Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Hindu-Buddha di Indonesia
Modul ajar (RPP) Sejarah Paket C kelas X materi Hindu-Buddha di Indonesia lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Hindu-Buddha di Indonesia yang Anda cari? Materi Sejarah Kelas X lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Hindu-Buddha di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep waktu, ruang, dan perubahan dalam konteks sejarah Indonesia secara umum.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: menganalisis dan mengevaluasi
Warga belajar menganalisis berbagai sumber informasi tentang pengaruh Hindu-Buddha untuk mengevaluasi dampaknya pada masyarakat Indonesia. - kewargaan — elemen: berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
Warga belajar berpartisipasi dalam diskusi kelompok untuk mengambil keputusan mengenai cara melestarikan warisan budaya Hindu-Buddha. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Warga belajar menghasilkan karya presentasi atau poster yang orisinal tentang peninggalan Hindu-Buddha di daerahnya.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu memahami dan menganalisis perkembangan masyarakat, budaya, dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha di Indonesia, serta mengidentifikasi peninggalan-peninggalannya dan relevansinya dengan kehidupan masa kini. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini mencakup fakta-fakta tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan Majapahit, serta peninggalan arsitekturnya. |
| Konseptual | Konsep inti meliputi akulturasi budaya, sinkretisme agama, sistem kasta, dan pengaruh kebudayaan India dalam pembentukan peradaban awal Indonesia. |
| Prosedural | Warga belajar akan mempelajari langkah-langkah dalam menelusuri sumber sejarah, menganalisis informasi, dan menyajikan temuan secara sistematis. |
| Metakognitif | Materi ini menumbuhkan kesadaran tentang bagaimana pemahaman sejarah membantu warga belajar menghargai keberagaman budaya dan identitas bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jalur masuk dan perkembangan agama Hindu-Buddha di Indonesia dengan tepat.
- Menganalisis pengaruh Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia.
- Mengidentifikasi kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia beserta peninggalan-peninggalannya.
- Menyajikan hasil analisis tentang warisan kebudayaan Hindu-Buddha yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
- Mengevaluasi makna penting peninggalan Hindu-Buddha sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Pemahaman bermakna: Memahami pengaruh Hindu-Buddha bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana warisan budaya tersebut masih relevan dan membentuk identitas masyarakat Indonesia saat ini, dari arsitektur hingga tradisi lokal.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana peninggalan Hindu-Buddha yang kita lihat hari ini, seperti candi Borobudur atau Prambanan, bisa menjadi bukti nyata bahwa peradaban masa lalu masih memengaruhi kehidupan kita?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: menganalisis bentuk arsitektur candi, relief, dan patung sebagai ekspresi seni pada masa Hindu-Buddha. Sosiologi: mengkaji sistem kasta dan stratifikasi sosial yang berkembang akibat pengaruh Hindu-Buddha serta dampaknya pada masyarakat. Bahasa Indonesia: menelaah penggunaan bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa dalam prasasti-prasasti kuno. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat diajak berbagi cerita rakyat atau tradisi lokal yang memiliki akar sejarah dari masa Hindu-Buddha di daerah mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan perpustakaan PKBM untuk sumber buku sejarah, serta kunjungan virtual ke museum atau situs candi jika memungkinkan, menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Warga belajar menggunakan platform daring seperti YouTube untuk video dokumenter, Google Maps untuk menjelajahi lokasi situs sejarah, dan alat presentasi digital (Canva/PowerPoint) untuk menyajikan hasil proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jalur masuk dan perkembangan agama Hindu-Buddha di Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Peninggalan: Tutor menunjukkan gambar candi atau arca, lalu warga belajar menebak nama dan asalnya. Ini memicu rasa ingin tahu tentang warisan Hindu-Buddha. Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, dan melakukan presensi. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana agama Hindu dan Buddha bisa sampai ke Indonesia?' untuk memicu rasa ingin tahu dan mengaitkan materi dengan pengetahuan awal warga belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Warga belajar secara berkelompok menelusuri berbagai sumber (teks, video pendek) tentang teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia (Arus Balik, Ksatria, Waisya, Brahmana) dan mendiskusikan bukti-bukti pendukung setiap teori, mengaitkannya dengan potensi jalur perdagangan atau migrasi yang mungkin mereka ketahui dari pengalaman hidup. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana yang menggambarkan jalur masuk Hindu-Buddha dan menyertakan contoh awal peninggalannya di Indonesia, lalu mempresentasikan hasilnya kepada kelompok lain untuk mendapatkan umpan balik. