Modul Ajar MTs

Modul Ajar Bahasa Jawa Kelas VII MTs

8 modul ajar Bahasa Jawa kelas VII MTs (Fase D) siap unduh — Cerita Pendalaman, Cerita Rakyat, dan Crita Sayang Bidang Rencana. Word + PDF ber-kop.

8 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua mapel per kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Pachelathon, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Pachelathon selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas VII ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Bahasa Jawa Kelas VII MTs
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pachelathon
Bahasa Jawa · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pachelathon
Bahasa Jawa · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Jawa
Fase / KelasD / VII
Materi PokokPachelathon
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik mengetahui beberapa kosakata dasar bahasa Jawa ngoko dan krama, serta pernah mendengar percakapan dalam bahasa Jawa.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
    Peserta didik menunjukkan sikap santun dan menghargai orang lain saat berbicara dalam bahasa Jawa krama inggil.
  2. komunikasi — elemen: berbicara dan presentasi
    Peserta didik mampu menyampaikan gagasan secara jelas dan sistematis dalam diskusi serta presentasi pachelathon.
  3. kolaborasi — elemen: kerja sama
    Peserta didik bekerja sama secara aktif dan saling mendukung dalam kelompok untuk menyusun naskah pachelathon.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami, menganalisis, dan memproduksi berbagai jenis teks berbahasa Jawa (termasuk pachelathon) sesuai konteks dan tujuan komunikasi, serta menunjukkan sikap santun dalam berbahasa.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPachelathon adalah percakapan dalam bahasa Jawa yang memiliki aturan dan etika tertentu, misalnya penggunaan unggah-ungguh basa.
KonseptualKonsep inti pachelathon meliputi pengertian, jenis, fungsi, unsur-unsur, dan kaidah kebahasaan unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil).
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah menyusun naskah pachelathon sederhana dan mempraktikkan pachelathon sesuai konteks.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya menguasai unggah-ungguh basa Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari untuk menjaga kesantunan dan identitas budaya.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMeningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia bahasa Jawa sebagai warisan budaya dan sarana komunikasi yang santun.
2. Cinta IlmuMendorong peserta didik untuk selalu mencari tahu dan mendalami kaidah bahasa Jawa, khususnya unggah-ungguh basa, sebagai bagian dari ilmu pengetahuan.
3. Cinta LingkunganMenumbuhkan kesadaran untuk melestarikan bahasa Jawa sebagai bagian dari lingkungan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.
4. Cinta Diri dan SesamaMembiasakan diri berkomunikasi dengan santun dan menghargai orang lain melalui penggunaan unggah-ungguh basa yang tepat dalam pachelathon.
5. Cinta Tanah AirMenanamkan rasa bangga dan cinta terhadap bahasa dan budaya Jawa sebagai identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui tayangan video pachelathon, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dengan tepat.
  2. Dengan membaca teks pachelathon, peserta didik dapat menguraikan konsep unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil) secara jelas.
  3. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis penggunaan unggah-ungguh basa Jawa dalam berbagai konteks pachelathon dengan benar.
  4. Melalui latihan menulis, peserta didik dapat menyusun naskah pachelathon sederhana dengan menerapkan unggah-ungguh basa Jawa secara santun.
  5. Setelah berlatih, peserta didik dapat mempraktikkan pachelathon dengan lancar dan ekspresif sesuai kaidah unggah-ungguh basa Jawa.
Halaman 2 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami pachelathon bukan hanya tentang menghafal kosakata, tetapi juga tentang menginternalisasi nilai-nilai kesantunan dan kearifan lokal dalam berkomunikasi sehari-hari dengan bahasa Jawa.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu memperhatikan unggah-ungguh basa saat berbicara dengan orang yang lebih tua dalam bahasa Jawa?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Kaitan dengan adab dan etika berbicara dalam Islam, khususnya dalam menghormati orang tua dan guru.
Seni Budaya: Kaitan dengan ekspresi diri dan pementasan seni tradisional yang sering menggunakan dialog berbahasa Jawa.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berperan dalam mempraktikkan pachelathon sederhana di rumah, misalnya saat meminta tolong atau menyapa.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktik pachelathon, dengan ruang gerak yang cukup dan akses ke papan tulis.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video pachelathon dari YouTube atau platform lainnya sebagai stimulus awal dan referensi praktik berbahasa Jawa yang baik.
