BerandaModul AjarSMPBimbingan konseling › Kelas VII
Modul Ajar SMP

Modul Ajar Bimbingan konseling Kelas VII SMP

1 modul ajar Bimbingan konseling kelas VII SMP (Fase D) siap unduh — Bulyng. Lengkap ATP, LKPD, dan asesmen; Word + PDF ber-kop atas nama Anda.

1 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISSMP · Word + PDF ber-kop atas nama Anda

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Bulyng, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

12 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas VII ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Bimbingan konseling Kelas VII SMP
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Bulyng
Bimbingan konseling · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Bulyng
Bimbingan konseling · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBimbingan konseling
Fase / KelasD / VII
Materi PokokBulyng
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang interaksi sosial dan norma-norma pergaulan di sekolah.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kolaborasi, komunikasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Elemen / DomainPengembangan Diri
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami potensi dan keunikan dirinya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan diri dan interaksinya dengan lingkungan sosial, guna membangun relasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBulyng dapat terjadi di mana saja, seperti di sekolah, rumah, atau media sosial, dengan contoh nyata seperti ejekan, pengucilan, atau kekerasan fisik.
KonseptualBulyng adalah tindakan agresif yang disengaja, berulang, dan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan, yang berdampak negatif pada korban maupun pelaku.
ProseduralMateri ini mengajarkan cara mengidentifikasi jenis-jenis bulyng, memahami dampaknya, serta mengembangkan strategi untuk mencegah dan mengatasi bulyng baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya empati dan keberanian untuk bertindak dalam menciptakan lingkungan yang bebas bulyng, serta memahami proses berpikir mereka dalam mengambil keputusan saat menghadapi situasi bulyng.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk dan jenis bulyng dengan tepat.
  2. Peserta didik dapat menganalisis dampak negatif bulyng bagi korban, pelaku, dan saksi.
  3. Peserta didik dapat merumuskan strategi pencegahan bulyng di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
  4. Peserta didik dapat mempraktikkan cara menghadapi situasi bulyng secara konstruktif.
  5. Peserta didik dapat menunjukkan sikap empati dan bertanggung jawab dalam mencegah bulyng.
Halaman 2 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami bulyng bukan hanya tentang definisi, tetapi juga tentang bagaimana tindakan ini memengaruhi individu dan lingkungan sosial, serta bagaimana kita dapat berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai.

Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian melihat atau mengalami situasi di mana seseorang diperlakukan tidak adil atau menyakitkan secara berulang oleh orang lain?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan berkomunikasi persuasif untuk mencegah dan mengatasi bulyng.
Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan Indonesia dalam menciptakan lingkungan bebas bulyng.
Seni Budaya: Membuat poster atau kampanye visual kreatif anti-bulyng.
Kemitraan PembelajaranOrang tua diajak berkolaborasi dalam memantau perilaku anak di rumah dan media sosial, serta mendukung penerapan nilai-nilai anti-bulyng yang diajarkan di sekolah.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas ditata agar memungkinkan diskusi kelompok yang nyaman dan aman, serta tersedia sudut informasi anti-bulyng dengan poster atau brosur.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform media sosial sekolah atau grup komunikasi kelas untuk menyebarkan kampanye anti-bulyng dan sumber informasi yang relevan.
Halaman 3 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk dan jenis bulyng dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman mereka terkait interaksi sosial. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian pahami tentang bulyng dan bagaimana bentuknya di sekitar kita?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk berdiskusi tentang studi kasus singkat mengenai perilaku bulyng yang disajikan guru, kemudian setiap kelompok mengidentifikasi jenis-jenis bulyng yang mungkin terjadi dalam kasus tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok membuat poster mini atau mind map yang berisi identifikasi jenis-jenis bulyng (verbal, fisik, sosial, siber) beserta contoh konkretnya, berdasarkan hasil diskusi dan sumber informasi yang diberikan guru.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pemahaman jenis-jenis bulyng yang beragam dan seringkali tidak disadari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik bersama guru menyimpulkan jenis-jenis bulyng yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Peserta didik dapat menganalisis dampak negatif bulyng bagi korban, pelaku, dan saksi.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa peserta didik dan mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang jenis-jenis bulyng. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana perasaan kalian jika menjadi korban bulyng atau melihat teman dibulyng? Apa dampak yang mungkin terjadi?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik secara individu menyaksikan video pendek atau membaca cerita kasus nyata tentang bulyng dan diminta menuliskan perasaan serta perkiraan dampak yang terjadi pada korban, pelaku, dan saksi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok, peserta didik menganalisis dampak bulyng dari berbagai perspektif (korban, pelaku, saksi) berdasarkan kasus yang telah disaksikan/dibaca. Mereka juga mendiskusikan bagaimana dampak tersebut dapat memengaruhi lingkungan sekolah dan kehidupan sosial.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dampak bulyng. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyamakan persepsi dan memperdalam pemahaman tentang seriusnya dampak bulyng bagi semua pihak yang terlibat, serta menguatkan pentingnya empati.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik bersama guru merangkum dampak-dampak negatif bulyng. Guru memberikan tugas individu untuk menuliskan satu kalimat komitmen pribadi dalam mencegah dampak bulyng. Pembelajaran ditutup dengan apresiasi dan motivasi untuk selalu berbuat baik.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (simulasi)
Tujuan Pertemuan 3Peserta didik dapat merumuskan strategi pencegahan bulyng di lingkungan sekolah dan sekitarnya dan mempraktikkan cara menghadapi situasi bulyng secara konstruktif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa peserta didik, mengulas singkat materi dampak bulyng, dan menyampaikan tujuan pembelajaran terakhir yaitu merancang dan mempraktikkan strategi anti-bulyng. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Jika kalian melihat bulyng, apa yang akan kalian lakukan untuk menghentikannya atau membantu korban?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik dalam kelompok merancang sebuah skenario simulasi singkat (role play) tentang situasi bulyng dan bagaimana cara mengatasinya secara konstruktif, baik sebagai korban, saksi, maupun sebagai pihak yang membantu.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok mempraktikkan skenario simulasi yang telah mereka rancang di depan kelas. Kelompok lain bertindak sebagai penilai dan memberikan masukan konstruktif setelah simulasi selesai.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetelah semua kelompok tampil, guru memimpin diskusi kelas tentang efektivitas strategi yang dipraktikkan, tantangan yang mungkin dihadapi, dan bagaimana cara memperbaikinya. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya keberanian dan empati dalam mengambil tindakan anti-bulyng.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik bersama guru menyimpulkan strategi-strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi bulyng. Guru memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi dan kreativitas peserta didik, serta memberikan motivasi untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Pembelajaran ditutup dengan doa dan harapan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · Pertemuan 3
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis kasus bulyng dan merumuskan solusi penanganannya.

Alat & bahan: Kertas folio, spidol warna, alat tulis, lembar kasus bulyng

Langkah kerja:

  1. Baca dan pahami studi kasus bulyng yang diberikan.
  2. Identifikasi jenis bulyng yang terjadi dalam kasus tersebut.
  3. Analisis dampak yang mungkin terjadi pada korban, pelaku, dan saksi.
  4. Diskusikan dalam kelompok strategi pencegahan dan penanganan yang efektif.
  5. Tuliskan hasil diskusi dan solusi yang diusulkan.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kalian ketahui tentang bulyng?
  2. Pernahkah kalian melihat atau mendengar tentang bulyng di sekolah atau lingkungan sekitar?
  3. Menurut kalian, mengapa seseorang bisa menjadi korban bulyng?
  4. Apa yang harus dilakukan jika melihat teman dibulyng?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian terhadap hasil poster/mind map dan simulasi.

Sumatif (akhir): Penilaian esai tentang analisis dampak bulyng dan strategi penanganannya, serta penilaian unjuk kerja simulasi anti-bulyng.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi berbagai bentuk dan jenis bulyng.Pengertian, jenis (fisik, verbal, sosial, siber) dan contoh bulyng.2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis dampak negatif bulyng.Dampak bulyng pada korban, pelaku, dan saksi.2 JPPenalaran Kritis, Komunikasi
3Merumuskan dan mempraktikkan strategi pencegahan dan penanganan bulyng.Strategi mencegah dan mengatasi bulyng, peran aktif individu.2 JPKolaborasi, Komunikasi
Halaman 9 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Bulyng adalah masalah serius yang sering terjadi di lingkungan kita, terutama di sekolah. Tindakan ini tidak hanya menyakitkan secara fisik, tetapi juga secara emosional dan psikologis. Memahami apa itu bulyng, jenis-jenisnya, serta dampak yang ditimbulkannya adalah langkah awal yang penting untuk kita semua. Dengan pengetahuan ini, kita dapat menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan bagi setiap individu.

