Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas IV materi Kalimat majemuk setara lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | B / IV |
| Materi Pokok | Kalimat majemuk setara |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan praktik menyusun cerita |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mampu menyusun kalimat tunggal dan memahami fungsi kata hubung sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: komunikasi, penalaran kritis, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks dengan struktur yang runtut, menggunakan kosakata yang tepat, serta menerapkan kaidah kebahasaan yang benar untuk menyampaikan gagasan dan informasi. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kalimat majemuk setara sering kita temukan dalam percakapan sehari-hari dan bacaan seperti 'Kakak membaca buku, dan adik bermain boneka'. |
| Konseptual | Kalimat majemuk setara adalah gabungan dua kalimat tunggal atau lebih yang memiliki kedudukan setara, dihubungkan oleh kata hubung setara. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi, menganalisis, dan menyusun kalimat majemuk setara dengan berbagai jenis kata hubung. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami struktur kalimat untuk menyampaikan informasi secara lebih jelas dan efektif dalam tulisan maupun lisan. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami kalimat majemuk setara membantu kita mengungkapkan ide yang lebih kompleks dan beragam, membuat tulisan atau cerita menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh pembaca.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menggabungkan dua ide yang berbeda tapi sama pentingnya menjadi satu kalimat yang indah?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan praktik menyusun cerita |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Menyusun cerita pendek dengan kalimat majemuk setara dapat diintegrasikan dengan membuat ilustrasi atau komik sederhana dari cerita tersebut. Pendidikan Karakter: Cerita yang dibuat dapat mengangkat tema-tema nilai moral atau budi pekerti, sehingga peserta didik belajar menyampaikan pesan positif melalui tulisan. Ilmu Pengetahuan Alam: Peserta didik dapat menulis laporan singkat tentang suatu proses alam (misalnya siklus air) menggunakan kalimat majemuk setara untuk menjelaskan hubungan antar tahapan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk membaca cerita bersama anak di rumah dan meminta anak mengidentifikasi kalimat majemuk setara yang mereka temukan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur dengan meja-kursi yang fleksibel untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan papan tulis interaktif dan pojok baca yang berisi buku-buku cerita anak. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi penulisan sederhana di tablet atau komputer sekolah untuk menyusun cerita dan mencari contoh kalimat majemuk setara di internet. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri kalimat majemuk setara dengan tepat setelah mengamati contoh dan mengklasifikasikan jenis-jenis kalimat majemuk setara berdasarkan kata hubungnya dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang kalimat majemuk setara. Guru menunjukkan beberapa contoh kalimat dan bertanya: 'Apa yang berbeda dari kalimat-kalimat ini dibandingkan kalimat yang biasa kita buat?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati contoh-contoh kalimat majemuk setara yang disajikan guru, lalu secara berkelompok mendiskusikan ciri-ciri yang mereka temukan. Mereka juga mencoba mengelompokkan kalimat-kalimat tersebut berdasarkan kata hubungnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menerima kartu berisi beberapa kalimat tunggal dan kata hubung. Mereka diminta untuk menggabungkan kalimat-kalimat tunggal tersebut menjadi kalimat majemuk setara dan menentukan jenisnya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan penggabungan kalimat mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang ciri-ciri dan jenis kalimat majemuk setara, termasuk memberikan perhatian khusus pada siswa yang masih kesulitan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian dan jenis kalimat majemuk setara. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua siswa dan memberikan tantangan untuk menemukan kalimat majemuk setara di buku cerita favorit mereka di rumah. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis penggunaan kalimat majemuk setara dalam teks pendek dengan akurat dan menyusun kalimat majemuk setara dari dua kalimat tunggal dengan menggunakan kata hubung yang sesuai. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas sedikit materi pertemuan sebelumnya dan bertanya 'Siapa yang bisa memberi contoh kalimat majemuk setara yang ditemukan di rumah kemarin?'. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik membaca teks cerita pendek yang disiapkan guru. Mereka diminta untuk menemukan dan melingkari kalimat-kalimat majemuk setara yang ada dalam teks, lalu menganalisis fungsi kata hubungnya dalam konteks cerita. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik diberi tugas untuk mengubah beberapa kalimat tunggal dari teks menjadi kalimat majemuk setara yang lebih efektif, atau menyusun kembali bagian cerita menggunakan lebih banyak kalimat majemuk setara yang tepat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan perubahan kalimat mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif, membahas kesalahan umum, dan memberikan penjelasan tambahan untuk memastikan pemahaman yang mendalam, terutama bagi siswa yang membutuhkan dukungan lebih. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya kalimat majemuk setara untuk membuat cerita lebih mengalir dan menarik. Guru memberikan semangat dan apresiasi atas kerja keras mereka. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menerapkan penggunaan kalimat majemuk setara dalam menulis paragraf cerita pendek dengan kreatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menanyakan kesiapan mereka untuk membuat cerita. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat cerita pendek dengan kalimat majemuk setara. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan ide cerita pendek sederhana. Mereka membuat kerangka cerita yang mencakup tokoh, latar, dan alur singkat, dengan fokus pada bagian mana mereka bisa menyisipkan kalimat majemuk setara. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mulai menulis cerita pendek mereka, berupaya memasukkan minimal 5 kalimat majemuk setara dari berbagai jenis. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, terutama bagi siswa yang kesulitan merangkai kata. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik membacakan cerita pendek mereka di depan kelas. Teman-teman dan guru memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan. Guru memberikan penguatan tentang penggunaan kalimat majemuk setara yang efektif dan mengapresiasi kreativitas mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik merefleksikan seluruh proses belajar tentang kalimat majemuk setara. Guru memberikan apresiasi tinggi atas semua usaha dan karya mereka, serta mendorong untuk terus berlatih menulis. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi, menganalisis, dan menyusun kalimat majemuk setara dalam konteks yang berbeda.
