SMKKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Farmasi Klinis dan Komunitas Kelas X
Pelayanan Farmasi

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Pelayanan farmasi adalah pilar kesehatan yang esensial, berfokus pada penggunaan obat yang aman dan efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Modul ini mencakup berbagai jenis pelayanan seperti dispensing, PIO, dan konseling, yang semuanya berlandaskan pada prinsip orientasi pasien. Prosedur penerimaan dan skrining resep yang teliti, serta komunikasi yang efektif, adalah keterampilan vital bagi tenaga farmasi untuk mencegah kesalahan dan memastikan terapi obat yang optimal.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pelayanan Farmasi
Farmasi Klinis dan Komunitas · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pelayanan Farmasi
Farmasi Klinis dan Komunitas · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranFarmasi Klinis dan Komunitas
Fase / KelasE / X
Materi PokokPelayanan Farmasi
Alokasi Waktu2 Pertemuan (8 JP: 4 JP × 45 menit = 180 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang profesi kefarmasian dan peran apoteker/tenaga teknis kefarmasian.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainKeterampilan Proses Farmasi
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis pelayanan farmasi, serta menerapkan prinsip dasar pelayanan farmasi yang berorientasi pada pasien sesuai standar operasional prosedur.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPelayanan farmasi di apotek atau rumah sakit melibatkan interaksi langsung antara tenaga farmasi dengan pasien.
KonseptualPelayanan farmasi adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui penggunaan obat yang rasional dan aman.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam menerima resep, menyiapkan obat, menyerahkan obat, dan memberikan informasi obat kepada pasien.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian, empati, dan komunikasi efektif dalam setiap tahapan pelayanan farmasi untuk keselamatan pasien.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus resep dokter, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis pelayanan farmasi di apotek dengan tepat.
  2. Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan prinsip dasar pelayanan farmasi yang berorientasi pada pasien dengan runtut.
  3. Dengan mengikuti demonstrasi, peserta didik dapat menerapkan prosedur penerimaan resep di apotek sesuai SOP dengan cermat.
  4. Melalui praktik simulasi, peserta didik dapat melakukan penyiapan dan penyerahan obat resep sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian.
  5. Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat mengkomunikasikan informasi obat secara efektif kepada pasien dengan bahasa yang mudah dipahami.
  6. Dengan mengerjakan Jobsheet, peserta didik dapat menganalisis kasus kesalahan pelayanan farmasi dan merumuskan solusi pencegahannya secara kritis.
Halaman 2 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami bahwa pelayanan farmasi bukan hanya tentang menyerahkan obat, tetapi juga melibatkan tanggung jawab moral dan profesional dalam memastikan pasien mendapatkan terapi yang optimal dan aman, sehingga berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa pelayanan farmasi yang baik dan benar sangat penting untuk keselamatan dan kesembuhan pasien?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan komunikasi efektif dan persuasif dalam memberikan informasi obat kepada pasien.
Kimia Farmasi: Pemahaman tentang karakteristik fisikokimia obat yang berpengaruh pada cara penyimpanan dan penyiapan.
Kewirausahaan: Analisis model bisnis apotek dan strategi pemasaran pelayanan farmasi yang berorientasi pelanggan.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk menceritakan pengalaman mereka saat mendapatkan pelayanan farmasi di apotek atau rumah sakit sebagai studi kasus nyata.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas ditata menyerupai apotek simulasi dengan meja penerimaan resep, rak obat palsu, dan area konseling untuk mendukung praktik role-play.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi simulasi manajemen apotek atau video tutorial prosedur pelayanan farmasi dari sumber terpercaya untuk memperkaya pemahaman dan keterampilan peserta didik.
Halaman 3 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 180 menit · awal 30 · inti 120 · penutup 30
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi kasus resep dokter, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis pelayanan farmasi di apotek dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)30 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menanyakan pengalaman peserta didik atau keluarga saat berinteraksi dengan apotek atau rumah sakit, kemudian mengaitkannya dengan pentingnya peran tenaga farmasi.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis pelayanan farmasi dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja layanan yang bisa kita dapatkan di apotek selain membeli obat?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar resep dokter dan beberapa skenario pelayanan farmasi (misal: pemberian informasi obat, konseling, dispensing obat) yang sering terjadi di apotek, kemudian meminta peserta didik mengamati.
