Modul ajar IPS SMP kelas IX materi Globalisasi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu memahami perubahan dan keberlanjutan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia, serta menganalisis dampak globalisasi terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep interaksi sosial dan perubahan sosial di lingkungan sekitar mereka.
Pemahaman bermakna: Memahami globalisasi berarti menyadari bahwa dunia semakin terhubung dan setiap tindakan memiliki dampak global, sehingga kita perlu bersikap bijak dalam menyikapi perubahan.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian membayangkan bagaimana sebuah produk dari luar negeri bisa sampai di tangan kita, atau bagaimana berita dari belahan dunia lain bisa kita ketahui dalam hitungan detik?
Tujuan: Menjelaskan pengertian dan karakteristik globalisasi dengan tepat serta menganalisis faktor penyebab terjadinya globalisasi di berbagai bidang kehidupan.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, kemudian mengecek kehadiran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik yang menggugah rasa ingin tahu tentang fenomena globalisasi di sekitar mereka.
Memahami: Peserta didik mengamati berbagai gambar atau video yang menunjukkan fenomena globalisasi (misalnya, produk impor, komunikasi lintas negara, berita internasional). Mereka diajak berdiskusi tentang apa yang mereka lihat dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet) untuk mengidentifikasi pengertian, karakteristik, dan faktor penyebab globalisasi. Mereka membuat peta konsep atau mind map dari hasil temuan mereka.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan peta konsep mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep globalisasi. Diskusi kelas dilakukan untuk menyamakan pemahaman.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menyampaikan gambaran kegiatan pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
Tujuan: Mengidentifikasi dampak positif globalisasi di bidang ekonomi, sosial, dan budaya serta menilai dampak negatif globalisasi di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya. Guru memotivasi peserta didik dengan studi kasus singkat tentang dampak globalisasi di suatu daerah atau negara, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus atau artikel berita yang menggambarkan dampak positif dan negatif globalisasi di berbagai bidang (ekonomi, sosial, budaya). Mereka menganalisis dampak tersebut.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi untuk mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari studi kasus yang diberikan. Mereka mencatat temuan mereka dan mulai merumuskan solusi atau sikap yang tepat dalam menghadapi dampak tersebut.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi untuk memperdalam pemahaman tentang kompleksitas dampak globalisasi dan pentingnya berpikir kritis.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang dampak globalisasi. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras mereka dan memberikan tantangan untuk mulai memikirkan proyek akhir. Pembelajaran diakhiri dengan pesan motivasi dan doa.
Tujuan: Merumuskan sikap selektif dalam menghadapi tantangan globalisasi dan mempresentasikan hasil analisis dampak globalisasi dan strategi menghadapinya dalam bentuk proyek.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengingatkan kembali materi sebelumnya. Guru menjelaskan tujuan pertemuan ini, yaitu menyelesaikan proyek analisis dampak globalisasi dan merumuskan strategi menghadapinya, serta menyemangati peserta didik.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok melanjutkan proyek mereka. Mereka menyusun laporan atau presentasi yang berisi analisis dampak positif dan negatif globalisasi serta rumusan sikap selektif dan strategi adaptasi yang konkret.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menyiapkan presentasi proyek mereka, yang bisa berupa poster digital, infografis, video singkat, atau presentasi lisan. Mereka berlatih mempresentasikan hasil kerja mereka dan menjawab pertanyaan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan proyek mereka di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya sikap kritis dan adaptif di era globalisasi.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh materi globalisasi yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi tinggi atas seluruh kerja keras dan kreativitas peserta didik. Guru memberikan tindak lanjut berupa ajakan untuk terus belajar dan menjadi warga negara global yang bertanggung jawab. Pembelajaran ditutup dengan doa dan semangat.
Proses (formatif): Pengamatan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian rubrik proyek.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek akhir tentang analisis dampak globalisasi dan strategi menghadapinya.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian dan karakteristik globalisasi | Pengertian, karakteristik, dan faktor penyebab globalisasi | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menganalisis dampak positif dan negatif globalisasi | Dampak positif dan negatif globalisasi (ekonomi, sosial, budaya) | 2 JP | Kewargaan, Penalaran Kritis |
| Merumuskan sikap selektif dan mempresentasikan proyek | Sikap selektif dan strategi menghadapi globalisasi | 2 JP | Kolaborasi, Kewargaan, Kreativitas |
Globalisasi adalah fenomena yang tidak bisa kita hindari di era modern ini. Dunia seolah tanpa batas, memungkinkan informasi, barang, dan budaya bergerak bebas antarnegara. Memahami globalisasi membantu kita menyikapi perubahan dengan bijak, mengambil manfaatnya, dan meminimalkan dampak negatifnya demi masa depan yang lebih baik.
