Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas VI
Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami konsep dasar Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini mengkaji contoh-contoh konkret penerapan nilai-nilai Pancasila dalam interaksi sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat. |
| Konseptual | Peserta didik akan memahami bahwa setiap sila Pancasila memiliki makna yang mendalam dan saling berkaitan dalam membentuk karakter bangsa. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan solusi sederhana berdasarkan nilai-nilai Pancasila untuk masalah sehari-hari. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya refleksi diri terhadap perilaku yang mencerminkan atau bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
- Menganalisis dampak positif penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap kehidupan bermasyarakat.
- Merancang dan melaksanakan proyek sederhana yang menunjukkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah.
- Mengevaluasi keberhasilan proyek dan mengidentifikasi area perbaikan dalam penerapan Pancasila.
- Menyajikan hasil proyek tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Pancasila bukan sekadar teori, melainkan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan dan keputusan kita sehari-hari untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan harmonis.
Pertanyaan pemantik: "Menurutmu, apa saja kegiatan di sekolah atau di rumah yang menunjukkan kita sudah melaksanakan Pancasila?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Keterampilan menulis laporan proyek dan menyajikan presentasi secara lisan. Seni Budaya: Mendesain poster, mural, atau media visual lain untuk kampanye proyek. Ilmu Pengetahuan Sosial: Memahami struktur masyarakat dan peran Pancasila dalam menjaga keharmonisan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berbagi cerita tentang pengalaman mereka menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari atau memberikan dukungan saat peserta didik melaksanakan proyek di lingkungan rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta area di sekolah (misalnya taman, kantin) dapat digunakan sebagai lokasi pelaksanaan proyek nyata. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat menggunakan aplikasi presentasi sederhana (misalnya Google Slides atau Canva) untuk menyajikan hasil proyek, atau merekam video singkat dokumentasi proyek mereka menggunakan ponsel. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menampilkan gambar-gambar kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah/rumah. Peserta didik diajak mengamati dan menjawab pertanyaan 'Apa yang kalian lihat dari gambar ini? Apakah ada hubungannya dengan Pancasila?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memantik rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk berdiskusi tentang pengalaman mereka melihat atau melakukan tindakan yang mencerminkan setiap sila Pancasila di lingkungan sekitar. Mereka mencatat contoh-contoh tersebut dan mengelompokkannya berdasarkan sila-sila Pancasila. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat poster sederhana yang berisi daftar contoh perilaku Pancasila dari hasil diskusi. Mereka diminta untuk menjelaskan mengapa perilaku tersebut sesuai dengan sila Pancasila tertentu, dengan memberikan alasan yang logis dan relevan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster dan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan. Guru memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat, serta menyimpulkan bahwa Pancasila adalah pedoman hidup kita. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik merangkum poin-poin penting yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik dan mengajak mereka untuk terus mencari contoh nyata Pancasila di mana pun mereka berada, ditutup dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis dampak positif penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap kehidupan bermasyarakat serta merancang proyek sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memulai dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang contoh perilaku Pancasila. Guru menampilkan sebuah studi kasus singkat atau video tentang permasalahan sosial sederhana di lingkungan sekolah atau masyarakat (misalnya, kurangnya kebersihan, konflik kecil antar teman, atau kesulitan dalam berbagi). Peserta didik diajak menganalisis masalah tersebut dan mengaitkannya dengan nilai-nilai Pancasila yang mungkin terabaikan, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus yang diberikan. Mereka mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila yang relevan dengan masalah tersebut dan mendiskusikan bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi solusi. Setiap kelompok mencatat dampak positif yang mungkin timbul dari penerapan solusi tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mulai merancang sebuah proyek sederhana yang bertujuan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam mengatasi masalah serupa di lingkungan sekolah. Proyek bisa berupa kampanye kebersihan, pembuatan mural persatuan, atau inisiatif berbagi. Mereka membuat rencana aksi yang mencakup tujuan, langkah-langkah, alat/bahan, dan pembagian tugas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyeknya. Guru dan kelompok lain memberikan masukan konstruktif untuk menyempurnakan rencana tersebut. Guru memberikan panduan dan memastikan setiap proyek realistis dan dapat dilaksanakan dalam waktu yang tersedia. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru memberikan semangat kepada peserta didik untuk melaksanakan proyek mereka dengan sungguh-sungguh. Guru mengingatkan bahwa setiap tindakan kecil yang berlandaskan Pancasila dapat membawa perubahan besar. Pertemuan diakhiri dengan motivasi dan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai situasi dan merancang solusi berdasarkan nilai tersebut.
