Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Islam di Indonesia
Modul ajar (RPP) Sejarah Paket C kelas X materi Islam di Indonesia lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Islam di Indonesia yang Anda cari? Materi Sejarah Kelas X lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Islam di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang keberadaan Islam di Indonesia sebagai agama mayoritas.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Menganalisis peran dan kontribusi
Warga belajar menganalisis peran Islam dalam membentuk kebudayaan dan identitas bangsa Indonesia. - penalaran kritis — elemen: Mengevaluasi dan merefleksi pemikiran dan proses berpikir
Warga belajar mengevaluasi berbagai teori masuknya Islam ke Indonesia dengan bukti-bukti sejarah. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkoordinasi
Warga belajar berkolaborasi dalam kelompok untuk menyusun proyek media informasi tentang penyebaran Islam.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah Indonesia |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu menganalisis secara kritis perkembangan peradaban dan kebudayaan Indonesia dari masa praaksara hingga kontemporer, termasuk pengaruh berbagai agama dan budaya dalam membentuk identitas bangsa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta tentang kerajaan-kerajaan Islam, tokoh penyebar, dan peninggalan budaya Islam di Indonesia. |
| Konseptual | Konsep tentang proses akulturasi dan asimilasi budaya Islam dengan budaya lokal Indonesia. |
| Prosedural | Langkah-langkah menelusuri sumber sejarah dan menganalisis teori-teori masuknya Islam ke Indonesia. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya memahami sejarah Islam untuk menghargai keragaman budaya dan identitas bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis teori-teori masuknya Islam ke Indonesia berdasarkan bukti-bukti sejarah.
- Mengidentifikasi jalur dan cara penyebaran Islam di berbagai wilayah Nusantara.
- Menganalisis peran tokoh-tokoh penting (Wali Songo) dalam penyebaran Islam di Jawa.
- Menjelaskan bentuk-bentuk akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal Indonesia.
- Menyajikan hasil analisis tentang proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia dalam bentuk proyek media informasi.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui proses yang damai dan adaptif, sehingga menghasilkan akulturasi budaya yang kaya dan menjadi bagian integral dari identitas bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana Islam, yang berasal dari Arab, bisa menyebar luas dan diterima dengan damai di berbagai wilayah Indonesia yang kaya budaya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami akulturasi Islam dalam arsitektur, musik, tari, dan sastra lokal. Bahasa Indonesia: Menganalisis teks-teks hikayat atau babad yang memuat kisah penyebaran Islam. Pendidikan Agama Islam: Menghargai nilai-nilai toleransi dan dakwah damai yang diterapkan dalam penyebaran Islam. |
| Kemitraan Pembelajaran | Warga belajar dapat berdiskusi dengan tokoh agama atau budayawan lokal untuk mendapatkan perspektif tambahan tentang sejarah Islam di daerah mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan perpustakaan komunitas, museum lokal, atau situs cagar budaya Islam terdekat untuk observasi langsung dan pengumpulan data. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan platform berbagi video (YouTube), situs web sejarah, atau aplikasi peta digital untuk menelusuri jejak penyebaran Islam dan peninggalan budayanya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis teori-teori masuknya Islam ke Indonesia berdasarkan bukti-bukti sejarah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Tokoh: Tutor menampilkan beberapa gambar tokoh sejarah Islam di Indonesia, warga belajar menebak nama dan perannya secara singkat. Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi tentang keberadaan Islam di Indonesia. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Warga belajar secara mandiri atau berkelompok kecil mengeksplorasi berbagai sumber (teks, video) tentang teori-teori masuknya Islam ke Indonesia (Arab, Persia, Gujarat) dan bukti-bukti pendukungnya, mengaitkannya dengan kondisi sosial-ekonomi masa itu. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar berdiskusi dalam kelompok untuk membandingkan dan menganalisis kelebihan serta kekurangan setiap teori, kemudian merumuskan argumen awal tentang teori yang paling relevan berdasarkan bukti yang ditemukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis awal mereka. Tutor memberikan umpan balik dan penguatan, memastikan pemahaman konsep teori-teori masuknya Islam dan pentingnya bukti sejarah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Warga belajar bersama tutor menyimpulkan materi teori masuknya Islam. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas mandiri untuk mencari informasi awal tentang jalur penyebaran Islam di Indonesia, menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi jalur dan cara penyebaran Islam di berbagai wilayah Nusantara dan menganalisis peran tokoh-tokoh penting (Wali Songo) dalam penyebaran Islam di Jawa. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Cerita Berantai Hikayat: Tutor memulai cerita singkat tentang salah satu tokoh penyebar Islam, lalu warga belajar melanjutkan dengan fakta lain yang relevan secara berantai. Tutor menyapa, berdoa, presensi. Tutor mengaitkan materi sebelumnya dengan materi hari ini tentang jalur dan cara penyebaran Islam. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan skenario pemecahan masalah. