Modul ajar Pendidikan Agama Islam SMP kelas VIII materi Shalat Sunnah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar shalat wajib dan telah melaksanakan shalat fardhu dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Shalat sunnah adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah, melengkapi kekurangan shalat fardhu, dan memiliki hikmah besar dalam membentuk pribadi muslim yang taat serta berakhlak mulia.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah, padahal shalat fardhu sudah mencukupi kewajiban kita sebagai muslim?
Tujuan: Mengidentifikasi macam-macam shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad beserta ketentuan pelaksanaannya.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik tentang shalat di luar shalat fardhu. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai sumber (buku, internet) untuk menemukan informasi tentang macam-macam shalat sunnah (rawatib, tahajud, dhuha, istikharah, dll.), klasifikasinya (muakkad/ghairu muakkad), waktu pelaksanaan, dan tata caranya, mengaitkannya dengan kebiasaan ibadah di masyarakat.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana mengenai jenis-jenis shalat sunnah dan ketentuan dasarnya, kemudian membandingkan temuan mereka dengan kelompok lain untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, meluruskan pemahaman yang kurang tepat, dan menekankan pentingnya shalat sunnah sebagai pelengkap ibadah wajib.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang macam-macam shalat sunnah. Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang pengetahuan baru yang didapat. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas untuk mencari dalil tentang keutamaan shalat sunnah. Pertemuan diakhiri dengan doa.
Tujuan: Menganalisis hikmah dan keutamaan shalat sunnah dalam kehidupan sehari-hari dan menunjukkan sikap istiqamah.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali materi sebelumnya dan mengaitkan dengan tugas mencari dalil. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memotivasi peserta didik dengan kisah inspiratif tentang keutamaan shalat sunnah.
Memahami: Peserta didik menganalisis studi kasus (misalnya, 'Bagaimana shalat tahajud dapat membantu seseorang menghadapi kesulitan?') dan berdiskusi kelompok untuk menemukan hikmah dan keutamaan shalat sunnah yang relevan dengan kehidupan remaja, menggunakan dalil yang telah ditemukan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok merumuskan argumentasi tentang pentingnya istiqamah dalam melaksanakan shalat sunnah dan mengaitkannya dengan pembentukan karakter muslim yang berakhlak mulia. Mereka mendesain draf awal poster digital tentang ajakan shalat sunnah.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil analisis dan draf poster mereka. Guru memberikan tanggapan, menguatkan pemahaman tentang hikmah dan keutamaan shalat sunnah, serta mendorong peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai istiqamah dalam ibadah sehari-hari.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan hikmah dan keutamaan shalat sunnah serta pentingnya istiqamah. Peserta didik menyampaikan satu hal yang akan mereka lakukan untuk meningkatkan shalat sunnah. Guru memberikan apresiasi dan menugaskan peserta didik untuk menyempurnakan poster digital untuk pertemuan berikutnya. Pertemuan diakhiri dengan doa.
Tujuan: Mempraktikkan tata cara shalat sunnah rawatib, tahajud, dhuha, dan istikharah dengan benar dan tertib serta menyusun poster digital.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali materi hikmah shalat sunnah dan mengaitkan dengan praktik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu praktik shalat dan penyelesaian proyek poster, untuk memastikan peserta didik siap.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan mengamati video tutorial shalat sunnah (rawatib, dhuha, tahajud, istikharah) dan mencatat poin-poin penting tata caranya, kemudian saling berdiskusi untuk memastikan pemahaman.
Mengaplikasi: Peserta didik secara bergantian mempraktikkan tata cara shalat sunnah (misalnya, dua rakaat qabliyah subuh, dua rakaat dhuha) di depan kelas atau dalam kelompok kecil, dengan bimbingan dan koreksi dari guru. Peserta didik juga menyelesaikan proyek poster digital ajakan shalat sunnah menggunakan aplikasi desain sederhana.
Merefleksi: Peserta didik saling memberikan umpan balik konstruktif terhadap praktik shalat teman. Guru memberikan penilaian praktik shalat dan poster digital. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya kesempurnaan dalam beribadah dan manfaat dari proyek yang telah dibuat.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh materi shalat sunnah, dari konsep hingga praktik dan hikmahnya. Peserta didik melakukan refleksi akhir tentang pengalaman belajar dan komitmen mereka untuk melaksanakan shalat sunnah. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas usaha dan hasil belajar peserta didik. Pertemuan diakhiri dengan doa penutup yang menginspirasi.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan praktik shalat, serta penilaian produk poster digital.
Akhir (sumatif): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan esai tentang hikmah shalat sunnah, serta penilaian unjuk kerja praktik shalat.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi macam-macam shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad beserta ketentuan pelaksanaannya. | Jenis-jenis shalat sunnah, waktu, dan tata caranya. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menganalisis hikmah dan keutamaan shalat sunnah dalam kehidupan sehari-hari. | Hikmah dan keutamaan shalat sunnah. | 2 JP | penalaran kritis, keimanan dan ketakwaan |
| Mempraktikkan tata cara shalat sunnah rawatib, tahajud, dhuha, dan istikharah dengan benar dan tertib. | Praktik shalat sunnah. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kreativitas |
| Menyusun poster digital tentang ajakan melaksanakan shalat sunnah. | Desain poster digital ajakan shalat sunnah. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Shalat sunnah adalah ibadah tambahan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Meskipun tidak wajib, shalat sunnah memiliki kedudukan istimewa karena dapat menyempurnakan kekurangan shalat fardhu dan menjadi bukti kecintaan seorang hamba kepada Allah Swt. Memahami dan mengamalkan shalat sunnah akan membawa banyak kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.
Shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan untuk dikerjakan, tetapi tidak wajib. Jika dikerjakan akan mendapat pahala, jika ditinggalkan tidak berdosa. Kedudukan shalat sunnah sangat penting sebagai penyempurna shalat fardhu, sebagaimana sabda Rasulullah saw: 'Amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalnya.' Lalu Allah berfirman: 'Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah? Jika ada, sempurnakanlah shalat wajibnya dengan shalat sunnahnya.' (H.R. Tirmidzi).
Shalat sunnah terbagi menjadi dua, yaitu sunnah muakkad dan sunnah ghairu muakkad. Shalat sunnah muakkad adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan karena Rasulullah saw senantiasa mengerjakannya dan jarang meninggalkannya, seperti shalat rawatib, tahajud, dhuha, dan witir. Sedangkan shalat sunnah ghairu muakkad adalah shalat sunnah yang tidak terlalu ditekankan, namun tetap memiliki keutamaan, seperti shalat istikharah dan shalat gerhana.
Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudahnya (ba'diyah). Shalat rawatib muakkad ada 10 atau 12 rakaat: 2 rakaat sebelum subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum zuhur, 2 atau 4 rakaat sesudah zuhur, 2 rakaat sesudah magrib, dan 2 rakaat sesudah isya. Keutamaan shalat rawatib sangat besar, antara lain dibangunkan rumah di surga bagi yang mengerjakannya secara konsisten (H.R. Muslim).
Shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada sepertiga malam terakhir setelah tidur. Jumlah rakaatnya paling sedikit dua rakaat dan tidak terbatas. Keutamaan shalat tahajud disebutkan dalam Al-Qur'an, 'Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.' (Q.S. Al-Isra: 79). Shalat ini menjadi sarana komunikasi langsung dengan Allah saat kebanyakan orang terlelap.
Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari setelah matahari terbit sekitar 15 menit hingga menjelang waktu zuhur. Jumlah rakaatnya minimal 2 dan maksimal 12 rakaat. Shalat dhuha dikenal sebagai shalat pembuka rezeki. Rasulullah saw bersabda: 'Barangsiapa shalat Dhuha dua rakaat, maka tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai. Barangsiapa shalat Dhuha empat rakaat, maka akan dicatat sebagai orang yang ahli ibadah.' (H.R. Ibnu Khuzaimah).
Shalat istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika seseorang dihadapkan pada pilihan atau keputusan penting dan membutuhkan petunjuk dari Allah Swt. Setelah shalat, dianjurkan membaca doa istikharah. Keutamaannya adalah agar diberikan pilihan terbaik oleh Allah, sehingga terhindar dari keraguan dan penyesalan di kemudian hari. Ini menunjukkan tawakal kepada Allah dalam setiap urusan.
Melaksanakan shalat sunnah memiliki banyak hikmah dan keutamaan. Selain menyempurnakan shalat fardhu, shalat sunnah juga dapat meningkatkan derajat di sisi Allah, menghapus dosa-dosa, menenangkan hati, melatih kedisiplinan, mendekatkan diri kepada Allah, serta menjadi sarana untuk memohon pertolongan dan petunjuk-Nya. Istiqamah dalam shalat sunnah membentuk pribadi yang lebih sabar, bersyukur, dan tawakal.
Rangkuman: Shalat sunnah adalah ibadah tambahan yang sangat dianjurkan untuk menyempurnakan shalat fardhu. Terbagi menjadi muakkad (sangat dianjurkan) dan ghairu muakkad (dianjurkan). Contoh shalat sunnah muakkad adalah rawatib, tahajud, dan dhuha, sementara istikharah termasuk ghairu muakkad. Setiap shalat sunnah memiliki waktu, tata cara, dan hikmahnya sendiri yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta membawa keberkahan dalam hidup.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi jenis, ketentuan, dan hikmah shalat sunnah serta merencanakan praktik ibadah.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, gawai/laptop, akses internet
| Shalat Sunnah | Shalat yang dianjurkan untuk dikerjakan, tetapi tidak wajib. |
| Muakkad | Sangat dianjurkan, sering dilakukan Rasulullah saw. |
| Ghairu Muakkad | Dianjurkan, namun tidak sekuat muakkad. |
| Rawatib | Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu. |
| Qabliyah | Shalat sunnah sebelum shalat fardhu. |
| Ba'diyah | Shalat sunnah sesudah shalat fardhu. |
| Tahajud | Shalat sunnah di sepertiga malam terakhir setelah tidur. |
| Dhuha | Shalat sunnah di pagi hari setelah matahari terbit. |
| Istikharah | Shalat sunnah untuk memohon petunjuk dalam mengambil keputusan. |
| Istiqamah | Konsisten dan teguh pendirian dalam beribadah. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.