi, gereja adalah kumpulan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, yang dipanggil untuk menjadi milik-Nya dan berkumpul bersama. Gereja bukan hanya sebuah gedung, tetapi adalah tubuh Kristus di dunia ini. Setiap orang percaya adalah bagian dari gereja, seperti anggota tubuh yang saling melengkapi. Kita adalah gereja yang hidup dan bergerak, membawa terang kasih Tuhan ke mana pun kita pergi.
2. Tugas Panggilan Gereja
Gereja memiliki tiga tugas panggilan utama yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Pertama, persekutuan, yaitu berkumpul untuk beribadah, memuji Tuhan, dan belajar firman-Nya. Kedua, kesaksian, yaitu menceritakan tentang kasih dan kebaikan Tuhan kepada orang lain melalui perkataan dan perbuatan. Ketiga, pelayanan, yaitu menolong dan berbuat baik kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Ketiga tugas ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, membentuk identitas gereja yang sejati.
3. Bentuk-bentuk Pelayanan Gereja
Pelayanan gereja sangat beragam. Ada pelayanan diakonia, yaitu menolong orang yang sakit, miskin, atau dalam kesusahan, misalnya melalui kunjungan ke panti asuhan atau bakti sosial. Ada juga pelayanan koinonia, yaitu membangun persekutuan yang erat antaranggota gereja melalui kegiatan kebersamaan seperti persekutuan doa atau kelompok kecil. Selain itu, ada pelayanan marturia, yaitu memberitakan Injil dan mengajarkan firman Tuhan kepada orang lain, baik di dalam maupun di luar gereja. Semua bentuk pelayanan ini bertujuan untuk memuliakan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi dunia.
4. Pentingnya Keterlibatan Jemaat
Setiap anggota jemaat, termasuk kamu, memiliki peran penting dalam pelayanan gereja. Tuhan memberikan setiap orang karunia dan talenta yang berbeda-beda untuk digunakan dalam melayani. Keterlibatanmu, sekecil apa pun itu, akan sangat berarti. Misalnya, membantu membersihkan gereja, ikut menyanyi di paduan suara, atau sekadar mendoakan orang lain. Dengan terlibat, kita tidak hanya membantu gereja, tetapi juga bertumbuh dalam iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama. Pelayanan adalah wujud nyata iman kita.
5. Gereja dan Masyarakat
Gereja tidak hanya ada untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat di sekitarnya. Melalui berbagai program pelayanan, gereja berupaya menjadi garam dan terang dunia, membawa dampak positif bagi lingkungan. Ini bisa berupa program pendidikan, kesehatan, lingkungan, atau bantuan kemanusiaan. Dengan demikian, gereja menunjukkan kasih Kristus secara nyata dan menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan dan keadilan bagi semua orang, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang.
Rangkuman: Gereja adalah persekutuan orang percaya yang dipanggil Tuhan untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani. Pelayanan gereja sangat beragam, mulai dari membantu sesama yang membutuhkan hingga memberitakan Injil. Setiap jemaat memiliki peran penting dalam pelayanan ini sebagai wujud nyata iman. Dengan terlibat dalam pelayanan, kita menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan nama Tuhan, serta membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Gereja | Persekutuan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. |
| Pelayanan | Tindakan menolong, melayani, atau berbuat baik kepada sesama atas dasar kasih. |
| Diakonia | Pelayanan kasih yang berorientasi pada tindakan sosial dan kemanusiaan. |
| Koinonia | Pelayanan yang berfokus pada pembangunan persekutuan dan kebersamaan. |
| Marturia | Pelayanan yang berorientasi pada kesaksian dan pemberitaan Injil. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Gereja dan Pelayanannya" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.