Paket CKelas XFase ESemester 1

Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Konsep Berpikir Sejarah

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Konsep berpikir sejarah meliputi kronologi dan diakronik untuk urutan waktu, sinkronik untuk melihat konteks ruang, kausalitas untuk hubungan sebab-akibat, dan periodisasi untuk pembagian waktu. Menguasai konsep-konsep ini memungkinkan warga belajar menganalisis peristiwa sejarah secara kritis, komprehensif, dan mendalam, sehingga dapat mengambil pelajaran berharga dari masa lalu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan merencanakan masa depan.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Konsep Berpikir Sejarah
Sejarah · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Konsep Berpikir Sejarah
Sejarah · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasE / X
Materi PokokKonsep Berpikir Sejarah
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang waktu dan urutan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kewargaan, kolaborasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Konsep Sejarah
Rumusan CP FaseWarga belajar mampu menganalisis konsep-konsep dasar sejarah, seperti kronologi, diakronik, sinkronik, kausalitas, dan periodisasi, serta menerapkannya dalam memahami peristiwa sejarah Indonesia dan dunia.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas contoh nyata peristiwa sejarah Indonesia seperti Proklamasi Kemerdekaan dan dampaknya.
KonseptualMateri ini mengenalkan konsep berpikir kronologis, diakronik, sinkronik, kausalitas, dan periodisasi sebagai dasar analisis sejarah.
ProseduralWarga belajar akan belajar langkah-langkah dalam menganalisis suatu peristiwa sejarah menggunakan berbagai konsep berpikir sejarah.
MetakognitifWarga belajar akan menyadari pentingnya berpikir kritis dan sistematis dalam memahami peristiwa masa lalu untuk mengambil pelajaran di masa kini.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi konsep kronologi dan diakronik dalam peristiwa sejarah dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis sumber sejarah sederhana, warga belajar dapat menerapkan konsep sinkronik untuk memahami konteks peristiwa sejarah secara komprehensif.
  3. Setelah mengamati studi kasus, warga belajar dapat menganalisis hubungan kausalitas antarperistiwa sejarah dengan argumentasi yang logis.
  4. Melalui presentasi kelompok, warga belajar dapat menyusun periodisasi peristiwa sejarah Indonesia berdasarkan kriteria yang relevan secara runtut.
Halaman 2 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami konsep berpikir sejarah membantu warga belajar menganalisis peristiwa masa lalu secara mendalam, menemukan hubungan sebab-akibat, dan mengambil hikmah untuk kehidupan masa kini dan masa depan.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu memahami masa lalu untuk merencanakan masa depan yang lebih baik?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Kemampuan menulis esai sejarah dan menyajikan informasi secara runtut dan jelas.
Sosiologi: Analisis dampak peristiwa sejarah terhadap struktur sosial dan dinamika masyarakat.
Ekonomi: Memahami latar belakang dan dampak ekonomi dari peristiwa-peristiwa sejarah penting.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota komunitas dapat berbagi cerita atau pengalaman sejarah lokal yang mereka ketahui, menjadi sumber belajar bagi warga belajar.
Lingkungan PembelajaranPusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menyediakan ruang diskusi yang nyaman dan akses ke perpustakaan mini atau sudut baca sejarah.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform berbagi video (misalnya YouTube) untuk menonton film dokumenter sejarah dan situs web arsip nasional untuk mengakses sumber-sumber primer digital.
Halaman 3 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi konsep kronologi dan diakronik dalam peristiwa sejarah dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Tutor membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran warga belajar.
  2. Apersepsi: Tutor menanyakan pengalaman warga belajar dalam mengurutkan peristiwa penting dalam hidup mereka atau dalam keluarga, lalu mengaitkannya dengan pentingnya urutan waktu dalam sejarah.
  3. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memantik rasa ingin tahu warga belajar dengan pertanyaan: 'Bagaimana cara kita memahami sebuah cerita sejarah agar tidak salah tafsir?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Tutor menayangkan video singkat atau gambar-gambar acak peristiwa penting di Indonesia (misalnya, Proklamasi, Sumpah Pemuda, Reformasi) lalu meminta warga belajar untuk mengurutkannya dan menjelaskan mengapa urutan itu penting.
  2. Tutor memfasilitasi diskusi singkat mengenai kesulitan dalam mengurutkan peristiwa tanpa informasi waktu yang jelas.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi warga belajar untuk belajar: Tutor membagi warga belajar ke dalam kelompok kecil dan membagikan LKPD yang berisi beberapa potongan teks tentang peristiwa sejarah Indonesia yang belum terurut (misalnya, masa penjajahan, kebangkitan nasional, kemerdekaan).
  2. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok diminta untuk mengidentifikasi dan mengurutkan peristiwa-peristiwa tersebut secara kronologis, kemudian menjelaskan alasan urutan tersebut dan bagaimana konsep diakronik membantu mereka melihat perkembangan peristiwa.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil urutan peristiwa dan penjelasan konsep kronologi dan diakronik di depan kelas.
  2. Tutor memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok, menyoroti ketepatan identifikasi dan penjelasan.
  3. Tutor memberikan penguatan mengenai pentingnya berpikir kronologis dan diakronik dalam memahami kesinambungan peristiwa sejarah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Tutor dan warga belajar menyimpulkan bersama konsep kronologi dan diakronik serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Refleksi: Tutor mengapresiasi partisipasi aktif warga belajar dan menanyakan 'Apa pelajaran paling berharga yang kalian dapat dari kegiatan hari ini?'
  3. Tutor memberikan informasi singkat mengenai materi pertemuan selanjutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis sumber sejarah sederhana, warga belajar dapat menerapkan konsep sinkronik untuk memahami konteks peristiwa sejarah secara komprehensif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Tutor membuka pertemuan dengan salam dan menanyakan kabar warga belajar.
  2. Apersepsi: Tutor mengaitkan materi sebelumnya dengan menanyakan 'Apakah hanya urutan waktu yang penting dalam memahami sejarah? Bagaimana jika ada banyak hal terjadi bersamaan?'
  3. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami konsep sinkronik dan kausalitas dalam sejarah.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Tutor menayangkan gambar atau teks berita tentang suatu peristiwa bersejarah (misalnya, G30S/PKI atau krisis moneter 1998) dan meminta warga belajar untuk mengidentifikasi apa saja yang terjadi 'pada saat itu' selain peristiwa utamanya (misalnya, kondisi ekonomi, politik internasional, budaya).
  2. Tutor memfasilitasi diskusi tentang bagaimana berbagai aspek kehidupan saling berkaitan dalam satu waktu.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi warga belajar untuk belajar: Tutor membagi warga belajar ke dalam kelompok dan membagikan LKPD yang berisi studi kasus peristiwa sejarah (misalnya, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia).
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok diminta untuk menganalisis studi kasus tersebut dengan menerapkan konsep sinkronik, yaitu mencari tahu apa saja peristiwa, kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi bersamaan di Indonesia dan dunia pada tahun yang sama. Kemudian, warga belajar diminta mengidentifikasi hubungan sebab-akibat (kausalitas) yang mungkin ada antara berbagai peristiwa tersebut.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis sinkronik dan kausalitas mereka, menjelaskan bagaimana berbagai faktor saling memengaruhi.
  2. Tutor memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya melihat konteks menyeluruh (sinkronik) dan hubungan sebab-akibat (kausalitas) dalam menganalisis sejarah.
  3. Tutor mengklarifikasi konsep sinkronik dan kausalitas dengan contoh-contoh lain yang relevan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Tutor dan warga belajar merangkum pemahaman tentang konsep sinkronik dan kausalitas.
  2. Refleksi: Tutor meminta warga belajar untuk menuliskan satu kalimat tentang bagaimana konsep sinkronik mengubah cara pandang mereka terhadap suatu peristiwa sejarah.
  3. Tutor memberikan apresiasi atas kerja keras warga belajar dan menutup pertemuan dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Warga belajar dapat mengidentifikasi dan mengurutkan peristiwa sejarah serta menganalisis konteksnya.

