Modul ajar Pendidikan Pancasila SD kelas IV materi Pola Hidup Gotong Royong lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk gotong royong, untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling membantu.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal konsep tolong-menolong dalam keluarga dan lingkungan terdekat.
Pemahaman bermakna: Gotong royong bukan hanya tentang membantu orang lain, tetapi juga membangun kebersamaan dan rasa persatuan di lingkungan kita.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian merasa senang saat bekerja sama dengan teman-teman atau keluarga untuk menyelesaikan suatu pekerjaan?
Tujuan: Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku gotong royong di lingkungan sekitar dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar-gambar kegiatan gotong royong (misal: kerja bakti, membersihkan kelas bersama). Peserta didik diajak mengamati dan menyampaikan apa yang mereka lihat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja kegiatan yang menunjukkan saling membantu di sekitar kalian?'
Memahami: Peserta didik dalam kelompok kecil mengamati video pendek tentang gotong royong di desa atau sekolah, kemudian mendiskusikan apa yang mereka pahami tentang gotong royong dan mencatat contoh-contohnya. Mereka juga diminta berbagi pengalaman pribadi tentang kegiatan saling membantu.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar contoh-contoh gotong royong yang mereka temukan dan mendiskusikan mengapa kegiatan tersebut penting untuk dilakukan. Mereka juga diminta untuk mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang konsep gotong royong serta pentingnya kebersamaan. Peserta didik diajak menyimpulkan bersama contoh-contoh gotong royong yang ada di sekitar mereka.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. Guru mengajak peserta didik merangkum poin-poin penting hari ini. Guru memberikan motivasi untuk terus menerapkan gotong royong. Guru menutup dengan doa dan salam.
Tujuan: Menjelaskan manfaat gotong royong bagi kehidupan bermasyarakat dengan percaya diri dan merancang kegiatan gotong royong sederhana di sekolah atau rumah dengan kreatif.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya. Guru menyajikan sebuah skenario masalah (misal: 'Halaman sekolah kotor dan banyak sampah berserakan, sementara petugas kebersihan sedang sakit. Apa yang harus kita lakukan?'). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa manfaat jika kita semua ikut membantu membersihkan halaman sekolah?'
Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis skenario masalah. Mereka berdiskusi tentang berbagai solusi yang bisa dilakukan, kemudian mengidentifikasi manfaat dari setiap solusi tersebut, terutama yang melibatkan kerja sama. Mereka juga mencari tahu mengapa gotong royong bisa menjadi solusi terbaik.
Mengaplikasi: Setiap kelompok merancang sebuah kegiatan gotong royong sederhana untuk menyelesaikan masalah yang diberikan (misalnya, 'Gerakan Jumat Bersih Kelas' atau 'Merawat Taman Sekolah'). Mereka membuat daftar tugas, alat yang dibutuhkan, dan siapa yang bertanggung jawab. Mereka juga menjelaskan manfaat dari kegiatan yang mereka rancang.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan rencana kegiatan gotong royong mereka. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang manfaat gotong royong dalam menyelesaikan masalah dan membangun kebersamaan. Guru membimbing peserta didik untuk memilih satu rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya.
Penutup: Guru memberikan pujian atas ide-ide kreatif peserta didik. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan diri untuk kegiatan gotong royong di pertemuan selanjutnya. Guru menutup dengan doa dan salam.
Tujuan: Melaksanakan kegiatan gotong royong sesuai rencana dengan penuh tanggung jawab dan menganalisis dampak positif gotong royong terhadap kebersamaan dan persatuan.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali rencana kegiatan gotong royong yang telah disepakati pada pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana perasaan kalian setelah bekerja sama melakukan kegiatan ini?'
Memahami: Peserta didik bersama-sama mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan gotong royong (misal: sapu, pengki, kemoceng untuk membersihkan kelas/sekolah). Mereka saling membagi tugas sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
Mengaplikasi: Peserta didik melaksanakan kegiatan gotong royong sesuai dengan peran dan tugas masing-masing. Guru mendampingi dan memfasilitasi jalannya kegiatan, memastikan setiap peserta didik berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab. Setelah selesai, mereka bersama-sama merapikan peralatan.
Merefleksi: Setelah kegiatan, peserta didik kembali ke kelas. Mereka secara individu atau kelompok kecil menuliskan pengalaman mereka saat gotong royong, termasuk perasaan mereka, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya. Mereka juga menganalisis dampak positif gotong royong terhadap kebersihan, kerapian, dan kebersamaan di antara mereka. Beberapa peserta didik berbagi pengalaman di depan kelas. Guru memberikan penguatan tentang nilai-nilai gotong royong dan pentingnya menjaga hasil kerja sama.
