Modul ajar Bahasa Inggris SMA kelas XI materi Narrative text lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Pada akhir Fase F, peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk bernalar dan mengorganisasi informasi terkait topik yang beragam, serta mengkomunikasikan gagasan, pengalaman, dan pemikiran mereka melalui berbagai jenis teks multimodal. Mereka mampu menganalisis informasi dari berbagai sumber, mengevaluasi argumen, dan berpartisipasi dalam diskusi yang kompleks.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang struktur teks dan kosakata bahasa Inggris.
Pemahaman bermakna: Memahami teks naratif membantu kita mengapresiasi cerita, belajar dari pengalaman orang lain, dan mengembangkan empati serta imajinasi.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian terpukau oleh sebuah cerita yang membuat kalian merasa seolah-olah ikut mengalaminya? Cerita seperti apa itu?
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur-uns kebahasaan dan struktur umum teks naratif melalui eksplorasi contoh teks.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman menonton film atau membaca cerita, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang cerita favorit.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati beberapa contoh teks naratif (cerita rakyat Jambi, legenda lokal, atau dongeng populer), mengidentifikasi unsur-uns kebahasaan seperti penggunaan past tense, konjungsi waktu, dan kosakata deskriptif, serta struktur umumnya.
Mengaplikasi: Peserta didik mengisi LKPD sederhana untuk mengidentifikasi orientasi, komplikasi, dan resolusi pada teks yang diberikan, serta mencatat kosakata baru yang relevan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, guru memberikan penguatan dan klarifikasi mengenai ciri-ciri teks naratif.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan ciri-ciri teks naratif, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menginformasikan kegiatan pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Peserta didik mampu menyusun kerangka cerita naratif yang koheren dan kohesif berdasarkan tema yang dipilih.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memberikan sebuah 'masalah' naratif sederhana (misalnya, "Bagaimana jika seorang anak menemukan peta harta karun di Sungai Batanghari?").
Memahami: Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan ide-ide cerita berdasarkan masalah yang diberikan, memikirkan karakter, latar (misalnya, suasana pedesaan Jambi), dan alur cerita yang logis.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai menyusun kerangka cerita naratif mereka, menentukan poin-poin penting untuk setiap bagian (orientasi, komplikasi, resolusi), dan memilih kosakata yang tepat.
Merefleksi: Setiap kelompok berbagi kerangka cerita mereka, dan kelompok lain memberikan masukan awal terkait kelogisan alur dan potensi pengembangan cerita.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif, mengingatkan pentingnya struktur naratif yang jelas, dan memberikan tugas untuk mengembangkan kerangka menjadi draf cerita.
Tujuan: Peserta didik mampu menulis dan mempresentasikan teks naratif sederhana yang telah dikembangkan dengan baik.
Kegiatan awal: Guru menyapa, mengingatkan kembali tujuan akhir proyek (menulis dan mempresentasikan narasi), dan memberikan waktu untuk finalisasi draf cerita berdasarkan masukan.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan menyempurnakan draf cerita mereka, fokus pada penggunaan bahasa Inggris yang tepat, kelancaran, dan kejelasan pesan.
Mengaplikasi: Peserta didik berlatih mempresentasikan cerita mereka di depan kelompok kecil, saling memberikan umpan balik untuk perbaikan pengucapan, intonasi, dan penyampaian.
Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan cerita naratif mereka di depan kelas, guru dan teman memberikan apresiasi serta umpan balik konstruktif menggunakan rubrik yang tersedia.
Penutup: Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas usaha peserta didik dalam menyelesaikan proyek, merangkum pembelajaran tentang narasi, dan memberikan dorongan untuk terus berlatih menulis dan bercerita dalam bahasa Inggris.
Proses (formatif): Guru melakukan observasi selama kegiatan diskusi kelompok dan praktik menulis, serta memberikan umpan balik lisan dan tertulis pada draf cerita peserta didik.
Akhir (sumatif): Penilaian sumatif dilakukan melalui presentasi teks naratif yang ditulis peserta didik, dinilai berdasarkan kelengkapan struktur, penggunaan bahasa, dan kelancaran presentasi.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi unsur kebahasaan dan struktur teks naratif | Teks naratif (cerita rakyat, dongeng) | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menganalisis struktur umum teks naratif | Contoh teks naratif | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menyusun kerangka cerita naratif | Ide cerita, struktur naratif | 2 JP | Kreativitas |
| Menulis teks naratif sederhana | Kosakata, tata bahasa, struktur naratif | 3 JP | Komunikasi |
Modul ajar ini akan mengajak Anda menjelajahi dunia teks naratif dalam bahasa Inggris. Kita akan belajar bagaimana cerita disusun, unsur-uns apa saja yang membuatnya menarik, dan bagaimana Anda bisa menciptakan cerita Anda sendiri. Siapkan diri Anda untuk berpetualang melalui kata-kata!
Narrative text is a type of text that tells a story, usually based on a sequence of events. It can be fictional or non-fictional. The main purpose is to entertain the reader or listener. Think of fairy tales, legends, myths, fables, historical accounts, or even personal anecdotes. These texts often involve characters, a setting, a plot, and a theme.
A typical narrative text follows a specific structure to guide the reader through the story. This structure usually includes: 1. Orientation: Introduces the characters, setting (time and place), and background information. 2. Complication: Describes the rising action where a problem or conflict emerges. 3. Resolution: Presents the outcome of the conflict, how the problem is solved, or the conclusion of the story. Sometimes, a Coda (moral lesson or concluding remark) is also included.
Narrative texts commonly use specific language features to make the story engaging. These include: the use of past tense (e.g., 'walked', 'said', 'was'), action verbs (e.g., 'ran', 'jumped', 'fought'), descriptive adjectives and adverbs to paint a picture, temporal conjunctions (e.g., 'once upon a time', 'then', 'after that', 'finally') to show the sequence of events, and dialogue to bring characters to life.
To write a narrative, start with an idea or a theme. Develop your characters and setting. Outline your plot using the orientation, complication, and resolution structure. Pay attention to your word choice, using vivid language and appropriate conjunctions. Finally, revise and edit your story for clarity, coherence, and grammatical accuracy. Practice makes perfect!
Rangkuman: Teks naratif adalah cerita yang memiliki struktur jelas: orientasi, komplikasi, dan resolusi. Penggunaan past tense, kata kerja aksi, dan konjungsi waktu sangat penting. Dengan memahami elemen-elemen ini, Anda dapat menikmati dan menciptakan berbagai macam cerita menarik.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur dan unsur kebahasaan dalam teks naratif.
Alat & bahan: Lembar kerja peserta didik, teks naratif contoh, alat tulis
| Narrative Text | Teks yang menceritakan urutan peristiwa. |
| Orientation | Bagian awal teks yang memperkenalkan tokoh, latar, dan suasana. |
| Complication | Bagian yang memunculkan masalah atau konflik dalam cerita. |
| Resolution | Bagian akhir cerita yang menyelesaikan masalah atau konflik. |
| Temporal Conjunctions | Kata penghubung yang menunjukkan urutan waktu (misalnya, then, after that, finally). |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.