Modul Ajar & RPP Bimbingan konseling Kelas VII
Bulyng
Modul ajar (RPP) Bimbingan konseling SMP kelas VII materi Bulyng lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Bulyng yang Anda cari?
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bimbingan konseling |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Bulyng |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang interaksi sosial dan norma-norma pergaulan di sekolah.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kolaborasi, komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pengembangan Diri |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami potensi dan keunikan dirinya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan diri dan interaksinya dengan lingkungan sosial, guna membangun relasi yang sehat dan bertanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Bulyng dapat terjadi di mana saja, seperti di sekolah, rumah, atau media sosial, dengan contoh nyata seperti ejekan, pengucilan, atau kekerasan fisik. |
| Konseptual | Bulyng adalah tindakan agresif yang disengaja, berulang, dan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan, yang berdampak negatif pada korban maupun pelaku. |
| Prosedural | Materi ini mengajarkan cara mengidentifikasi jenis-jenis bulyng, memahami dampaknya, serta mengembangkan strategi untuk mencegah dan mengatasi bulyng baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya empati dan keberanian untuk bertindak dalam menciptakan lingkungan yang bebas bulyng, serta memahami proses berpikir mereka dalam mengambil keputusan saat menghadapi situasi bulyng. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk dan jenis bulyng dengan tepat.
- Peserta didik dapat menganalisis dampak negatif bulyng bagi korban, pelaku, dan saksi.
- Peserta didik dapat merumuskan strategi pencegahan bulyng di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
- Peserta didik dapat mempraktikkan cara menghadapi situasi bulyng secara konstruktif.
- Peserta didik dapat menunjukkan sikap empati dan bertanggung jawab dalam mencegah bulyng.
Pemahaman bermakna: Memahami bulyng bukan hanya tentang definisi, tetapi juga tentang bagaimana tindakan ini memengaruhi individu dan lingkungan sosial, serta bagaimana kita dapat berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian melihat atau mengalami situasi di mana seseorang diperlakukan tidak adil atau menyakitkan secara berulang oleh orang lain?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan berkomunikasi persuasif untuk mencegah dan mengatasi bulyng. Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan Indonesia dalam menciptakan lingkungan bebas bulyng. Seni Budaya: Membuat poster atau kampanye visual kreatif anti-bulyng. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berkolaborasi dalam memantau perilaku anak di rumah dan media sosial, serta mendukung penerapan nilai-nilai anti-bulyng yang diajarkan di sekolah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata agar memungkinkan diskusi kelompok yang nyaman dan aman, serta tersedia sudut informasi anti-bulyng dengan poster atau brosur. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform media sosial sekolah atau grup komunikasi kelas untuk menyebarkan kampanye anti-bulyng dan sumber informasi yang relevan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai bentuk dan jenis bulyng dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman mereka terkait interaksi sosial. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian pahami tentang bulyng dan bagaimana bentuknya di sekitar kita?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk berdiskusi tentang studi kasus singkat mengenai perilaku bulyng yang disajikan guru, kemudian setiap kelompok mengidentifikasi jenis-jenis bulyng yang mungkin terjadi dalam kasus tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat poster mini atau mind map yang berisi identifikasi jenis-jenis bulyng (verbal, fisik, sosial, siber) beserta contoh konkretnya, berdasarkan hasil diskusi dan sumber informasi yang diberikan guru. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pemahaman jenis-jenis bulyng yang beragam dan seringkali tidak disadari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan jenis-jenis bulyng yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik dapat menganalisis dampak negatif bulyng bagi korban, pelaku, dan saksi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik dan mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang jenis-jenis bulyng. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana perasaan kalian jika menjadi korban bulyng atau melihat teman dibulyng? Apa dampak yang mungkin terjadi?