  2. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan LKPD yang berisi studi kasus terkait pelayanan farmasi.
  3. Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi jenis-jenis pelayanan farmasi yang ada dalam skenario dan resep yang diberikan pada LKPD.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)55 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus, mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet) tentang jenis-jenis pelayanan farmasi (misal: dispensing, konseling, PIO, POME, PMR).
  2. Membimbing penyelidikan: Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memastikan setiap anggota aktif berpartisipasi, dan memberikan arahan jika ada kesulitan dalam mengidentifikasi jenis pelayanan dan prinsip dasarnya.
  3. Setiap kelompok menyusun rangkuman hasil diskusi mengenai jenis-jenis pelayanan farmasi dan prinsip dasarnya yang berorientasi pada pasien.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan analisis mereka di depan kelas, menjelaskan jenis pelayanan farmasi yang ditemukan dan prinsip yang berlaku.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan terhadap presentasi, difasilitasi oleh guru.
  3. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan terhadap pemahaman peserta didik mengenai jenis-jenis pelayanan farmasi dan prinsip-prinsipnya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)30 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang jenis-jenis pelayanan farmasi dan prinsip dasarnya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan merefleksikan proses pembelajaran hari ini, menanyakan hal baru yang didapat dan kesan mereka.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya tentang prosedur pelayanan farmasi dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 180 menit · awal 30 · inti 120 · penutup 30
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan mengikuti demonstrasi, peserta didik dapat menerapkan prosedur penerimaan resep di apotek sesuai SOP dengan cermat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)30 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Apersepsi: Guru mengulas kembali materi sebelumnya tentang jenis pelayanan farmasi dan bertanya, 'Bagaimana prosedur awal saat pasien datang membawa resep ke apotek?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menerapkan prosedur pelayanan farmasi dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita memastikan resep yang diterima sudah lengkap dan benar sebelum obat disiapkan?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video simulasi penerimaan resep di apotek yang menunjukkan prosedur standar dan beberapa potensi kesalahan.
  2. Peserta didik mengamati video dan mengidentifikasi langkah-langkah penting serta poin-poin krusial dalam prosedur penerimaan resep.
  3. Guru membagikan jobsheet 'Simulasi Penerimaan Resep' dan menjelaskan tahapan praktik yang akan dilakukan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)55 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi dalam kelompok praktik (2-3 orang) dan mendapatkan peran masing-masing (pasien, tenaga farmasi).
  2. Membimbing penyelidikan: Guru mendemonstrasikan prosedur penerimaan resep (verifikasi kelengkapan resep, skrining resep, entri data) menggunakan form resep dan kartu pasien simulasi.
  3. Peserta didik secara bergantian mempraktikkan prosedur penerimaan resep sesuai langkah-langkah pada jobsheet, dengan bimbingan dan pengawasan guru.
  4. Setiap kelompok mencatat hasil praktik dan identifikasi potensi masalah yang mungkin muncul selama proses penerimaan resep.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan pengalaman praktik mereka, termasuk tantangan yang dihadapi dan cara mengatasinya.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik langsung terhadap praktik yang dilakukan setiap kelompok, menyoroti aspek yang sudah baik dan area yang perlu ditingkatkan.
  3. Peserta didik secara individu mengisi lembar refleksi diri mengenai pemahaman dan keterampilan mereka dalam prosedur pelayanan farmasi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)30 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya prosedur yang benar dalam pelayanan farmasi untuk mencegah kesalahan dan meningkatkan keselamatan pasien.
  2. Guru memberikan apresiasi atas semangat dan ketelitian peserta didik dalam praktik, serta memberikan motivasi untuk terus belajar dan berlatih.
  3. Guru memberikan tugas mandiri untuk mencari informasi lebih lanjut tentang standar pelayanan kefarmasian terbaru dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMari Kenali Jenis-Jenis Pelayanan Farmasi!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai jenis pelayanan farmasi berdasarkan skenario kasus.

