Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas IV materi Sudah Besar lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | B / IV |
| Materi Pokok | Sudah Besar |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mampu membaca teks sederhana dan memahami beberapa kosakata dasar.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kemandirian, Komunikasi, Kewargaan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Membaca dan Memirsa |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami informasi dan pesan dari berbagai jenis teks, baik lisan maupun tulis, serta mampu mengidentifikasi ide pokok dan detail penting dalam teks yang dibacanya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas tentang perubahan fisik dan emosional yang dialami anak-anak saat tumbuh besar, seperti bertambahnya tinggi badan dan kemandirian. |
| Konseptual | Konsep utama adalah pertumbuhan dan perkembangan diri, serta tanggung jawab baru yang menyertainya. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi ciri-ciri pertumbuhan diri, menyusun daftar kegiatan mandiri, dan menceritakan pengalaman menjadi lebih besar. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari proses belajarnya tentang diri sendiri dan bagaimana pengetahuan ini membantu mereka menghadapi perubahan dalam hidup. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami pertumbuhan diri bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang kemandirian dan tanggung jawab baru yang membuat kita bangga menjadi anak yang 'Sudah Besar'.
Pertanyaan pemantik: "Apa saja ya hal-hal seru yang bisa kalian lakukan sendiri sekarang, yang dulu saat kecil belum bisa?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Memahami perubahan fisik tubuh sebagai bagian dari pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Pendidikan Pancasila: Mengembangkan sikap mandiri sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Seni Rupa: Menggambar dan mendekorasi 'Buku Mandiriku' dengan kreativitas. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendukung kemandirian anak di rumah dengan memberikan kesempatan dan kepercayaan pada anak untuk melakukan tugas sederhana. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi pojok baca dengan buku cerita tentang kemandirian dan papan pajang untuk karya 'Buku Mandiriku' peserta didik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek edukasi tentang pertumbuhan anak atau aplikasi menggambar digital sederhana untuk membantu peserta didik membuat ilustrasi di 'Buku Mandiriku'. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri pertumbuhan diri pada teks 'Sudah Besar' dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa peserta didik dengan hangat, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru bertanya tentang kegiatan mandiri yang sudah dilakukan pagi ini. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri-ciri 'Sudah Besar' dari teks. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik membaca teks 'Sudah Besar' secara individu. Guru membimbing peserta didik untuk menggarisbawahi atau mencatat kata-kata kunci yang berkaitan dengan pertumbuhan fisik dan perubahan sikap. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan ciri-ciri 'Sudah Besar' yang mereka temukan dalam teks, kemudian membuat daftar ciri-ciri tersebut di lembar kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang perbedaan pertumbuhan fisik dan perkembangan sikap mandiri. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru merangkum poin-poin penting tentang 'Sudah Besar'. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi untuk terus mengamati pertumbuhan diri. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menyebutkan contoh sikap mandiri yang dapat dilakukan di rumah dan sekolah dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan mengulas kembali pembelajaran sebelumnya tentang ciri-ciri 'Sudah Besar'. Guru memantik diskusi dengan pertanyaan 'Jika sudah besar, apa saja yang sudah bisa kamu lakukan sendiri?'. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini yaitu mengidentifikasi contoh sikap mandiri. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok. Guru menyajikan beberapa skenario masalah sehari-hari yang membutuhkan sikap mandiri (misal: 'Baju seragam kotor', 'PR belum selesai', 'Mainan berserakan'). Peserta didik berdiskusi cara mandiri untuk mengatasi masalah tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok memilih satu skenario dan merancang solusi mandiri, kemudian menuliskan daftar kegiatan mandiri yang dapat dilakukan di rumah dan sekolah berdasarkan diskusi mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan solusi dan daftar kegiatan mandiri mereka. Guru memberikan penguatan dan mendorong peserta didik untuk berani mencoba melakukan hal-hal mandiri di kehidupan nyata. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya sikap mandiri. Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif dan mengingatkan untuk selalu bangga menjadi anak yang mandiri. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menceritakan pengalaman pribadi tentang satu kegiatan mandiri yang sudah dilakukan dan menuliskan daftar kegiatan yang menunjukkan kemandirian diri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik mengingat kembali ciri-ciri 'Sudah Besar' dan contoh sikap mandiri. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat 'Buku Mandiriku' dan menceritakan pengalaman mandiri. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menunjukkan contoh 'Buku Mandiriku' sederhana. Peserta didik secara individu mulai merancang 'Buku Mandiriku' mereka, berisi gambar atau tulisan tentang pengalaman mandiri yang paling berkesan dan daftar kegiatan mandiri yang sudah atau akan dilakukan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengerjakan proyek 'Buku Mandiriku' dengan bimbingan guru. Mereka menulis, menggambar, dan menghias buku mereka. Guru berkeliling memberikan bantuan dan motivasi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik secara sukarela menceritakan isi 'Buku Mandiriku' mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengajak semua teman untuk mengapresiasi keberanian dan kemandirian teman-teman mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru melakukan refleksi akhir pembelajaran. Guru memberikan apresiasi tinggi atas semua karya dan usaha peserta didik. Guru berpesan agar terus mengembangkan kemandirian dan rasa bangga menjadi anak 'Sudah Besar'. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri 'Sudah Besar' dan menyusun daftar kegiatan mandiri.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil, pensil warna/spidol, penggaris
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan saat menyusun daftar kegiatan mandiri.