Halaman 3 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui tayangan video pachelathon, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Krama: Guru menyebutkan kata ngoko, peserta didik secara bergantian menebak padanan krama inggilnya. Jika benar, teman lain tepuk tangan.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pengalaman mereka mendengar atau menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dan menjelaskan pertanyaan pemantik mengenai pentingnya unggah-ungguh basa.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video pachelathon sederhana (misalnya percakapan antara anak dan orang tua) yang menunjukkan penggunaan unggah-ungguh basa.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik mengamati tayangan video dan mencatat hal-hal menarik atau pertanyaan yang muncul terkait percakapan dalam video.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan hasil pengamatan mereka dan mencoba mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dari video yang ditayangkan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Setiap kelompok mencatat ciri-ciri pachelathon yang berhasil diidentifikasi, seperti penggunaan bahasa, intonasi, dan konteks percakapan.
  2. Pembuktian: Guru membimbing diskusi kelas untuk membandingkan temuan setiap kelompok dan mengonfirmasi ciri-ciri pachelathon yang benar berdasarkan tayangan video.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi ciri-ciri pachelathon di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok dan mengapresiasi usaha peserta didik.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya memahami ciri-ciri pachelathon sebagai dasar komunikasi yang santun.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan ciri-ciri utama pachelathon yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merenungkan manfaat belajar pachelathon dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan membaca teks pachelathon, peserta didik dapat menguraikan konsep unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil) secara jelas.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Sambung Kata Unggah-ungguh: Guru memulai dengan satu kata ngoko, lalu peserta didik secara bergiliran menyebutkan kata krama atau krama inggil yang relevan.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan ciri-ciri pachelathon yang telah dipelajari sebelumnya, khususnya terkait penggunaan bahasa.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menguraikan konsep unggah-ungguh basa Jawa dan menjelaskan mengapa penting menguasai unggah-ungguh basa.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru membagikan teks pachelathon yang mengandung berbagai tingkat unggah-ungguh basa (ngoko, krama madya, krama inggil) dan meminta peserta didik membacanya.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diberikan lembar kerja untuk menganalisis penggunaan basa dalam teks.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi kata-kata atau frasa yang menunjukkan perbedaan unggah-ungguh basa dan mencoba mengelompokkannya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyusun daftar kata dan frasa berdasarkan tingkat unggah-ungguh basa (ngoko, krama madya, krama inggil) dari teks yang diberikan.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru berkeliling membimbing kelompok, memastikan mereka memahami perbedaan dan penggunaan masing-masing tingkatan basa.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka tentang unggah-ungguh basa Jawa dari teks pachelathon.
  2. Guru memberikan umpan balik dan mengoreksi jika ada kesalahan pemahaman, serta mengapresiasi kerja keras kelompok.
  3. Guru melakukan penguatan materi dengan menjelaskan secara komprehensif konsep unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil) dan contoh penggunaannya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang unggah-ungguh basa Jawa.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksikan pentingnya unggah-ungguh basa dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan apresiasi atas antusiasme mereka.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh kalimat dengan unggah-ungguh basa berbeda dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis penggunaan unggah-ungguh basa Jawa dalam berbagai konteks percakapan.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Pachelathon adalah salah satu bentuk komunikasi lisan yang penting dalam budaya Jawa. Mempelajari pachelathon berarti memahami cara berbicara yang santun dan menghargai lawan bicara, terutama dengan penggunaan unggah-ungguh basa yang tepat.

