MTsKelas VIIFase D

Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas VII
Pachelathon

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Pachelathon adalah percakapan berbahasa Jawa yang memperhatikan unggah-ungguh basa. Terdapat tiga tingkatan utama unggah-ungguh basa: ngoko (untuk sebaya/lebih muda), krama madya (untuk dihormati namun belum akrab), dan krama inggil (untuk sangat dihormati). Memahami dan mempraktikkan pachelathon dengan tepat sangat penting untuk menjaga kesantunan, menghargai lawan bicara, dan melestarikan budaya Jawa dalam komunikasi sehari-hari.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pachelathon
Bahasa Jawa · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pachelathon
Bahasa Jawa · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Jawa
Fase / KelasD / VII
Materi PokokPachelathon
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik mengetahui beberapa kosakata dasar bahasa Jawa ngoko dan krama, serta pernah mendengar percakapan dalam bahasa Jawa.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
    Peserta didik menunjukkan sikap santun dan menghargai orang lain saat berbicara dalam bahasa Jawa krama inggil.
  2. komunikasi — elemen: berbicara dan presentasi
    Peserta didik mampu menyampaikan gagasan secara jelas dan sistematis dalam diskusi serta presentasi pachelathon.
  3. kolaborasi — elemen: kerja sama
    Peserta didik bekerja sama secara aktif dan saling mendukung dalam kelompok untuk menyusun naskah pachelathon.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami, menganalisis, dan memproduksi berbagai jenis teks berbahasa Jawa (termasuk pachelathon) sesuai konteks dan tujuan komunikasi, serta menunjukkan sikap santun dalam berbahasa.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPachelathon adalah percakapan dalam bahasa Jawa yang memiliki aturan dan etika tertentu, misalnya penggunaan unggah-ungguh basa.
KonseptualKonsep inti pachelathon meliputi pengertian, jenis, fungsi, unsur-unsur, dan kaidah kebahasaan unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil).
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah menyusun naskah pachelathon sederhana dan mempraktikkan pachelathon sesuai konteks.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya menguasai unggah-ungguh basa Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari untuk menjaga kesantunan dan identitas budaya.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMeningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia bahasa Jawa sebagai warisan budaya dan sarana komunikasi yang santun.
2. Cinta IlmuMendorong peserta didik untuk selalu mencari tahu dan mendalami kaidah bahasa Jawa, khususnya unggah-ungguh basa, sebagai bagian dari ilmu pengetahuan.
3. Cinta LingkunganMenumbuhkan kesadaran untuk melestarikan bahasa Jawa sebagai bagian dari lingkungan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.
4. Cinta Diri dan SesamaMembiasakan diri berkomunikasi dengan santun dan menghargai orang lain melalui penggunaan unggah-ungguh basa yang tepat dalam pachelathon.
5. Cinta Tanah AirMenanamkan rasa bangga dan cinta terhadap bahasa dan budaya Jawa sebagai identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui tayangan video pachelathon, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dengan tepat.
  2. Dengan membaca teks pachelathon, peserta didik dapat menguraikan konsep unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil) secara jelas.
  3. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis penggunaan unggah-ungguh basa Jawa dalam berbagai konteks pachelathon dengan benar.
  4. Melalui latihan menulis, peserta didik dapat menyusun naskah pachelathon sederhana dengan menerapkan unggah-ungguh basa Jawa secara santun.
  5. Setelah berlatih, peserta didik dapat mempraktikkan pachelathon dengan lancar dan ekspresif sesuai kaidah unggah-ungguh basa Jawa.
Halaman 2 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami pachelathon bukan hanya tentang menghafal kosakata, tetapi juga tentang menginternalisasi nilai-nilai kesantunan dan kearifan lokal dalam berkomunikasi sehari-hari dengan bahasa Jawa.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu memperhatikan unggah-ungguh basa saat berbicara dengan orang yang lebih tua dalam bahasa Jawa?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Kaitan dengan adab dan etika berbicara dalam Islam, khususnya dalam menghormati orang tua dan guru.
Seni Budaya: Kaitan dengan ekspresi diri dan pementasan seni tradisional yang sering menggunakan dialog berbahasa Jawa.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berperan dalam mempraktikkan pachelathon sederhana di rumah, misalnya saat meminta tolong atau menyapa.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktik pachelathon, dengan ruang gerak yang cukup dan akses ke papan tulis.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video pachelathon dari YouTube atau platform lainnya sebagai stimulus awal dan referensi praktik berbahasa Jawa yang baik.
Halaman 3 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui tayangan video pachelathon, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Krama: Guru menyebutkan kata ngoko, peserta didik secara bergantian menebak padanan krama inggilnya. Jika benar, teman lain tepuk tangan.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pengalaman mereka mendengar atau menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dan menjelaskan pertanyaan pemantik mengenai pentingnya unggah-ungguh basa.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video pachelathon sederhana (misalnya percakapan antara anak dan orang tua) yang menunjukkan penggunaan unggah-ungguh basa.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik mengamati tayangan video dan mencatat hal-hal menarik atau pertanyaan yang muncul terkait percakapan dalam video.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan hasil pengamatan mereka dan mencoba mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dari video yang ditayangkan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Setiap kelompok mencatat ciri-ciri pachelathon yang berhasil diidentifikasi, seperti penggunaan bahasa, intonasi, dan konteks percakapan.
  2. Pembuktian: Guru membimbing diskusi kelas untuk membandingkan temuan setiap kelompok dan mengonfirmasi ciri-ciri pachelathon yang benar berdasarkan tayangan video.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi ciri-ciri pachelathon di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok dan mengapresiasi usaha peserta didik.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya memahami ciri-ciri pachelathon sebagai dasar komunikasi yang santun.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan ciri-ciri utama pachelathon yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merenungkan manfaat belajar pachelathon dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan membaca teks pachelathon, peserta didik dapat menguraikan konsep unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil) secara jelas.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Sambung Kata Unggah-ungguh: Guru memulai dengan satu kata ngoko, lalu peserta didik secara bergiliran menyebutkan kata krama atau krama inggil yang relevan.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan ciri-ciri pachelathon yang telah dipelajari sebelumnya, khususnya terkait penggunaan bahasa.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menguraikan konsep unggah-ungguh basa Jawa dan menjelaskan mengapa penting menguasai unggah-ungguh basa.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru membagikan teks pachelathon yang mengandung berbagai tingkat unggah-ungguh basa (ngoko, krama madya, krama inggil) dan meminta peserta didik membacanya.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diberikan lembar kerja untuk menganalisis penggunaan basa dalam teks.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi kata-kata atau frasa yang menunjukkan perbedaan unggah-ungguh basa dan mencoba mengelompokkannya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyusun daftar kata dan frasa berdasarkan tingkat unggah-ungguh basa (ngoko, krama madya, krama inggil) dari teks yang diberikan.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru berkeliling membimbing kelompok, memastikan mereka memahami perbedaan dan penggunaan masing-masing tingkatan basa.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka tentang unggah-ungguh basa Jawa dari teks pachelathon.
  2. Guru memberikan umpan balik dan mengoreksi jika ada kesalahan pemahaman, serta mengapresiasi kerja keras kelompok.
  3. Guru melakukan penguatan materi dengan menjelaskan secara komprehensif konsep unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil) dan contoh penggunaannya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang unggah-ungguh basa Jawa.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksikan pentingnya unggah-ungguh basa dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan apresiasi atas antusiasme mereka.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh kalimat dengan unggah-ungguh basa berbeda dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis penggunaan unggah-ungguh basa Jawa dalam berbagai konteks percakapan.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Pachelathon adalah salah satu bentuk komunikasi lisan yang penting dalam budaya Jawa. Mempelajari pachelathon berarti memahami cara berbicara yang santun dan menghargai lawan bicara, terutama dengan penggunaan unggah-ungguh basa yang tepat.

