Modul ajar Bahasa Inggris SMA kelas XII materi Narrative Text, the story of Friendly Future lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis teks fiksi dan mampu mengidentifikasi ide pokok dalam sebuah cerita.
Pemahaman bermakna: Memahami struktur dan unsur kebahasaan narrative text memungkinkan peserta didik untuk menganalisis, menginterpretasi, dan menciptakan cerita yang menarik dan bermakna, serta mengembangkan empati dan pemikiran kritis terhadap isu-isu sosial yang diangkat dalam narasi.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana sebuah cerita dapat membentuk pandangan kita tentang masa depan dan mengajarkan nilai-nilai penting tentang persahabatan dan lingkungan?
Tujuan: Mengidentifikasi struktur generik (orientasi, komplikasi, resolusi, koda) dari narrative text 'Friendly Future' dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa cerita fiksi favoritmu dan mengapa?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu mengidentifikasi struktur naratif dan mengajak peserta didik untuk aktif mengeksplorasi.
Memahami: Peserta didik membaca narrative text 'Friendly Future' secara mandiri, kemudian dalam kelompok kecil mendiskusikan bagian-bagian cerita yang menunjukkan orientasi, komplikasi, dan resolusi, serta mengaitkannya dengan pengalaman mereka tentang persahabatan di lingkungan perbukitan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi lembar kerja untuk memetakan struktur cerita 'Friendly Future' dan mengidentifikasi contoh kalimat dari setiap bagian, kemudian membandingkan hasil mereka dengan kelompok lain untuk menemukan pola umum struktur naratif.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pemetaan struktur cerita, kelompok lain memberikan umpan balik. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya struktur dalam membangun alur cerita yang koheren, menyoroti bagaimana cerita ini dapat menginspirasi mereka tentang masa depan yang ramah lingkungan.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang struktur narrative text. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk mempersiapkan diri untuk pertemuan selanjutnya. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik dengan semangat.
Tujuan: Menganalisis unsur kebahasaan (past tense, action verbs, adverbial phrases) yang digunakan dalam narrative text 'Friendly Future' secara akurat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana penulis membuat cerita 'Friendly Future' terasa hidup dan mudah dibayangkan? Apa saja 'alat' bahasa yang mereka gunakan?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menganalisis unsur kebahasaan.
Memahami: Peserta didik secara individu mengidentifikasi contoh penggunaan past tense, action verbs, dan adverbial phrases dalam 'Friendly Future', kemudian berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis fungsi masing-masing unsur kebahasaan dalam membentuk cerita dan menyampaikan emosi.
Mengaplikasi: Kelompok diberikan kartu-kartu kalimat dari 'Friendly Future' yang unsur kebahasaannya diacak. Mereka diminta untuk menyusun kembali kalimat tersebut dengan benar dan mengidentifikasi jenis unsur kebahasaan yang digunakan, lalu membuat beberapa kalimat baru dengan tema serupa menggunakan unsur kebahasaan yang telah dipelajari.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan kalimat buatan mereka, memberikan contoh konkret dari teks. Guru memberikan umpan balik konstruktif, mengoreksi kesalahan, dan menekankan pentingnya penggunaan unsur kebahasaan yang tepat untuk menyampaikan pesan dalam narasi secara efektif.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang unsur kebahasaan narrative text. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas mereka, memberikan motivasi untuk terus berlatih, dan mengingatkan tentang tugas untuk mulai memikirkan ide cerita baru. Doa penutup.
Tujuan: Menulis narrative text singkat berdasarkan kerangka yang telah dibuat dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan yang benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan akhir pertemuan ini yaitu membuat karya naratif. Guru memotivasi peserta didik dengan 'Mari kita wujudkan ide-ide brilian kalian menjadi sebuah cerita yang menginspirasi!'.
Memahami: Peserta didik secara individu menyusun kerangka cerita naratif baru bertema 'persahabatan dan lingkungan' yang terinspirasi dari 'Friendly Future' atau konteks perbukitan lokal, dengan panduan struktur generik yang telah dipelajari.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai menulis draf narrative text mereka berdasarkan kerangka yang telah disusun, memastikan penggunaan past tense, action verbs, dan adverbial phrases yang tepat. Mereka saling memberikan umpan balik konstruktif kepada teman sebangku untuk perbaikan draf.
