tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDPendidikan Pancasila › Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas V
Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila

Modul ajar Pendidikan Pancasila SD kelas V materi Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Pancasila kelas V materi Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila
Ringkasan: Pancasila lahir melalui proses sejarah yang panjang dimulai dari pembentukan BPUPKI, usulan gagasan dasar negara oleh para tokoh seperti Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno, perumusan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan, hingga akhirnya disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 setelah proklamasi kemerdekaan. Memahami kronologi ini membantu kita menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia.
Model: Discovery Learning + Project Based Learning + praktikDimensi: kewargaan, penalaran kritis, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Pancasila · Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan menyadari pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal sila-sila Pancasila dan beberapa contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman bermakna: Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila akan menumbuhkan rasa bangga dan menghargai perjuangan para pahlawan dalam merumuskan dasar negara kita.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita perlu tahu bagaimana Pancasila lahir, bukan hanya menghafal sila-silanya?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (6 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi latar belakang pembentukan BPUPKI dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru menunjukkan gambar suasana penjajahan Jepang di Indonesia, lalu bertanya 'Apa yang kalian rasakan melihat gambar ini?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Jepang membentuk BPUPKI?'

Memahami: Peserta didik dalam kelompok kecil mengamati video singkat atau membaca teks tentang kondisi Indonesia di masa penjajahan Jepang dan janji kemerdekaan. Mereka mencari informasi mengenai alasan dan tujuan pembentukan BPUPKI.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi lembar kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait latar belakang dan tujuan pembentukan BPUPKI, lalu mendiskusikannya untuk menyusun jawaban.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya BPUPKI sebagai langkah awal menuju kemerdekaan dan perumusan dasar negara.

Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta memberikan pengantar materi untuk pertemuan selanjutnya. Doa penutup.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning

Tujuan: Menjelaskan tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila dan peran mereka.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru menampilkan foto-foto tokoh perumus Pancasila (Soekarno, Moh. Yamin, Soepomo) tanpa nama, lalu bertanya 'Siapa saja tokoh-tokoh ini dan apa peran mereka?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok diberikan kartu informasi tentang satu tokoh perumus Pancasila. Mereka mencari tahu latar belakang, gagasan, dan peran tokoh tersebut dalam sidang BPUPKI.

Mengaplikasi: Masing-masing kelompok menyiapkan presentasi singkat mengenai tokoh yang mereka pelajari. Mereka juga diminta untuk membuat 'kartu identitas pahlawan' untuk tokoh tersebut yang berisi informasi penting.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya. Guru memberikan klarifikasi dan melengkapi informasi tentang peran masing-masing tokoh dalam sidang BPUPKI serta pentingnya kontribusi mereka.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kerja sama kelompok, mengajak peserta didik merefleksi nilai-nilai keteladanan dari para tokoh, dan memberikan kuis singkat. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Diskusi Kelompok Interaktif

Tujuan: Menganalisis perbedaan gagasan dasar negara yang disampaikan oleh para tokoh.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang tokoh perumus Pancasila. Guru bertanya 'Apakah gagasan mereka sama atau ada perbedaan?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok membaca atau mendengarkan ringkasan pidato dari tiga tokoh perumus Pancasila (Moh. Yamin, Soepomo, Soekarno) mengenai usulan dasar negara. Mereka mengidentifikasi poin-poin penting dari setiap usulan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat tabel perbandingan yang menunjukkan persamaan dan perbedaan gagasan dasar negara dari ketiga tokoh tersebut. Mereka mendiskusikan mengapa ada perbedaan dan bagaimana akhirnya bisa disepakati.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil tabel perbandingan mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan inti sari dari setiap usulan dan bagaimana semangat musyawarah mufakat berperan penting.

Penutup: Guru mengajak peserta didik merangkum poin-poin penting hari ini, memberikan penguatan tentang semangat persatuan dalam perbedaan gagasan, dan mempersiapkan diri untuk menyusun kronologi. Doa penutup.

Pertemuan 4 — Inquiry Based Learning

Tujuan: Menyusun urutan kronologi peristiwa penting dalam perumusan Pancasila secara runtut.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru menampilkan potongan-potongan gambar peristiwa penting yang tidak berurutan (misal: sidang BPUPKI, proklamasi, pengesahan Pancasila). Guru bertanya 'Bisakah kalian menyusunnya dengan benar?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Memahami: Peserta didik mendapatkan kartu-kartu berisi informasi tanggal dan peristiwa penting (sidang BPUPKI I, pidato tokoh, pembentukan PPKI, proklamasi, pengesahan Pancasila). Mereka secara mandiri atau berkelompok kecil meneliti urutan peristiwa tersebut.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun kartu-kartu peristiwa tersebut menjadi urutan kronologi yang benar di sebuah papan atau kertas besar. Mereka menambahkan penjelasan singkat untuk setiap peristiwa.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil susunan kronologi mereka. Guru memberikan umpan balik, mengoreksi jika ada kesalahan, dan memberikan penguatan tentang pentingnya urutan waktu dalam sejarah.

