Modul ajar Pendidikan Agama Kristen SD kelas VI materi Persiapan Remaja Kristen lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025). Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Persiapan Remaja Kristen |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar tentang identitas diri sebagai anak Tuhan dan mengenal beberapa tokoh Alkitab yang menunjukkan pertumbuhan iman.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025) |
| Elemen / Domain | Manusia dan Nilai-nilai Kristiani |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menghayati nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari, serta menunjukkan sikap tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas Kristen yang bertumbuh. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Remaja Kristen mengalami perubahan fisik, mental, dan spiritual yang perlu dipersiapkan dengan baik. |
| Konseptual | Persiapan remaja Kristen adalah proses pembentukan karakter, iman, dan tanggung jawab sesuai ajaran Kristus untuk menghadapi masa remaja. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah praktis dalam mengembangkan iman, membangun hubungan sosial yang positif, dan melayani sesama sebagai remaja Kristen. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya refleksi diri dan evaluasi terus-menerus terhadap pertumbuhan iman dan karakter mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa masa remaja adalah anugerah Tuhan yang penuh tantangan dan kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, karakter, dan pelayanan, serta membutuhkan persiapan yang matang.
Pertanyaan pemantik: "Apa yang membuat masa remaja itu istimewa dan bagaimana kita bisa mempersiapkannya agar menjadi remaja Kristen yang hebat?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan presentasi, penulisan naskah, dan penyusunan laporan proyek. Pendidikan Pancasila: Pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, dan toleransi dalam berinteraksi dengan sesama sebagai warga negara yang baik. Seni Budaya: Penggunaan kreativitas dalam pembuatan poster, komik, atau video untuk proyek 'Remaja Kristen Teladanku'. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung anak dalam diskusi tentang masa remaja dan membantu mengidentifikasi kegiatan pelayanan di lingkungan rumah atau gereja. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke perpustakaan mini atau sudut baca yang berisi buku-buku inspiratif tentang remaja Kristen. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video inspiratif tentang teladan remaja Kristen dari YouTube atau platform edukasi lainnya, serta penggunaan aplikasi presentasi untuk proyek kelompok. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi perubahan fisik, mental, dan spiritual yang akan dialami saat memasuki masa remaja. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa dengan ceria, memimpin doa singkat, memeriksa kehadiran, dan mengajak peserta didik berbagi harapan tentang masa remaja. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang membuat masa remaja itu istimewa dan bagaimana kita bisa mempersiapkannya agar menjadi remaja Kristen yang hebat?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengamati gambar-gambar atau video tentang perubahan fisik dan emosi pada anak-anak yang beranjak remaja, lalu berdiskusi kelompok tentang perubahan yang mereka rasakan atau amati pada kakak/teman. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) sederhana tentang 'Perubahan Diriku Menuju Remaja', meliputi aspek fisik, emosi, dan pikiran, kemudian membagikannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan penguatan tentang perubahan yang wajar dan bagaimana Tuhan menciptakan setiap tahapan hidup dengan indah. Guru mendorong peserta didik untuk menerima diri apa adanya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya memahami perubahan diri. Peserta didik menulis satu hal baru yang mereka pelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menutup dengan doa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan pentingnya iman Kristen sebagai dasar dalam menghadapi tantangan masa remaja. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru memancing diskusi dengan pertanyaan: 'Apa saja tantangan yang mungkin dihadapi remaja?' dan mengaitkannya dengan pentingnya pondasi iman. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca dan menganalisis studi kasus singkat tentang remaja yang menghadapi dilema moral atau tekanan teman sebaya. Mereka berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi tantangan dan mencari solusi berbasis iman Kristen. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok menyusun 'Panduan Iman Remaja' berisi nasihat Alkitabiah dan langkah praktis untuk menghadapi tantangan seperti godaan, perundungan, atau kebingungan identitas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Kelompok mempresentasikan 'Panduan Iman Remaja' mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang kuasa Firman Tuhan sebagai penuntun hidup. Guru mendorong peserta didik untuk berani berdiri teguh dalam iman. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru dan peserta didik merangkum pentingnya iman sebagai kompas hidup. Peserta didik menulis komitmen pribadi untuk memegang teguh iman. Guru mengakhiri dengan pujian dan doa berkat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Contextual Teaching and Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis contoh teladan remaja dalam Alkitab dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengulas diskusi tentang tantangan remaja. Guru memperkenalkan ide bahwa Alkitab punya banyak teladan yang bisa menginspirasi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi kelompok dan masing-masing kelompok mendapatkan kartu berisi kisah singkat remaja teladan dalam Alkitab (misal: Yusuf, Samuel, Daud muda, Ester). Mereka membaca dan mendiskusikan karakter serta tindakan teladan tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat poster 'Pahlawan Iman Cilik' yang berisi nama tokoh, kualitas teladan, dan bagaimana mereka bisa meneladani dalam kehidupan sehari-hari (misal: jujur, berani, taat, melayani). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Poster dipajang dan setiap kelompok menjelaskan karyanya. Guru menghubungkan kisah teladan Alkitab dengan situasi nyata peserta didik, menekankan bahwa mereka juga bisa menjadi teladan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru menyimpulkan bahwa setiap kita dipanggil untuk menjadi teladan. Peserta didik menulis satu sifat teladan yang ingin mereka kembangkan. Guru menutup dengan nyanyian rohani dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi perubahan diri dan merumuskan rencana persiapan remaja Kristen.