Alat & bahan: Alat tulis, lembar kerja, studi kasus pelayanan farmasi

Langkah kerja:

  1. Amati 1 tentang situasi di apotek berikut dengan seksama.
  2. Baca dan pahami setiap skenario kasus pelayanan farmasi yang diberikan.
  3. Identifikasi jenis pelayanan farmasi yang terjadi pada setiap skenario.
  4. Diskusikan dalam kelompok, mengapa pelayanan tersebut penting bagi pasien.
  5. Isi tabel pengamatan dengan jenis pelayanan farmasi dan alasannya.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang apotek?
  2. Menurut Anda, apa saja tugas seorang tenaga farmasi di apotek?
  3. Pernahkah Anda atau keluarga menerima informasi tentang cara penggunaan obat dari apoteker/asisten apoteker?

Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama diskusi kelompok dan praktik simulasi penerimaan resep, serta penilaian keaktifan dan kolaborasi.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis kasus pelayanan farmasi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis pelayanan farmasi di apotek.Jenis-jenis Pelayanan Farmasi (Dispensing, PIO, Konseling)4 JPpenalaran kritis, kolaborasi
2Menjelaskan prinsip dasar pelayanan farmasi yang berorientasi pada pasien.Prinsip Pelayanan Farmasi Berorientasi Pasien4 JPkomunikasi, penalaran kritis
3Menerapkan prosedur penerimaan resep sesuai SOP.Prosedur Penerimaan Resep (Verifikasi, Skrining)4 JPkolaborasi, komunikasi
4Menganalisis kasus kesalahan pelayanan farmasi dan merumuskan solusi pencegahannya.Analisis Kasus dan Pencegahan Kesalahan Pelayanan Farmasi4 JPpenalaran kritis, komunikasi
Halaman 8 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Pelayanan farmasi adalah salah satu pilar utama dalam sistem kesehatan yang bertujuan untuk memastikan penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional. Modul ini akan membimbing Anda memahami berbagai jenis pelayanan farmasi, prinsip-prinsip dasarnya, serta prosedur standar yang harus Anda kuasai sebagai calon tenaga teknis kefarmasian. Dengan pemahaman ini, Anda akan siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

1. Pengertian dan Tujuan Pelayanan Farmasi
Pelayanan farmasi adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dengan tujuan mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuannya meliputi peningkatan kualitas hidup pasien, pencegahan penyakit, manajemen terapi obat yang optimal, serta edukasi pasien tentang penggunaan obat yang benar dan aman. Ini mencakup seluruh aspek mulai dari penyiapan hingga penyerahan dan pemantauan efek obat.

2. Jenis-Jenis Pelayanan Farmasi
Pelayanan farmasi sangat beragam. Beberapa jenis utama meliputi dispensing (penyiapan dan penyerahan obat), Pelayanan Informasi Obat (PIO) yaitu pemberian informasi yang akurat dan objektif, konseling farmasi untuk pasien dengan kondisi khusus, Pemantauan Efek Samping Obat (MESO), dan Pencatatan Penggunaan Obat (PPO). Di apotek, pelayanan ini juga mencakup penjualan obat bebas dan peracikan sediaan farmasi. Setiap jenis memiliki prosedur dan tujuan spesifik yang berpusat pada kebutuhan pasien.

3. Prinsip Dasar Pelayanan Farmasi Berorientasi Pasien
Pelayanan farmasi harus selalu berorientasi pada pasien, yang berarti setiap tindakan dan keputusan tenaga farmasi harus mempertimbangkan kepentingan terbaik pasien. Prinsip ini mencakup empati, komunikasi efektif, menjaga kerahasiaan pasien, serta memastikan pasien memahami informasi obat yang diberikan. Tenaga farmasi juga harus proaktif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah terkait obat, serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk mencapai tujuan terapi yang optimal bagi pasien.