Penutup: Guru memberikan apresiasi, mengajak peserta didik merefleksi proses belajar hari ini, dan memberikan tantangan untuk mulai merencanakan pembuatan diorama/poster. Doa penutup.

Pertemuan 5 — Project Based Learning (Tahap Perencanaan & Pelaksanaan)

Tujuan: Membuat diorama atau poster kronologi kelahiran Pancasila dengan kreatif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali kronologi yang telah disusun. Guru bertanya 'Bagaimana cara kita membuat kronologi ini lebih menarik dan mudah diingat?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat proyek kreatif.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan proyek diorama atau poster kronologi kelahiran Pancasila. Mereka mendiskusikan konsep, bahan, pembagian tugas, dan detail visual yang akan dibuat.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai mengerjakan proyek diorama atau poster mereka. Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan memastikan setiap anggota kelompok berkontribusi aktif dalam proses pembuatan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan progres proyek mereka kepada kelompok lain untuk mendapatkan masukan. Guru memberikan motivasi dan saran untuk penyempurnaan proyek.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik, mengingatkan untuk menyelesaikan proyek di rumah jika diperlukan, dan mempersiapkan diri untuk presentasi di pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Pertemuan 6 — Project Based Learning (Tahap Presentasi & Evaluasi)

Tujuan: Mempresentasikan hasil karya diorama atau poster kronologi kelahiran Pancasila dengan percaya diri.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mempersilakan peserta didik menyiapkan karya mereka. Guru bertanya 'Siapkah kalian menunjukkan hasil karya luar biasa kalian?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: presentasi dan refleksi.

Memahami: Peserta didik secara bergiliran mempresentasikan diorama atau poster kronologi kelahiran Pancasila yang telah mereka buat. Mereka menjelaskan setiap peristiwa dan makna yang terkandung di dalamnya.

Mengaplikasi: Setelah presentasi, peserta didik saling memberikan umpan balik positif dan konstruktif terhadap karya teman-temannya. Guru mencatat poin-poin penting dari setiap presentasi.

Merefleksi: Guru memimpin diskusi kelas untuk merefleksikan seluruh proses pembelajaran, dari awal hingga pembuatan proyek. Peserta didik menyampaikan apa yang mereka pelajari, rasakan, dan nilai-nilai yang mereka dapatkan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi tertinggi atas seluruh partisipasi, kerja keras, dan hasil karya peserta didik. Guru menekankan pentingnya Pancasila dalam kehidupan. Doa penutup dan salam penutup yang hangat.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan progres pembuatan proyek diorama/poster.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek diorama/poster kronologi kelahiran Pancasila dan presentasinya.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi latar belakang pembentukan BPUPKILatar belakang pembentukan BPUPKI2 JPpenalaran kritis
Menjelaskan tokoh-tokoh penting dan perannyaTokoh perumus Pancasila dan gagasannya2 JPkewargaan
Menyusun urutan kronologi peristiwa pentingRangkaian peristiwa kelahiran Pancasila4 JPpenalaran kritis, kolaborasi
Membuat dan mempresentasikan karya kronologiProyek diorama/poster kronologi Pancasila4 JPkreativitas, kolaborasi, komunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Pancasila adalah dasar negara kita yang sangat penting. Tapi, tahukah kalian bagaimana Pancasila itu lahir? Ternyata, Pancasila tidak langsung jadi begitu saja, melainkan melalui proses panjang penuh perjuangan dan pemikiran para pahlawan bangsa. Mari kita telusuri bersama kronologi sejarahnya agar kita semakin cinta pada Pancasila!

Latar Belakang Pembentukan BPUPKI

Pada masa Perang Dunia II, Jepang menjajah Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, Jepang mulai terdesak oleh Sekutu. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang, pada tanggal 1 Maret 1945, Jepang menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia. Sebagai wujud janji tersebut, Jepang membentuk sebuah badan bernama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai. Tugas utama BPUPKI adalah menyelidiki dan mempersiapkan hal-hal penting yang diperlukan untuk kemerdekaan Indonesia, termasuk merumuskan dasar negara.