Alat & bahan: Teks potongan peristiwa sejarah, gambar-gambar peristiwa, pensil, spidol, kertas plano

Langkah kerja:

  1. Perhatikan gambar-gambar peristiwa sejarah yang disajikan oleh tutor.
  2. Diskusikan dalam kelompok, peristiwa apa saja yang terjadi pada gambar tersebut dan kapan kira-kira terjadi.
  3. Urutkan gambar-gambar peristiwa tersebut secara kronologis (dari paling awal ke paling akhir) di kertas plano.
  4. Tuliskan penjelasan singkat untuk setiap peristiwa dan mengapa urutan itu penting.
  5. Identifikasi peristiwa atau kondisi lain yang mungkin terjadi bersamaan dengan peristiwa utama (sinkronik) dan tuliskan di samping urutan kronologis.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan 3 peristiwa penting yang pernah terjadi di Indonesia!
  2. Apakah setiap peristiwa memiliki sebab dan akibat? Berikan contoh!
  3. Mengapa kita perlu belajar sejarah?
  4. Bagaimana cara kamu mengetahui urutan kejadian dalam sebuah cerita?

Formatif (proses): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil kerja kelompok.

Sumatif (akhir): Asesmen sumatif dilakukan melalui proyek penyusunan periodisasi sejarah Indonesia dan tes tertulis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi konsep kronologi dan diakronikKonsep kronologi dan diakronik2 JPPenalaran Kritis
2Menerapkan konsep sinkronik dan kausalitasKonsep sinkronik dan kausalitas2 JPKewargaan
3Menyusun periodisasi peristiwa sejarahKonsep periodisasi sejarah2 JPKolaborasi
Halaman 8 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Berpikir sejarah adalah kunci untuk memahami masa lalu secara mendalam dan mengambil pelajaran berharga untuk masa depan. Modul ini akan membimbing warga belajar untuk menguasai berbagai konsep berpikir sejarah, seperti kronologi, diakronik, sinkronik, kausalitas, dan periodisasi. Dengan menguasai konsep-konsep ini, warga belajar diharapkan mampu menganalisis peristiwa sejarah secara kritis dan komprehensif, tidak hanya menghafal tanggal dan nama.

