Modul ajar Pendidikan Pancasila SD kelas IV materi menjelaskan sejarah terbentuknya pancasila (pertemuan 1) menyebutkn tokoh-tokoh perumusan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa Indonesia memiliki dasar negara dan mengenal beberapa pahlawan nasional.
Pemahaman bermakna: Memahami sejarah perumusan Pancasila dan mengenal tokoh-tokohnya membantu kita menghargai perjuangan para pendiri bangsa serta memperkuat rasa cinta tanah air.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana ya, negara kita punya dasar negara yang hebat seperti Pancasila?
Tujuan: Menjelaskan latar belakang perlunya dasar negara bagi Indonesia.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang keberagaman Indonesia, lalu bertanya: 'Menurut kalian, apa yang membuat kita bisa hidup rukun meskipun berbeda-beda?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami mengapa Indonesia membutuhkan dasar negara.
Memahami: Peserta didik diajak mengamati gambar atau video tentang kondisi Indonesia sebelum dan sesudah merdeka, lalu berdiskusi mengapa negara butuh aturan atau dasar. Guru memberikan pertanyaan penuntun untuk menggali ide peserta didik tentang pentingnya dasar negara.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi lembar kerja sederhana tentang 'Mengapa Negara Perlu Dasar?'. Mereka menuliskan alasan dan contoh-contohnya.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya dasar negara sebagai pemersatu bangsa. Guru juga mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya dasar negara. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik.
Tujuan: Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang pentingnya dasar negara. Guru menunjukkan foto-foto tokoh pendiri bangsa dan bertanya: 'Siapa saja tokoh-tokoh ini? Apa peran mereka bagi Indonesia?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal tokoh-tokoh perumus Pancasila.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok. Setiap kelompok mendapatkan beberapa kartu berisi nama dan foto tokoh penting dalam perumusan Pancasila (misalnya Soekarno, Mohammad Yamin, Soepomo) dan teks singkat tentang peran mereka. Peserta didik berdiskusi untuk mencocokkan tokoh dengan perannya.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat 'Pohon Pahlawan Pancasila' sederhana dengan menempelkan foto dan nama tokoh serta peran mereka pada dahan-dahan pohon yang digambar di kertas besar.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan 'Pohon Pahlawan Pancasila' mereka. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi informasi yang kurang tepat, dan menambahkan informasi penting lainnya. Guru menekankan semangat persatuan para tokoh.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum nama-nama tokoh perumus Pancasila. Guru memberikan pujian atas kerja sama dan kreativitas peserta didik. Guru menutup dengan doa dan pesan moral tentang menghargai jasa pahlawan.
Tujuan: Mengurutkan tahapan perumusan Pancasila secara kronologis.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru menampilkan potongan-potongan gambar atau kalimat yang tidak berurutan tentang peristiwa perumusan Pancasila dan meminta peserta didik untuk mencoba mengurutkannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami urutan peristiwa perumusan Pancasila.
Memahami: Peserta didik diberikan teks singkat atau infografis tentang kronologi perumusan Pancasila, mulai dari sidang BPUPKI hingga penetapan Pancasila. Mereka diminta membaca dan mengidentifikasi peristiwa-peristiwa penting serta tanggal-tanggalnya.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik membuat 'Garis Waktu Perumusan Pancasila' dengan menempelkan kartu-kartu peristiwa dan tanggal secara berurutan pada kertas panjang. Mereka juga menambahkan gambar atau simbol sederhana untuk setiap peristiwa.
Merefleksi: Setiap kelompok memamerkan dan menjelaskan garis waktu mereka. Guru mengoreksi jika ada kesalahan urutan dan memberikan penguatan tentang pentingnya setiap tahapan dalam perumusan Pancasila. Guru mendorong diskusi antar kelompok.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan tahapan-tahapan penting dalam perumusan Pancasila. Guru memberikan apresiasi atas ketelitian peserta didik. Guru menutup dengan doa dan mengingatkan untuk mempersiapkan diri untuk pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Membuat karya sederhana yang menggambarkan tokoh perumus Pancasila.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru menampilkan beberapa contoh karya seni sederhana (misalnya kolase, gambar) yang menggambarkan pahlawan. Guru bertanya: 'Bagaimana cara kita menunjukkan rasa hormat kepada para pahlawan?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat karya tentang tokoh perumus Pancasila.
