Modul ajar Pendidikan Agama Kristen SD kelas VI materi Menjadi Terang dan Garam Dunia lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025). Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Menjadi Terang dan Garam Dunia |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami ajaran dasar Yesus Kristus tentang kasih dan pelayanan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025) |
| Elemen / Domain | Nilai-nilai Kristiani |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami dan menghayati nilai-nilai Kristiani yang bersumber dari Alkitab, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Yesus menyebut para pengikut-Nya sebagai terang dan garam dunia dalam Matius 5:13-16. |
| Konseptual | Konsep menjadi terang berarti membawa kebaikan dan kebenaran, sedangkan menjadi garam berarti memberi dampak positif dan mencegah kebusukan moral di masyarakat. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi cara-cara konkret untuk menjadi terang dan garam, lalu merencanakan serta melaksanakan aksi nyata di lingkungan mereka. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya peran mereka sebagai agen perubahan positif dan bagaimana ajaran Yesus relevan dalam setiap tindakan mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Menjadi terang dan garam dunia berarti setiap pengikut Kristus memiliki tanggung jawab untuk memancarkan kebaikan, kebenaran, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya, meneladani ajaran Yesus Kristus.
Pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, apa bedanya lilin yang menyala di tempat gelap dengan garam yang ditaburkan pada masakan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan saat menyusun laporan dan presentasi aksi nyata. Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai Pancasila, khususnya gotong royong dan kemanusiaan yang adil dan beradab, melalui aksi nyata yang membawa dampak positif bagi sesama. Seni Budaya: Kreativitas dalam membuat poster mini atau infografis serta menyajikan hasil proyek dengan menarik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berdiskusi dengan anak mengenai ide aksi nyata dan memberikan dukungan moral serta fasilitas yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke area luar kelas untuk observasi atau aksi nyata sederhana jika memungkinkan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat menggunakan aplikasi presentasi sederhana (misalnya Google Slides atau Canva Kids) untuk menyajikan laporan proyek dan mencari inspirasi contoh tindakan 'terang dan garam' dari video edukasi Kristen. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi makna 'terang dunia' dan 'garam dunia' berdasarkan Matius 5:13-16. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Peserta didik menyanyikan lagu rohani, berdoa, dan guru memeriksa kehadiran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai makna terang dan garam dunia serta mengajukan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Yesus menyebut kita terang dan garam dunia?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca dan memahami Matius 5:13-16. Secara berkelompok, mereka mendiskusikan apa arti 'terang' dan 'garam' dalam konteks ayat tersebut, mengaitkan dengan fungsi lilin dan garam dalam kehidupan nyata. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran atau mind map tentang makna terang dan garam dunia, termasuk kata kunci dan ide-ide yang muncul dari diskusi mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil peta pikiran mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan, memastikan pemahaman awal yang benar tentang konsep terang dan garam dunia. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik merangkum makna terang dan garam dunia. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Group Investigation |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan contoh-contoh tindakan menjadi terang dan garam dunia dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Peserta didik berdoa dan guru menyapa. Guru mengulas sekilas materi sebelumnya dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan mencari contoh konkret. Guru memotivasi peserta didik untuk berpikir kritis tentang aplikasi ajaran ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok diberi kasus-kasus singkat (misalnya, teman yang kesulitan belajar, lingkungan sekolah yang kotor, ada yang bertengkar). Mereka mendiskusikan bagaimana menjadi terang atau garam dalam situasi tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok menuliskan minimal 5 contoh tindakan nyata menjadi terang atau garam dunia yang bisa mereka lakukan di lingkungan sekolah dan rumah. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membagikan contoh-contoh tindakan mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyaring dan mengelompokkan contoh-contoh tersebut, memberikan penguatan tentang pentingnya tindakan nyata. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan beragam contoh tindakan. Guru memberikan tugas individu untuk mengamati 2-3 contoh tindakan terang/garam yang mereka lihat di sekitar. Ditutup dengan doa dan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis dampak positif dari tindakan menjadi terang dan garam dunia bagi diri sendiri dan lingkungan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Peserta didik berdoa dan menyapa guru. Guru mengulas tugas pengamatan dan menanyakan 'Apa yang kalian rasakan saat melihat tindakan baik itu?'. Guru menyampaikan tujuan menganalisis dampak positif. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu menuliskan dampak positif yang mereka rasakan atau bayangkan dari tindakan terang/garam yang mereka amati atau diskusikan sebelumnya, baik bagi diri sendiri maupun orang lain/lingkungan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik berbagi hasil analisis mereka. Mereka memilih 3-5 contoh tindakan dan menganalisis lebih dalam dampak positifnya dengan membuat poster mini atau infografis sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster/infografis mereka. Guru memimpin diskusi tentang bagaimana tindakan kecil pun bisa membawa dampak besar, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kontribusi mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru dan peserta didik merangkum dampak-dampak positif. Guru memberikan apresiasi atas pemikiran mendalam mereka dan mengumumkan bahwa pertemuan selanjutnya akan mulai merancang aksi nyata. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik merencanakan dan mengevaluasi aksi nyata menjadi terang dan garam dunia.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna/spidol, penggaris, gunting, lem
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, perencanaan proyek, dan pelaksanaan aksi nyata, serta kelengkapan laporan evaluasi.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi proyek aksi nyata dan komitmen pribadi peserta didik untuk menjadi terang dan garam dunia.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi makna 'terang dunia' dan 'garam dunia' berdasarkan Matius 5:13-16. | Matius 5:13-16, Fungsi terang dan garam. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menjelaskan contoh-contoh tindakan menjadi terang dan garam dunia dalam kehidupan sehari-hari. | Contoh tindakan nyata terang dan garam di sekolah/rumah. | 8 JP | kolaborasi, kreativitas |
| 3 | Merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi aksi nyata menjadi terang dan garam dunia. | Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proyek aksi nyata. | 16 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kreativitas |
| 4 | Menyajikan hasil evaluasi aksi nyata dan menunjukkan komitmen untuk terus menjadi terang dan garam dunia. | Presentasi proyek, refleksi, dan komitmen pribadi. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan, komunikasi |
Anak-anak yang terkasih, pernahkah kalian mendengar ungkapan 'terang dunia' dan 'garam dunia'? Ungkapan ini disampaikan langsung oleh Tuhan Yesus kepada para murid-Nya. Ini bukan sekadar perkataan biasa, melainkan sebuah panggilan dan tanggung jawab besar bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Mari kita selami lebih dalam apa artinya menjadi terang dan garam bagi dunia di sekitar kita.
