Modul Ajar SMK

Modul Ajar Pengolahan tradisional. SMK

2 modul ajar Pengolahan tradisional. SMK untuk kelas XI — mulai Fermentasi, dan Penggaraman. Tiap materi lengkap: ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

2 modul siap pakaiFase E, FWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Fermentasi, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Fermentasi selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi Pengolahan tradisional. SMK ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Pengolahan tradisional. SMK
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Fermentasi
Pengolahan tradisional. · Kelas XI · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Fermentasi
Pengolahan tradisional. · Fase F · Kelas XI · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPengolahan tradisional.
Fase / KelasF / XI
Materi PokokFermentasi
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memahami dasar-dasar pengolahan pangan dan jenis-jenis bahan pangan yang dapat diolah.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainPengolahan Hasil Pertanian dan Perkebunan
Rumusan CP FasePada akhir Fase F, peserta didik mampu menganalisis, merancang, dan menerapkan berbagai teknik pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, termasuk teknik fermentasi, untuk menghasilkan produk yang inovatif dan bernilai ekonomis dengan memperhatikan aspek keamanan pangan dan keberlanjutan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBanyak makanan sehari-hari seperti tempe, yoghurt, dan tape merupakan hasil dari proses fermentasi.
KonseptualFermentasi adalah proses metabolisme yang mengubah karbohidrat menjadi alkohol atau asam oleh mikroorganisme tanpa oksigen.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari dan mempraktikkan langkah-langkah fermentasi untuk membuat produk pangan tradisional tertentu.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang fermentasi dapat membantu mereka menciptakan inovasi produk pangan dan memahami fenomena alam.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Menganalisis prinsip dasar dan jenis-jenis fermentasi dalam pengolahan pangan tradisional.
  2. Mengidentifikasi peran mikroorganisme dalam proses fermentasi produk pangan.
  3. Merancang prosedur pembuatan produk pangan fermentasi tradisional dengan tepat.
  4. Menerapkan teknik fermentasi untuk menghasilkan produk pangan tradisional yang berkualitas.
  5. Mengevaluasi kualitas produk fermentasi berdasarkan standar yang berlaku.
Halaman 2 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami prinsip dan aplikasi fermentasi tidak hanya meningkatkan keterampilan pengolahan pangan, tetapi juga membuka peluang inovasi produk dan kewirausahaan di bidang pangan tradisional.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana mikroorganisme sekecil itu bisa mengubah bahan mentah menjadi makanan lezat dan awet seperti tempe atau acar?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBiologi: Mempelajari jenis-jenis mikroorganisme, metabolisme, dan kondisi optimal pertumbuhannya dalam proses fermentasi.
Kimia: Memahami perubahan kimiawi yang terjadi pada bahan pangan selama fermentasi, seperti pembentukan asam atau alkohol.
Prakarya dan Kewirausahaan: Mengembangkan ide produk fermentasi inovatif dan merancang strategi pemasaran untuk produk tersebut.
Kemitraan PembelajaranOrang tua/komunitas dapat berbagi resep dan pengalaman membuat produk fermentasi tradisional di rumah, atau pelaku UMKM fermentasi dapat diundang sebagai narasumber.
Lingkungan PembelajaranLaboratorium pengolahan pangan yang bersih dan memadai untuk praktik fermentasi, serta akses internet untuk riset dan referensi digital.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi presentasi (misal: Canva, Google Slides) untuk presentasi hasil proyek, serta platform video (misal: YouTube) untuk mencari tutorial atau studi kasus fermentasi.
Halaman 3 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Menganalisis prinsip dasar dan jenis-jenis fermentasi dalam pengolahan pangan tradisional serta mengidentifikasi peran mikroorganisme dalam proses fermentasi produk pangan.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan menampilkan gambar atau video produk fermentasi tradisional. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang membuat tempe dan yoghurt berbeda dari kedelai atau susu biasa?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai contoh produk fermentasi tradisional yang disajikan guru (misal: tempe, tape, asinan) untuk mengidentifikasi ciri-ciri umum dan perbedaan prosesnya, serta mencari informasi tentang mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok menganalisis data yang ditemukan dan menyusun peta konsep tentang prinsip dasar fermentasi, jenis-jenisnya (alkohol, asam laktat, asam asetat), dan contoh mikroorganisme yang terlibat, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitGuru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, menguatkan pemahaman tentang pentingnya kontrol kondisi fermentasi, dan bersama-sama menyimpulkan konsep kunci fermentasi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang dipelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin diketahui. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Merancang prosedur pembuatan produk pangan fermentasi tradisional dengan tepat dan menerapkan teknik fermentasi untuk menghasilkan produk pangan tradisional yang berkualitas.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya. Guru memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh produk fermentasi yang berhasil dan gagal, lalu menyampaikan tujuan proyek pembuatan produk fermentasi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik dalam kelompok kecil memilih satu produk fermentasi tradisional (misal: tempe, tape singkong, acar) untuk dibuat. Mereka melakukan studi literatur dan diskusi untuk merancang prosedur pembuatan yang detail, termasuk bahan, alat, dan tahapan proses, dengan mempertimbangkan aspek keamanan pangan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok menyiapkan bahan dan alat sesuai rancangan, kemudian memulai proses fermentasi produk pilihannya di laboratorium. Guru membimbing dan mengamati proses kerja setiap kelompok, memastikan penerapan teknik yang benar dan kebersihan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitKelompok mencatat setiap tahapan dan perubahan yang terjadi selama proses fermentasi. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya pencatatan dan observasi dalam proses produksi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru memberikan apresiasi atas semangat kerja kelompok. Guru mengingatkan untuk memantau proses fermentasi yang sedang berjalan dan mempersiapkan presentasi hasil di pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Memandu peserta didik dalam merancang dan melaksanakan praktik pembuatan produk fermentasi tradisional.