Alat & bahan: Kertas karton, spidol warna, pensil, gunting, lem, gambar-gambar situasi, studi kasus singkat
Langkah kerja:
- Bacalah studi kasus atau amati gambar situasi yang diberikan dengan saksama.
- Identifikasi masalah atau tantangan yang muncul dalam situasi tersebut.
- Diskusikan dalam kelompok, nilai-nilai Pancasila apa saja yang relevan untuk mengatasi masalah tersebut.
- Tuliskan contoh-contoh tindakan konkret yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk menyelesaikan masalah.
- Buatlah rencana aksi sederhana untuk menerapkan solusi tersebut di lingkungan sekolah atau rumah.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan sila-sila Pancasila secara berurutan!
- Apa contoh perilaku yang mencerminkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa?
- Menurutmu, mengapa kita perlu hidup rukun dengan teman yang berbeda suku?
- Apa arti gotong royong bagimu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, perancangan proyek, dan kontribusi dalam pelaksanaan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap presentasi proyek akhir, laporan proyek, serta pemahaman peserta didik melalui soal esai dan pilihan ganda.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. | Penerapan Sila-sila Pancasila | 2 JP | kewargaan |
| 2 | Menganalisis dampak positif penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap kehidupan bermasyarakat dan merancang proyek sederhana. | Dampak Pancasila & Perancangan Proyek | 2 JP | kolaborasi, kreativitas |
| 3 | Melaksanakan proyek sederhana, mengevaluasi, dan menyajikan hasil tentang penerapan nilai-nilai Pancasila. | Pelaksanaan & Presentasi Proyek Pancasila | 2 JP | kolaborasi, kreativitas, kewargaan |
Pancasila adalah dasar negara kita, Indonesia. Lebih dari sekadar lima sila yang harus dihafal, Pancasila adalah pedoman hidup yang sangat penting dalam keseharian kita. Dari bangun tidur sampai kembali tidur, banyak perilaku kita yang sebenarnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Mari kita pelajari bagaimana Pancasila hadir dalam setiap langkah kehidupan kita dan mengapa hal itu sangat berarti bagi bangsa kita.
1. Pancasila sebagai Pedoman Hidup
Pancasila bukan hanya kumpulan kata-kata, melainkan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar negara dan panduan bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap sila dalam Pancasila memiliki makna mendalam yang mengajarkan kita bagaimana bersikap dan bertingkah laku. Dengan memahami dan mengamalkan Pancasila, kita akan menjadi warga negara yang baik, peduli, dan bertanggung jawab. Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera. Ini berarti Pancasila harus hidup dalam setiap tindakan, perkataan, dan keputusan kita, baik di rumah, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat.
2. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini mengajarkan kita untuk percaya dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Contoh penerapannya adalah rajin beribadah sesuai agama kita, menghargai teman yang berbeda agama, tidak mengganggu teman yang sedang beribadah, dan selalu bersyukur atas nikmat Tuhan. Dengan mengamalkan sila ini, kita akan memiliki hati yang damai dan menghormati keberagaman keyakinan di Indonesia. Penting juga untuk selalu mengingat bahwa Tuhan mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada sesama dan alam sekitar.
3. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua mengajarkan kita untuk saling menyayangi, menghargai sesama manusia tanpa memandang suku, agama, ras, atau status sosial. Contohnya adalah membantu teman yang kesulitan, bersikap sopan santun kepada siapa pun, tidak membeda-bedakan teman, dan membela kebenaran serta keadilan. Kita harus memperlakukan semua orang dengan hormat dan tidak melakukan perundungan. Sila ini mengajak kita untuk menjadi manusia yang berhati mulia dan peduli terhadap penderitaan orang lain, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.
4. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Sila ini menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Meskipun kita berbeda-beda suku, bahasa, dan budaya, kita adalah satu bangsa Indonesia. Contoh penerapannya adalah bekerja sama dalam kelompok, tidak bertengkar dengan teman, mencintai produk dalam negeri, dan bangga menjadi warga negara Indonesia. Kita harus selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dengan bersatu, kita akan menjadi bangsa yang kuat dan tidak mudah dipecah belah, seperti semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
5. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat mengajarkan kita untuk menyelesaikan masalah dengan musyawarah atau berdiskusi untuk mencapai mufakat. Contohnya adalah ikut serta dalam pemilihan ketua kelas atau pengurus OSIS, menghargai pendapat teman saat diskusi, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama dengan lapang dada. Setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan kepentingan bersama dan bukan hanya kepentingan pribadi. Sila ini melatih kita untuk menjadi pemimpin yang bijaksana dan warga negara yang demokratis, yang selalu mengedepankan dialog.
6. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ini bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Contoh penerapannya adalah berbagi dengan teman yang kurang mampu, tidak boros, menghargai hasil karya orang lain, dan ikut menjaga fasilitas umum. Kita harus selalu berusaha untuk berlaku adil dalam segala hal dan tidak serakah. Keadilan sosial berarti setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk hidup layak dan sejahtera, serta menikmati hasil pembangunan bangsa. Ini juga berarti kita harus peduli terhadap kesejahteraan bersama.
7. Manfaat Mengamalkan Pancasila
Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari membawa banyak manfaat. Pertama, kita akan hidup rukun dan damai dengan sesama. Kedua, lingkungan sekitar kita akan menjadi lebih tertib dan nyaman. Ketiga, kita akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, jujur, dan peduli. Keempat, negara kita akan semakin kuat dan maju karena persatuan dan kesatuan terjaga. Kelima, kita akan merasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Pancasila adalah warisan berharga yang harus kita jaga dan lestarikan.
8. Tantangan dan Solusi dalam Penerapan Pancasila
Meskipun Pancasila memiliki nilai-nilai luhur, dalam kehidupan sehari-hari mungkin ada tantangan dalam penerapannya, seperti egoisme, sikap tidak peduli, atau konflik antarindividu. Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu terus belajar dan memahami makna Pancasila, serta berani untuk menegakkan nilai-nilainya. Solusinya adalah dengan membiasakan diri untuk berdiskusi, saling menghargai, bergotong royong, dan selalu mengutamakan kepentingan bersama. Pendidikan Pancasila sejak dini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai ini agar menjadi karakter yang melekat pada setiap individu.
Rangkuman: Pancasila adalah dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia, terdiri dari lima sila yang saling berkaitan. Setiap sila mengajarkan nilai-nilai luhur seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat, sangat penting untuk menciptakan kerukunan, kedamaian, dan kemajuan bangsa. Mari kita jadikan Pancasila sebagai cerminan diri kita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pancasila | Dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. |
| Musyawarah | Proses berunding bersama untuk mencapai kesepakatan. |
| Mufakat | Kesepakatan bersama yang dicapai melalui musyawarah. |
| Gotong Royong | Bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. |
| Bhinneka Tunggal Ika | Semboyan bangsa Indonesia yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Pancasila Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Belajar Pancasila dengan MenyenangkanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan BersamaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengenal Norma, Hak, dan Kewajiban dalam Kehidupan Berbangsa dan BernegaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBelajar BermusyawarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Menghormati Perbedaan Budaya dan Agama dalam Kehidupan Sehari-hariBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProvinsiku Bagian dari Wilayah Negara Kesatuan Republik IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong RoyongBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
Belajar Pancasila Dan MenyenangkanPendidikan Pancasila Kelas VI SDSejarah Kelahiran PancasilaPendidikan Pancasila Kelas VI SDPenerapan nilai nilai oancasila dalam kehidupan sehari-hariPendidikan Pancasila Kelas IV SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas VI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari pada Pendidikan Pancasila SD, Fase C.
Modul Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas VI SD di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari ini gratis?
Ya. Modul Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase C untuk kelas VI SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Pendidikan Pancasila kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.