tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDPendidikan Pancasila › Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
SD · Kelas VI · Fase C

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas VI
Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul ajar Pendidikan Pancasila SD kelas VI materi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Pancasila kelas VI materi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Ringkasan: Pancasila adalah dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia, terdiri dari lima sila yang saling berkaitan. Setiap sila mengajarkan nilai-nilai luhur seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat, sangat penting untuk menciptakan kerukunan, kedamaian, dan kemajuan bangsa. Mari kita jadikan Pancasila sebagai cerminan diri kita.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: kewargaan, kolaborasi, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Pancasila · Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Pemahaman bermakna: Pancasila bukan sekadar teori, melainkan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan dan keputusan kita sehari-hari untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan harmonis.

Pertanyaan pemantik: Menurutmu, apa saja kegiatan di sekolah atau di rumah yang menunjukkan kita sudah melaksanakan Pancasila?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menampilkan gambar-gambar kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah/rumah. Peserta didik diajak mengamati dan menjawab pertanyaan 'Apa yang kalian lihat dari gambar ini? Apakah ada hubungannya dengan Pancasila?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memantik rasa ingin tahu.

Memahami: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk berdiskusi tentang pengalaman mereka melihat atau melakukan tindakan yang mencerminkan setiap sila Pancasila di lingkungan sekitar. Mereka mencatat contoh-contoh tersebut dan mengelompokkannya berdasarkan sila-sila Pancasila.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat poster sederhana yang berisi daftar contoh perilaku Pancasila dari hasil diskusi. Mereka diminta untuk menjelaskan mengapa perilaku tersebut sesuai dengan sila Pancasila tertentu, dengan memberikan alasan yang logis dan relevan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan poster dan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan. Guru memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat, serta menyimpulkan bahwa Pancasila adalah pedoman hidup kita.

Penutup: Guru mengajak peserta didik merangkum poin-poin penting yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik dan mengajak mereka untuk terus mencari contoh nyata Pancasila di mana pun mereka berada, ditutup dengan doa bersama.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis dampak positif penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap kehidupan bermasyarakat serta merancang proyek sederhana.

Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang contoh perilaku Pancasila. Guru menampilkan sebuah studi kasus singkat atau video tentang permasalahan sosial sederhana di lingkungan sekolah atau masyarakat (misalnya, kurangnya kebersihan, konflik kecil antar teman, atau kesulitan dalam berbagi). Peserta didik diajak menganalisis masalah tersebut dan mengaitkannya dengan nilai-nilai Pancasila yang mungkin terabaikan, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus yang diberikan. Mereka mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila yang relevan dengan masalah tersebut dan mendiskusikan bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi solusi. Setiap kelompok mencatat dampak positif yang mungkin timbul dari penerapan solusi tersebut.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai merancang sebuah proyek sederhana yang bertujuan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam mengatasi masalah serupa di lingkungan sekolah. Proyek bisa berupa kampanye kebersihan, pembuatan mural persatuan, atau inisiatif berbagi. Mereka membuat rencana aksi yang mencakup tujuan, langkah-langkah, alat/bahan, dan pembagian tugas.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyeknya. Guru dan kelompok lain memberikan masukan konstruktif untuk menyempurnakan rencana tersebut. Guru memberikan panduan dan memastikan setiap proyek realistis dan dapat dilaksanakan dalam waktu yang tersedia.

Penutup: Guru memberikan semangat kepada peserta didik untuk melaksanakan proyek mereka dengan sungguh-sungguh. Guru mengingatkan bahwa setiap tindakan kecil yang berlandaskan Pancasila dapat membawa perubahan besar. Pertemuan diakhiri dengan motivasi dan doa bersama.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Melaksanakan proyek sederhana yang menunjukkan penerapan nilai-nilai Pancasila, mengevaluasi keberhasilan proyek, dan menyajikan hasilnya.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali rencana proyek yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya dan memotivasi peserta didik untuk melaksanakan proyek dengan semangat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini adalah puncak dari proyek mereka dan akan ada presentasi serta evaluasi.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok melaksanakan proyek yang telah mereka rancang. Guru berkeliling mengamati, memberikan bimbingan, dan memastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif. Selama pelaksanaan, peserta didik diminta untuk mendokumentasikan prosesnya (misalnya, dengan foto atau catatan singkat).