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Warga belajar menganalisis berbagai jalur penyebaran Islam (perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian, tasawuf) dan mengidentifikasi tokoh-tokoh kunci, khususnya Wali Songo, serta peran strategis mereka dalam mengadaptasi Islam dengan budaya lokal. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, warga belajar membuat peta konsep atau infografis yang menggambarkan jalur penyebaran Islam di Nusantara, fokus pada peran Wali Songo dan bentuk akulturasi yang terjadi di wilayah Jawa, menggunakan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari atau lingkungan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan peta konsep/infografis mereka. Tutor memfasilitasi diskusi kritis tentang efektivitas berbagai cara penyebaran Islam dan relevansi peran tokoh-tokohnya, memberikan penguatan tentang pentingnya pendekatan damai. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Warga belajar dan tutor menyimpulkan keberagaman jalur dan cara penyebaran Islam. Tutor memberikan apresiasi, mengingatkan tentang tugas proyek untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta motivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menjelaskan bentuk-bentuk akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal Indonesia dan menyajikan hasil analisis tentang proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia dalam bentuk proyek media informasi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teka-teki Silang Istilah Islam Lokal: Warga belajar mengisi teka-teki silang dengan istilah-istilah unik yang muncul dari akulturasi Islam dan budaya lokal. Tutor menyapa, berdoa, presensi. Tutor mengulas singkat materi sebelumnya dan mengarahkan pada penyelesaian proyek. Tutor menjelaskan tujuan akhir pembelajaran dan rubrik penilaian proyek. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Warga belajar secara mandiri atau berkelompok meninjau kembali materi tentang teori, jalur, cara, tokoh, dan bentuk akulturasi Islam di Indonesia sebagai dasar untuk menyusun proyek media informasi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar dalam kelompok berkolaborasi untuk merancang dan membuat proyek media informasi (misalnya: poster digital, video pendek, presentasi interaktif, atau buletin cetak) yang mengintegrasikan seluruh materi tentang masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia, dengan fokus pada akulturasi budaya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan proyek media informasi mereka kepada kelompok lain atau tutor. Tutor dan warga belajar memberikan umpan balik konstruktif, dan tutor memberikan penguatan menyeluruh tentang kekayaan sejarah Islam di Indonesia. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Warga belajar dan tutor bersama-sama merefleksikan seluruh proses pembelajaran dan hasil proyek. Tutor memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas warga belajar, memberikan motivasi untuk terus belajar, dan menutup dengan doa serta pesan positif. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis teori, jalur, dan cara penyebaran Islam serta bentuk akulturasi budayanya di Indonesia.
Alat & bahan: Kertas plano, spidol, gunting, lem, gambar-gambar peninggalan Islam, akses internet
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 warga belajar.
- Diskusikan teori-teori masuknya Islam dan identifikasi bukti-bukti pendukungnya.
- Petakan jalur penyebaran Islam di Nusantara dan identifikasi peran tokoh-tokoh utamanya.
- Identifikasi minimal 3 contoh akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal di berbagai bidang (arsitektur, seni, tradisi).
- Buatlah presentasi singkat atau infografis dari hasil diskusi kelompok Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang awal masuknya Islam ke Indonesia?
- Sebutkan beberapa nama tokoh penyebar Islam yang Anda kenal!
- Menurut Anda, bagaimana Islam bisa diterima dengan baik di Indonesia?
- Adakah peninggalan Islam di daerah Anda?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan presentasi proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek media informasi dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis teori-teori masuknya Islam ke Indonesia berdasarkan bukti-bukti sejarah. | Teori masuknya Islam (Gujarat, Arab, Persia) dan bukti-buktinya. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi jalur dan cara penyebaran Islam serta peran tokoh-tokoh penting (Wali Songo). | Jalur penyebaran (perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, kesenian) dan peran Wali Songo. | 2 JP | kewargaan, kolaborasi |
| 3 | Menjelaskan bentuk-bentuk akulturasi budaya Islam dan menyajikan hasil analisis dalam proyek. | Bentuk akulturasi Islam dengan budaya lokal dan presentasi proyek media informasi. | 2 JP | kewargaan, kreativitas |
Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, namun proses masuk dan penyebarannya memiliki sejarah panjang dan unik. Materi ini akan mengajak warga belajar menelusuri berbagai teori, jalur, dan cara penyebaran Islam yang adaptif, serta bagaimana Islam mampu berakulturasi dengan budaya lokal, membentuk identitas keindonesiaan yang kaya hingga saat ini.
1. Teori Masuknya Islam ke Indonesia
Ada beberapa teori utama mengenai masuknya Islam ke Indonesia. Teori Gujarat menyatakan Islam dibawa oleh pedagang dari Gujarat (India) pada abad ke-13, dibuktikan dengan batu nisan Sultan Malik al-Saleh. Teori Arab (Mekah) menyebutkan Islam datang langsung dari Arab pada abad ke-7, didukung oleh jalur perdagangan dan ditemukannya perkampungan Islam kuno. Sementara itu, Teori Persia menyebutkan Islam masuk pada abad ke-13 dari Persia, ditandai dengan kesamaan tradisi seperti peringatan Asyura. Ketiga teori ini memiliki bukti dan argumen masing-masing yang saling melengkapi.
