Modul ajar Pendidikan Agama Kristen SD kelas VI materi Tokoh Iman Perjanjian Baru lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Tokoh Iman Perjanjian Baru |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) berbasis studi kasus dan presentasi |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami kisah-kisah dasar dalam Alkitab dan beberapa tokoh Perjanjian Lama.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Iman Kristen |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menghayati ajaran iman Kristen tentang kasih Allah dan teladan tokoh-tokoh iman, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud syukur dan pelayanan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini mempelajari kisah nyata tokoh-tokoh penting dalam Perjanjian Baru seperti Petrus, Paulus, dan Maria Magdalena. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah teladan iman, keberanian, pertobatan, dan pelayanan yang ditunjukkan oleh para tokoh iman Perjanjian Baru. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar menganalisis kisah tokoh, mengidentifikasi nilai-nilai iman, dan menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana memahami kisah tokoh iman dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan dan bertumbuh dalam iman. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami teladan tokoh iman Perjanjian Baru membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai Kristen seperti keberanian, ketekunan, dan kasih, yang relevan dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, mengapa kisah para tokoh di Alkitab masih penting untuk kita pelajari di zaman sekarang?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) berbasis studi kasus dan presentasi |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menceritakan kembali kisah dan menyajikan informasi secara lisan dan tulisan. Seni Budaya: Membuat poster, drama singkat, atau ilustrasi untuk presentasi proyek. Pendidikan Pancasila: Menghargai keberagaman dalam pelayanan dan meneladani semangat gotong royong dalam penyebaran kebaikan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi anak mencari kisah tokoh iman dari Alkitab atau buku cerita Kristen di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar mudah untuk kerja kelompok dan presentasi, dengan akses ke buku-buku referensi Alkitab dan sudut baca. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek kisah tokoh Alkitab dari kanal YouTube terpercaya atau aplikasi Alkitab digital untuk eksplorasi mandiri. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi nama dan peran tokoh iman Perjanjian Baru dalam penyebaran Injil. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Salam, doa pembuka, presensi. Guru bertanya pengalaman peserta didik tentang tokoh idola. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang tokoh iman Perjanjian Baru dan bagaimana mereka akan belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari berbagai sumber (Alkitab, buku cerita Kristen, video pendek) tentang beberapa tokoh penting Perjanjian Baru dan peran awal mereka dalam penyebaran Injil. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat daftar nama tokoh dan peran singkatnya, lalu menempelkannya di papan tulis untuk didiskusikan bersama. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil temuan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya peran para tokoh ini. Peserta didik mencatat poin-poin penting. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Bersama-sama menyimpulkan pelajaran hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif. Peserta didik diberi tugas mencari tahu lebih lanjut tentang Petrus. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan oleh tokoh Petrus dalam pelayanan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Salam, doa, presensi. Guru mengingatkan kembali tokoh-tokoh yang sudah diidentifikasi. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja kisah Petrus yang kalian tahu dan pelajaran apa yang bisa kita ambil darinya?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik membaca kisah-kisah Petrus dalam Alkitab (misalnya, Petrus berjalan di atas air, Petrus menyangkal Yesus, Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik menganalisis tindakan dan perkataan Petrus, mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan seperti keberanian, keraguan, pertobatan, dan kepemimpinan. Mereka mencatatnya dalam lembar kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok membagikan hasil analisisnya. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana nilai-nilai Petrus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, memberikan penguatan dan klarifikasi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik merangkum pelajaran tentang Petrus. Guru memotivasi peserta didik untuk meneladani keberanian dan pertobatan Petrus. Apresiasi atas diskusi yang hidup. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Case Study Method |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis perubahan hidup dan pengorbanan Rasul Paulus setelah pertobatannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Salam, doa, presensi. Guru memulai dengan pertanyaan: 'Siapa yang tahu kisah seorang tokoh yang dulunya jahat tapi kemudian berubah menjadi baik dan dipakai Tuhan?' Guru memperkenalkan tokoh Saulus/Paulus. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik membaca kisah pertobatan Saulus di jalan menuju Damsyik dan awal pelayanannya sebagai Paulus. Guru memberikan teks Alkitab atau ringkasan cerita. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik membuat peta pikiran (mind map) yang menggambarkan 'Sebelum Paulus' dan 'Sesudah Paulus', fokus pada perubahan sikap, tujuan hidup, dan pengorbanan yang dilakukannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan peta pikiran mereka. Guru mengarahkan diskusi tentang implikasi pertobatan Paulus bagi orang percaya dan pentingnya pengorbanan dalam pelayanan. Guru memberikan penguatan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru menyimpulkan pembelajaran tentang transformasi hidup Paulus dan relevansinya. Apresiasi untuk setiap kelompok. Peserta didik diminta merenungkan apakah ada hal dalam hidup mereka yang perlu diubah. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis kisah tokoh iman Perjanjian Baru untuk mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan.