Mengaplikasi: Setelah proyek selesai, setiap kelompok membuat laporan sederhana atau presentasi singkat tentang proyek mereka. Laporan mencakup tujuan proyek, langkah-langkah yang dilakukan, tantangan yang dihadapi, solusi, serta hasil yang dicapai dan bagaimana proyek tersebut mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Mereka juga menyiapkan presentasi untuk dipaparkan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya di depan kelas. Setelah presentasi, peserta didik saling memberikan umpan balik dan pertanyaan. Guru memimpin diskusi tentang keberhasilan proyek, pembelajaran yang didapat, dan bagaimana proyek tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka dalam melaksanakan proyek. Guru mengajak peserta didik untuk merefleksikan kembali perjalanan belajar mereka dan menyimpulkan pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup. Ditutup dengan doa dan harapan agar nilai-nilai Pancasila terus tertanam dalam diri mereka.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, perancangan proyek, dan kontribusi dalam pelaksanaan proyek.

Akhir (sumatif): Penilaian terhadap presentasi proyek akhir, laporan proyek, serta pemahaman peserta didik melalui soal esai dan pilihan ganda.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Penerapan Sila-sila Pancasila2 JPkewargaan
Menganalisis dampak positif penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap kehidupan bermasyarakat dan merancang proyek sederhana.Dampak Pancasila & Perancangan Proyek2 JPkolaborasi, kreativitas
Melaksanakan proyek sederhana, mengevaluasi, dan menyajikan hasil tentang penerapan nilai-nilai Pancasila.Pelaksanaan & Presentasi Proyek Pancasila2 JPkolaborasi, kreativitas, kewargaan

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Pancasila adalah dasar negara kita, Indonesia. Lebih dari sekadar lima sila yang harus dihafal, Pancasila adalah pedoman hidup yang sangat penting dalam keseharian kita. Dari bangun tidur sampai kembali tidur, banyak perilaku kita yang sebenarnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Mari kita pelajari bagaimana Pancasila hadir dalam setiap langkah kehidupan kita dan mengapa hal itu sangat berarti bagi bangsa kita.

Pancasila sebagai Pedoman Hidup

Pancasila bukan hanya kumpulan kata-kata, melainkan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar negara dan panduan bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap sila dalam Pancasila memiliki makna mendalam yang mengajarkan kita bagaimana bersikap dan bertingkah laku. Dengan memahami dan mengamalkan Pancasila, kita akan menjadi warga negara yang baik, peduli, dan bertanggung jawab. Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera. Ini berarti Pancasila harus hidup dalam setiap tindakan, perkataan, dan keputusan kita, baik di rumah, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat.

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila ini mengajarkan kita untuk percaya dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Contoh penerapannya adalah rajin beribadah sesuai agama kita, menghargai teman yang berbeda agama, tidak mengganggu teman yang sedang beribadah, dan selalu bersyukur atas nikmat Tuhan. Dengan mengamalkan sila ini, kita akan memiliki hati yang damai dan menghormati keberagaman keyakinan di Indonesia. Penting juga untuk selalu mengingat bahwa Tuhan mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada sesama dan alam sekitar.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua mengajarkan kita untuk saling menyayangi, menghargai sesama manusia tanpa memandang suku, agama, ras, atau status sosial. Contohnya adalah membantu teman yang kesulitan, bersikap sopan santun kepada siapa pun, tidak membeda-bedakan teman, dan membela kebenaran serta keadilan. Kita harus memperlakukan semua orang dengan hormat dan tidak melakukan perundungan. Sila ini mengajak kita untuk menjadi manusia yang berhati mulia dan peduli terhadap penderitaan orang lain, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Sila ini menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Meskipun kita berbeda-beda suku, bahasa, dan budaya, kita adalah satu bangsa Indonesia. Contoh penerapannya adalah bekerja sama dalam kelompok, tidak bertengkar dengan teman, mencintai produk dalam negeri, dan bangga menjadi warga negara Indonesia. Kita harus selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dengan bersatu, kita akan menjadi bangsa yang kuat dan tidak mudah dipecah belah, seperti semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Sila keempat mengajarkan kita untuk menyelesaikan masalah dengan musyawarah atau berdiskusi untuk mencapai mufakat. Contohnya adalah ikut serta dalam pemilihan ketua kelas atau pengurus OSIS, menghargai pendapat teman saat diskusi, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama dengan lapang dada. Setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan kepentingan bersama dan bukan hanya kepentingan pribadi. Sila ini melatih kita untuk menjadi pemimpin yang bijaksana dan warga negara yang demokratis, yang selalu mengedepankan dialog.