2. Jalur dan Cara Penyebaran Islam
Penyebaran Islam di Indonesia dilakukan melalui berbagai jalur yang damai dan adaptif. Jalur perdagangan menjadi pintu masuk utama, di mana para saudagar Muslim berinteraksi dengan masyarakat lokal. Pernikahan antara pedagang Muslim dengan wanita pribumi juga mempercepat proses Islamisasi. Selain itu, pendidikan melalui pesantren dan lembaga keagamaan lainnya berperan besar. Jalur kesenian, seperti pertunjukan wayang oleh Wali Songo, serta tasawuf yang mengajarkan nilai-nilai spiritual, juga menjadi cara efektif dalam mendekatkan Islam kepada masyarakat.
3. Peran Wali Songo dalam Islamisasi Jawa
Wali Songo adalah sembilan tokoh ulama yang sangat berperan penting dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15 dan ke-16. Mereka menggunakan pendekatan dakwah yang bijaksana, akomodatif, dan kultural. Sunan Kalijaga, misalnya, dikenal memanfaatkan wayang sebagai media dakwah. Sunan Bonang melalui gending-gending Jawa, dan Sunan Gunung Jati menyebarkan Islam melalui kekuasaan politik. Masing-masing Wali Songo memiliki strategi unik yang disesuaikan dengan kearifan lokal, sehingga Islam dapat diterima dengan damai oleh masyarakat Jawa.
4. Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia
Setelah Islam masuk, beberapa kerajaan bercorak Islam mulai berdiri dan berkembang di Nusantara. Samudera Pasai di Aceh (abad ke-13) dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kemudian muncul Kesultanan Demak di Jawa (abad ke-15) yang menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa. Di wilayah lain terdapat Kesultanan Ternate dan Tidore di Maluku, Kesultanan Gowa-Tallo di Sulawesi, serta Kesultanan Banten dan Mataram Islam di Jawa. Kerajaan-kerajaan ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kebudayaan dan pendidikan Islam.
5. Akulturasi Budaya Islam dengan Budaya Lokal
Salah satu keunikan Islam di Indonesia adalah kemampuannya berakulturasi dengan budaya lokal tanpa menghilangkan identitas aslinya. Hal ini terlihat jelas dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam arsitektur, masjid-masjid kuno seperti Masjid Demak memiliki bentuk atap tumpang yang menyerupai pura Hindu. Seni ukir dan pahat juga mengadopsi motif-motif lokal. Tradisi-tradisi seperti sekaten, grebeg, atau maulid Nabi juga merupakan perpaduan antara ajaran Islam dengan tradisi pra-Islam yang telah ada. Akulturasi ini menunjukkan fleksibilitas Islam dalam beradaptasi.
6. Peninggalan dan Warisan Islam di Indonesia
Hingga kini, banyak peninggalan sejarah Islam yang masih dapat kita saksikan di Indonesia. Selain masjid-masjid kuno, terdapat pula makam-makam para wali dan raja-raja Islam, seperti kompleks makam Imogiri. Karya sastra seperti hikayat dan babad juga menjadi warisan berharga yang menceritakan penyebaran Islam. Kaligrafi Islam menghiasi berbagai bangunan dan benda seni. Warisan-warisan ini tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi bukti kekayaan budaya bangsa Indonesia yang terbentuk dari perpaduan Islam dan kearifan lokal.
Rangkuman: Islam masuk ke Indonesia melalui berbagai teori (Gujarat, Arab, Persia) dan menyebar secara damai melalui jalur perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian, dan tasawuf. Tokoh-tokoh seperti Wali Songo berperan krusial dalam Islamisasi Jawa. Proses ini menghasilkan akulturasi budaya yang kaya, terlihat dari arsitektur, seni, dan tradisi lokal, serta meninggalkan banyak warisan sejarah yang membentuk identitas keindonesiaan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi tanpa menghilangkan unsur asli. |
| Wali Songo | Sembilan tokoh penyebar Islam di Jawa pada abad ke-15 dan ke-16. |
| Tasawuf | Ajaran atau praktik dalam Islam yang berfokus pada dimensi spiritual dan mistik. |
| Hikayat | Karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita sejarah atau dongeng. |
| Sekaten | Upacara adat di Jawa untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Islam di Indonesia" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 5 siap unduh
Konsep Berpikir SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPenelitian SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisManusia PraaksaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisHindu-Buddha di IndonesiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Penelitian dan Penulisan SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAManusia Purba dan Asal-usul Nenek MoyangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerajaan Hindu-Buddha di NusantaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerajaan Islam di NusantaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratis2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Sejarah Islam di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Islam di Indonesia untuk kelas X Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Islam di Indonesia ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X Paket C.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Islam di Indonesia untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Islam di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Islam di Indonesia pada Sejarah Paket C, Fase E, elemen Sejarah Indonesia.
Bisakah modul Islam di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Islam di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.