Modul ajar Pendidikan Agama Islam SMP kelas IX materi Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Semangat Keilmuan serta tanda-tanda waqaf lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mampu membaca Al-Qur'an dengan tajwid dasar dan memahami pentingnya menuntut ilmu secara umum.
Pemahaman bermakna: Menuntut ilmu adalah perintah agama yang akan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah dan masyarakat, serta membaca Al-Qur'an dengan memahami tanda waqaf akan menyempurnakan makna bacaan.
Pertanyaan pemantik: Mengapa dalam Islam menuntut ilmu itu wajib, dan bagaimana cara kita mengaplikasikan ilmu yang kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari?
Tujuan: Peserta didik mampu membaca Al-Qur'an surah At-Taubah/9: 122 dan Al-Mujadalah/58: 11 serta hadis terkait dengan fasih dan benar, serta mengidentifikasi arti perkata dan makna kandungannya.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman belajar Al-Qur'an, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membaca dan memahami ayat serta hadis tentang ilmu, dan memantik dengan pertanyaan: 'Apa pentingnya membaca Al-Qur'an dengan benar?'
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi teks Al-Qur'an QS. At-Taubah/9: 122 dan QS. Al-Mujadalah/58: 11 beserta terjemahannya, serta potongan hadis tentang keutamaan ilmu, melalui berbagai sumber (buku, aplikasi Al-Qur'an digital) untuk menemukan arti perkata dan makna umum.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mempraktikkan membaca ayat dan hadis tersebut secara bergantian di depan kelas dengan bimbingan guru, kemudian mendiskusikan makna kandungan ayat dan hadis serta mengaitkannya dengan pentingnya menuntut ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi tentang makna ayat dan hadis, kelompok lain memberikan tanggapan, guru memberikan penguatan tentang pentingnya ilmu dan adab menuntut ilmu, serta mengoreksi bacaan yang kurang tepat.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pelajaran hari ini, peserta didik mengisi lembar refleksi singkat tentang pemahaman mereka, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam.
Tujuan: Peserta didik mampu menjelaskan macam-macam tanda waqaf (waqaf lazim, jaiz, hasan, qabih) dan fungsinya dalam membaca Al-Qur'an, serta mampu mendemonstrasikan praktik membaca Al-Qur'an dengan menerapkan tanda waqaf yang tepat.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, mengulas kembali materi sebelumnya tentang pentingnya ilmu, mengaitkan dengan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan benar termasuk tanda waqaf, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami dan mempraktikkan tanda waqaf, serta memantik dengan pertanyaan: 'Apa yang terjadi jika kita berhenti membaca Al-Qur'an di sembarang tempat?'
Memahami: Peserta didik disajikan kasus atau contoh bacaan Al-Qur'an yang salah waqafnya dan diminta untuk mengidentifikasi permasalahannya. Kemudian, mereka mencari informasi tentang macam-macam tanda waqaf (م, ج, صلي, قف, لا) dan fungsinya dari berbagai sumber.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik menganalisis contoh-contoh ayat Al-Qur'an yang mengandung tanda waqaf, mengidentifikasi jenis tanda waqaf yang ada, dan mendiskusikan cara berhenti yang benar. Mereka kemudian berlatih membaca potongan ayat Al-Qur'an dengan menerapkan tanda waqaf yang telah dipelajari.
Merefleksi: Setiap kelompok secara bergantian mendemonstrasikan bacaan Al-Qur'an yang fokus pada penerapan tanda waqaf. Kelompok lain dan guru memberikan umpan balik konstruktif. Guru memperjelas konsep waqaf dan mengoreksi kesalahan yang masih terjadi.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum jenis-jenis waqaf dan fungsinya, melakukan refleksi singkat tentang tantangan dan kemajuan dalam memahami waqaf, guru memberikan motivasi untuk terus berlatih, menginformasikan persiapan untuk proyek di pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa.
Tujuan: Peserta didik mampu menyajikan contoh perilaku semangat keilmuan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali pentingnya ilmu dan membaca Al-Qur'an dengan benar, menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membuat proyek yang mengintegrasikan pemahaman ayat, hadis, dan tanda waqaf, serta memantik dengan pertanyaan: 'Bagaimana kita bisa menunjukkan semangat menuntut ilmu dalam bentuk nyata?'
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang sebuah 'Proyek Literasi Keilmuan Islami' berupa infografis digital/poster/video pendek yang berisi kutipan ayat/hadis tentang semangat keilmuan, terjemahannya, penjelasan singkat, serta contoh penerapan tanda waqaf dalam ayat tersebut.
Mengaplikasi: Peserta didik mengerjakan proyeknya dengan memanfaatkan aplikasi digital atau alat manual yang tersedia, berkolaborasi dalam mencari ide, menyusun konten, dan mendesain proyek. Mereka juga berlatih presentasi untuk menyajikan proyeknya.
Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan 'Proyek Literasi Keilmuan Islami' mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan masukan. Guru mengaitkan hasil proyek dengan aplikasi nyata semangat keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup: Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan seluruh materi dari awal hingga akhir, melakukan refleksi menyeluruh tentang manfaat pembelajaran, guru memberikan penghargaan atas kerja keras dan kreativitas peserta didik, memberikan tugas pengayaan, dan menutup dengan doa serta salam dalam suasana penuh semangat dan kebahagiaan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik membaca Al-Qur'an serta proyek literasi.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil Proyek Literasi Keilmuan Islami (infografis/poster/video) dan tes tertulis tentang pemahaman materi.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Membaca Al-Qur'an surah At-Taubah/9: 122 dan Al-Mujadalah/58: 11 serta hadis dengan fasih. | Ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Semangat Keilmuan. | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| Mengidentifikasi arti perkata dan makna kandungan ayat serta hadis. | Makna Kandungan Ayat dan Hadis. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menjelaskan macam-macam tanda waqaf dan mendemonstrasikan penerapannya. | Tanda-tanda Waqaf. | 2 JP | Kolaborasi |
| Menyajikan contoh perilaku semangat keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. | Penerapan Semangat Keilmuan. | 2 JP | Kreativitas |
Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW berulang kali menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Memahami ajaran ini tidak hanya meningkatkan wawasan, tetapi juga membentuk karakter muslim yang cerdas dan berakhlak mulia. Selain itu, membaca Al-Qur'an dengan benar, termasuk memahami tanda waqaf, adalah kunci untuk menangkap makna pesan ilahi secara utuh.
Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan, dari buaian hingga liang lahat. Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan, membedakan yang haq dan batil, serta mengangkat derajat manusia. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujadalah/58: 11, 'Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.' Ayat ini menegaskan bahwa orang yang berilmu memiliki kedudukan mulia di sisi Allah dan di tengah masyarakat. Ilmu tidak hanya terbatas pada ilmu agama, tetapi juga ilmu umum yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah/9: 122 berbunyi: وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ. Artinya: 'Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga diri (dari kemaksiatan).' Ayat ini menunjukkan pentingnya spesialisasi ilmu agama, di mana sebagian umat harus fokus mendalami agama (tafaqquh fiddin) untuk kemudian mengajarkan dan membimbing kaumnya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujadalah/58: 11: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ. Artinya: 'Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: 'Berlapang-lapanglah dalam majelis', maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: 'Berdirilah kamu', maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Ayat ini tidak hanya mengajarkan adab di majelis, tetapi juga secara eksplisit menyebutkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang beriman dan berilmu.
Banyak hadis Nabi Muhammad SAW yang mendorong umatnya untuk menuntut ilmu. Salah satunya adalah: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ (Thalabul 'ilmi faridhatun 'ala kulli muslimin). Artinya: 'Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.' (HR. Ibnu Majah). Hadis lain yang masyhur adalah: مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ (Man salaka thariqan yaltamisu fihi 'ilman sahhalallahu lahu thariqan ilal jannah). Artinya: 'Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.' (HR. Muslim). Hadis-hadis ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk terus belajar.
Waqaf (الوقف) secara bahasa berarti berhenti atau menahan. Dalam ilmu tajwid, waqaf adalah menghentikan bacaan sejenak dengan mengambil napas, dengan niat untuk melanjutkan bacaan. Urgensi waqaf sangat besar karena kesalahan dalam berhenti dapat mengubah makna ayat. Contohnya, jika berhenti pada tempat yang tidak tepat, bisa jadi merusak makna yang disampaikan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda waqaf sangat penting untuk menjaga kebenaran makna Al-Qur'an.
Ada beberapa tanda waqaf yang umum ditemukan dalam mushaf Al-Qur'an: 1. Waqaf Lazim (م): Wajib berhenti. Jika tidak berhenti, makna akan berubah. 2. Waqaf Jaiz (ج): Boleh berhenti atau melanjutkan. Berhenti lebih dianjurkan. 3. Waqaf Hasan (صلي): Lebih baik melanjutkan. Jika berhenti, tidak merusak makna. 4. Waqaf Qabih (لا): Tidak boleh berhenti, karena akan merusak makna. Harus disambung. 5. Waqaf Mu'anaqah (∴...∴): Berhenti pada salah satu dari dua tanda titik tiga, tidak boleh berhenti pada keduanya. Memahami tanda-tanda ini membantu pembaca Al-Qur'an untuk berhenti pada tempat yang tepat.
Semangat keilmuan yang diajarkan Al-Qur'an dan Hadis harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini berarti memiliki motivasi tinggi untuk belajar di sekolah maupun di luar sekolah, selalu ingin tahu, kritis dalam menerima informasi, tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan belajar, serta mengamalkan ilmu yang telah didapat. Selain itu, semangat keilmuan juga mendorong kita untuk berbagi ilmu dengan orang lain dan terus mencari inovasi untuk kemajuan umat dan bangsa.
Rangkuman: Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu, sebagaimana ditegaskan dalam QS. At-Taubah/9: 122, QS. Al-Mujadalah/58: 11, dan berbagai hadis. Ilmu mengangkat derajat manusia dan menjadi cahaya kehidupan. Dalam membaca Al-Qur'an, penting untuk memahami dan menerapkan tanda waqaf (seperti waqaf lazim, jaiz, hasan, qabih) agar tidak merusak makna ayat. Semangat keilmuan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, yaitu dengan terus belajar, kritis, dan mengamalkan ilmu.
Tujuan: Menganalisis makna kandungan ayat Al-Qur'an dan hadis tentang semangat keilmuan serta mengidentifikasi tanda-tanda waqaf.
Alat & bahan: Al-Qur'an, buku tafsir/terjemah, alat tulis, gawai/laptop (opsional), lembar kerja.
| Waqaf | Berhenti sejenak saat membaca Al-Qur'an untuk mengambil napas. |
| Tajwid | Ilmu tentang cara membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah. |
| Tafaqquh fiddin | Memperdalam pengetahuan agama. |
| Makhraj | Tempat keluarnya huruf hijaiyah. |
| Hadis | Perkataan, perbuatan, atau ketetapan Nabi Muhammad SAW. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.