Modul Ajar & RPP Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI
Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya dan Kewirausahaan |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis makanan daerah dan bahan pangan lokal yang digunakan dalam pengolahan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Peserta didik mengembangkan ide resep makanan khas daerah dengan sentuhan inovasi yang unik dan menarik, sesuai selera pasar. - kolaborasi — elemen: bekerja sama dengan kelompok
Peserta didik berinteraksi dan bekerja sama secara efektif dalam kelompok untuk merencanakan, membuat, dan menyajikan makanan khas daerah. - kemandirian — elemen: mengembangkan refleksi diri
Peserta didik mengevaluasi proses dan hasil pengolahan makanan, mengidentifikasi kekuatan dan area perbaikan untuk pengembangan diri.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Prakarya dan Kewirausahaan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi, merancang, memproduksi, dan memasarkan produk prakarya berdasarkan potensi lokal dengan menerapkan prinsip kewirausahaan untuk menciptakan nilai tambah dan peluang usaha. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh nyata makanan khas daerah meliputi rendang dari Sumatera Barat, gudeg dari Yogyakarta, dan sate lilit dari Bali. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah memahami teknik dasar pengolahan, bahan baku, bumbu, serta nilai budaya dan ekonomi dari makanan khas daerah. |
| Prosedural | Prosedurnya meliputi langkah-langkah persiapan bahan, proses memasak, pengemasan, dan penyajian makanan khas daerah secara higienis dan menarik. |
| Metakognitif | Kesadaran belajar yang ditumbuhkan adalah kemampuan peserta didik untuk merencanakan dan mengevaluasi strategi pengolahan makanan agar hasilnya optimal dan berdaya jual. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok dan pengamatan video, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga jenis makanan khas daerah beserta bahan utamanya dengan tepat.
- Dengan bimbingan guru dan panduan LKPD, peserta didik dapat merancang resep dan alur proses pengolahan satu jenis makanan khas daerah secara runtut.
- Melalui praktik langsung di dapur sekolah, peserta didik dapat mengolah makanan khas daerah sesuai resep yang dirancang dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan.
- Setelah praktik pengolahan, peserta didik dapat menyajikan makanan khas daerah secara kreatif dan menarik, serta menjelaskan proses pembuatannya kepada teman sebaya.
- Dengan melakukan refleksi diri, peserta didik dapat mengevaluasi hasil pengolahan makanan khas daerah dan mengidentifikasi area perbaikan untuk pengembangan keterampilan.
Pemahaman bermakna: Memahami pengolahan makanan khas daerah tidak hanya tentang resep, tetapi juga tentang melestarikan budaya, mengembangkan kreativitas, dan melihat peluang usaha dari kekayaan kuliner Indonesia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita membuat makanan khas daerah yang tidak hanya lezat, tetapi juga menarik perhatian banyak orang dan bisa menghasilkan uang?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menulis resep dan deskripsi makanan khas daerah yang menarik dan informatif untuk presentasi. Seni Budaya: Mempelajari nilai estetika dan filosofi di balik penyajian makanan khas daerah serta desain kemasan yang menarik. Matematika: Menghitung takaran bahan, biaya produksi, dan potensi keuntungan dari penjualan makanan khas daerah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat dilibatkan dalam mencari resep tradisional dari keluarga atau membantu menyiapkan bahan-bahan yang sulit ditemukan di sekolah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Dapur sekolah yang bersih dan tertata, dilengkapi alat masak yang aman, serta area presentasi yang nyaman untuk mencicipi hasil karya. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial memasak makanan khas daerah dari YouTube atau platform lain untuk referensi dan inspirasi resep. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok dan pengamatan video, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga jenis makanan khas daerah beserta bahan utamanya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Makanan: Guru menunjukkan beberapa gambar makanan khas daerah, peserta didik menebak nama makanan dan asalnya. Pemenang mendapat tepuk tangan meriah.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru dan panduan LKPD, peserta didik dapat merancang resep dan alur proses pengolahan satu jenis makanan khas daerah secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Sambung Kata Resep: Guru menyebut satu bahan makanan, peserta didik melanjutkan dengan bahan lain yang cocok untuk resep makanan khas daerah secara berurutan. Jika salah, mengulang dari awal.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu akan merancang resep dan alur proses pengolahan makanan khas daerah pilihanmu dengan lengkap.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Indonesia kaya akan beragam makanan khas daerah yang lezat dan unik. Setiap daerah memiliki ciri khas kuliner yang mencerminkan budaya dan sumber daya alamnya.