1. Makna Terang Dunia
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 5:14, 'Kamu adalah terang dunia.' Apa artinya? Terang berfungsi untuk menerangi kegelapan, menunjukkan jalan, dan mengungkapkan apa yang tersembunyi. Sebagai terang dunia, kita dipanggil untuk memancarkan kebaikan, kebenaran, dan kasih Kristus dalam setiap tindakan dan perkataan kita. Kita harus menjadi contoh yang baik, sehingga orang lain melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa di surga. Terang kita harus bersinar, bukan disembunyikan.
2. Makna Garam Dunia
Selain terang, Yesus juga mengatakan dalam Matius 5:13, 'Kamu adalah garam dunia.' Garam memiliki beberapa fungsi penting: memberi rasa, mengawetkan, dan membersihkan. Sebagai garam dunia, kita dipanggil untuk memberi 'rasa' pada kehidupan, yaitu membawa pengaruh positif dan sukacita. Kita juga berfungsi untuk 'mengawetkan' atau mencegah 'kebusukan' moral di lingkungan kita, serta 'membersihkan' dari hal-hal yang tidak baik. Kehadiran kita harus membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
3. Contoh Menjadi Terang dalam Keseharian
Menjadi terang bisa dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya, jujur dalam perkataan dan perbuatan, tidak menyontek, berkata sopan, membantu teman yang kesulitan belajar, atau berani membela kebenaran. Di rumah, kita bisa membantu orang tua, tidak berbohong, atau menjaga kerukunan dengan saudara. Setiap kali kita melakukan kebaikan, kita sedang memancarkan terang Kristus kepada orang-orang di sekitar kita, membuat dunia sedikit lebih cerah.
4. Contoh Menjadi Garam dalam Keseharian
Menjadi garam juga bisa dilakukan setiap hari. Contohnya, saat melihat teman bertengkar, kita bisa menjadi penengah yang mendamaikan. Saat melihat lingkungan kotor, kita berinisiatif membersihkan. Memberi semangat kepada teman yang sedih, atau berbagi bekal dengan teman yang tidak membawa. Tindakan-tindakan ini memberi 'rasa' positif dan 'mengawetkan' kebaikan dalam pergaulan kita, mencegah hal-hal buruk terjadi.
5. Dampak Menjadi Terang dan Garam
Ketika kita hidup sebagai terang dan garam, dampaknya sangat besar. Pertama, kita akan merasakan sukacita dan damai sejahtera karena melakukan kehendak Tuhan. Kedua, kita menjadi berkat bagi orang lain, membawa perubahan positif dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Orang lain akan melihat Kristus melalui hidup kita. Dengan demikian, kita turut serta dalam pekerjaan Tuhan untuk membangun Kerajaan-Nya di bumi.
Rangkuman: Menjadi terang dan garam dunia adalah panggilan mulia bagi setiap pengikut Kristus. Ini berarti kita harus memancarkan kebaikan, kebenaran, dan kasih Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Dengan menjadi terang, kita menerangi kegelapan; dengan menjadi garam, kita memberi dampak positif dan mencegah kebusukan. Mari kita mulai dari hal-hal kecil di sekitar kita untuk membawa perubahan besar bagi dunia, memuliakan nama Tuhan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Terang Dunia | Panggilan bagi orang percaya untuk memancarkan kebaikan, kebenaran, dan kasih Kristus. |
| Garam Dunia | Panggilan bagi orang percaya untuk membawa pengaruh positif, memberi 'rasa', dan mencegah kebusukan moral. |
| Dampak Positif | Pengaruh atau hasil yang baik dari suatu tindakan atau keberadaan. |
| Aksi Nyata | Tindakan konkret atau perbuatan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menjadi Terang dan Garam Dunia" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.