tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMABahasa Inggris › The Story of Friendly Future
SMA · Kelas XII · Fase F

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas XII
The Story of Friendly Future

Modul ajar Bahasa Inggris SMA kelas XII materi The Story of Friendly Future lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Inggris kelas XII materi The Story of Friendly Future
Ringkasan: Fiksi ilmiah adalah genre yang kuat untuk membayangkan masa depan, khususnya 'Friendly Future' yang berkelanjutan dan harmonis. Dengan memahami unsur naratif dan kebahasaan, kita dapat menciptakan cerita yang tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi. Proses menulis melibatkan pengembangan ide, kerangka, draf, dan revisi, dengan tujuan menyampaikan pesan moral tentang pentingnya inovasi yang bertanggung jawab dan keberlanjutan.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: komunikasi, kreativitas, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Inggris · The Story of Friendly Future · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang struktur teks naratif dan mampu mengidentifikasi ide pokok dalam berbagai jenis teks.

Pemahaman bermakna: Memahami bahwa narasi fiksi ilmiah adalah alat ampuh untuk membayangkan dan mempromosikan masa depan yang berkelanjutan, serta mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris untuk menyampaikan ide-ide inovatif.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa menggunakan kekuatan cerita untuk membentuk pandangan kita tentang masa depan yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi ide pokok dan informasi rinci dalam teks naratif fiksi ilmiah tentang masa depan yang ramah lingkungan.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cerita fiksi ilmiah bisa menjadi jendela ke masa depan yang kita inginkan?'.

Memahami: Peserta didik membaca teks naratif fiksi ilmiah pendek berjudul 'The Green City of Aerion' secara individu, kemudian secara berkelompok mengidentifikasi ide pokok, karakter, latar, dan konflik yang disajikan dalam cerita, serta berdiskusi tentang pesan yang terkandung di dalamnya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi pertanyaan analisis teks dan membuat mind map tentang elemen-elemen cerita yang mereka temukan, lalu membandingkan temuan mereka dengan kelompok lain.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan mind map mereka. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman tentang unsur naratif dan pesan lingkungan dalam fiksi ilmiah, serta mengajak peserta didik merenungkan relevansi cerita tersebut dengan kehidupan nyata.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan pengantar untuk materi pertemuan berikutnya tentang unsur kebahasaan, diakhiri dengan doa penutup dan senyum.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis unsur kebahasaan (lexical and grammatical features) dalam teks naratif fiksi ilmiah dan menyusun kerangka cerita fiksi ilmiah.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan menjadi detektif bahasa dan arsitek cerita, bagaimana kita bisa membangun cerita masa depan yang kuat dengan kata-kata?'.

Memahami: Peserta didik menganalisis teks fiksi ilmiah yang berbeda, 'The Ocean Clean-Up Project', dengan fokus pada penggunaan kosakata terkait teknologi dan lingkungan, serta pola kalimat yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa di masa depan (misalnya, penggunaan 'will' atau 'going to' untuk prediksi).

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi dan mengklasifikasikan unsur kebahasaan yang ditemukan, lalu mulai menyusun kerangka cerita fiksi ilmiah mereka sendiri tentang 'Friendly Future' dengan menentukan tema, karakter, latar, konflik, dan resolusi, serta mencantumkan beberapa kosakata kunci yang akan digunakan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan analisis kebahasaan dan kerangka cerita mereka. Guru memberikan masukan konstruktif, menyoroti penggunaan bahasa yang efektif dan alur cerita yang menarik, serta mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang bagaimana bahasa membentuk persepsi pembaca.

Penutup: Guru mengapresiasi kerja keras peserta didik, memberikan motivasi untuk terus berkreasi, dan mengingatkan untuk membawa ide-ide segar untuk pengembangan cerita di pertemuan selanjutnya, ditutup dengan refleksi singkat dan ucapan terima kasih.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Mengembangkan draf cerita fiksi ilmiah, mempresentasikannya secara lisan, dan mengevaluasi cerita teman sebaya.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengingatkan kembali tujuan akhir proyek: 'Bagaimana cerita kita bisa menginspirasi orang lain tentang masa depan yang lebih baik?'. Guru memotivasi peserta didik untuk menyelesaikan proyek cerita mereka.