Alat & bahan: Panci, kompor, saringan, baskom, kain bersih, termometer, timbangan digital, pH meter

Langkah kerja:

  1. Pilih satu jenis produk fermentasi tradisional yang akan dibuat (contoh: tempe, tape singkong, acar).
  2. Rancang prosedur pembuatan secara detail, termasuk daftar bahan, alat, takaran, dan tahapan kerja.
  3. Lakukan persiapan bahan dan alat sesuai rancangan, pastikan kebersihan terjaga.
  4. Laksanakan proses fermentasi sesuai prosedur yang telah dibuat dan amati perubahan yang terjadi.
  5. Catat hasil observasi dan evaluasi kualitas produk akhir.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan 3 contoh makanan hasil fermentasi yang Anda ketahui!
  2. Menurut Anda, apa peran utama mikroorganisme dalam proses fermentasi?
  3. Jika Anda ingin membuat tempe, bahan utama apa saja yang Anda perlukan?
  4. Apa perbedaan antara fermentasi dan pembusukan?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat merancang dan melaksanakan praktik fermentasi, serta penilaian laporan kemajuan proyek.

Sumatif (akhir): Penilaian presentasi produk fermentasi, kualitas produk akhir, dan laporan evaluasi proyek.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menganalisis prinsip dasar dan jenis-jenis fermentasiPrinsip dasar, jenis-jenis fermentasi (alkohol, asam laktat, asam asetat), mikroorganisme2 JPPenalaran Kritis
2Mengidentifikasi peran mikroorganisme dalam fermentasiPeran ragi, bakteri, jamur dalam fermentasi2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
3Merancang dan menerapkan teknik fermentasiProsedur pembuatan tempe/tape, kontrol kondisi fermentasi2 JPKreativitas, Kolaborasi
Halaman 8 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Fermentasi adalah salah satu metode pengolahan pangan tertua yang telah digunakan manusia selama ribuan tahun. Proses ini tidak hanya mengawetkan makanan, tetapi juga meningkatkan nilai gizi, rasa, dan aroma. Dalam modul ini, kita akan menjelajahi dunia fermentasi, memahami prinsip di baliknya, dan belajar cara membuat produk fermentasi tradisional yang lezat dan sehat.

1. Pengertian dan Prinsip Dasar Fermentasi
Fermentasi adalah proses biokimia di mana mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau jamur mengubah senyawa organik, terutama karbohidrat, menjadi produk lain seperti alkohol, asam laktat, atau gas, tanpa kehadiran oksigen. Proses ini menghasilkan energi bagi mikroorganisme dan mengubah karakteristik bahan pangan, seperti rasa, tekstur, dan daya simpan. Prinsip dasarnya adalah pemecahan substrat oleh enzim yang dihasilkan mikroorganisme.

2. Jenis-jenis Fermentasi dalam Pengolahan Pangan
Ada beberapa jenis fermentasi yang umum digunakan dalam pengolahan pangan. Fermentasi alkoholik, yang dilakukan oleh ragi, mengubah gula menjadi etanol dan karbon dioksida (contoh: tape, roti). Fermentasi asam laktat, yang dilakukan oleh bakteri asam laktat, mengubah gula menjadi asam laktat (contoh: yoghurt, acar, tempe). Fermentasi asam asetat mengubah alkohol menjadi asam asetat (contoh: cuka). Setiap jenis fermentasi memiliki karakteristik produk akhir yang berbeda.

