Modul ajar Pendidikan Pancasila SD kelas IV materi Proses perumusan dan nilai-nilai Pancasila lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, serta menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Acuan: Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan menyebutkan sila-silanya.
Pemahaman bermakna: Memahami proses perumusan Pancasila membantu kita menghargai perjuangan para pendiri bangsa dan menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila adalah pedoman penting untuk hidup rukun dan maju di Indonesia.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus tahu bagaimana Pancasila dibuat dan apa saja isinya?
Tujuan: Mengidentifikasi tokoh-tokoh yang berperan dalam perumusan Pancasila dan menjelaskan secara singkat proses perumusan Pancasila dalam sidang BPUPKI dan PPKI.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menunjukkan gambar-gambar pahlawan nasional. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Siapa saja tokoh yang kalian kenal dalam sejarah Indonesia dan apa peran mereka bagi negara kita?'.
Memahami: Peserta didik mengamati tayangan video atau gambar tentang sidang BPUPKI dan PPKI. Mereka diajak berdiskusi tentang apa yang mereka lihat dan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Guru memberikan informasi tambahan tentang peran para tokoh dan garis besar proses perumusan Pancasila.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mencari informasi lebih lanjut tentang peran tokoh-tokoh perumus Pancasila dan tahapan sidang BPUPKI serta PPKI dari berbagai sumber (buku teks, poster info). Mereka mencatat poin-poin penting dan menyiapkannya untuk presentasi singkat.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka tentang tokoh dan proses perumusan Pancasila. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman, dan mengajak peserta didik untuk merenungkan semangat persatuan para pendiri bangsa. Guru juga menjelaskan tugas proyek untuk pertemuan berikutnya.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya, dan menutup dengan doa serta salam.
Tujuan: Menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dan menyajikan hasil analisis nilai-nilai Pancasila dalam bentuk proyek sederhana.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas sedikit materi pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya nilai-nilai Pancasila. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja nilai-nilai baik yang ada di Pancasila dan bagaimana kita bisa melihatnya dalam kehidupan kita?'.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan studi kasus atau cerita pendek yang menggambarkan masalah atau situasi sehari-hari. Mereka diajak mengidentifikasi masalah tersebut dan menghubungkannya dengan nilai-nilai Pancasila yang relevan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menganalisis nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam studi kasus yang diberikan. Mereka berdiskusi bagaimana nilai-nilai tersebut dapat menjadi solusi atau pedoman. Kemudian, mereka mulai merencanakan proyek sederhana (misalnya, membuat poster, sketsa drama singkat, atau komik) yang menggambarkan nilai-nilai Pancasila dan penerapannya.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan ide proyek mereka, menjelaskan nilai-nilai Pancasila yang ingin ditonjolkan dan bagaimana proyek tersebut akan dibuat. Guru dan kelompok lain memberikan masukan konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya nilai-nilai Pancasila. Guru memberikan apresiasi, mengingatkan untuk melanjutkan pengerjaan proyek di rumah sebagai tindak lanjut, dan menutup dengan doa serta salam.
Tujuan: Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan rumah serta menunjukkan sikap bangga sebagai warga negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengajak peserta didik untuk mengingat kembali proyek yang sedang mereka kerjakan dan pentingnya nilai-nilai Pancasila. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana proyek kita bisa membuat teman-teman lain lebih memahami dan menerapkan nilai Pancasila?'.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok menyelesaikan proyek sederhana mereka (poster, sketsa drama, komik, dll.) yang telah direncanakan pada pertemuan sebelumnya. Guru berkeliling membimbing dan memberikan bantuan jika diperlukan, memastikan nilai-nilai Pancasila tergambar jelas dalam proyek.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan atau menampilkan hasil proyek mereka di depan kelas. Peserta didik lain memberikan apresiasi dan pertanyaan. Setelah presentasi, peserta didik diajak untuk berdiskusi tentang bagaimana mereka dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.
Merefleksi: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap setiap proyek dan presentasi. Guru menguatkan pemahaman peserta didik tentang pentingnya bangga menjadi warga negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Peserta didik diajak merefleksikan pengalaman belajar mereka selama tiga pertemuan.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan keseluruhan materi dan proyek yang telah dibuat. Guru memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik, memotivasi mereka untuk terus mengamalkan Pancasila, dan menutup dengan doa serta salam yang hangat.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan penyelesaian proyek, serta penilaian hasil kerja kelompok (LKPD, ide proyek).
Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek akhir (poster/sketsa/komik) dan presentasi, serta tes tertulis singkat untuk mengukur pemahaman konsep.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi tokoh-tokoh yang berperan dalam perumusan Pancasila. | Tokoh perumus Pancasila | 2 JP | kewargaan, kolaborasi |
| Menjelaskan secara singkat proses perumusan Pancasila dalam sidang BPUPKI dan PPKI. | Sidang BPUPKI dan PPKI | 2 JP | penalaran kritis, kewargaan |
| Menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dan menyajikan dalam proyek. | Nilai-nilai Pancasila dan penerapannya | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Anak-anak, tahukah kalian bahwa negara kita, Indonesia, punya dasar negara yang sangat penting bernama Pancasila? Pancasila itu seperti pondasi rumah yang membuat rumah kita kokoh. Tanpa Pancasila, mungkin negara kita tidak akan sekuat dan serukun sekarang. Mari kita belajar bagaimana Pancasila ini dibuat dan apa saja nilai-nilai luhur di dalamnya yang bisa kita terapkan setiap hari.
Pancasila tidak muncul begitu saja, anak-anak. Ada banyak tokoh hebat yang berpikir keras dan berdiskusi untuk merumuskannya. Beberapa tokoh penting yang berperan besar antara lain Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Muh. Yamin, Mr. Soepomo, dan Ki Bagus Hadikusumo. Mereka adalah para pahlawan bangsa yang ingin Indonesia punya dasar negara yang kuat dan sesuai dengan kepribadian bangsa kita. Mereka semua berjuang dengan pikiran dan tenaga untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, atau disingkat BPUPKI, adalah badan yang dibentuk untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tugas utamanya adalah merumuskan dasar negara. Dalam sidang-sidang BPUPKI, banyak usulan dasar negara disampaikan oleh para tokoh. Misalnya, Ir. Soekarno menyampaikan usulan yang kemudian dikenal sebagai Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945. Diskusi ini sangat penting untuk menemukan kesepakatan terbaik bagi bangsa Indonesia.
Setelah BPUPKI selesai bertugas, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, atau disingkat PPKI. PPKI melanjutkan tugas BPUPKI, termasuk menyempurnakan dan menetapkan dasar negara. Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengadakan sidang. Dalam sidang tersebut, Pancasila akhirnya disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia. Momen ini sangat bersejarah karena menandai lahirnya negara kita dengan dasar yang kokoh.
Pancasila punya lima sila yang berisi nilai-nilai luhur. Sila pertama mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghargai perbedaan agama. Sila kedua mengajarkan kita untuk bersikap adil dan manusiawi. Sila ketiga mengajarkan kita untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia. Sila keempat mengajarkan kita untuk bermusyawarah dalam mengambil keputusan. Dan sila kelima mengajarkan kita untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semua nilai ini sangat penting untuk kita terapkan sehari-hari.
Rangkuman: Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang dirumuskan melalui perjuangan para pendiri bangsa dalam sidang BPUPKI dan PPKI. Tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Muh. Yamin memiliki peran besar dalam proses ini. Pancasila memiliki lima sila yang mengandung nilai-nilai luhur seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Memahami dan mengamalkan nilai-nilai ini sangat penting agar kita menjadi warga negara yang baik dan Indonesia semakin maju.
Tujuan: Mengidentifikasi tokoh-tokoh perumus Pancasila dan nilai-nilai Pancasila dalam sebuah cerita.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna/spidol, gunting, lem, gambar tokoh perumus Pancasila (opsional)
| Pancasila | Dasar negara Republik Indonesia yang terdiri dari lima sila. |
| BPUPKI | Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dibentuk Jepang untuk mempersiapkan kemerdekaan. |
| PPKI | Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, bertugas melanjutkan pekerjaan BPUPKI dan mengesahkan Pancasila. |
| Perumusan | Proses membuat atau menyusun sesuatu secara cermat. |
| Nilai Luhur | Sifat atau hal baik yang sangat penting dan dihormati. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.