4. Prosedur Penerimaan dan Skrining Resep
Prosedur penerimaan resep dimulai dengan verifikasi identitas pasien dan kelengkapan resep (nama pasien, usia, alamat, nama dokter, SIP, tanggal penulisan, nama obat, dosis, bentuk sediaan, jumlah, aturan pakai, paraf dokter). Selanjutnya dilakukan skrining resep yang meliputi skrining administratif (kelengkapan resep), skrining farmasetis (bentuk sediaan, dosis, stabilitas), dan skrining klinis (alergi, interaksi obat, duplikasi, kontraindikasi). Jika ada ketidaksesuaian, tenaga farmasi harus mengkonfirmasi kepada dokter penulis resep.

5. Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Farmasi
Komunikasi yang efektif adalah kunci dalam pelayanan farmasi. Tenaga farmasi harus mampu menjelaskan informasi obat dengan bahasa yang mudah dipahami pasien, menggunakan teknik bertanya yang tepat untuk menggali informasi, dan memberikan instruksi yang jelas. Penting untuk memastikan pasien memahami cara penggunaan obat, efek samping yang mungkin terjadi, serta tanda-tanda kapan harus kembali berkonsultasi. Komunikasi yang baik membangun kepercayaan dan kepatuhan pasien terhadap terapi.

Rangkuman: Pelayanan farmasi adalah pilar kesehatan yang esensial, berfokus pada penggunaan obat yang aman dan efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Modul ini mencakup berbagai jenis pelayanan seperti dispensing, PIO, dan konseling, yang semuanya berlandaskan pada prinsip orientasi pasien. Prosedur penerimaan dan skrining resep yang teliti, serta komunikasi yang efektif, adalah keterampilan vital bagi tenaga farmasi untuk mencegah kesalahan dan memastikan terapi obat yang optimal.

Halaman 9 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
DispensingKegiatan penyiapan dan penyerahan sediaan farmasi kepada pasien.
PIOPelayanan Informasi Obat, yaitu kegiatan pemberian informasi mengenai obat.
Konseling FarmasiProses interaktif antara tenaga farmasi dan pasien untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien.
SOPStandar Operasional Prosedur, yaitu pedoman tertulis untuk melaksanakan suatu pekerjaan.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pelayanan Farmasi" mata pelajaran Farmasi Klinis dan Komunitas Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Pelayanan Farmasi — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Pelayanan Farmasi ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaFarmasi Klinis dan Komunitas · Kelas XPeta Konsep
Pelayanan FarmasiPengertian dan Tujuan Pelayanan FarmasiJenis-Jenis Pelayanan FarmasiPrinsip Dasar Pelayanan Farmasi Berorientasi PasienProsedur Penerimaan dan Skrining ResepKomunikasi Efektif dalam Pelayanan Farmasi
Dari sub-bab Pelayanan FarmasiHalaman 12
Nama sekolah AndaFarmasi Klinis dan Komunitas · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaFarmasi Klinis dan Komunitas · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaFarmasi Klinis dan Komunitas · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaFarmasi Klinis dan Komunitas · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaFarmasi Klinis dan Komunitas · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKolaborasiKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Farmasi Klinis dan Komunitas kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pelayanan Farmasi pada Farmasi Klinis dan Komunitas SMK, Fase E, elemen Keterampilan Proses Farmasi.

Modul Pelayanan Farmasi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pelayanan Farmasi untuk Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X.

Apakah modul ajar Farmasi Klinis dan Komunitas materi Pelayanan Farmasi ini gratis?

Ya. Modul Pelayanan Farmasi untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Pelayanan Farmasi ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Pelayanan Farmasi ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pelayanan Farmasi dapat Anda sesuaikan dengan murid Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Pelayanan Farmasi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pelayanan Farmasi tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pelayanan Farmasi untuk Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Pelayanan Farmasi ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pelayanan Farmasi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Farmasi Klinis dan Komunitas ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pelayanan Farmasi disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Farmasi Klinis dan Komunitas SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.