Modul Ajar & RPP Al-Islam Kelas VII
Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih
Modul ajar (RPP) Al-Islam SMP kelas VII materi Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah No. 221/SK/I.4/F/2024 tentang Kurikulum ISMUBA 2024 Holistik-Integratif (Pendidikan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab). Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih yang Anda cari? Materi Al-Islam Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Al-Islam |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 40 menit = 120 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal konsep kebersihan dalam Islam dan beberapa praktik bersuci sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah No. 221/SK/I.4/F/2024 tentang Kurikulum ISMUBA 2024 Holistik-Integratif (Pendidikan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) |
| Elemen / Domain | Fiqh Ibadah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan mengamalkan konsep thaharah (bersuci) sesuai tuntunan syariat Islam yang bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah melalui pendekatan Tarjih Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri dan bertanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Thaharah meliputi wudu, mandi wajib, tayamum, dan membersihkan najis yang sering dijumpai dalam kehidupan Muslim. |
| Konseptual | Thaharah adalah kunci sahnya ibadah salat dan merupakan bagian integral dari kebersihan fisik dan spiritual seorang Muslim. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah praktis dan runtut dalam berwudu, mandi wajib, tayamum, dan membersihkan najis sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya memahami dalil dan metode Tarjih dalam mengamalkan ibadah agar sesuai dengan tuntunan syariat yang benar. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi pengertian, dasar hukum, dan macam-macam thaharah sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah.
- Menganalisis syarat, rukun, sunah, dan hal-hal yang membatalkan wudu dan tayamum berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih.
- Mendemostrasikan praktik wudu dan tayamum dengan benar sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah.
- Menganalisis sebab-sebab, tata cara mandi wajib, dan macam-macam najis beserta cara membersihkannya sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah.
- Menyajikan hasil analisis tata cara thaharah (wudu, tayamum, mandi wajib, membersihkan najis) dalam bentuk infografis atau poster digital.
- Membiasakan diri menjaga kebersihan dan kesucian diri sebagai implementasi nilai-nilai thaharah dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Thaharah bukan sekadar membersihkan fisik, melainkan juga bagian dari ibadah yang memerlukan pemahaman dalil dan tata cara yang benar sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah, sebagai wujud ketaatan dan kesucian diri seorang Muslim.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus berwudu sebelum salat, dan apakah ada perbedaan cara wudu yang diajarkan dalam Islam?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Nilai gotong royong dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan pribadi. Bahasa Indonesia: Keterampilan menyajikan informasi secara efektif melalui infografis atau poster digital. Seni Budaya: Kreativitas dalam mendesain visual infografis atau poster yang menarik dan informatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak mengawasi dan membimbing praktik thaharah anak di rumah, serta memastikan ketersediaan sarana kebersihan yang memadai. |
| Lingkungan Pembelajaran | Tersedia fasilitas wudu dan toilet yang bersih dan terawat di sekolah, serta akses internet untuk mencari informasi tambahan tentang thaharah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain grafis online (misal: Canva, PosterMyWall) untuk membuat infografis/poster digital tentang tata cara thaharah. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi pengertian, dasar hukum, dan macam-macam thaharah sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan pertanyaan 'Apa yang kalian lakukan jika akan salat?', menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami konsep dasar thaharah, dan menjelaskan aktivitas yang akan dilakukan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi kelompok, kemudian mengamati tayangan video atau gambar tentang berbagai aktivitas bersuci (wudu, mandi, membersihkan kotoran). Mereka berdiskusi untuk mengidentifikasi apa itu thaharah, dasar hukumnya (QS. Al-Ma'idah: 6, QS. Al-Baqarah: 222), dan macam-macamnya (hadats kecil, hadats besar, najis) berdasarkan bahan ajar dan sumber lain. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok menyusun peta konsep atau mind map tentang pengertian, dasar hukum, dan pembagian thaharah. Mereka juga mencari dalil-dalil terkait thaharah dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah dan mencatat poin-poin pentingnya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya thaharah dalam Islam, serta menjelaskan secara ringkas perbedaan pandangan fikih dalam beberapa aspek thaharah yang diselesaikan melalui metode Tarjih Muhammadiyah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi Thaharah hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi wudu dan tayamum untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis syarat, rukun, sunah, dan hal-hal yang membatalkan wudu dan tayamum berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, mereview singkat materi sebelumnya tentang pengertian