3. Peran Mikroorganisme dalam Fermentasi
Mikroorganisme adalah aktor utama dalam proses fermentasi. Ragi (Saccharomyces cerevisiae) berperan penting dalam fermentasi alkoholik, menghasilkan alkohol dan gas. Bakteri asam laktat (Lactobacillus, Streptococcus) bertanggung jawab atas fermentasi asam laktat, yang memberikan rasa asam dan mengawetkan produk. Jamur (Rhizopus oligosporus) digunakan dalam pembuatan tempe untuk mengikat kedelai menjadi bentuk padat. Pemilihan mikroorganisme yang tepat sangat krusial untuk menghasilkan produk fermentasi yang diinginkan.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fermentasi
Keberhasilan proses fermentasi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Suhu optimal sangat penting; suhu yang terlalu tinggi atau rendah dapat menghambat aktivitas mikroorganisme. pH lingkungan juga krusial, karena setiap mikroorganisme memiliki rentang pH idealnya sendiri. Ketersediaan nutrisi bagi mikroorganisme, seperti gula atau protein, serta kadar air dan keberadaan oksigen (aerobik/anaerobik) juga memegang peranan penting dalam menentukan jalannya proses fermentasi dan kualitas produk akhir.

5. Produk Fermentasi Tradisional Indonesia
Indonesia kaya akan produk fermentasi tradisional. Tempe, yang terbuat dari kedelai difermentasi oleh jamur Rhizopus, adalah sumber protein nabati yang sangat populer. Tape, baik dari singkong maupun ketan, dihasilkan melalui fermentasi oleh ragi dan menghasilkan rasa manis keasaman dengan sedikit alkohol. Asinan dan acar adalah contoh fermentasi sayuran yang menghasilkan rasa segar dan awet. Aneka produk ini menunjukkan kekayaan budaya kuliner fermentasi di Indonesia.

Rangkuman: Fermentasi adalah proses biokimia yang vital dalam pengolahan pangan tradisional, melibatkan mikroorganisme untuk mengubah bahan baku menjadi produk dengan karakteristik baru. Memahami prinsip, jenis, peran mikroorganisme, dan faktor yang mempengaruhinya sangat penting untuk menghasilkan produk fermentasi yang berkualitas dan aman. Indonesia memiliki beragam produk fermentasi tradisional yang menunjukkan kearifan lokal dalam pengolahan pangan.

Halaman 9 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
FermentasiProses penguraian senyawa organik oleh mikroorganisme tanpa oksigen.
MikroorganismeOrganisme berukuran sangat kecil seperti bakteri, ragi, atau jamur.
SubstratBahan awal yang diuraikan oleh enzim dalam proses biokimia.
AnaerobikKondisi tanpa oksigen.
EnzimProtein yang berfungsi sebagai katalis dalam reaksi biokimia.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengolahan tradisional. · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Fermentasi" mata pelajaran Pengolahan tradisional. Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Fermentasi — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Modul Ajar Pengolahan tradisional. di SMK

Peta di halaman ini memuat Pengolahan tradisional. di SMK, urut mengajar. Kelasnya mencakup Fase E, dan F, dan fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta atas. Modulnya disusun untuk SMK di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Mata pelajaran umum di SMK memakai capaian yang sama dengan SMA, tetapi kegiatannya dikaitkan dengan konteks kejuruan dan dunia kerja yang ditempuh peserta didik.

Yang disusun di sini perangkat ajar Pengolahan tradisional. SMK — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Pengolahan tradisional. SMK mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Pengolahan tradisional. SMK yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) fase beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Pengolahan tradisional. bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPengolahan tradisional. · Kelas XIPeta Konsep
FermentasiPengertian dan Prinsip Dasar FermentasiJenis-jenis Fermentasi dalam Pengolahan PanganPeran Mikroorganisme dalam FermentasiFaktor-faktor yang Mempengaruhi FermentasiProduk Fermentasi Tradisional Indonesia
Dari sub-bab FermentasiLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengolahan tradisional. · Kelas XIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengolahan tradisional. · Kelas XILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengolahan tradisional. · Kelas XIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengolahan tradisional. · Kelas XIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaPengolahan tradisional. · Kelas XIProfil Lulusan
Penalaran KritisKolaborasiKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Pengolahan tradisional. SMK

Apakah modul ajar Pengolahan tradisional. ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Fase apa saja yang tercakup di Pengolahan tradisional. SMK?

Fase E, dan F — kelas X sampai XII. Fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta materi halaman ini.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Pengolahan tradisional.?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.