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Tutor dan warga belajar bersama-sama menyimpulkan teori yang paling kuat didukung bukti dan membahas bagaimana proses penyebaran ini menunjukkan adanya interaksi budaya yang dinamis di masa lalu, serta relevansinya dengan pertukaran budaya di era modern. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Tutor mengapresiasi partisipasi aktif warga belajar, memberikan penguatan bahwa sejarah adalah proses yang kompleks, dan memberikan tugas singkat untuk mencari contoh akulturasi budaya di lingkungan sekitar mereka, lalu menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis pengaruh Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rangkai Kata: Tutor memberikan beberapa kata kunci (misal: 'kerajaan', 'kasta', 'aksara', 'candi'). Warga belajar secara bergiliran membuat kalimat yang menghubungkan kata-kata tersebut dengan materi Hindu-Buddha. Tutor menyapa dan melakukan presensi. Mengulas singkat pertemuan sebelumnya. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis pengaruh Hindu-Buddha. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana masuknya Hindu-Buddha mengubah tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang sudah ada?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Warga belajar dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok diberikan studi kasus atau teks singkat tentang aspek tertentu (misal: sistem pemerintahan kerajaan, stratifikasi sosial, perkembangan seni-arsitektur, atau sistem kepercayaan) pada masa Hindu-Buddha. Mereka menganalisis bagaimana pengaruh Hindu-Buddha mengubah atau berakulturasi dengan budaya lokal. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat diagram Venn atau tabel perbandingan yang menunjukkan perbedaan dan persamaan antara kondisi masyarakat sebelum dan sesudah masuknya Hindu-Buddha, dengan fokus pada aspek yang ditugaskan. Warga belajar juga diminta mencari contoh konkret dari lingkungan sekitar yang mungkin merupakan warisan dari pengaruh tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, diikuti dengan diskusi kelas untuk membandingkan temuan antar kelompok dan mengidentifikasi pola-pola umum pengaruh Hindu-Buddha di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tutor memberikan umpan balik dan penguatan konsep. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Tutor dan warga belajar membuat simpulan bersama tentang besarnya dampak Hindu-Buddha. Tutor memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus belajar dari sejarah. Sebagai tindak lanjut, warga belajar diminta mengidentifikasi satu peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia dan mencari tahu ceritanya untuk pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyajikan hasil analisis tentang warisan kebudayaan Hindu-Buddha yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teka-teki Silang Sejarah: Tutor membagikan teka-teki silang singkat dengan istilah-istilah terkait Hindu-Buddha. Warga belajar menyelesaikannya secara individu dalam 2 menit, memicu fokus dan mengingat istilah. Tutor menyapa, memimpin doa, dan presensi. Mengulas kembali materi sebelumnya. Tutor menyampaikan tujuan pertemuan terakhir: menyajikan hasil proyek dan mengevaluasi makna peninggalan. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa melestarikan dan mengambil pelajaran dari warisan Hindu-Buddha untuk masa depan?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Warga belajar secara individu atau berpasangan mengembangkan proyek akhir mereka (poster digital/manual, presentasi singkat, atau tulisan reflektif) yang fokus pada satu atau beberapa kerajaan Hindu-Buddha dan peninggalannya, serta relevansinya dengan kehidupan masa kini. Mereka diberi waktu untuk merencanakan dan mulai mengerjakan proyek. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar bekerja dalam kelompok kecil untuk saling memberikan masukan dan menyempurnakan proyek mereka. Mereka mencari sumber tambahan jika diperlukan dan memastikan bahwa proyek mereka menjawab pertanyaan tentang makna dan relevansi warisan Hindu-Buddha, termasuk bagaimana warisan ini membentuk identitas lokal atau nasional. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap warga belajar/kelompok mempresentasikan proyeknya di depan kelas. Warga belajar lain memberikan pertanyaan dan umpan balik konstruktif. Tutor memfasilitasi diskusi tentang bagaimana peninggalan Hindu-Buddha dapat menjadi sumber inspirasi dan identitas bagi bangsa Indonesia, mendorong mereka untuk berpikir kritis tentang pelestarian budaya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Tutor memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas warga belajar dalam menyelesaikan proyek. Tutor bersama warga belajar menyimpulkan pelajaran penting dari materi Hindu-Buddha, menekankan nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Tutor menutup dengan doa dan pesan motivasi untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis pengaruh Hindu-Buddha terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia serta mengidentifikasi peninggalannya.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, buku teks, akses internet, gambar/foto peninggalan Hindu-Buddha
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 warga belajar.