Memahami: Peserta didik melanjutkan pengembangan draf cerita fiksi ilmiah mereka berdasarkan kerangka yang telah dibuat, fokus pada detail, pengembangan karakter, dan penggunaan bahasa yang deskriptif dan imajinatif. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual dan kelompok.

Mengaplikasi: Setiap peserta didik secara bergantian mempresentasikan cerita fiksi ilmiah mereka di depan kelas, memperhatikan pelafalan dan intonasi. Peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif menggunakan rubrik evaluasi yang telah disediakan, fokus pada struktur, isi, dan kebahasaan.

Merefleksi: Setelah presentasi, guru memimpin diskusi kelas tentang cerita-cerita yang telah dipresentasikan, menyoroti ide-ide inovatif dan cara penyampaian yang efektif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya revisi dan umpan balik dalam proses kreatif.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kreativitas dan keberanian mereka, mengingatkan bahwa setiap cerita adalah kontribusi berharga untuk membayangkan masa depan. Sesi ditutup dengan refleksi pribadi tentang pengalaman menulis dan presentasi, serta pesan semangat untuk terus berkarya dan belajar bahasa Inggris dengan gembira.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan pengisian LKPD, dan kemampuan merancang kerangka cerita.

Akhir (sumatif): Penilaian cerita fiksi ilmiah yang dihasilkan (produk) dan presentasi lisan (kinerja) menggunakan rubrik.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi ide pokok dan informasi rinci dalam teks naratif fiksi ilmiah.Teks naratif fiksi ilmiah tentang masa depan.2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis unsur kebahasaan dan menyusun kerangka cerita fiksi ilmiah.Unsur kebahasaan naratif, kerangka cerita.2 JPKreativitas
Mengembangkan, mempresentasikan, dan mengevaluasi cerita fiksi ilmiah.Draf cerita fiksi ilmiah, presentasi lisan, evaluasi.2 JPKomunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Materi 'The Story of Friendly Future' akan membawa Anda menjelajahi dunia fiksi ilmiah, sebuah genre yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengajak kita merenungkan kemungkinan masa depan. Anda akan belajar bagaimana cerita dapat menjadi jembatan untuk membayangkan inovasi, tantangan, dan solusi untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan berkelanjutan.

Memahami Fiksi Ilmiah (Science Fiction)

Fiksi ilmiah adalah genre naratif yang mengeksplorasi ide-ide spekulatif tentang masa depan, teknologi canggih, kehidupan di planet lain, atau dampak ilmu pengetahuan pada masyarakat. Genre ini seringkali didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang mungkin atau hipotesis, memberikan ruang bagi imajinasi untuk berkembang sambil tetap memiliki landasan logis. Cerita fiksi ilmiah dapat berfungsi sebagai kritik sosial, peringatan, atau inspirasi untuk inovasi di dunia nyata. Contoh klasik termasuk '1984' oleh George Orwell atau 'Dune' oleh Frank Herbert.

Unsur-unsur Naratif dalam Fiksi Ilmiah

Setiap cerita, termasuk fiksi ilmiah, memiliki unsur-unsur dasar seperti karakter (tokoh yang menjalankan cerita), latar (waktu dan tempat kejadian, seringkali futuristik atau imajiner), konflik (masalah atau tantangan yang dihadapi karakter), alur (urutan peristiwa dari awal hingga akhir), dan resolusi (penyelesaian konflik). Dalam fiksi ilmiah, latar dan konflik seringkali melibatkan teknologi atau kondisi sosial yang tidak ada di masa kini, seperti kota bawah laut atau pandemi global.

Membangun 'Friendly Future' dalam Cerita

Konsep 'Friendly Future' dalam fiksi ilmiah berfokus pada visi masa depan yang positif, berkelanjutan, dan harmonis, di mana teknologi dan inovasi digunakan untuk mengatasi masalah lingkungan dan sosial. Ini bisa berupa kota-kota yang sepenuhnya bertenaga surya, masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam, atau solusi kreatif untuk polusi. Cerita semacam ini bertujuan untuk menginspirasi harapan dan tindakan nyata menuju masa depan yang lebih baik.