Alat & bahan: Kertas A3, spidol warna, pensil, gunting, lem, majalah bekas (opsional)
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kualitas proyek 'Remaja Kristen Teladanku', dan kemampuan kolaborasi.
Sumatif (akhir): Tes tertulis (pilihan ganda dan esai) tentang konsep persiapan remaja Kristen, teladan Alkitab, dan penerapan nilai-nilai Kristiani.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi perubahan fisik, mental, spiritual masa remaja. | Perubahan masa remaja | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menjelaskan pentingnya iman Kristen sebagai dasar. | Iman sebagai pondasi remaja | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Menganalisis teladan remaja Alkitab. | Teladan remaja Alkitab | 4 JP | keimanan dan ketakwaan, kewargaan |
| 4 | Merumuskan rencana pribadi dan mempraktikkan pelayanan. | Rencana dan praktik pelayanan | 12 JP | keimanan dan ketakwaan, kewargaan, kolaborasi |
| 5 | Mempresentasikan proyek 'Remaja Kristen Teladanku'. | Proyek akhir | 8 JP | keimanan dan ketakwaan, kewargaan, kolaborasi |
Masa remaja adalah masa yang sangat menarik dan penuh tantangan. Kamu akan mengalami banyak perubahan, baik fisik, perasaan, maupun cara berpikir. Modul ini akan membantumu memahami setiap perubahan itu dan mempersiapkan diri menjadi remaja Kristen yang tangguh, beriman, dan berdampak positif bagi sesama. Mari kita belajar bersama untuk menyambut masa remaja dengan sukacita dan penuh persiapan!
1. Mengenali Diri: Perubahan Menuju Remaja
Saat memasuki usia remaja, tubuhmu akan tumbuh pesat dan mengalami banyak perubahan fisik. Selain itu, perasaanmu juga akan lebih peka dan kamu mulai banyak berpikir tentang masa depan. Ini adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah. Penting untuk menerima setiap perubahan ini dengan positif, karena setiap tahapan hidup memiliki keunikan dan tujuannya sendiri. Memahami perubahan ini akan membantumu lebih siap.
2. Iman Kristen sebagai Kompas Hidup Remaja
Masa remaja seringkali diwarnai dengan berbagai pilihan dan tantangan, seperti tekanan teman sebaya, godaan, atau kebingungan. Di sinilah iman Kristen berperan sebagai kompas atau penunjuk arah. Dengan berpegang pada ajaran Yesus Kristus, kamu akan memiliki dasar yang kuat untuk mengambil keputusan yang benar, menjaga diri dari hal-hal negatif, dan tetap berjalan di jalan Tuhan. Iman memberikan kekuatan dan hikmat.
3. Belajar dari Teladan Remaja dalam Alkitab
Alkitab penuh dengan kisah-kisah remaja yang luar biasa. Ingat Yusuf yang tetap setia meskipun dianiaya saudara-saudaranya, atau Samuel yang taat melayani Tuhan sejak kecil, atau Daud yang berani menghadapi Goliat dengan iman. Mereka menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk melakukan hal-hal besar bagi Tuhan. Kita bisa belajar dari keberanian, kesetiaan, dan ketaatan mereka.
4. Membangun Hubungan Positif dan Melayani Sesama
Sebagai remaja Kristen, penting untuk memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan dan juga dengan sesama. Belajarlah untuk memilih teman yang baik, berkomunikasi dengan jujur, dan menyelesaikan konflik dengan kasih. Selain itu, melayani sesama adalah wujud nyata iman kita. Kamu bisa mulai dengan membantu orang tua di rumah, berbagi dengan teman, atau terlibat dalam kegiatan sosial di gereja atau sekolah.
5. Rencana Pribadi Menjadi Remaja Kristen yang Tangguh
Untuk menjadi remaja Kristen yang tangguh, kamu perlu membuat rencana. Ini bisa berupa komitmen untuk rajin membaca Alkitab, berdoa setiap hari, bergabung dalam persekutuan remaja, atau mengembangkan bakatmu untuk kemuliaan Tuhan. Rencana ini akan membantumu bertumbuh secara spiritual, mental, dan sosial. Ingatlah, Tuhan selalu menyertai dan membimbing setiap langkahmu dalam persiapan ini.
Rangkuman: Masa remaja adalah anugerah Tuhan yang membawa banyak perubahan dan tantangan. Persiapan yang matang dengan pondasi iman Kristen sangat penting. Kita bisa belajar dari teladan Alkitab, membangun hubungan positif, dan aktif melayani sesama. Dengan membuat rencana pribadi dan terus bertumbuh dalam iman, setiap remaja Kristen dapat menjadi pribadi yang tangguh, berdampak, dan memuliakan nama Tuhan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Remaja | Masa transisi antara anak-anak dan dewasa, umumnya usia 10-19 tahun. |
| Iman Kristen | Kepercayaan dan keyakinan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. |
| Teladan | Contoh baik yang patut ditiru atau diikuti. |
| Pelayanan | Tindakan membantu atau berbuat baik kepada sesama, sebagai wujud kasih Kristus. |
| Karakter | Sifat-sifat atau perilaku khas yang membentuk kepribadian seseorang. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Persiapan Remaja Kristen" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.