Modul ajar Bahasa Inggris SMA kelas XI materi Analytical Exposition lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Pada akhir Fase F, peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi pada situasi sosial dan akademik yang beragam, menunjukkan pemahaman terhadap nuansa makna dalam teks multimodal, serta menghasilkan teks argumentatif dan persuasif yang koheren dan kohesif, dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan yang sesuai konteks.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang struktur teks bahasa Inggris dan mampu mengidentifikasi ide pokok dalam sebuah bacaan.
Pemahaman bermakna: Kemampuan menyusun argumen yang logis dan meyakinkan menggunakan bahasa Inggris sangat penting dalam berbagai konteks akademik dan profesional untuk memengaruhi audiens.
Pertanyaan pemantik: Dalam era digital ini, bagaimana kita dapat menggunakan argumen yang kuat dalam bahasa Inggris untuk membela isu-isu penting yang terjadi di sekitar kita, seperti isu lingkungan di Tanjung Jabung Barat?
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur dan unsur kebahasaan teks eksposisi analitis secara tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengaitkan materi dengan isu lingkungan lokal di Tanjung Jabung Barat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik tentang pentingnya argumen yang kuat.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati contoh teks eksposisi analitis tentang isu lingkungan, mengidentifikasi tesis, argumen, dan penegasan kembali, serta unsur kebahasaan yang digunakan.
Mengaplikasi: Peserta didik mengerjakan LKPD untuk melengkapi bagian-bagian teks eksposisi analitis yang rumpang dan mengidentifikasi kata penghubung yang digunakan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi struktur dan unsur kebahasaan, dilanjutkan dengan umpan balik dari guru dan teman sebaya.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan ciri-ciri teks eksposisi analitis. Peserta didik merefleksikan kesulitan yang dihadapi dan mengapresiasi partisipasi aktif teman. Guru memberikan tugas membaca contoh teks eksposisi analitis lainnya.
Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis argumen dan bukti yang disajikan dalam teks eksposisi analitis serta menyusun kerangka teks eksposisi analitis tentang isu lokal yang relevan.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya dan menyajikan sebuah studi kasus tentang permasalahan lingkungan di Tanjung Jabung Barat yang membutuhkan solusi argumentatif.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan studi kasus, mencari informasi pendukung, dan menganalisis argumen serta bukti yang relevan untuk mendukung pendapat mereka tentang isu tersebut.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai menyusun kerangka teks eksposisi analitis mereka berdasarkan studi kasus dan informasi yang telah dikumpulkan, menentukan tesis, argumen utama, dan bukti pendukung.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan kerangka argumen mereka, mendapatkan masukan konstruktif dari kelompok lain dan guru untuk memperkuat argumen.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dalam menganalisis isu dan menyusun kerangka. Peserta didik diingatkan untuk melanjutkan pengembangan argumen dan mencari bukti lebih lanjut untuk pertemuan berikutnya.
Tujuan: Peserta didik mampu menulis dan mempresentasikan teks eksposisi analitis sederhana dengan struktur dan unsur kebahasaan yang benar.
Kegiatan awal: Guru mereview kemajuan kerangka argumen peserta didik dan mengingatkan kembali pentingnya penulisan teks yang koheren dan presentasi yang efektif.
Memahami: Peserta didik secara mandiri menulis draf teks eksposisi analitis mereka berdasarkan kerangka yang telah dibuat, fokus pada penggunaan kosakata dan tata bahasa yang tepat.
Mengaplikasi: Peserta didik saling bertukar draf teks untuk saling memberikan umpan balik (peer review) dan merevisi tulisan mereka. Kemudian, mereka berlatih mempresentasikan teks tersebut di depan kelompok kecil.
Merefleksi: Peserta didik melakukan presentasi teks eksposisi analitis di depan kelas, menerima umpan balik akhir dari guru dan teman, serta melakukan refleksi terhadap proses penulisan dan presentasi mereka.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas karya dan presentasi peserta didik, merangkum pembelajaran, dan memberikan motivasi untuk terus berlatih menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris. Peserta didik mengisi lembar refleksi akhir.
Proses (formatif): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, tanya jawab, dan penilaian draf tulisan serta latihan presentasi.
Akhir (sumatif): Asesmen sumatif berupa penilaian teks eksposisi analitis tertulis dan presentasi lisan berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi struktur dan unsur kebahasaan teks eksposisi analitis | Teks eksposisi analitis (contoh isu lokal) | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Menganalisis argumen dan bukti, menyusun kerangka teks | Studi kasus isu lokal, teknik menyusun kerangka | 3 JP | Penalaran Kritis, Kemandirian |
| Menulis dan mempresentasikan teks eksposisi analitis | Penulisan draf, peer review, presentasi | 4 JP | Komunikasi, Kemandirian |
Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami dan menguasai teks eksposisi analitis dalam bahasa Inggris. Kita akan belajar bagaimana menyajikan pendapat yang kuat didukung oleh bukti logis, khususnya terkait isu-isu yang relevan dengan lingkungan kita di Tanjung Jabung Barat.
Teks eksposisi analitis adalah teks yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca atau pendengar tentang suatu pandangan atau opini dengan menyajikan argumen-argumen yang didukung oleh bukti. Teks ini tidak bertujuan untuk mengubah pikiran pembaca secara paksa, melainkan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu isu dari sudut pandang penulis.
Struktur umum teks eksposisi analitis terdiri dari tiga bagian utama: (1) Tesis (Thesis Statement), yaitu pernyataan pembuka yang menyampaikan pandangan penulis mengenai isu yang dibahas. (2) Argumen (Arguments), yaitu serangkaian pernyataan yang mendukung tesis, masing-masing dijelaskan lebih lanjut dengan bukti atau contoh. (3) Penegasan Kembali (Reiteration), yaitu kesimpulan yang merangkum kembali argumen-argumen utama dan menegaskan kembali tesis.
Dalam menyusun teks eksposisi analitis, penting untuk menggunakan unsur kebahasaan yang tepat. Ini meliputi penggunaan kata kerja mental (mental verbs) seperti 'believe', 'think', 'realize'; kata penghubung (conjunctions) untuk menunjukkan hubungan antar-argumen seperti 'furthermore', 'however', 'consequently'; serta penggunaan kata sifat (adjectives) dan keterangan (adverbs) untuk memperkuat argumen.
Misalnya, jika kita membahas isu sampah plastik di pasar tradisional Tanjung Jabung Barat, tesisnya bisa 'Plastic waste in local markets poses a serious threat to our environment'. Argumennya bisa mencakup dampak terhadap ekosistem sungai, kesehatan masyarakat, dan estetika kota, yang masing-masing didukung oleh data atau contoh nyata.
Rangkuman: Menguasai teks eksposisi analitis dalam bahasa Inggris melatih kita untuk berpikir kritis dan berkomunikasi secara efektif. Dengan memahami struktur, unsur kebahasaan, dan cara menyajikan argumen yang didukung bukti, kita dapat menyampaikan pandangan kita secara meyakinkan.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur dan unsur kebahasaan teks eksposisi analitis serta menganalisis argumen dan bukti.
Alat & bahan: Lembar kerja peserta didik, pena, buku catatan, laptop/tablet (opsional)
| Analytical Exposition | Teks yang menguraikan dan menganalisis suatu isu untuk meyakinkan pembaca. |
| Thesis Statement | Pernyataan utama yang menyampaikan pandangan penulis di awal teks. |
| Argument | Alasan atau bukti yang mendukung tesis. |
| Reiteration | Bagian akhir teks yang menegaskan kembali tesis dan argumen utama. |
| Conjunctions | Kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan ide atau kalimat. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.