Memahami: Peserta didik diingatkan kembali tentang tokoh-tokoh perumus Pancasila yang sudah dipelajari. Guru menjelaskan jenis-jenis karya sederhana yang bisa dibuat (misalnya poster mini, kolase wajah tokoh, kartu pahlawan) dan menunjukkan contoh-contohnya. Peserta didik memilih satu tokoh yang paling mereka kagumi.
Mengaplikasi: Setiap peserta didik mulai merencanakan dan membuat karya sederhana tentang tokoh perumus Pancasila pilihannya. Mereka boleh menggunakan bahan-bahan yang sudah disiapkan (kertas, pensil warna, lem, gunting, majalah bekas untuk kolase). Guru membimbing dan memberikan bantuan jika diperlukan.
Merefleksi: Peserta didik saling menunjukkan karya mereka kepada teman sebangku dan memberikan komentar positif. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan memberikan semangat untuk menyelesaikan karya terbaik mereka.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas peserta didik dalam membuat karya. Guru mengingatkan untuk menjaga hasil karyanya dengan baik untuk dipamerkan pada pertemuan berikutnya. Doa penutup.
Tujuan: Menyajikan hasil identifikasi tokoh perumus Pancasila di depan kelas.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan peserta didik untuk menyiapkan karya yang sudah dibuat. Guru bertanya: 'Siapa yang berani menceritakan karyanya hari ini?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempresentasikan hasil karya dan merefleksikan seluruh pembelajaran.
Memahami: Peserta didik secara bergiliran mempresentasikan karya mereka di depan kelas. Mereka menjelaskan tokoh yang dipilih, mengapa memilih tokoh tersebut, dan apa yang mereka pelajari dari tokoh tersebut.
Mengaplikasi: Setelah presentasi, peserta didik saling memberikan pertanyaan atau komentar positif. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan penguatan terhadap setiap presentasi. Guru memastikan semua peserta didik mendapatkan kesempatan untuk berbicara.
Merefleksi: Guru memimpin refleksi bersama tentang seluruh materi yang telah dipelajari: 'Apa yang paling kalian ingat dari sejarah Pancasila? Siapa tokoh yang paling menginspirasi kalian?' Peserta didik mengisi lembar refleksi diri. Guru memberikan penghargaan kepada peserta didik yang aktif.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali pentingnya memahami sejarah dan menghargai jasa pahlawan. Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses pembelajaran yang telah dilalui. Guru menutup dengan doa dan pesan semangat untuk terus belajar dan menjadi warga negara yang baik.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan dalam mengisi LKPD, dan kualitas presentasi.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya (poster/kolase) tentang tokoh perumus Pancasila dan jawaban peserta didik pada soal esai.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan latar belakang perlunya dasar negara bagi Indonesia. | Pentingnya dasar negara. | 2 JP | kewargaan |
| Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila. | Tokoh perumus Pancasila. | 2 JP | kolaborasi |
| Mengurutkan tahapan perumusan Pancasila secara kronologis. | Kronologi perumusan Pancasila. | 2 JP | penalaran kritis |
| Membuat karya sederhana yang menggambarkan tokoh perumus Pancasila dan menyajikannya. | Proyek tokoh Pancasila. | 4 JP | kreativitas, komunikasi |
Pancasila adalah dasar negara kita, Indonesia. Tanpa Pancasila, mungkin kita tidak bisa hidup rukun seperti sekarang. Tapi, tahukah kalian bagaimana Pancasila itu dibuat? Siapa saja pahlawan hebat yang merumuskannya? Yuk, kita cari tahu bersama sejarah menarik di balik lahirnya Pancasila!