Alat & bahan: Alkitab, alat tulis, lembar kerja, pensil warna
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan bimbingan saat mengerjakan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi proyek kelompok tentang tokoh iman Perjanjian Baru menggunakan rubrik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi nama dan peran tokoh iman Perjanjian Baru dalam penyebaran Injil. | Pengenalan tokoh PB dan peran awal mereka. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, komunikasi |
| 2 | Menjelaskan nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan oleh tokoh Petrus dan Paulus. | Kisah Petrus dan Paulus, pertobatan dan pelayanan. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 3 | Menggambarkan peran dan keteladanan Maria Magdalena serta menyimpulkan makna teladan tokoh iman PB. | Kisah Maria Magdalena, relevansi tokoh iman PB. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
| 4 | Mempresentasikan hasil identifikasi teladan tokoh iman Perjanjian Baru dengan percaya diri. | Proyek presentasi tokoh iman PB. | 8 JP | kolaborasi, komunikasi, kreativitas |
Perjanjian Baru adalah bagian penting dari Alkitab yang menceritakan tentang kehidupan Yesus Kristus dan awal mula gereja. Di dalamnya, kita bertemu dengan banyak tokoh luar biasa yang menunjukkan iman, keberanian, dan pengabdian yang patut kita teladani. Kisah-kisah mereka bukan hanya sejarah, tetapi juga pelajaran berharga untuk kita hidup sebagai pengikut Kristus di masa kini.
1. Petrus: Nelayan yang Menjadi Pilar Gereja
Petrus adalah salah satu murid Yesus yang paling dekat. Ia dikenal dengan sifatnya yang berapi-api, kadang impulsif, namun memiliki iman yang kuat. Meskipun pernah menyangkal Yesus, ia bertobat dan menjadi pemimpin penting dalam gereja mula-mula. Petrus berkhotbah dengan berani pada hari Pentakosta, yang menyebabkan ribuan orang bertobat. Keteladanannya mengajarkan kita tentang pertobatan, keberanian dalam bersaksi, dan kesetiaan kepada Kristus meskipun menghadapi kelemahan diri.
2. Paulus: Dari Penganiaya Menjadi Rasul Bangsa-bangsa
Saulus, yang kemudian dikenal sebagai Paulus, awalnya adalah seorang penganiaya umat Kristen. Namun, setelah perjumpaannya dengan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik, hidupnya berubah total. Ia menjadi rasul yang paling giat menyebarkan Injil ke berbagai bangsa, menulis banyak surat yang menjadi bagian penting dari Perjanjian Baru. Paulus menunjukkan ketekunan, pengorbanan diri, dan semangat yang tak tergoyahkan dalam melayani Tuhan, meskipun harus menghadapi banyak penderitaan dan tantangan.
3. Maria Magdalena: Kesetiaan Sampai Akhir
Maria Magdalena adalah salah satu perempuan yang setia mengikuti dan melayani Yesus. Ia adalah salah satu saksi mata penyaliban Yesus dan orang pertama yang melihat Yesus bangkit dari kubur. Kesetiaannya kepada Yesus sangatlah luar biasa, bahkan ketika murid-murid lain ketakutan. Maria Magdalena mengajarkan kita tentang pentingnya kesetiaan, pengabdian, dan keberanian untuk tetap mengikut Yesus dalam segala keadaan, serta peran penting perempuan dalam pelayanan.
4. Tokoh Iman Lainnya dalam Perjanjian Baru
Selain Petrus, Paulus, dan Maria Magdalena, ada banyak tokoh iman lain yang juga memberikan teladan berharga. Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, menulis Injil Yohanes dan kitab Wahyu. Timotius, seorang murid muda yang dididik Paulus, menjadi pemimpin gereja yang setia. Stefanus, diaken pertama yang menjadi martir, menunjukkan keberanian dalam menghadapi penganiayaan. Kisah-kisah mereka memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana hidup beriman dalam berbagai situasi.
5. Relevansi Teladan Tokoh Iman Hari Ini
Kisah-kisah para tokoh iman Perjanjian Baru ini sangat relevan untuk kita saat ini. Dari Petrus, kita belajar tentang pertobatan dan keberanian. Dari Paulus, kita belajar tentang pengorbanan dan ketekunan dalam memberitakan Injil. Dari Maria Magdalena, kita belajar tentang kesetiaan dan pengabdian. Teladan mereka memotivasi kita untuk menghadapi tantangan dengan iman, bertumbuh dalam karakter Kristen, dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
Rangkuman: Tokoh iman Perjanjian Baru seperti Petrus, Paulus, dan Maria Magdalena memberikan teladan berharga tentang iman, pertobatan, keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan. Kisah mereka mengajarkan kita bagaimana hidup sebagai pengikut Kristus, menghadapi tantangan, dan melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Mempelajari dan meneladani mereka membantu kita bertumbuh dalam iman dan menjadi saksi Kristus yang efektif di dunia ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Perjanjian Baru | Bagian Alkitab yang menceritakan kehidupan Yesus dan awal gereja. |
| Rasul | Murid Yesus yang diutus untuk memberitakan Injil. |
| Injil | Kabar baik tentang Yesus Kristus. |
| Pertobatan | Perubahan hati dan pikiran dari dosa kepada Allah. |
| Martir | Orang yang mati karena imannya. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Tokoh Iman Perjanjian Baru" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.