thaharah, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis tata cara wudu dan tayamum sesuai Tarjih, dilanjutkan dengan praktik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dihadapkan pada studi kasus (misal: 'Bagaimana jika seseorang tidak menemukan air untuk wudu?', 'Apakah kentut membatalkan wudu?'). Mereka secara berkelompok menganalisis syarat, rukun, sunah, dan pembatal wudu serta tayamum dengan merujuk pada Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah dan bahan ajar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok membuat tabel perbandingan antara wudu dan tayamum yang mencakup syarat, rukun, sunah, dan pembatalnya. Selanjutnya, mereka secara bergantian mempraktikkan gerakan wudu dan tayamum di tempat yang disediakan, dengan teman sebaya saling mengoreksi berdasarkan tabel perbandingan yang telah dibuat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Beberapa peserta didik mendemonstrasikan praktik wudu dan tayamum di depan kelas. Guru memberikan koreksi dan penguatan terhadap praktik yang benar sesuai tuntunan Tarjih, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait studi kasus yang telah dibahas. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan tata cara wudu dan tayamum yang benar, memberikan apresiasi kepada kelompok yang aktif, menyampaikan materi untuk pertemuan selanjutnya yaitu mandi wajib dan membersihkan najis, serta menutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mendemostrasikan praktik wudu dan tayamum dengan benar sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah dan menyajikan hasil analisis tata cara thaharah (wudu, tayamum, mandi wajib, membersihkan najis) dalam bentuk infografis atau poster digital. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa saja hadats besar yang kalian ketahui?', menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis mandi wajib dan najis, serta membuat proyek infografis/poster. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi sebab-sebab mandi wajib, tata caranya sesuai HPT, serta macam-macam najis (mughallazhah, mukhaffafah, mutawassithah) dan cara membersihkannya. Mereka menggunakan bahan ajar, buku fikih, dan sumber digital terpercaya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok mulai merancang infografis atau poster digital tentang rangkuman seluruh materi thaharah (wudu, tayamum, mandi wajib, najis dan cara membersihkannya) dengan menyertakan dalil dari HPT Muhammadiyah. Mereka bekerja sama menggunakan aplikasi desain grafis sederhana atau presentasi digital. Proyek ini akan dinilai pada akhir sesi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan dan menjelaskan infografis/poster digital yang telah dibuat. Guru memberikan umpan balik konstruktif, menguatkan pemahaman tentang pentingnya thaharah, dan mendorong peserta didik untuk terus membiasakan diri menjaga kesucian. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik bersama-sama merefleksikan seluruh proses pembelajaran Thaharah, memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik dalam menyelesaikan proyek, mengingatkan pentingnya mengamalkan thaharah dalam kehidupan sehari-hari, dan menutup dengan doa serta salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis dan membandingkan tata cara wudu dan tayamum sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah.
Alat & bahan: Alat tulis, lembar kerja, buku fikih ISMUBA, Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Bacalah materi tentang wudu dan tayamum dari bahan ajar dan HPT Muhammadiyah.
- Diskusikan dalam kelompok mengenai syarat, rukun, sunah, dan pembatal wudu serta tayamum.
- Isilah tabel perbandingan di bawah ini dengan lengkap dan tepat.
- Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang bersuci?
- Kapan kita harus melakukan wudu?
- Bagaimana cara membersihkan pakaian yang terkena kotoran hewan?
- Menurut kalian, mengapa kebersihan itu penting dalam Islam?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, praktik wudu/tayamum, dan proses pembuatan infografis/poster.
Sumatif (akhir): Penilaian infografis/poster digital tentang thaharah dan tes tulis pilihan ganda serta esai.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pengertian, dasar hukum, dan macam-macam thaharah sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah. | Konsep dasar thaharah, dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah, macam-macam thaharah. | 3 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| 2 | Menganalisis syarat, rukun, sunah, dan hal-hal yang membatalkan wudu dan tayamum berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih. | Syarat, rukun, sunah, pembatal wudu dan tayamum. | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Mendemostrasikan praktik wudu dan tayamum dengan benar sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah. | Praktik wudu dan tayamum. | 3 JP | Kolaborasi |
| 4 | Menganalisis sebab-sebab, tata cara mandi wajib, dan macam-macam najis beserta cara membersihkannya sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah. | Sebab, tata cara mandi wajib; macam-macam najis dan cara membersihkannya. | 3 JP | Penalaran Kritis |
Thaharah (bersuci) adalah salah satu pilar penting dalam agama Islam. Ia bukan sekadar membersihkan diri dari kotoran fisik, melainkan juga persiapan spiritual sebelum beribadah, terutama salat. Memahami thaharah sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah akan memastikan ibadah kita sah dan diterima Allah SWT, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lahir dan batin.