Alat & bahan: Teks pachelathon, alat tulis, kertas

Langkah kerja:

  1. Amati gambar 1 yang berisi skenario percakapan antara anak dan orang tua.
  2. Baca dan pahami teks pachelathon yang terlampir pada lembar ini.
  3. Identifikasi kalimat-kalimat yang menggunakan unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil).
  4. Diskusikan dengan kelompokmu, apakah penggunaan unggah-ungguh basa pada setiap kalimat sudah tepat sesuai konteks dan lawan bicara.
  5. Isilah tabel analisis di bawah ini dengan hasil diskusi kelompokmu.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang pachelathon?
  2. Pernahkah kamu mendengar atau menggunakan bahasa Jawa krama?
  3. Menurutmu, mengapa orang Jawa memiliki tingkatan bahasa yang berbeda?
  4. Sebutkan satu contoh kalimat bahasa Jawa ngoko!

Formatif (proses): Observasi partisipasi diskusi kelompok dan ketepatan analisis unggah-ungguh basa dalam LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian praktik pachelathon dan hasil penyusunan naskah pachelathon sederhana.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Melalui tayangan video pachelathon, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dengan tepat.Ciri-ciri pachelathon2 JPkomunikasi
2Dengan membaca teks pachelathon, peserta didik dapat menguraikan konsep unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil) secara jelas.Unggah-ungguh basa Jawa2 JPpenalaran kritis
3Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis penggunaan unggah-ungguh basa Jawa dalam berbagai konteks pachelathon dengan benar.Analisis unggah-ungguh basa dalam konteks pachelathon2 JPkolaborasi
4Setelah berlatih, peserta didik dapat mempraktikkan pachelathon dengan lancar dan ekspresif sesuai kaidah unggah-ungguh basa Jawa.Praktik pachelathon2 JPkeimanan dan ketakwaan
Halaman 8 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Pachelathon adalah salah satu bentuk komunikasi lisan yang penting dalam budaya Jawa. Mempelajari pachelathon berarti memahami cara berbicara yang santun dan menghargai lawan bicara, terutama dengan penggunaan unggah-ungguh basa yang tepat. Modul ini akan membimbing kamu untuk menguasai pachelathon agar kamu dapat berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Jawa.

1. Pengertian Pachelathon
Pachelathon berasal dari kata 'pacelathon' yang berarti percakapan atau dialog. Dalam konteks bahasa Jawa, pachelathon merujuk pada percakapan yang dilakukan dengan memperhatikan etika dan kaidah kebahasaan, terutama unggah-ungguh basa. Pachelathon bisa terjadi dalam berbagai situasi, baik formal maupun informal, dan melibatkan dua orang atau lebih. Tujuan utamanya adalah menyampaikan pesan secara efektif sambil tetap menjaga kesantunan.

2. Ciri-ciri Pachelathon
Pachelathon memiliki beberapa ciri khas. Pertama, adanya dua orang atau lebih yang saling berbicara. Kedua, menggunakan bahasa Jawa dengan unggah-ungguh basa yang bervariasi sesuai dengan lawan bicara, situasi, dan topik. Ketiga, memiliki tema atau topik percakapan yang jelas. Keempat, mengandung unsur ekspresi wajah dan intonasi suara yang mendukung isi percakapan. Kelima, umumnya mengandung pesan atau maksud tertentu yang ingin disampaikan oleh penutur.

3. Fungsi Pachelathon
Pachelathon memiliki banyak fungsi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Fungsi utamanya adalah sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan informasi, bertukar pikiran, atau mengungkapkan perasaan. Selain itu, pachelathon juga berfungsi untuk mempererat tali silaturahmi, menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, dan melestarikan budaya Jawa. Dalam konteks pendidikan, pachelathon dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan berbahasa Jawa secara lisan.

4. Unggah-ungguh Basa Jawa: Ngoko
Unggah-ungguh basa Jawa adalah aturan penggunaan bahasa Jawa berdasarkan tingkat kesopanan. Salah satunya adalah basa ngoko. Basa ngoko digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih muda, teman sebaya yang sudah akrab, atau kepada binatang. Ciri khas basa ngoko adalah penggunaan kata-kata dasar Jawa tanpa perubahan bentuk krama. Contoh: 'Kowe arep menyang ngendi?' (Kamu mau pergi ke mana?)

5. Unggah-ungguh Basa Jawa: Krama Madya
Krama madya adalah tingkatan basa Jawa di atas ngoko, digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dihormati, tetapi belum terlalu akrab. Ciri-cirinya adalah penggunaan sebagian besar kata krama, namun masih ada beberapa kata ngoko yang tetap digunakan. Krama madya menunjukkan sikap hormat namun tidak seformal krama inggil. Contoh: 'Panjenengan badhe tindak pundi?' (Anda mau pergi ke mana?)

