BerandaModul AjarPaket CSejarah › Kelas X
Modul Ajar Paket C

Modul Ajar Sejarah Kelas X Paket C

2 modul ajar Sejarah kelas X Paket C (Fase E) siap unduh — Hindu-Buddha di Indonesia, dan Islam di Indonesia. Lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

2 modul siap pakaiFase EWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISPaket C · Word + PDF ber-kop atas nama Anda

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Hindu-Buddha di Indonesia, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

12 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas X ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Sejarah Kelas X Paket C
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Hindu-Buddha di Indonesia
Sejarah · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Hindu-Buddha di Indonesia
Sejarah · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasE / X
Materi PokokHindu-Buddha di Indonesia
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + diskusi kelompok
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang keberagaman budaya dan sejarah Indonesia secara umum.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. penalaran kritis — elemen: menganalisis dan mengevaluasi
    Warga belajar menganalisis berbagai sumber informasi tentang pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia untuk menarik kesimpulan yang relevan.
  2. kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan orisinal
    Warga belajar menghasilkan ide-ide baru dalam menyajikan hasil analisis dampak Hindu-Buddha di Indonesia melalui media digital atau poster.
  3. kewargaan — elemen: memahami peran sebagai warga negara
    Warga belajar memahami bagaimana warisan budaya Hindu-Buddha membentuk identitas dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia saat ini.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainSejarah
Rumusan CP FaseWarga belajar mampu memahami dan menganalisis perkembangan masyarakat Indonesia dari masa praaksara hingga awal kemerdekaan, termasuk pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha, Islam, dan Barat, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya bangsa Indonesia.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualCandi Borobudur dan Prambanan adalah contoh nyata peninggalan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.
KonseptualAkulturasi adalah proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur asli.
ProseduralMenganalisis sumber primer dan sekunder untuk mengidentifikasi pola penyebaran dan pengaruh Hindu-Buddha di berbagai wilayah Indonesia.
MetakognitifMenyadari bahwa pemahaman tentang masa lalu membantu kita memahami identitas budaya dan tantangan sosial di masa kini.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Menganalisis teori-teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia dengan tepat.
  2. Mengidentifikasi kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia beserta peninggalannya.
  3. Menganalisis pengaruh Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia.
  4. Menyajikan hasil analisis tentang warisan kebudayaan Hindu-Buddha yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
Halaman 2 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami proses masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia membantu warga belajar mengidentifikasi akar kebudayaan dan nilai-nilai yang membentuk masyarakat Indonesia modern, serta menghargai keberagaman warisan budaya.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah kepercayaan dan kebudayaan dari ribuan kilometer jauhnya bisa membentuk arsitektur, bahasa, dan bahkan sistem pemerintahan di Indonesia hingga ribuan tahun kemudian?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + diskusi kelompok
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Menganalisis bentuk arsitektur, relief, dan patung pada candi sebagai wujud ekspresi seni.
Bahasa Indonesia: Mempelajari pengaruh bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa pada perkembangan bahasa dan aksara di Indonesia.
Sosiologi: Menganalisis sistem stratifikasi sosial (kasta) dan dampaknya terhadap masyarakat pada masa Hindu-Buddha.
Kemitraan PembelajaranWarga belajar dapat berinteraksi dengan komunitas lokal atau tokoh adat yang memahami warisan budaya Hindu-Buddha untuk mendapatkan perspektif langsung.
Lingkungan PembelajaranPemanfaatan ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta kunjungan virtual ke situs candi jika memungkinkan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPenggunaan platform belajar daring untuk berbagi materi, diskusi asinkron, dan pembuatan presentasi digital atau infografis menggunakan aplikasi seperti Canva atau Google Slides.
Halaman 3 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Menganalisis teori-teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Gambar Peninggalan: Tutor menunjukkan gambar candi atau arca, warga belajar menebak nama dan lokasinya. Ini memicu rasa ingin tahu tentang warisan sejarah.
Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Dilanjutkan dengan apersepsi tentang keberagaman budaya di sekitar mereka. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia dan menjelaskan tahapan kegiatan agar warga belajar memahami proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitWarga belajar secara berkelompok mengeksplorasi berbagai sumber (buku, artikel digital) mengenai teori masuknya Hindu-Buddha (Brahmana, Ksatria, Waisya, Arus Balik), lalu mendiskusikan kelebihan dan kekurangan setiap teori.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana yang membandingkan teori-teori tersebut, kemudian mempresentasikan temuan mereka di depan kelas untuk mendapatkan masukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitTutor memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok dan menguatkan pemahaman tentang kompleksitas sejarah masuknya Hindu-Buddha, mendorong warga belajar untuk berpikir kritis.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitWarga belajar bersama tutor menyimpulkan materi hari ini. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi mereka untuk terus belajar. Tutor juga memberikan tugas mandiri untuk pertemuan selanjutnya. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Mengidentifikasi kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia beserta peninggalannya.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Teka-teki Silang Sejarah: Warga belajar mengisi teka-teki silang dengan istilah-istilah terkait kerajaan Hindu-Buddha. Ini mengaktifkan memori dan fokus pada materi.
Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Tutor mengingatkan kembali materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan topik hari ini. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi kerajaan Hindu-Buddha dan peninggalannya, serta menjelaskan tahapan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitWarga belajar disajikan studi kasus tentang penemuan situs arkeologi dari salah satu kerajaan Hindu-Buddha. Mereka menganalisis bukti-bukti yang ditemukan untuk mengidentifikasi nama kerajaan, lokasi, dan jenis peninggalannya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok, warga belajar meneliti lebih lanjut kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha lainnya (misalnya Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Singasari, Majapahit) dan membuat daftar peninggalan penting (prasasti, candi, kitab) yang mereka temukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitSetiap kelompok mempresentasikan temuan mereka tentang kerajaan dan peninggalannya. Tutor dan warga belajar lainnya memberikan pertanyaan dan umpan balik, memperkaya pemahaman tentang keragaman warisan budaya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitWarga belajar bersama tutor merangkum poin-poin penting tentang kerajaan dan peninggalan Hindu-Buddha. Tutor memberikan apresiasi atas kerja keras dan memotivasi untuk terus menggali sejarah. Tutor juga memberikan pengantar untuk materi pertemuan selanjutnya. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Menganalisis pengaruh Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Kartu Jodoh Budaya: Warga belajar mencocokkan kartu peninggalan budaya dengan kategori pengaruhnya (misal: Candi Borobudur - Arsitektur, Kitab Sutasoma - Sastra). Ini mengaitkan peninggalan dengan dampaknya.
Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Tutor mengulas singkat materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi hari ini. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis pengaruh Hindu-Buddha dan menyajikan hasilnya, serta menjelaskan langkah-langkah proyek yang akan dikerjakan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitWarga belajar secara mandiri atau berpasangan mengidentifikasi berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia (sistem kepercayaan, pemerintahan, stratifikasi sosial, ekonomi, seni, aksara) yang terpengaruh oleh kebudayaan Hindu-Buddha.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSebagai proyek akhir, setiap kelompok membuat presentasi digital (slide/video pendek) atau poster infografis yang menggambarkan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia dan warisannya yang masih terlihat hingga kini, berdasarkan analisis mereka.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitKelompok mempresentasikan proyek mereka. Warga belajar lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Tutor memberikan umpan balik menyeluruh, menguatkan pemahaman tentang keberlanjutan pengaruh Hindu-Buddha, dan mengapresiasi kreativitas warga belajar.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitTutor memimpin refleksi akhir tentang seluruh materi Hindu-Buddha di Indonesia. Warga belajar mengungkapkan pembelajaran yang mereka dapatkan. Tutor memberikan apresiasi tinggi atas seluruh partisipasi dan kerja keras. Tutor menyampaikan informasi mengenai asesmen akhir dan memberikan motivasi untuk terus belajar. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · Pertemuan 3
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis pengaruh Hindu-Buddha terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Alat & bahan: Kertas plano, spidol warna, gunting, lem, gambar/foto peninggalan Hindu-Buddha, akses internet (opsional)