Penutup: Guru memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan semangat gotong royong peserta didik. Guru mengajak peserta didik untuk berkomitmen melanjutkan kebiasaan gotong royong di sekolah dan rumah. Guru menutup dengan doa dan salam, menciptakan suasana kebanggaan dan kebersamaan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan pelaksanaan kegiatan gotong royong.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil laporan proyek kegiatan gotong royong dan presentasi kelompok.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku gotong royong di lingkungan sekitar dengan tepat. | Pengertian dan contoh gotong royong. | 2 JP | Kewargaan |
| Menjelaskan manfaat gotong royong bagi kehidupan bermasyarakat dengan percaya diri. | Manfaat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. | 2 JP | Kolaborasi |
| Merancang kegiatan gotong royong sederhana di sekolah atau rumah dengan kreatif dan melaksanakan kegiatan gotong royong sesuai rencana dengan penuh tanggung jawab. | Perencanaan dan pelaksanaan gotong royong. | 2 JP | Kemandirian, Kolaborasi |
Gotong royong adalah salah satu nilai luhur bangsa Indonesia yang harus kita lestarikan. Dengan gotong royong, pekerjaan berat bisa terasa ringan, dan kita bisa membangun kebersamaan yang kuat. Mari kita pelajari lebih dalam tentang pola hidup gotong royong dan bagaimana kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Gotong royong adalah kegiatan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Kata 'gotong' berarti mengangkat atau memikul, dan 'royong' berarti bersama-sama. Jadi, gotong royong berarti mengangkat atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Kegiatan ini dilakukan secara sukarela, tanpa mengharapkan imbalan. Gotong royong adalah ciri khas bangsa Indonesia yang sudah ada sejak zaman dahulu dan menjadi salah satu nilai penting dalam Pancasila.
Gotong royong bisa kita temukan di berbagai tempat. Di rumah, contohnya adalah membersihkan rumah bersama keluarga. Di sekolah, kita bisa gotong royong membersihkan kelas, merawat taman, atau menyiapkan acara sekolah. Di lingkungan masyarakat, kita sering melihat kerja bakti membersihkan lingkungan, membangun fasilitas umum seperti jembatan atau pos ronda, atau membantu tetangga yang sedang kesulitan, seperti saat ada bencana alam.
Gotong royong memiliki banyak manfaat. Pertama, pekerjaan yang berat akan menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Kedua, gotong royong mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antarindividu. Kita jadi lebih mengenal dan peduli satu sama lain. Ketiga, gotong royong menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan. Keempat, dengan gotong royong, kita bisa belajar bertanggung jawab dan bekerja sama dalam tim. Kelima, gotong royong membuat lingkungan menjadi lebih bersih, indah, dan nyaman.
Gotong royong sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Kita tidak bisa hidup sendiri. Dengan gotong royong, kita bisa mengatasi berbagai masalah bersama-sama, mulai dari hal kecil di rumah sampai masalah besar di masyarakat. Gotong royong juga mengajarkan kita untuk peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menumbuhkan sikap saling membantu dan berbagi.
Dalam gotong royong terkandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, kekeluargaan, sukarela, tolong-menolong, dan persatuan. Nilai-nilai ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Dengan bergotong royong, kita menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang bersatu, saling menghargai, dan selalu siap membantu sesama.
Untuk menerapkan gotong royong, kita bisa mulai dari hal kecil. Di rumah, bantu orang tua membersihkan rumah atau menyiapkan makanan. Di sekolah, ikut serta dalam piket kelas atau kegiatan kebersihan. Di lingkungan, ajak teman-teman untuk membersihkan sampah di sekitar rumah atau membantu tetangga yang membutuhkan. Mulailah dengan inisiatif kecil dan ajak orang lain untuk berpartisipasi.
Rangkuman: Gotong royong adalah bekerja sama secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama. Gotong royong memiliki banyak manfaat, seperti meringankan pekerjaan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan persatuan. Kita bisa menerapkan gotong royong di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Dengan gotong royong, kita menjadi bangsa yang kuat dan harmonis.
Tujuan: Mengidentifikasi contoh dan manfaat gotong royong serta merencanakan kegiatan gotong royong sederhana.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna/spidol, lem, gunting, gambar-gambar kegiatan gotong royong
| Gotong Royong | Bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengharapkan imbalan. |
| Sukarela | Melakukan sesuatu dengan kemauan sendiri, tanpa paksaan. |
| Kebersamaan | Rasa bersatu dan saling memiliki dalam suatu kelompok. |
| Persatuan | Keadaan bersatu atau menjadi satu. |
| Toleransi | Sikap saling menghargai perbedaan. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.