Bayangkan sebuah rumah tanpa pondasi yang kuat, pasti mudah roboh. Begitu juga dengan negara. Indonesia adalah negara yang sangat luas dengan banyak suku, agama, dan budaya yang berbeda. Agar semua masyarakat bisa hidup rukun, damai, dan teratur, Indonesia membutuhkan aturan atau pedoman hidup bersama yang kuat. Pedoman inilah yang kita sebut sebagai dasar negara. Dasar negara berfungsi sebagai pondasi yang kokoh untuk membangun bangsa, mengatur pemerintahan, dan menjaga persatuan.
Setelah Indonesia dijajah selama ratusan tahun, para pemimpin bangsa mulai berpikir keras tentang bagaimana membangun negara yang merdeka. Mereka sadar bahwa negara yang baru merdeka harus punya tujuan dan arah yang jelas. Oleh karena itu, perlu dirumuskan sebuah dasar negara yang bisa menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Pada tanggal 29 April 1945, dibentuklah sebuah badan penting bernama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk mempersiapkan kemerdekaan, termasuk merumuskan dasar negara.
Ada beberapa tokoh hebat yang ikut serta dalam perumusan Pancasila. Mereka adalah orang-orang cerdas dan sangat mencintai Indonesia. Tiga tokoh utama yang mengusulkan rumusan dasar negara pada sidang BPUPKI adalah Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Mereka menyampaikan gagasan-gagasan luar biasa tentang bagaimana seharusnya dasar negara Indonesia.
Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Mohammad Yamin menyampaikan usulan dasar negara secara lisan dan tertulis. Secara lisan, ia mengusulkan lima hal: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan secara tertulis, usulannya adalah: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo menyampaikan usulannya tentang dasar negara. Ia mengemukakan lima asas, yaitu: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir dan Batin, Musyawarah, dan Keadilan Rakyat. Soepomo menekankan pentingnya negara yang terintegrasi dan tidak memisahkan individu dari masyarakat.
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya yang sangat terkenal. Dalam pidato tersebut, ia mengusulkan lima dasar negara yang ia beri nama Panca Sila, yang berarti Lima Dasar. Kelima sila tersebut adalah: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tanggal 1 Juni kemudian kita peringati sebagai Hari Lahir Pancasila.
Setelah berbagai usulan, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan dasar negara lebih lanjut. Panitia Sembilan ini diketuai oleh Ir. Soekarno. Hasil kerja Panitia Sembilan adalah 'Piagam Jakarta' pada tanggal 22 Juni 1945, yang di dalamnya terdapat rumusan dasar negara. Rumusan ini menjadi cikal bakal Pancasila yang kita kenal sekarang.
Akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan, Pancasila disahkan sebagai dasar negara Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Ada sedikit perubahan pada sila pertama dari 'Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' demi menjaga persatuan seluruh rakyat Indonesia.
Rangkuman: Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa dalam sidang BPUPKI. Tokoh-tokoh penting seperti Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno mengusulkan gagasan tentang dasar negara. Melalui proses musyawarah dan kerja keras Panitia Sembilan, lahirlah Piagam Jakarta yang kemudian disempurnakan menjadi Pancasila dan disahkan pada 18 Agustus 1945. Memahami sejarah ini membuat kita semakin menghargai perjuangan para pahlawan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengelompokkan tokoh-tokoh perumus Pancasila beserta peran singkatnya.
Alat & bahan: Kertas A4, pensil, spidol warna, gunting, lem, gambar/foto tokoh perumus Pancasila (opsional), teks singkat peran tokoh.
| Pancasila | Dasar negara Republik Indonesia. |
| BPUPKI | Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. |
| PPKI | Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. |
| Tokoh Perumus | Orang-orang yang berperan penting dalam menyusun Pancasila. |
| Piagam Jakarta | Naskah rumusan dasar negara hasil kerja Panitia Sembilan. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.