Merefleksi: Peserta didik menyelesaikan draf akhir dan mempresentasikan cerita mereka di depan kelas atau dalam kelompok kecil. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan masukan positif. Guru menguatkan pentingnya berlatih menulis untuk mengembangkan keterampilan berbahasa dan berpikir kreatif.
Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan seluruh proses pembelajaran dari awal hingga menghasilkan karya. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas usaha dan kreativitas mereka, memberikan motivasi untuk terus berkarya, dan memberikan informasi tindak lanjut. Doa penutup dengan penuh sukacita dan kebanggaan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan pengisian LKPD, dan kemampuan memberikan umpan balik konstruktif.
Akhir (sumatif): Penilaian terhadap kualitas narrative text yang ditulis (struktur, kebahasaan, kreativitas) dan kemampuan presentasi lisan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi struktur generik (orientasi, komplikasi, resolusi, koda) dari narrative text 'Friendly Future' dengan tepat. | Struktur Narrative Text | 3 JP | Penalaran Kritis |
| Menganalisis unsur kebahasaan (past tense, action verbs, adverbial phrases) yang digunakan dalam narrative text 'Friendly Future' secara akurat. | Unsur Kebahasaan Narrative Text | 3 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Menyusun kerangka cerita naratif baru dan menulis narrative text singkat berdasarkan kerangka yang telah dibuat. | Menulis Narrative Text | 3 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Modul ini akan membawa Anda menjelajahi dunia narrative text melalui cerita 'Friendly Future'. Anda akan belajar memahami bagaimana sebuah cerita dibangun, mulai dari struktur hingga pilihan kata yang digunakan, serta bagaimana cerita dapat menyampaikan pesan moral yang mendalam. Mari kita asah kemampuan berbahasa Inggris dan kreativitas Anda dalam bercerita.
Narrative text adalah jenis teks yang bertujuan untuk menceritakan suatu kisah atau serangkaian peristiwa secara berurutan dengan tujuan menghibur pembaca. Kisah ini bisa berupa fiksi murni, seperti dongeng, legenda, atau cerita fiksi ilmiah, maupun berdasarkan fakta yang diceritakan ulang. Ciri khasnya adalah adanya alur cerita, karakter, latar, dan konflik yang berkembang menuju resolusi. Narrative text seringkali mengandung pesan moral atau pelajaran hidup yang dapat diambil oleh pembaca.
Setiap narrative text memiliki struktur generik yang umumnya terdiri dari: 1. Orientasi (Orientation): Pengenalan karakter, latar waktu, dan tempat. 2. Komplikasi (Complication): Munculnya masalah atau konflik yang dialami karakter. 3. Resolusi (Resolution): Penyelesaian masalah atau konflik. 4. Koda (Coda/Re-orientation): Pesan moral atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita, bersifat opsional namun sering ditemukan dalam cerita anak-anak atau fabel. Pemahaman struktur ini penting untuk menganalisis dan menyusun cerita yang koheren.
Narrative text umumnya menggunakan beberapa unsur kebahasaan khusus: 1. Past Tense: Kejadian dalam cerita biasanya terjadi di masa lampau (simple past tense, past continuous tense, past perfect tense). Contoh: 'She walked to the forest.' 2. Action Verbs: Kata kerja yang menunjukkan tindakan fisik. Contoh: 'ran, jumped, shouted, climbed.' 3. Adverbial Phrases: Frasa keterangan waktu dan tempat untuk memberikan detail cerita. Contoh: 'one day, in the morning, at the top of the hill, suddenly.' 4. Specific Nouns: Penggunaan kata benda spesifik untuk karakter atau objek. 5. Direct/Indirect Speech: Untuk menyampaikan dialog karakter.