Sidang Pertama BPUPKI dan Gagasan Dasar Negara

BPUPKI mengadakan sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945. Dalam sidang ini, para anggota membahas tentang dasar negara Indonesia merdeka. Tiga tokoh penting menyampaikan gagasan mereka mengenai dasar negara: Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Setiap tokoh menyampaikan pandangan yang berbeda-beda, namun semuanya bertujuan untuk menciptakan dasar yang kuat bagi negara Indonesia yang akan merdeka. Perbedaan gagasan ini menunjukkan kekayaan pemikiran para pendiri bangsa.

Gagasan Mr. Mohammad Yamin

Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Mohammad Yamin menyampaikan lima asas dasar negara secara lisan dan tertulis. Secara lisan, ia mengusulkan: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Sementara itu, secara tertulis, ia mengusulkan: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Gagasan ini menjadi salah satu cikal bakal perumusan Pancasila.

Gagasan Prof. Dr. Soepomo

Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo menyampaikan lima asas dasar negara yang disebutnya sebagai 'Dasar Negara Indonesia Merdeka'. Asas-asas tersebut meliputi: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir dan Batin, Musyawarah, dan Keadilan Rakyat. Soepomo menekankan pentingnya negara yang integralistik, yaitu negara yang menyatukan seluruh golongan masyarakat tanpa membedakan. Gagasan ini juga memberikan sumbangan penting dalam perumusan dasar negara.

Gagasan Ir. Soekarno (Pancasila)

Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya yang terkenal dengan mengusulkan lima dasar negara yang dinamakan 'Pancasila'. Lima dasar tersebut adalah: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Beliau juga mengusulkan jika kelima sila ini diperas menjadi Trisila (Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, Ketuhanan), bahkan Ekasila (Gotong Royong). Tanggal 1 Juni kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Pembentukan Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta

Setelah sidang pertama, dibentuklah Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan dasar negara berdasarkan usulan-usulan yang ada. Panitia ini terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim, Mr. Achmad Soebardjo, K.H. Wachid Hasyim, dan Mr. Muh. Yamin. Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan berhasil merumuskan naskah 'Piagam Jakarta' yang di dalamnya terdapat rumusan dasar negara yang hampir mirip dengan Pancasila saat ini, namun dengan 'Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' di sila pertama.

Pengesahan Pancasila

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dibentuk untuk melanjutkan tugas BPUPKI. Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang. Dalam sidang ini, terdapat perubahan pada sila pertama Piagam Jakarta menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' untuk menjaga persatuan bangsa. Akhirnya, pada tanggal tersebut, Pancasila disahkan sebagai dasar negara dan tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Ini adalah momen penting lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Rangkuman: Pancasila lahir melalui proses sejarah yang panjang dimulai dari pembentukan BPUPKI, usulan gagasan dasar negara oleh para tokoh seperti Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno, perumusan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan, hingga akhirnya disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 setelah proklamasi kemerdekaan. Memahami kronologi ini membantu kita menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyusun urutan peristiwa penting dalam kronologi kelahiran Pancasila.

Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, kartu peristiwa sejarah

  1. Bacalah setiap kartu peristiwa sejarah yang telah disediakan.
  2. Identifikasi tanggal dan peristiwa penting yang tertulis di setiap kartu.
  3. Susunlah kartu-kartu tersebut secara berurutan dari yang paling awal hingga paling akhir.
  4. Tempelkan kartu-kartu yang sudah berurutan pada kertas HVS.
  5. Tambahkan gambar atau ilustrasi sederhana untuk setiap peristiwa.

8 Glosarium

KronologiUrutan peristiwa menurut waktu kejadiannya.
BPUPKIBadan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dibentuk Jepang.
PPKIPanitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, bertugas melanjutkan pekerjaan BPUPKI.
DioramaMiniatur tiga dimensi yang menggambarkan suatu pemandangan atau peristiwa.
Piagam JakartaNaskah rumusan dasar negara hasil Panitia Sembilan sebelum disahkan.

9 Materi Pendidikan Pancasila Terkait

Penerapan Nilai PancasilaPendidikan Pancasila Kelas V SD
Pelajari Penerapan Nilai Pancasila →
Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hariPendidikan Pancasila Kelas VI SD
Pelajari Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari →
menjelaskan sejarah terbentuknya pancasila (pertemuan 1) menyebutkn tokoh-tokoh perumusanPendidikan Pancasila Kelas IV SD
Pelajari menjelaskan sejarah terbentuknya pancasila (pertemuan 1) menyebutkn tokoh-tokoh perumusan →
Makna Sila PancasilaPendidikan Pancasila Kelas III SD
Pelajari Makna Sila Pancasila →
mengenal karakter para perumus Pancasila;Pendidikan Pancasila Kelas IV SD
Pelajari mengenal karakter para perumus Pancasila; →
Mengenal lambang negara garuda pancasilaPendidikan Pancasila Kelas I SD
Pelajari Mengenal lambang negara garuda pancasila →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.