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu menyaksikan video pendek atau membaca cerita kasus nyata tentang bulyng dan diminta menuliskan perasaan serta perkiraan dampak yang terjadi pada korban, pelaku, dan saksi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis dampak bulyng dari berbagai perspektif (korban, pelaku, saksi) berdasarkan kasus yang telah disaksikan/dibaca. Mereka juga mendiskusikan bagaimana dampak tersebut dapat memengaruhi lingkungan sekolah dan kehidupan sosial. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dampak bulyng. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyamakan persepsi dan memperdalam pemahaman tentang seriusnya dampak bulyng bagi semua pihak yang terlibat, serta menguatkan pentingnya empati. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru merangkum dampak-dampak negatif bulyng. Guru memberikan tugas individu untuk menuliskan satu kalimat komitmen pribadi dalam mencegah dampak bulyng. Pembelajaran ditutup dengan apresiasi dan motivasi untuk selalu berbuat baik. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (simulasi) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Peserta didik dapat merumuskan strategi pencegahan bulyng di lingkungan sekolah dan sekitarnya dan mempraktikkan cara menghadapi situasi bulyng secara konstruktif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, mengulas singkat materi dampak bulyng, dan menyampaikan tujuan pembelajaran terakhir yaitu merancang dan mempraktikkan strategi anti-bulyng. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Jika kalian melihat bulyng, apa yang akan kalian lakukan untuk menghentikannya atau membantu korban?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok merancang sebuah skenario simulasi singkat (role play) tentang situasi bulyng dan bagaimana cara mengatasinya secara konstruktif, baik sebagai korban, saksi, maupun sebagai pihak yang membantu. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempraktikkan skenario simulasi yang telah mereka rancang di depan kelas. Kelompok lain bertindak sebagai penilai dan memberikan masukan konstruktif setelah simulasi selesai. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setelah semua kelompok tampil, guru memimpin diskusi kelas tentang efektivitas strategi yang dipraktikkan, tantangan yang mungkin dihadapi, dan bagaimana cara memperbaikinya. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya keberanian dan empati dalam mengambil tindakan anti-bulyng. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan strategi-strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi bulyng. Guru memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi dan kreativitas peserta didik, serta memberikan motivasi untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Pembelajaran ditutup dengan doa dan harapan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis kasus bulyng dan merumuskan solusi penanganannya.
Alat & bahan: Kertas folio, spidol warna, alat tulis, lembar kasus bulyng
Langkah kerja:
- Baca dan pahami studi kasus bulyng yang diberikan.
- Identifikasi jenis bulyng yang terjadi dalam kasus tersebut.
- Analisis dampak yang mungkin terjadi pada korban, pelaku, dan saksi.
- Diskusikan dalam kelompok strategi pencegahan dan penanganan yang efektif.
- Tuliskan hasil diskusi dan solusi yang diusulkan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang bulyng?
- Pernahkah kalian melihat atau mendengar tentang bulyng di sekolah atau lingkungan sekitar?
- Menurut kalian, mengapa seseorang bisa menjadi korban bulyng?
- Apa yang harus dilakukan jika melihat teman dibulyng?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian terhadap hasil poster/mind map dan simulasi.
Sumatif (akhir): Penilaian esai tentang analisis dampak bulyng dan strategi penanganannya, serta penilaian unjuk kerja simulasi anti-bulyng.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai bentuk dan jenis bulyng. | Pengertian, jenis (fisik, verbal, sosial, siber) dan contoh bulyng. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis dampak negatif bulyng. | Dampak bulyng pada korban, pelaku, dan saksi. | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 3 | Merumuskan dan mempraktikkan strategi pencegahan dan penanganan bulyng. | Strategi mencegah dan mengatasi bulyng, peran aktif individu. | 2 JP | Kolaborasi, Komunikasi |
Bulyng adalah masalah serius yang sering terjadi di lingkungan kita, terutama di sekolah. Tindakan ini tidak hanya menyakitkan secara fisik, tetapi juga secara emosional dan psikologis. Memahami apa itu bulyng, jenis-jenisnya, serta dampak yang ditimbulkannya adalah langkah awal yang penting untuk kita semua. Dengan pengetahuan ini, kita dapat menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan bagi setiap individu.