Alat & bahan: Kertas, pensil warna, gunting, lem, kartu kalimat
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok, penilaian hasil LKPD, dan keaktifan peserta didik dalam bertanya dan menjawab.
Sumatif (akhir): Penilaian cerita pendek yang ditulis peserta didik berdasarkan kelengkapan struktur, penggunaan kalimat majemuk setara, dan kreativitas.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan jenis kalimat majemuk setara. | Pengertian dan jenis kalimat majemuk setara. | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 2 | Menganalisis dan menyusun kalimat majemuk setara dari kalimat tunggal. | Penggunaan kata hubung dalam kalimat majemuk setara. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Menerapkan kalimat majemuk setara dalam menulis cerita pendek. | Menyusun cerita pendek dengan kalimat majemuk setara. | 2 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Halo, anak-anak hebat! Pernahkah kalian membaca cerita atau mendengar seseorang berbicara dan ada kalimat yang panjang, tapi berisi dua kejadian berbeda? Contohnya, 'Aku suka makan apel, tetapi adikku lebih suka pisang.' Nah, kalimat seperti itu disebut kalimat majemuk setara. Mari kita belajar bagaimana cara membuatnya agar cerita kita makin seru!
1. Apa Itu Kalimat Majemuk Setara?
Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terbentuk dari gabungan dua kalimat tunggal atau lebih yang kedudukannya sejajar atau setara. Artinya, tidak ada kalimat yang lebih penting dari yang lain. Kedua kalimat tersebut dihubungkan oleh kata hubung (konjungsi) yang menunjukkan hubungan setara. Misalnya, 'Kakak menyiram bunga, dan Ibu memasak di dapur.' Di sini, 'Kakak menyiram bunga' adalah kalimat tunggal pertama, dan 'Ibu memasak di dapur' adalah kalimat tunggal kedua. Keduanya dihubungkan oleh kata 'dan'.
2. Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Setara
Ada beberapa ciri khas yang bisa kita amati pada kalimat majemuk setara. Pertama, kalimat ini terdiri dari dua atau lebih klausa (bagian kalimat yang memiliki subjek dan predikat) yang masing-masing bisa berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Kedua, klausa-klausa tersebut dihubungkan oleh kata hubung setara. Ketiga, setiap klausa memiliki kedudukan yang sama pentingnya. Jika salah satu klausa dihilangkan, klausa yang lain tetap memiliki makna yang utuh.
3. Jenis-Jenis Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan makna hubungan antarklausanya, yang ditunjukkan oleh kata hubungnya. Mari kita lihat jenis-jenisnya:
4. 1. Setara Penjumlahan
Jenis ini menunjukkan adanya penambahan atau penjumlahan informasi. Kata hubung yang sering digunakan adalah 'dan', 'serta', 'lagi pula'. Contoh: 'Ayah pergi bekerja, dan Ibu berbelanja di pasar.' Atau 'Dia pandai bernyanyi, serta jago menari.' Kedua kegiatan ini terjadi bersamaan atau saling melengkapi.
5. 2. Setara Pemilihan
Jenis ini menunjukkan adanya pilihan di antara dua atau lebih hal. Kata hubung yang digunakan biasanya 'atau', 'ataupun'. Contoh: 'Kamu mau makan nasi goreng, atau mau makan mi ayam?' Kita harus memilih salah satu dari dua pilihan tersebut.
6. 3. Setara Pertentangan
Jenis ini menunjukkan adanya pertentangan atau perbedaan antara dua hal. Kata hubung yang digunakan antara lain 'tetapi', 'melainkan', 'sedangkan'. Contoh: 'Rina suka warna merah, tetapi adiknya suka warna biru.' Atau 'Dia bukan anak yang malas, melainkan sangat rajin belajar.'
7. 4. Setara Perurutan/Waktu
Jenis ini menunjukkan urutan kejadian atau waktu. Kata hubung yang digunakan seperti 'lalu', 'kemudian', 'setelah itu'. Contoh: 'Dedi mandi, lalu ia sarapan pagi.' Atau 'Mereka bermain bola, kemudian pulang ke rumah.' Ada urutan kejadian yang jelas.
8. 5. Setara Penguatan/Penegasan
Jenis ini digunakan untuk memperkuat atau menegaskan informasi. Kata hubung yang dipakai antara lain 'bahkan', 'apalagi'. Contoh: 'Dia tidak hanya pintar, bahkan dia juga sangat rendah hati.' Hal ini menunjukkan penegasan sifat yang dimiliki.
Rangkuman: Kalimat majemuk setara adalah gabungan dua kalimat tunggal atau lebih yang kedudukannya setara, dihubungkan oleh kata hubung. Ada beberapa jenis, yaitu penjumlahan (dan), pemilihan (atau), pertentangan (tetapi), perurutan (lalu), dan penguatan (bahkan). Memahami dan menggunakan kalimat majemuk setara akan membuat tulisan kita lebih bervariasi dan menarik.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kalimat Tunggal | Kalimat yang hanya memiliki satu subjek dan satu predikat. |
| Klausa | Kelompok kata yang memiliki subjek dan predikat, dapat menjadi kalimat tunggal atau bagian dari kalimat majemuk. |
| Konjungsi | Kata hubung yang menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat. |
| Subjek | Bagian kalimat yang menjadi pokok pembicaraan. |
| Predikat | Bagian kalimat yang menjelaskan tindakan atau keadaan subjek. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kalimat majemuk setara" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.