- Baca dan pahami materi tentang teori masuknya Hindu-Buddha, kerajaan-kerajaan, serta pengaruhnya pada berbagai aspek kehidupan.
- Identifikasi minimal 3 kerajaan Hindu-Buddha, sebutkan lokasi dan minimal 2 peninggalan pentingnya.
- Analisis bagaimana pengaruh Hindu-Buddha mengubah atau memperkaya sistem sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia.
- Buatlah poster atau peta pikiran yang merangkum temuan kelompok Anda, lalu presentasikan di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia?
- Menurut Anda, bagaimana agama-agama dari luar bisa masuk ke Indonesia?
- Sebutkan satu peninggalan sejarah yang Anda tahu terkait masa lalu Indonesia!
- Adakah cerita atau tradisi di lingkungan Anda yang berkaitan dengan masa Hindu-Buddha?
Formatif (proses): Observasi partisipasi warga belajar dalam diskusi kelompok, presentasi, dan kelengkapan LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek akhir (poster/presentasi) dan tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jalur masuk dan perkembangan agama Hindu-Buddha di Indonesia dengan tepat. | Teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia dan bukti-buktinya. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis pengaruh Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia. | Dampak Hindu-Buddha pada berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. | 2 JP | penalaran kritis, kewargaan |
| 3 | Mengidentifikasi kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia beserta peninggalan-peninggalannya. | Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan warisan budayanya. | 2 JP | penalaran kritis |
| 4 | Menyajikan hasil analisis tentang warisan kebudayaan Hindu-Buddha yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. | Relevansi dan pelestarian warisan Hindu-Buddha. | 2 JP | kreativitas, kewargaan |
Peradaban Hindu-Buddha meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah Indonesia. Dari sistem pemerintahan kerajaan yang megah hingga arsitektur candi yang memukau, pengaruh dua agama besar ini membentuk wajah budaya dan sosial Nusantara. Modul ini akan membawa kita menyelami masa lalu yang kaya tersebut, memahami bagaimana peradaban ini berkembang, dan mengapa warisannya masih relevan hingga kini.
1. Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia diperkirakan terjadi pada awal abad Masehi, membawa perubahan signifikan. Ada beberapa teori utama: Teori Brahmana (oleh Van Leur) menyatakan para Brahmana diundang raja-raja lokal; Teori Ksatria (oleh Mookerji) bahwa prajurit India melarikan diri dan mendirikan kerajaan; Teori Waisya (oleh N.J. Krom) pedagang India yang berinteraksi; dan Teori Arus Balik (oleh F.D.K. Bosch) bahwa masyarakat pribumi belajar ke India lalu menyebarkan di tanah air. Bukti-bukti seperti prasasti berbahasa Sansekerta dan penemuan arca mendukung berbagai teori ini, menunjukkan interaksi yang kompleks antara India dan Nusantara.
2. Pengaruh Hindu-Buddha dalam Sistem Pemerintahan
Sebelum masuknya Hindu-Buddha, sistem pemerintahan di Indonesia cenderung berbentuk kesukuan atau kepala adat. Dengan masuknya Hindu-Buddha, konsep 'raja' sebagai dewa atau titisan dewa (dewa-raja) mulai dikenal, menggantikan sistem primus inter pares. Hal ini melahirkan kerajaan-kerajaan besar dengan wilayah kekuasaan yang luas, hierarki pemerintahan yang terstruktur, dan legitimasi kekuasaan yang kuat berdasarkan ajaran agama. Contohnya adalah Kerajaan Kutai yang menjadi kerajaan Hindu tertua di Indonesia dengan rajanya Mulawarman.