1. Kronologi dan Diakronik: Urutan Waktu dalam Sejarah
Kronologi adalah ilmu tentang waktu, yaitu penentuan urutan peristiwa sejarah berdasarkan waktu kejadiannya. Berpikir kronologis membantu kita memahami bahwa setiap peristiwa memiliki awal, tengah, dan akhir, serta saling terkait secara berurutan. Diakronik berkaitan dengan cara melihat sejarah secara memanjang dalam waktu, fokus pada perkembangan, perubahan, dan kesinambungan suatu peristiwa dari waktu ke waktu. Contohnya, memahami perkembangan perjuangan kemerdekaan Indonesia dari awal abad ke-20 hingga proklamasi 1945 secara berkesinambungan.

2. Sinkronik: Melihat Sejarah dalam Ruang yang Sama
Berbeda dengan diakronik, berpikir sinkronik melihat peristiwa sejarah secara meluas dalam ruang pada waktu yang bersamaan. Ini berarti kita menganalisis berbagai aspek (sosial, politik, ekonomi, budaya) yang terjadi dalam satu periode waktu tertentu. Contohnya, ketika mempelajari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, kita juga menganalisis kondisi sosial masyarakat, situasi politik global, dan ekonomi Indonesia pada tahun yang sama. Pendekatan ini membantu kita memahami konteks yang lebih kaya dari suatu peristiwa.

3. Kausalitas: Hubungan Sebab Akibat dalam Sejarah
Kausalitas adalah konsep berpikir sejarah yang mencari hubungan sebab-akibat antarperistiwa. Setiap peristiwa sejarah tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan akibat dari peristiwa sebelumnya dan sekaligus menjadi penyebab bagi peristiwa selanjutnya. Mengidentifikasi kausalitas membantu kita memahami mengapa suatu peristiwa terjadi dan apa dampaknya. Misalnya, kebijakan ekonomi yang tidak tepat (sebab) dapat menyebabkan krisis moneter (akibat), yang kemudian memicu perubahan politik (akibat selanjutnya).

4. Periodisasi: Pembagian Waktu dalam Sejarah
Periodisasi adalah pengelompokan waktu sejarah ke dalam babak atau periode tertentu berdasarkan kriteria yang relevan, seperti karakteristik utama atau perubahan besar yang terjadi. Tujuan periodisasi adalah untuk memudahkan pemahaman, analisis, dan perbandingan antarperiode. Contoh periodisasi sejarah Indonesia meliputi masa Pra-Aksara, Kerajaan Hindu-Buddha, Kesultanan Islam, Kolonialisme, Pergerakan Nasional, Kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Setiap periode memiliki ciri khasnya sendiri.

Rangkuman: Konsep berpikir sejarah meliputi kronologi dan diakronik untuk urutan waktu, sinkronik untuk melihat konteks ruang, kausalitas untuk hubungan sebab-akibat, dan periodisasi untuk pembagian waktu. Menguasai konsep-konsep ini memungkinkan warga belajar menganalisis peristiwa sejarah secara kritis, komprehensif, dan mendalam, sehingga dapat mengambil pelajaran berharga dari masa lalu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan merencanakan masa depan.

Halaman 9 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
KronologiUrutan peristiwa berdasarkan waktu kejadian.
DiakronikMelihat sejarah memanjang dalam waktu, fokus pada perkembangan.
SinkronikMelihat sejarah meluas dalam ruang, fokus pada konteks pada waktu bersamaan.
KausalitasHubungan sebab-akibat antarperistiwa.
PeriodisasiPembagian waktu sejarah ke dalam periode tertentu.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Konsep Berpikir Sejarah" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Konsep Berpikir Sejarah ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XPeta Konsep
Konsep Berpikir SejarahKronologi dan Diakronik: Urutan Waktu dalam SejarahSinkronik: Melihat Sejarah dalam Ruang yang SamaKausalitas: Hubungan Sebab Akibat dalam SejarahPeriodisasi: Pembagian Waktu dalam Sejarah
Dari sub-bab Konsep Berpikir SejarahHalaman 12
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKewargaanKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Konsep Berpikir Sejarah yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Konsep Berpikir Sejarah pada Sejarah Paket C, Fase E, elemen Pemahaman Konsep Sejarah.

Modul Konsep Berpikir Sejarah ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas X Paket C di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Sejarah materi Konsep Berpikir Sejarah ini gratis?

Ya. Modul Konsep Berpikir Sejarah untuk kelas X Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Konsep Berpikir Sejarah ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Konsep Berpikir Sejarah ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Konsep Berpikir Sejarah dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Konsep Berpikir Sejarah ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X Paket C. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Konsep Berpikir Sejarah tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Konsep Berpikir Sejarah untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Konsep Berpikir Sejarah ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Konsep Berpikir Sejarah beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Sejarah ini cocok untuk Paket C negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama Paket C Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Konsep Berpikir Sejarah disusun untuk Paket C dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Sejarah Paket CSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.