'Friendly Future' adalah sebuah narrative text yang mengisahkan petualangan sekelompok sahabat di masa depan yang peduli terhadap lingkungan. Cerita ini berlatar di sebuah kota yang dikelilingi perbukitan hijau, namun mulai terancam polusi. Melalui karakter-karakter utamanya, yaitu Maya, Rio, dan Kiko, cerita ini menyoroti pentingnya kerjasama dan inovasi dalam menjaga kelestarian alam. Mereka menemukan cara-cara kreatif untuk mengurangi sampah dan menciptakan energi bersih, bahkan melibatkan komunitas sekitar perbukitan dalam proyek-proyek mereka. Kisah ini sarat akan pesan tentang persahabatan, tanggung jawab lingkungan, dan optimisme terhadap masa depan yang berkelanjutan.
Setiap narrative text, termasuk 'Friendly Future', seringkali mengandung pesan moral atau nilai-nilai yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Pesan ini bisa eksplisit (dinyatakan secara langsung) atau implisit (tersirat). Dalam 'Friendly Future', pesan moral utamanya adalah pentingnya menjaga lingkungan, kekuatan persahabatan dalam menghadapi tantangan, dan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Cerita ini juga mengajarkan bahwa inovasi dan kerja sama adalah kunci untuk mengatasi masalah lingkungan, terutama di daerah yang kaya akan sumber daya alam seperti perbukitan.
Menulis narrative text memerlukan perencanaan yang matang. Berikut adalah langkah-langkahnya: 1. Tentukan Tema: Pilih tema yang menarik, seperti persahabatan, petualangan, atau lingkungan. 2. Buat Kerangka: Susun ide cerita berdasarkan struktur generik (orientasi, komplikasi, resolusi). 3. Kembangkan Karakter: Tentukan siapa karakter utama dan pendukung, serta sifat-sifat mereka. 4. Deskripsikan Latar: Jelaskan di mana dan kapan cerita terjadi, berikan detail yang menarik. 5. Tulis Draf: Mulai menulis cerita dengan memperhatikan penggunaan past tense, action verbs, dan adverbial phrases. 6. Revisi dan Edit: Periksa kembali draf untuk memastikan alur logis, kebahasaan tepat, dan pesan tersampaikan dengan baik.
Kreativitas adalah kunci untuk membuat narrative text yang menarik. Jangan takut untuk bereksperimen dengan ide-ide baru, menciptakan karakter yang unik, atau menambahkan twist tak terduga dalam plot cerita. Gunakan imajinasi Anda untuk membangun dunia yang hidup dan memikat pembaca. Misalnya, Anda bisa membayangkan bagaimana kehidupan di perbukitan akan berubah jika ada teknologi canggih yang ramah lingkungan, atau bagaimana persahabatan bisa diuji dalam menghadapi bencana alam. Semakin orisinal dan personal cerita Anda, semakin kuat daya tariknya.
Rangkuman: Narrative text adalah cerita yang menghibur dengan struktur orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Ia menggunakan past tense, action verbs, dan adverbial phrases. Kisah 'Friendly Future' mengajarkan nilai persahabatan dan kepedulian lingkungan. Memahami struktur dan kebahasaan ini membantu kita menganalisis dan menciptakan cerita yang bermakna, serta menginspirasi tindakan positif untuk masa depan.
Tujuan: Menganalisis struktur dan unsur kebahasaan narrative text 'Friendly Future' serta menyusun kerangka cerita baru.
Alat & bahan: Teks 'Friendly Future', pulpen, kertas folio, kamus bahasa Inggris, laptop/tablet (opsional)
| Narrative Text | Teks yang menceritakan sebuah kisah atau rangkaian peristiwa dengan tujuan menghibur. |
| Orientation | Bagian awal cerita yang memperkenalkan karakter, latar, dan waktu. |
| Complication | Munculnya masalah atau konflik dalam cerita. |
| Resolution | Penyelesaian masalah atau konflik dalam cerita. |
| Coda | Pesan moral atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita (opsional). |
| Past Tense | Bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan kejadian di masa lampau. |
| Action Verb | Kata kerja yang menunjukkan suatu tindakan fisik. |
| Adverbial Phrase | Frasa yang berfungsi sebagai keterangan, biasanya menjelaskan waktu, tempat, atau cara. |
| Moral Value | Pesan atau nilai-nilai etika yang terkandung dalam sebuah cerita. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.