Globalisasi adalah proses mendunia yang membuat interaksi antarnegara semakin intensif dan menghilangkan batas-batas geografis. Karakteristik utamanya meliputi peningkatan arus informasi yang cepat, integrasi ekonomi global, peningkatan mobilitas penduduk, dan penyebaran budaya populer. Misalnya, berita dari Amerika bisa langsung kita baca di Indonesia, atau kita bisa membeli produk fashion dari Korea Selatan dengan mudah. Proses ini didorong oleh perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi yang semakin canggih.
Beberapa faktor utama mendorong terjadinya globalisasi. Pertama, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang komunikasi (internet, smartphone) dan transportasi (pesawat terbang, kapal kontainer). Kedua, semakin terbukanya sistem perekonomian negara-negara di dunia untuk perdagangan internasional. Ketiga, adanya kerja sama ekonomi antarnegara yang memfasilitasi pertukaran barang dan jasa. Keempat, kebutuhan akan sumber daya alam dan pasar yang lebih luas mendorong perusahaan untuk beroperasi secara global. Kelima, kemudahan perjalanan dan migrasi juga turut mempercepat proses ini.
Globalisasi membawa banyak dampak positif. Di bidang ekonomi, globalisasi membuka peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan investasi, dan mendorong inovasi. Di bidang sosial, globalisasi mempermudah pertukaran informasi dan pengetahuan, serta meningkatkan kesadaran akan isu-isu global seperti lingkungan dan hak asasi manusia. Di bidang budaya, kita bisa belajar dan mengadopsi hal-hal positif dari budaya lain, seperti etos kerja atau gaya hidup sehat. Akses terhadap pendidikan dan kesehatan juga bisa meningkat melalui kerjasama internasional.
Namun, globalisasi juga memiliki sisi negatif. Di bidang ekonomi, globalisasi dapat memicu persaingan tidak sehat bagi industri lokal, meningkatkan ketergantungan pada pasar asing, dan memperlebar kesenjangan ekonomi. Di bidang sosial, globalisasi bisa menyebabkan lunturnya nilai-nilai luhur, gaya hidup konsumtif, dan meningkatnya kriminalitas transnasional. Di bidang budaya, masuknya budaya asing yang tidak sesuai dapat mengikis identitas dan kearifan lokal. Ini menuntut kita untuk lebih selektif dalam menerima pengaruh dari luar.
Untuk menghadapi globalisasi, diperlukan sikap selektif. Artinya, kita harus mampu menyaring pengaruh global, mengambil yang positif, dan menolak yang negatif. Strateginya meliputi memperkuat nilai-nilai Pancasila dan identitas nasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing, mencintai produk dalam negeri, serta mengembangkan kreativitas dan inovasi. Penting juga untuk kritis terhadap informasi yang beredar dan bijak dalam menggunakan teknologi. Dengan demikian, kita bisa menjadi bagian dari masyarakat global yang berdaya dan berkarakter.
Rangkuman: Globalisasi adalah proses mendunia yang menghilangkan batas antarnegara, didorong oleh kemajuan teknologi dan keterbukaan ekonomi. Fenomena ini membawa dampak positif seperti peningkatan ekonomi dan pertukaran informasi, namun juga dampak negatif seperti ancaman terhadap budaya lokal dan kesenjangan sosial. Oleh karena itu, sikap selektif, penguatan identitas nasional, dan peningkatan kualitas SDM sangat penting untuk menghadapi globalisasi secara bijak dan produktif.
Tujuan: Menganalisis dampak globalisasi di berbagai bidang dan merumuskan sikap selektif.
Alat & bahan: Buku paket IPS, artikel berita, internet, alat tulis, kertas flipchart/papan tulis digital
| Globalisasi | Proses mendunia yang membuat batas antarnegara menjadi kabur. |
| Integrasi Ekonomi | Penyatuan atau keterkaitan ekonomi antarnegara. |
| Arus Informasi | Pergerakan data, berita, atau pengetahuan secara cepat dan luas. |
| Sikap Selektif | Kemampuan memilih dan menyaring pengaruh dari luar. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.