Alat & bahan: Alat tulis, kertas gambar, pensil warna, buku resep/internet
Langkah kerja:
- Amati gambar peta makanan khas daerah di bawah ini. Pilih satu makanan yang paling menarik perhatianmu.
- Cari informasi tentang makanan khas daerah pilihanmu: bahan utama, bumbu, dan cara membuatnya. Kamu bisa bertanya kepada orang tua atau mencari di internet.
- Tuliskan nama makanan khas daerah pilihanmu dan daftar bahan-bahan yang dibutuhkan pada tabel yang tersedia.
- Buatlah alur proses pengolahan makanan tersebut secara berurutan, mulai dari persiapan hingga penyajian.
- Gambarlah atau deskripsikan bagaimana kamu akan menyajikan makanan ini agar terlihat menarik.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan tiga makanan khas daerah yang kamu ketahui!
- Dari mana asal makanan rendang?
- Bahan apa saja yang biasanya ada di dapur untuk memasak?
- Pernahkah kamu membantu orang tua memasak di rumah? Apa yang kamu lakukan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, perancangan resep, dan praktik pengolahan di dapur.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil produk makanan khas daerah (rasa, tampilan, kebersihan) dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis makanan khas daerah | Jenis-jenis makanan khas daerah dan bahan utamanya | 2 JP | kreativitas |
| 2 | Merancang resep dan alur proses pengolahan | Teknik merancang resep dan alur proses | 2 JP | kolaborasi |
| 3 | Mengolah makanan khas daerah | Praktik pengolahan dan penyajian makanan khas daerah | 2 JP | kemandirian |
Indonesia kaya akan beragam makanan khas daerah yang lezat dan unik. Setiap daerah memiliki ciri khas kuliner yang mencerminkan budaya dan sumber daya alamnya. Mempelajari pengolahan makanan khas daerah tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang besar untuk berwirausaha. Mari kita jelajahi kekayaan kuliner ini dan belajar cara mengolahnya menjadi produk yang bernilai jual!
1. Pengenalan Makanan Khas Daerah
Makanan khas daerah adalah hidangan yang menjadi identitas suatu wilayah, biasanya dibuat dengan bahan-bahan lokal dan resep turun-temurun. Contohnya, rendang dari Sumatera Barat yang terkenal dengan bumbu rempahnya yang kaya, gudeg dari Yogyakarta dengan rasa manis gurih, atau sate lilit dari Bali yang terbuat dari daging cincang berempah. Setiap makanan memiliki cerita dan filosofi tersendiri. Mengenal makanan ini adalah langkah awal untuk melestarikan dan mengembangkannya.
2. Bahan Baku dan Bumbu Khas
Bahan baku makanan khas daerah seringkali berasal dari hasil pertanian atau peternakan lokal. Misalnya, kelapa untuk santan pada rendang, nangka muda untuk gudeg, atau ikan laut untuk sate lilit. Bumbu-bumbu yang digunakan juga sangat khas Indonesia, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun salam, dan daun jeruk. Kombinasi bumbu inilah yang menciptakan cita rasa unik pada setiap hidangan. Pemilihan bahan baku segar sangat penting untuk kualitas rasa.
3. Teknik Pengolahan Dasar
Ada berbagai teknik pengolahan yang umum digunakan dalam masakan khas daerah, antara lain merebus, mengukus, menggoreng, menumis, dan membakar. Misalnya, gudeg diolah dengan teknik merebus dan memasak lama agar bumbu meresap sempurna. Sate lilit diolah dengan cara dibakar. Setiap teknik memiliki tujuan tertentu untuk menghasilkan tekstur dan rasa yang diinginkan. Penting untuk memahami teknik yang tepat agar masakan berhasil dan lezat.