Karakteristik Kebahasaan Teks Fiksi Ilmiah

Teks fiksi ilmiah sering menggunakan kosakata spesifik terkait teknologi, ilmu pengetahuan, dan lingkungan (misalnya, 'robotics', 'renewable energy', 'biodiversity'). Penggunaan tenses, terutama future tense (will, be going to) dan conditional sentences, sangat umum untuk menggambarkan peristiwa atau kemungkinan di masa depan. Gaya bahasa yang deskriptif dan imajinatif juga penting untuk menciptakan dunia yang meyakinkan bagi pembaca, seringkali dengan metafora dan simile yang unik.

Proses Menulis Cerita Fiksi Ilmiah

Menulis cerita fiksi ilmiah dimulai dari ide dasar, kemudian mengembangkan kerangka cerita (outline) yang mencakup karakter utama, latar (waktu dan tempat), konflik utama, dan bagaimana cerita akan berakhir. Setelah kerangka, mulailah menulis draf pertama, fokus pada pengembangan alur dan deskripsi. Penting untuk melakukan riset singkat tentang teknologi atau konsep ilmiah yang ingin Anda masukkan agar cerita lebih kredibel. Revisi dan penyuntingan adalah langkah krusial untuk memperbaiki alur, kebahasaan, dan pesan moral.

Pesan Moral dan Refleksi dalam Fiksi Ilmiah

Fiksi ilmiah seringkali mengandung pesan moral atau refleksi tentang kondisi manusia dan masyarakat. Dalam konteks 'Friendly Future', cerita dapat mengangkat isu-isu seperti pentingnya kolaborasi, etika penggunaan teknologi, dampak konsumsi berlebihan, atau nilai-nilai keberlanjutan. Melalui cerita, pembaca diajak untuk berpikir kritis tentang pilihan-pilihan yang kita buat hari ini dan bagaimana pilihan tersebut membentuk masa depan kita bersama.

Rangkuman: Fiksi ilmiah adalah genre yang kuat untuk membayangkan masa depan, khususnya 'Friendly Future' yang berkelanjutan dan harmonis. Dengan memahami unsur naratif dan kebahasaan, kita dapat menciptakan cerita yang tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi. Proses menulis melibatkan pengembangan ide, kerangka, draf, dan revisi, dengan tujuan menyampaikan pesan moral tentang pentingnya inovasi yang bertanggung jawab dan keberlanjutan.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis elemen naratif dan kebahasaan dalam teks fiksi ilmiah serta merancang kerangka cerita.

Alat & bahan: Teks fiksi ilmiah, alat tulis, kertas HVS/folio, kamus bahasa Inggris, laptop/tablet (opsional)

  1. Baca teks 'The Green City of Aerion' dengan cermat secara individu.
  2. Identifikasi karakter, latar, konflik, dan resolusi utama dalam cerita.
  3. Catat kosakata baru atau frasa menarik yang terkait dengan masa depan/teknologi.
  4. Diskusikan temuan Anda dengan kelompok dan buat mind map tentang elemen cerita.
  5. Mulailah merancang kerangka cerita fiksi ilmiah Anda sendiri, tentukan tema, karakter, dan alur.

8 Glosarium

Science FictionGenre cerita yang melibatkan sains dan teknologi imajiner atau futuristik.
Friendly FutureKonsep masa depan yang positif, berkelanjutan, dan harmonis.
Narrative ElementsUnsur-unsur dasar dalam cerita seperti karakter, latar, konflik, alur, dan resolusi.
SustainabilityKemampuan untuk mempertahankan kondisi atau proses secara terus-menerus.
InnovationPengenalan sesuatu yang baru; ide, metode, atau perangkat baru.

9 Materi Bahasa Inggris Terkait

Narrative Text, the story of Friendly FutureBahasa Inggris Kelas XII SMA
Pelajari Narrative Text, the story of Friendly Future →
narrative The story of friendly futureBahasa Inggris Kelas XII SMA
Pelajari narrative The story of friendly future →
Application LetterBahasa Inggris Kelas XII SMA
Pelajari Application Letter →
Argumentative TextBahasa Inggris Kelas XII SMA
Pelajari Argumentative Text →
Procedure TextBahasa Inggris Kelas XII SMA
Pelajari Procedure Text →
Analytical ExpositionBahasa Inggris Kelas XI SMA
Pelajari Analytical Exposition →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Inggris The Story of Friendly Future ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.