1. Pengertian dan Dasar Hukum Thaharah
Thaharah secara bahasa berarti bersih atau suci. Menurut syara', thaharah adalah menghilangkan hadats dan najis. Hadats adalah keadaan tidak suci pada diri seorang Muslim yang menghalangi sahnya ibadah tertentu, seperti salat. Najis adalah kotoran yang menghalangi sahnya ibadah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma'idah ayat 6, "يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ". (Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki). Ini adalah dasar hukum wudu.
2. Wudu dan Tayamum: Tata Cara Sesuai Tarjih
Wudu adalah bersuci menggunakan air untuk menghilangkan hadats kecil, dengan membasuh anggota badan tertentu. Rukun wudu menurut Tarjih Muhammadiyah adalah niat, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib. Sementara tayamum adalah pengganti wudu atau mandi wajib menggunakan debu yang suci jika tidak ada air atau ada halangan menggunakannya. Tata cara tayamum adalah niat, mengusap muka, dan mengusap kedua tangan sampai siku dengan debu yang suci. Keduanya memiliki pembatal yang harus dihindari agar thaharah tetap sah.
3. Mandi Wajib: Sebab dan Tata Caranya
Mandi wajib (mandi junub) adalah bersuci dari hadats besar dengan meratakan air ke seluruh tubuh. Sebab-sebab mandi wajib antara lain: keluarnya air mani, berhubungan suami istri, haid, nifas, dan meninggal dunia. Tata cara mandi wajib menurut Tarjih Muhammadiyah: niat, mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan dan sekitarnya, berwudu sempurna, menyela-nyela rambut, kemudian meratakan air ke seluruh tubuh mulai dari kepala hingga kaki, diawali bagian kanan. Pastikan seluruh bagian tubuh terkena air.
4. Najis dan Cara Membersihkannya
Najis adalah kotoran yang menyebabkan tidak sahnya ibadah. Najis dibagi menjadi tiga: Najis Mughallazhah (berat), seperti air liur anjing dan babi, cara membersihkannya dengan tujuh kali basuhan, salah satunya dengan tanah. Najis Mukhaffafah (ringan), seperti air kencing bayi laki-laki yang belum makan selain ASI, cara membersihkannya cukup diperciki air. Najis Mutawassithah (sedang), seperti kotoran manusia/hewan, darah, nanah, dan bangkai, cara membersihkannya dengan menghilangkan zat, warna, dan baunya. Penting untuk memastikan pakaian dan tempat ibadah kita bersih dari najis.
Rangkuman: Thaharah adalah bersuci dari hadats dan najis, merupakan syarat sah salat. Ada wudu untuk hadats kecil, tayamum sebagai pengganti wudu/mandi, dan mandi wajib untuk hadats besar. Najis terbagi tiga: mughallazhah, mukhaffafah, dan mutawassithah, masing-masing dengan cara membersihkan yang berbeda. Memahami dan mengamalkan thaharah sesuai tuntunan Tarjih Muhammadiyah adalah kunci kesucian dan keabsahan ibadah kita, menunjukkan komitmen terhadap kebersihan lahir dan batin.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Thaharah | Bersuci dari hadats dan najis. |
| Hadats | Keadaan tidak suci yang menghalangi ibadah. |
| Najis | Kotoran yang menghalangi sahnya ibadah. |
| Wudu | Bersuci dengan air untuk menghilangkan hadats kecil. |
| Tayamum | Bersuci dengan debu pengganti wudu/mandi. |
| Mandi Wajib | Mandi untuk menghilangkan hadats besar. |
| Tarjih | Metode penetapan hukum Islam oleh Muhammadiyah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih" mata pelajaran Al-Islam Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Al-Islam Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 5 siap
Semester 2 / Genap0 dari 4 siap
Sejarah Nabi Muhammad Periode MakkahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAdab kepada Orang Tua dan GuruBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisThaharah dan PraktiknyaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemangat Menuntut IlmuBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratis2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Al-Islam Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih ini gratis?
Ya. Modul Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Al-Islam kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Al-Islam kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih ini mengikuti SK Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah No. 221/SK/I.4/F/2024 tentang Kurikulum ISMUBA 2024 Holistik-Integratif (Pendidikan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih untuk Al-Islam kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Thaharah sesuai Tuntunan Tarjih dapat Anda sesuaikan dengan murid Al-Islam kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.