3. Dampak pada Sistem Sosial dan Kepercayaan
Pengaruh Hindu-Buddha juga mengubah tatanan sosial masyarakat. Sistem kasta (Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra) mulai dikenal, meskipun penerapannya di Indonesia tidak sekaku di India. Selain itu, kepercayaan animisme dan dinamisme yang sudah ada sebelumnya tidak serta-merta hilang, melainkan mengalami akulturasi atau sinkretisme dengan ajaran Hindu-Buddha, menciptakan bentuk-bentuk kepercayaan lokal yang unik. Hal ini terlihat dari ritual-ritual keagamaan yang memadukan unsur-unsur lokal dan India.
4. Perkembangan Seni, Arsitektur, dan Sastra
Salah satu warisan terbesar Hindu-Buddha adalah dalam bidang seni dan arsitektur. Pembangunan candi-candi megah seperti Borobudur (Buddha) dan Prambanan (Hindu) menjadi bukti puncak kreativitas arsitektur. Relief-relief pada candi menceritakan kisah-kisah keagamaan dan kehidupan sehari-hari. Dalam sastra, munculnya kakawin dan kitab-kitab seperti Ramayana dan Mahabharata yang diadaptasi ke dalam bahasa Jawa Kuno, serta penulisan prasasti, menunjukkan perkembangan literasi yang pesat. Ini semua memperkaya khazanah budaya Indonesia.
5. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Beberapa kerajaan besar yang bercorak Hindu-Buddha antara lain: Kerajaan Kutai (Kalimantan Timur) sebagai yang tertua; Kerajaan Tarumanegara (Jawa Barat) dengan prasasti Ciaruteun; Kerajaan Sriwijaya (Sumatera) sebagai pusat maritim dan Buddha terbesar; Kerajaan Mataram Kuno (Jawa Tengah) yang membangun candi Prambanan dan Borobudur; serta Kerajaan Majapahit (Jawa Timur) yang mencapai puncak kejayaan di bawah Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada dengan Sumpah Palapa-nya, menyatukan Nusantara.
6. Warisan dan Relevansi Masa Kini
Peninggalan Hindu-Buddha tidak hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga nilai-nilai budaya dan filosofis. Konsep kepemimpinan, sistem hukum, seni pertunjukan (wayang), bahasa (banyak kata serapan dari Sansekerta), hingga tradisi dan ritual adat masih menunjukkan jejak pengaruh ini. Mempelajari warisan ini membantu kita memahami akar budaya bangsa, menghargai keberagaman, dan menjaga kelestarian situs-situs bersejarah sebagai identitas nasional. Warisan ini adalah cerminan dari kemampuan adaptasi dan kreativitas nenek moyang kita.
Rangkuman: Materi Hindu-Buddha di Indonesia membahas teori masuknya agama tersebut, dampaknya pada sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya, serta peninggalan kerajaan-kerajaan besar seperti Kutai, Sriwijaya, dan Majapahit. Pemahaman ini penting untuk mengapresiasi akulturasi budaya yang membentuk identitas bangsa Indonesia hingga saat ini, dari arsitektur candi hingga nilai-nilai filosofis yang masih relevan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi tanpa menghilangkan unsur asli. |
| Sinkretisme | Perpaduan kepercayaan atau aliran agama yang berbeda menjadi satu. |
| Candi | Bangunan keagamaan kuno sebagai tempat ibadah atau makam raja/tokoh penting. |
| Prasasti | Tulisan atau gambar yang dipahat pada batu, logam, atau media keras lainnya sebagai catatan sejarah. |
| Kakawin | Puisi epik tradisional dalam sastra Jawa Kuno yang dipengaruhi oleh sastra India. |
| Dewa-raja | Konsep raja yang dianggap sebagai titisan dewa atau memiliki sifat kedewaan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Hindu-Buddha di Indonesia" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 5 siap unduh
Konsep Berpikir SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPenelitian SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisManusia PraaksaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Penelitian dan Penulisan SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisManusia Purba dan Asal-usul Nenek MoyangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerajaan Hindu-Buddha di NusantaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerajaan Islam di NusantaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratis2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Sejarah Hindu-Buddha di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Hindu-Buddha di Indonesia untuk kelas X Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Hindu-Buddha di Indonesia ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X Paket C.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Hindu-Buddha di Indonesia untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Hindu-Buddha di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Hindu-Buddha di Indonesia pada Sejarah Paket C, Fase E, elemen Sejarah.
Bisakah modul Hindu-Buddha di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Hindu-Buddha di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.