1. Mengenal Apa Itu Bulyng
Bulyng, atau perundungan, adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang dianggap lebih lemah. Perilaku ini bertujuan untuk menyakiti atau membuat korban merasa tidak nyaman. Bulyng seringkali melibatkan ketidakseimbangan kekuatan, di mana pelaku merasa memiliki kekuasaan lebih dari korbannya. Penting untuk diingat bahwa bulyng bukanlah sekadar candaan atau kenakalan biasa, melainkan tindakan serius yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat.
2. Jenis-Jenis Bulyng yang Perlu Diketahui
Bulyng memiliki berbagai bentuk. Pertama, bulyng fisik, seperti memukul, menendang, atau mendorong. Kedua, bulyng verbal, yaitu ejekan, hinaan, atau ancaman. Ketiga, bulyng sosial, berupa pengucilan atau penyebaran gosip. Keempat, bulyng siber (cyberbulyng), yang dilakukan melalui media sosial atau platform digital, seperti menyebarkan foto memalukan atau komentar jahat. Mengenali jenis-jenis ini membantu kita lebih peka terhadap tindakan bulyng di sekitar kita dan tidak menganggapnya sebagai hal sepele atau wajar.
3. Dampak Bulyng: Luka yang Tak Terlihat
Dampak bulyng sangat luas dan merugikan. Bagi korban, bulyng dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, penurunan prestasi belajar, hingga keinginan untuk bunuh diri. Bagi pelaku, bulyng dapat membentuk karakter agresif dan kurang empati, serta berisiko terlibat dalam perilaku kriminal di kemudian hari. Saksi bulyng juga dapat merasakan dampak negatif, seperti ketakutan, rasa bersalah, atau merasa tidak aman. Lingkungan sekolah yang penuh bulyng akan menjadi tempat yang tidak kondusif untuk belajar dan berkembang.
4. Mencegah dan Mengatasi Bulyng
Ada banyak cara untuk mencegah dan mengatasi bulyng. Jika kamu adalah korban, jangan takut untuk berbicara kepada orang dewasa yang kamu percaya (guru, orang tua, konselor). Jika kamu melihat bulyng, jangan diam saja. Kamu bisa membantu korban, melaporkan kepada guru, atau setidaknya menunjukkan bahwa kamu tidak mendukung perilaku bulyng. Pelaku bulyng perlu memahami dampak tindakannya dan belajar empati. Bersama-sama, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai, di mana tidak ada tempat untuk bulyng.
Rangkuman: Bulyng adalah perilaku agresif berulang yang disengaja dan merugikan. Ada berbagai jenis bulyng: fisik, verbal, sosial, dan siber. Tindakan ini menimbulkan dampak negatif serius bagi korban, pelaku, dan saksi, serta merusak lingkungan sosial. Penting bagi kita untuk berani melaporkan, mendukung korban, dan tidak menjadi bagian dari perilaku bulyng demi terciptanya lingkungan yang aman dan saling menghargai.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bulyng | Perilaku agresif yang disengaja dan berulang untuk menyakiti orang lain yang dianggap lebih lemah. |
| Perundungan | Istilah lain untuk bulyng. |
| Cyberbulyng | Bulyng yang dilakukan melalui media elektronik atau media sosial. |
| Empati | Kemampuan untuk memahami atau merasakan apa yang dialami orang lain. |
| Agresif | Cenderung menyerang atau bertindak kasar. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bulyng" mata pelajaran Bimbingan konseling Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Materi Bimbingan konseling Terkait
mengatasi bulying ( perundungan)Bimbingan konseling Kelas VIII SMP2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bimbingan konseling Bulyng ini gratis?
Ya. Modul Bulyng untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bimbingan konseling kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bimbingan konseling kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bulyng ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bulyng untuk Bimbingan konseling kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bulyng ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bimbingan konseling kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Bimbingan konseling kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bulyng pada Bimbingan konseling SMP, Fase D, elemen Pengembangan Diri.
Bisakah modul Bulyng ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bulyng dapat Anda sesuaikan dengan murid Bimbingan konseling kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.