Langkah kerja:

  1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 warga belajar.
  2. Baca dan diskusikan materi tentang pengaruh Hindu-Buddha pada aspek pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya.
  3. Identifikasi minimal 2 contoh konkret pengaruh pada setiap aspek tersebut.
  4. Buatlah mind map atau kolase visual yang menggambarkan pengaruh-pengaruh tersebut.
  5. Presentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia?
  2. Sebutkan satu peninggalan bersejarah yang Anda tahu di Indonesia!
  3. Menurut Anda, apakah agama-agama dari luar memiliki pengaruh terhadap budaya kita saat ini?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan kualitas proyek presentasi atau infografis.

Sumatif (akhir): Tes tertulis pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menganalisis teori-teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia dengan tepat.Teori masuknya Hindu-Buddha (Brahmana, Ksatria, Waisya, Arus Balik).2 JPpenalaran kritis
2Mengidentifikasi kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia beserta peninggalannya.Kerajaan Hindu-Buddha (Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Singasari, Majapahit) dan peninggalannya.2 JPkewargaan
3Menganalisis pengaruh Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia.Pengaruh Hindu-Buddha pada aspek pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya.2 JPpenalaran kritis, kreativitas, kewargaan
Halaman 9 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Kebudayaan Hindu-Buddha telah memberikan jejak yang mendalam dalam sejarah dan identitas bangsa Indonesia. Masuknya agama dan kebudayaan ini melalui berbagai jalur telah membentuk fondasi peradaban awal di Nusantara, melahirkan kerajaan-kerajaan besar, serta meninggalkan warisan seni, arsitektur, dan sistem sosial yang masih dapat kita lihat dan rasakan hingga saat ini. Memahami proses ini membuka wawasan kita tentang kekayaan budaya yang kita miliki.

1. Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
Ada beberapa teori yang menjelaskan bagaimana kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke Indonesia. Teori Brahmana menyatakan bahwa kaum Brahmana diundang oleh penguasa lokal untuk menyebarkan agama. Teori Ksatria berpendapat bahwa kaum bangsawan India yang kalah perang melarikan diri dan mendirikan kerajaan baru di Indonesia. Teori Waisya meyakini bahwa para pedagang India yang berinteraksi dengan masyarakat lokal turut menyebarkan pengaruh. Sementara itu, Teori Arus Balik menekankan peran aktif masyarakat Indonesia sendiri yang belajar ke India lalu kembali menyebarkan agama. Setiap teori memiliki argumen dan bukti pendukungnya sendiri, menunjukkan kompleksitas proses akulturasi ini.

2. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Perkembangan Hindu-Buddha di Indonesia ditandai dengan berdirinya berbagai kerajaan besar. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur adalah kerajaan Hindu tertua dengan bukti prasasti Yupa. Di Jawa Barat, Kerajaan Tarumanegara meninggalkan prasasti Ciaruteun. Di Sumatera, Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan pendidikan Buddha yang besar. Di Jawa Tengah, muncul Kerajaan Mataram Kuno yang melahirkan Candi Borobudur (Buddha) dan Prambanan (Hindu). Kemudian di Jawa Timur, Kerajaan Singasari dan Majapahit menjadi kekuasaan Hindu-Buddha terbesar yang menyatukan Nusantara di bawah pimpinan Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada.

3. Pengaruh Hindu-Buddha pada Sistem Pemerintahan
Masuknya Hindu-Buddha membawa perubahan signifikan pada sistem pemerintahan di Indonesia. Konsep dewa-raja (raja dianggap sebagai titisan dewa) menjadi umum, menggantikan sistem kesukuan. Raja memiliki kekuasaan mutlak dan dianggap sakral. Sistem birokrasi kerajaan mulai terbentuk dengan adanya jabatan-jabatan seperti patih, senapati, dan pejabat lainnya. Pengaruh ini terlihat jelas pada gelar raja-raja seperti Sri Maharaja dan penggunaan simbol-simbol kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha, memberikan legitimasi religius pada kekuasaan politik.

4. Pengaruh Hindu-Buddha pada Sistem Sosial
Dalam aspek sosial, Hindu-Buddha memperkenalkan sistem kasta (Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra) yang membagi masyarakat berdasarkan status dan pekerjaan. Meskipun tidak seketat di India, sistem ini memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia, terutama di lingkungan istana dan kota-kota besar. Selain itu, munculnya golongan kaum terpelajar (pendeta dan biksu) yang memiliki peran penting dalam pendidikan dan keagamaan juga menjadi ciri khas pengaruh Hindu-Buddha dalam tatanan sosial.

5. Pengaruh Hindu-Buddha pada Bidang Ekonomi
Sektor ekonomi juga mengalami perkembangan. Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha umumnya berlokasi strategis di jalur perdagangan maritim, seperti Sriwijaya yang menguasai Selat Malaka. Perdagangan internasional berkembang pesat dengan komoditas rempah-rempah, emas, dan hasil hutan. Pengaruh Hindu-Buddha juga mendorong perkembangan pertanian melalui sistem irigasi yang lebih teratur dan pengelolaan lahan yang efisien, mendukung kehidupan masyarakat agraris di pedalaman Jawa.