4. Aspek Kebersihan dan Keamanan Pangan
Dalam mengolah makanan, kebersihan dan keamanan pangan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Ini meliputi kebersihan diri (mencuci tangan), kebersihan alat masak, kebersihan bahan makanan, dan kebersihan lingkungan dapur. Bahan makanan harus dicuci bersih, alat masak steril, dan proses memasak dilakukan pada suhu yang tepat untuk membunuh bakteri. Penyimpanan makanan juga harus diperhatikan agar tidak mudah basi dan tetap aman dikonsumsi. Makanan yang bersih dan aman akan membuat konsumen merasa nyaman.
5. Kreativitas dan Inovasi dalam Penyajian
Agar makanan khas daerah lebih menarik, kita bisa berkreasi dalam penyajiannya. Misalnya, menggunakan wadah yang unik, menambahkan hiasan dari sayuran atau buah, atau membuat bentuk yang berbeda. Inovasi juga bisa dilakukan pada resep, misalnya menciptakan varian rasa baru atau mengadaptasi resep agar lebih sehat. Namun, inovasi harus tetap mempertahankan ciri khas dan cita rasa asli makanan tersebut. Kreativitas akan meningkatkan daya jual produk.
6. Peluang Usaha Makanan Khas Daerah
Makanan khas daerah memiliki potensi besar sebagai produk usaha. Dengan kemasan yang menarik, promosi yang tepat, dan kualitas rasa yang konsisten, produk ini bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Kita bisa memulai usaha kecil-kecilan dari rumah, menjualnya di acara sekolah, atau melalui media sosial. Memahami selera pasar dan terus berinovasi adalah kunci keberhasilan dalam berwirausaha di bidang kuliner daerah. Ini juga membantu melestarikan kuliner Indonesia.
Rangkuman: Pengolahan makanan khas daerah adalah kegiatan yang menggabungkan seni kuliner, budaya, dan potensi wirausaha. Dengan memahami bahan baku, teknik pengolahan, serta menjaga kebersihan, kita dapat menciptakan hidangan lezat dan inovatif. Kreativitas dalam penyajian dan strategi pemasaran yang tepat akan membuka peluang usaha yang menjanjikan, sekaligus melestarikan kekayaan kuliner Indonesia. Mari berkreasi dengan masakan daerah!
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Rendang | Masakan daging bercita rasa pedas yang dimasak perlahan dengan santan dan rempah-rempah dari Sumatera Barat. |
| Gudeg | Makanan khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda dimasak dengan santan dan gula aren. |
| Sate Lilit | Sate khas Bali yang terbuat dari daging cincang berempah yang dililitkan pada batang serai atau bambu. |
| Higienis | Bersih dan sehat, bebas dari kuman penyakit. |
| Wirausaha | Orang yang menjalankan usaha dengan keberanian menanggung risiko untuk mencapai keuntungan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu" mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Kerajinan Limbah Bangun Datar dan RuangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRekayasa Peralatan Sistem TeknikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBudi Daya Pembenihan IkanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Analisis Titik Impas (BEP)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisStrategi PromosiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisLaporan Kegiatan UsahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Prakarya dan Kewirausahaan lain yang sudah tersedia
Kerajinan Limbah Bangun Datar dan Ruang — TunarunguPrakarya dan Kewirausahaan Kelas XI SMALBLihat semua Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu pada Prakarya dan Kewirausahaan SMALB, Fase F, elemen Prakarya dan Kewirausahaan.
Modul Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu untuk Prakarya dan Kewirausahaan kelas XI.
Apakah modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan materi Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu ini gratis?
Ya. Modul Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu untuk kelas XI SMALB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Prakarya dan Kewirausahaan kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya dan Kewirausahaan kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI SMALB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu untuk Prakarya dan Kewirausahaan kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya dan Kewirausahaan kelas XI SMALB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Prakarya dan Kewirausahaan kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Prakarya dan Kewirausahaan ini cocok untuk SMALB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMALB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pengolahan Makanan Khas Daerah — Tunarungu disusun untuk SMALB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.