1. Mengenal Apa Itu Bulyng
Bulyng, atau perundungan, adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang dianggap lebih lemah. Perilaku ini bertujuan untuk menyakiti atau membuat korban merasa tidak nyaman. Bulyng seringkali melibatkan ketidakseimbangan kekuatan, di mana pelaku merasa memiliki kekuasaan lebih dari korbannya. Penting untuk diingat bahwa bulyng bukanlah sekadar candaan atau kenakalan biasa, melainkan tindakan serius yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat.

2. Jenis-Jenis Bulyng yang Perlu Diketahui
Bulyng memiliki berbagai bentuk. Pertama, bulyng fisik, seperti memukul, menendang, atau mendorong. Kedua, bulyng verbal, yaitu ejekan, hinaan, atau ancaman. Ketiga, bulyng sosial, berupa pengucilan atau penyebaran gosip. Keempat, bulyng siber (cyberbulyng), yang dilakukan melalui media sosial atau platform digital, seperti menyebarkan foto memalukan atau komentar jahat. Mengenali jenis-jenis ini membantu kita lebih peka terhadap tindakan bulyng di sekitar kita dan tidak menganggapnya sebagai hal sepele atau wajar.

3. Dampak Bulyng: Luka yang Tak Terlihat
Dampak bulyng sangat luas dan merugikan. Bagi korban, bulyng dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, penurunan prestasi belajar, hingga keinginan untuk bunuh diri. Bagi pelaku, bulyng dapat membentuk karakter agresif dan kurang empati, serta berisiko terlibat dalam perilaku kriminal di kemudian hari. Saksi bulyng juga dapat merasakan dampak negatif, seperti ketakutan, rasa bersalah, atau merasa tidak aman. Lingkungan sekolah yang penuh bulyng akan menjadi tempat yang tidak kondusif untuk belajar dan berkembang.

4. Mencegah dan Mengatasi Bulyng
Ada banyak cara untuk mencegah dan mengatasi bulyng. Jika kamu adalah korban, jangan takut untuk berbicara kepada orang dewasa yang kamu percaya (guru, orang tua, konselor). Jika kamu melihat bulyng, jangan diam saja. Kamu bisa membantu korban, melaporkan kepada guru, atau setidaknya menunjukkan bahwa kamu tidak mendukung perilaku bulyng. Pelaku bulyng perlu memahami dampak tindakannya dan belajar empati. Bersama-sama, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai, di mana tidak ada tempat untuk bulyng.

Rangkuman: Bulyng adalah perilaku agresif berulang yang disengaja dan merugikan. Ada berbagai jenis bulyng: fisik, verbal, sosial, dan siber. Tindakan ini menimbulkan dampak negatif serius bagi korban, pelaku, dan saksi, serta merusak lingkungan sosial. Penting bagi kita untuk berani melaporkan, mendukung korban, dan tidak menjadi bagian dari perilaku bulyng demi terciptanya lingkungan yang aman dan saling menghargai.

Halaman 10 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
BulyngPerilaku agresif yang disengaja dan berulang untuk menyakiti orang lain yang dianggap lebih lemah.
PerundunganIstilah lain untuk bulyng.
CyberbulyngBulyng yang dilakukan melalui media elektronik atau media sosial.
EmpatiKemampuan untuk memahami atau merasakan apa yang dialami orang lain.
AgresifCenderung menyerang atau bertindak kasar.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan konseling · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Bulyng" mata pelajaran Bimbingan konseling Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
( …………………………… )
NIP. ……………………
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Bulyng — pratinjau tuntas.org
Lembar 12 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 12 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Bimbingan konseling Kelas VII SMP — Fase D

Kelas VII — ditulis juga kelas 7 — di SMP berada di Fase D.

Yang disusun di sini perangkat ajar Bimbingan konseling kelas VII (kelas 7) SMP — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Bimbingan konseling kelas VII (kelas 7) SMP mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Bimbingan konseling kelas VII (kelas 7) SMP yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Bimbingan konseling Kelas VII SMP

Apakah modul ajar Bimbingan konseling ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Kelas VII (kelas 7) SMP masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Bimbingan konseling?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.