6. Pengaruh Hindu-Buddha pada Bidang Budaya
Pengaruh Hindu-Buddha sangat kuat dalam bidang budaya. Seni arsitektur berkembang pesat dengan pembangunan candi-candi megah seperti Borobudur dan Prambanan. Seni pahat dan ukir relief yang menceritakan kisah-kisah epik Ramayana dan Mahabarata menjadi populer. Dalam sastra, muncul karya-karya besar seperti Kitab Negarakertagama dan Sutasoma. Penggunaan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta menjadi dasar bagi perkembangan aksara-aksara lokal di Indonesia, seperti aksara Jawa Kuno dan Bali.

7. Warisan Hindu-Buddha dalam Kehidupan Masa Kini
Meskipun mayoritas penduduk Indonesia kini menganut agama lain, warisan kebudayaan Hindu-Buddha tetap hidup dan lestari. Candi-candi menjadi objek wisata sejarah dan religi yang penting. Kisah-kisah Ramayana dan Mahabarata masih sering dipentaskan dalam seni pertunjukan seperti wayang. Beberapa tradisi dan upacara adat di Bali dan sebagian Jawa masih menunjukkan pengaruh kuat Hindu. Bahkan dalam bahasa, banyak kata serapan dari Sanskerta yang kita gunakan sehari-hari. Ini menunjukkan betapa kuatnya akulturasi budaya yang terjadi di masa lalu.

Rangkuman: Kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke Indonesia melalui berbagai teori seperti Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Arus Balik, melahirkan kerajaan-kerajaan besar seperti Kutai, Sriwijaya, dan Majapahit. Pengaruhnya membentuk sistem pemerintahan dewa-raja, stratifikasi sosial kasta, mendorong perdagangan, serta memperkaya seni arsitektur (candi), sastra (kitab), dan aksara. Warisan ini masih terlihat jelas dalam kehidupan dan identitas budaya Indonesia hingga saat ini.

Halaman 10 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
AkulturasiProses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur asli.
BrahmanaGolongan pendeta dalam sistem kasta Hindu yang dianggap memiliki pengetahuan agama.
KsatriaGolongan bangsawan dan prajurit dalam sistem kasta Hindu.
WaisyaGolongan pedagang dan petani dalam sistem kasta Hindu.
Arus BalikTeori yang menyatakan peran aktif masyarakat Indonesia dalam mempelajari dan menyebarkan Hindu-Buddha.
PrasastiTulisan atau gambar yang diukir pada batu atau logam sebagai peninggalan sejarah.
CandiBangunan keagamaan kuno yang berfungsi sebagai tempat ibadah atau makam raja/tokoh penting.
Dewa-rajaKonsep raja yang dianggap sebagai titisan atau perwujudan dewa.
SanskertaBahasa kuno dari India yang menjadi bahasa suci agama Hindu dan Buddha.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Hindu-Buddha di Indonesia" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
( …………………………… )
NIP. ……………………
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
Lembar 12 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 12 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil2 dari 5 siap unduh

5 materi Sejarah Paket C, urut mengajar dari Konsep Berpikir Sejarah hingga Islam di Indonesia.

Konsep Berpikir SejarahPenelitian SejarahManusia PraaksaraHindu-Buddha di IndonesiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopIslam di IndonesiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop

Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan

4 materi Sejarah Paket C, urut mengajar dari Penelitian dan Penulisan Sejarah hingga Kerajaan Islam di Nusantara.

Penelitian dan Penulisan SejarahManusia Purba dan Asal-usul Nenek MoyangKerajaan Hindu-Buddha di NusantaraKerajaan Islam di Nusantara

Sejarah Kelas X Paket C — Fase E

Kelas X — ditulis juga kelas 10 — di Paket C berada di Fase E, dan 9 materi Sejarah setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Yang disusun di sini perangkat ajar Sejarah kelas X (kelas 10) Paket C — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Sejarah kelas X (kelas 10) Paket C mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Sejarah kelas X (kelas 10) Paket C yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Sejarah Kelas X Paket C

Apakah modul ajar Sejarah ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Kelas X (kelas 10) Paket C masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase E. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Sejarah kelas X Paket C?

9 materi, urut mengajar dari Konsep Berpikir Sejarah hingga Kerajaan Islam di Nusantara. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Sejarah?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.