Sumatif (akhir): Penilaian 'Buku Mandiriku' dan presentasi lisan tentang pengalaman mandiri.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri pertumbuhan diri pada teks 'Sudah Besar' dengan tepat. | Ciri-ciri pertumbuhan fisik dan perkembangan sikap mandiri. | 2 JP | Kemandirian |
| 2 | Menyebutkan contoh sikap mandiri yang dapat dilakukan di rumah dan sekolah dengan benar. | Sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari. | 2 JP | Kewargaan |
| 3 | Menceritakan pengalaman pribadi tentang satu kegiatan mandiri yang sudah dilakukan. | Pengalaman mandiri dan 'Buku Mandiriku'. | 2 JP | Komunikasi |
Selamat datang, anak-anak hebat! Pernahkah kalian merasa bahwa kalian sudah bukan anak kecil lagi? Tangan dan kaki kalian bertambah panjang, kalian bisa melakukan banyak hal sendiri, dan pikiran kalian semakin pintar. Nah, itulah yang disebut 'Sudah Besar'! Mari kita jelajahi apa saja tanda-tanda 'Sudah Besar' dan bagaimana kita bisa menjadi anak yang semakin mandiri dan membanggakan.
1. Tanda-tanda Fisik 'Sudah Besar'
Saat kita tumbuh besar, tubuh kita mengalami banyak perubahan. Tinggi badan bertambah, berat badan juga ikut naik. Pakaian dan sepatu yang dulu muat, sekarang mungkin sudah kesempitan. Ini adalah tanda-tanda fisik yang paling jelas. Rambut kita mungkin juga menjadi lebih tebal, dan wajah kita terlihat lebih dewasa. Semua ini adalah bagian alami dari pertumbuhan yang menunjukkan bahwa kita semakin besar dan kuat.
2. Perkembangan Kemampuan 'Sudah Besar'
Selain fisik, kemampuan kita juga berkembang. Dulu mungkin kita perlu dibantu untuk memakai baju atau makan. Sekarang, kita bisa melakukannya sendiri, bahkan membantu orang lain. Kita bisa membaca buku yang lebih tebal, menghitung lebih cepat, dan memahami cerita yang lebih rumit. Otak kita semakin pintar dan tangan kita semakin terampil. Ini adalah bukti bahwa kita 'Sudah Besar' dan semakin cakap.
3. Sikap Mandiri: Kunci 'Sudah Besar'
Menjadi 'Sudah Besar' berarti kita belajar mandiri. Mandiri artinya melakukan banyak hal sendiri tanpa selalu bergantung pada orang lain. Contohnya, merapikan tempat tidur sendiri, menyiapkan alat sekolah, atau membantu membersihkan rumah. Sikap mandiri ini sangat penting karena membuat kita lebih percaya diri dan bertanggung jawab. Orang tua dan guru pasti bangga melihat kita mandiri.
4. Tanggung Jawab Anak 'Sudah Besar'
Ketika kita sudah besar, tanggung jawab kita juga bertambah. Di rumah, kita punya tanggung jawab menjaga kebersihan, membantu orang tua, dan belajar dengan rajin. Di sekolah, kita bertanggung jawab untuk mengerjakan tugas, menjaga kebersihan kelas, dan menghormati guru serta teman. Menjalankan tanggung jawab ini adalah bagian dari menjadi anak 'Sudah Besar' yang baik.
5. Manfaat Menjadi Mandiri
Sikap mandiri membawa banyak manfaat. Kita jadi lebih cepat dalam menyelesaikan sesuatu, tidak mudah panik, dan lebih percaya diri. Kita juga belajar untuk memecahkan masalah sendiri sebelum meminta bantuan. Selain itu, mandiri membuat kita lebih dihargai oleh orang lain karena dianggap mampu dan bertanggung jawab. Jadi, jangan takut untuk mencoba melakukan hal-hal sendiri!
6. Berani Mencoba dan Belajar dari Kesalahan
Proses menjadi 'Sudah Besar' dan mandiri tidak selalu mudah. Kadang kita membuat kesalahan atau merasa kesulitan. Tapi itu tidak apa-apa! Yang penting adalah berani mencoba dan belajar dari setiap kesalahan. Jangan takut untuk bertanya atau meminta bantuan jika memang diperlukan, tetapi selalu usahakan untuk mencoba sendiri terlebih dahulu. Setiap pengalaman akan membuat kita semakin kuat.
Rangkuman: Menjadi 'Sudah Besar' adalah proses menyenangkan yang melibatkan perubahan fisik dan perkembangan kemampuan. Kuncinya adalah belajar mandiri dan bertanggung jawab. Dengan mandiri, kita akan lebih percaya diri, mampu menyelesaikan masalah, dan dihargai. Ingatlah untuk selalu berani mencoba dan belajar dari setiap pengalaman agar kita tumbuh menjadi anak yang hebat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pertumbuhan | Proses bertambahnya ukuran fisik tubuh. |
| Perkembangan | Proses bertambahnya kemampuan dan kematangan fungsi tubuh serta mental. |
| Mandiri | Mampu melakukan sesuatu sendiri tanpa bergantung pada orang lain. |
| Tanggung jawab | Kewajiban untuk menanggung segala sesuatu. |
| Apresiasi | Penghargaan atau penilaian positif terhadap sesuatu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sudah Besar" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.