6. Unggah-ungguh Basa Jawa: Krama Inggil
Krama inggil adalah tingkatan basa Jawa tertinggi, digunakan untuk berbicara dengan orang yang sangat dihormati, seperti orang tua, guru, atau tokoh masyarakat. Semua kata kerja dan kata benda yang berkaitan dengan lawan bicara diubah ke bentuk krama inggil. Penggunaan krama inggil menunjukkan rasa hormat yang sangat tinggi. Contoh: 'Panjenengan badhe tindak pundi, Pak?' (Bapak mau pergi ke mana?)

7. Langkah-langkah Menyusun Naskah Pachelathon
Menyusun naskah pachelathon memerlukan beberapa langkah. Pertama, tentukan tema atau topik percakapan. Kedua, tentukan tokoh-tokoh yang akan terlibat dan hubungan antar tokoh (misalnya, anak-ibu, murid-guru) untuk menentukan unggah-ungguh basa yang akan digunakan. Ketiga, buat kerangka dialog. Keempat, tulis dialog dengan memperhatikan penggunaan unggah-ungguh basa yang tepat. Kelima, baca ulang dan perbaiki jika ada kesalahan. Keenam, latih dialog tersebut agar lancar saat dipraktikkan.

8. Praktik Pachelathon
Setelah menyusun naskah, langkah selanjutnya adalah mempraktikkan pachelathon. Praktik ini penting untuk melatih kelancaran berbicara, intonasi, dan ekspresi. Saat praktik, perhatikan hal-hal berikut: kejelasan lafal, ketepatan unggah-ungguh basa sesuai peran, ekspresi wajah dan gerak tubuh yang mendukung, serta intonasi suara yang sesuai dengan suasana percakapan. Latihan berulang akan membuat praktik pachelathon semakin baik.

Rangkuman: Pachelathon adalah percakapan berbahasa Jawa yang memperhatikan unggah-ungguh basa. Terdapat tiga tingkatan utama unggah-ungguh basa: ngoko (untuk sebaya/lebih muda), krama madya (untuk dihormati namun belum akrab), dan krama inggil (untuk sangat dihormati). Memahami dan mempraktikkan pachelathon dengan tepat sangat penting untuk menjaga kesantunan, menghargai lawan bicara, dan melestarikan budaya Jawa dalam komunikasi sehari-hari.

Halaman 9 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
PachelathonPercakapan atau dialog dalam bahasa Jawa yang memperhatikan unggah-ungguh basa.
Unggah-ungguh BasaAturan penggunaan bahasa Jawa berdasarkan tingkat kesopanan.
NgokoTingkatan bahasa Jawa yang digunakan untuk teman sebaya atau orang yang lebih muda.
Krama MadyaTingkatan bahasa Jawa yang digunakan untuk orang yang dihormati, namun tidak seformal krama inggil.
Krama InggilTingkatan bahasa Jawa tertinggi yang digunakan untuk orang yang sangat dihormati.
IntonasiNada suara saat berbicara.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pachelathon" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Bahasa Jawa Kelas VII MTs — Fase D

Kelas VII — ditulis juga kelas 7 — di MTs berada di Fase D.

Yang disusun di sini perangkat ajar Bahasa Jawa kelas VII (kelas 7) MTs — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Bahasa Jawa kelas VII (kelas 7) MTs mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025 (mapel umum madrasah). Di madrasah, berkasnya disusun menurut Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan integrasi nilai Panca Cinta dan kop madrasah.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Bahasa Jawa kelas VII (kelas 7) MTs yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Bahasa Jawa bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIPeta Konsep
PachelathonPengertian PachelathonCiri-ciri PachelathonFungsi PachelathonUnggah-ungguh Basa Jawa: NgokoUnggah-ungguh Basa Jawa: Krama Madya
Dari sub-bab PachelathonLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKomunikasiKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Bahasa Jawa Kelas VII MTs

Apakah modul ajar Bahasa Jawa ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas VII (kelas 7) MTs masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Bahasa Jawa?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.