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila ini bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Contoh penerapannya adalah berbagi dengan teman yang kurang mampu, tidak boros, menghargai hasil karya orang lain, dan ikut menjaga fasilitas umum. Kita harus selalu berusaha untuk berlaku adil dalam segala hal dan tidak serakah. Keadilan sosial berarti setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk hidup layak dan sejahtera, serta menikmati hasil pembangunan bangsa. Ini juga berarti kita harus peduli terhadap kesejahteraan bersama.

Manfaat Mengamalkan Pancasila

Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari membawa banyak manfaat. Pertama, kita akan hidup rukun dan damai dengan sesama. Kedua, lingkungan sekitar kita akan menjadi lebih tertib dan nyaman. Ketiga, kita akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, jujur, dan peduli. Keempat, negara kita akan semakin kuat dan maju karena persatuan dan kesatuan terjaga. Kelima, kita akan merasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Pancasila adalah warisan berharga yang harus kita jaga dan lestarikan.

Tantangan dan Solusi dalam Penerapan Pancasila

Meskipun Pancasila memiliki nilai-nilai luhur, dalam kehidupan sehari-hari mungkin ada tantangan dalam penerapannya, seperti egoisme, sikap tidak peduli, atau konflik antarindividu. Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu terus belajar dan memahami makna Pancasila, serta berani untuk menegakkan nilai-nilainya. Solusinya adalah dengan membiasakan diri untuk berdiskusi, saling menghargai, bergotong royong, dan selalu mengutamakan kepentingan bersama. Pendidikan Pancasila sejak dini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai ini agar menjadi karakter yang melekat pada setiap individu.

Rangkuman: Pancasila adalah dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia, terdiri dari lima sila yang saling berkaitan. Setiap sila mengajarkan nilai-nilai luhur seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat, sangat penting untuk menciptakan kerukunan, kedamaian, dan kemajuan bangsa. Mari kita jadikan Pancasila sebagai cerminan diri kita.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai situasi dan merancang solusi berdasarkan nilai tersebut.

Alat & bahan: Kertas karton, spidol warna, pensil, gunting, lem, gambar-gambar situasi, studi kasus singkat

  1. Bacalah studi kasus atau amati gambar situasi yang diberikan dengan saksama.
  2. Identifikasi masalah atau tantangan yang muncul dalam situasi tersebut.
  3. Diskusikan dalam kelompok, nilai-nilai Pancasila apa saja yang relevan untuk mengatasi masalah tersebut.
  4. Tuliskan contoh-contoh tindakan konkret yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk menyelesaikan masalah.
  5. Buatlah rencana aksi sederhana untuk menerapkan solusi tersebut di lingkungan sekolah atau rumah.

8 Glosarium

PancasilaDasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila.
MusyawarahProses berunding bersama untuk mencapai kesepakatan.
MufakatKesepakatan bersama yang dicapai melalui musyawarah.
Gotong RoyongBekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Bhinneka Tunggal IkaSemboyan bangsa Indonesia yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

9 Materi Pendidikan Pancasila Terkait

Penerapan nilai nilai oancasila dalam kehidupan sehari-hariPendidikan Pancasila Kelas IV SD
Pelajari Penerapan nilai nilai oancasila dalam kehidupan sehari-hari →
Kronologi Sejarah Kelahiran PancasilaPendidikan Pancasila Kelas V SD
Pelajari Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila →
Penerapan Nilai PancasilaPendidikan Pancasila Kelas V SD
Pelajari Penerapan Nilai Pancasila →
Pancasila sebagai Nilai KehidupanPendidikan Pancasila Kelas IV SD
Pelajari Pancasila sebagai Nilai Kehidupan →
Makna Sila PancasilaPendidikan Pancasila Kelas III SD
Pelajari Makna Sila Pancasila →
mengenal karakter para perumus Pancasila;Pendidikan Pancasila Kelas IV SD
Pelajari mengenal karakter para perumus Pancasila; →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.