Alat & bahan: Teks pachelathon, alat tulis, kertas

Langkah kerja:

  1. Amati gambar 1 yang berisi skenario percakapan antara anak dan orang tua.
  2. Baca dan pahami teks pachelathon yang terlampir pada lembar ini.
  3. Identifikasi kalimat-kalimat yang menggunakan unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil).
  4. Diskusikan dengan kelompokmu, apakah penggunaan unggah-ungguh basa pada setiap kalimat sudah tepat sesuai konteks dan lawan bicara.
  5. Isilah tabel analisis di bawah ini dengan hasil diskusi kelompokmu.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang pachelathon?
  2. Pernahkah kamu mendengar atau menggunakan bahasa Jawa krama?
  3. Menurutmu, mengapa orang Jawa memiliki tingkatan bahasa yang berbeda?
  4. Sebutkan satu contoh kalimat bahasa Jawa ngoko!

Formatif (proses): Observasi partisipasi diskusi kelompok dan ketepatan analisis unggah-ungguh basa dalam LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian praktik pachelathon dan hasil penyusunan naskah pachelathon sederhana.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Melalui tayangan video pachelathon, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pachelathon dengan tepat.Ciri-ciri pachelathon2 JPkomunikasi
2Dengan membaca teks pachelathon, peserta didik dapat menguraikan konsep unggah-ungguh basa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil) secara jelas.Unggah-ungguh basa Jawa2 JPpenalaran kritis
3Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis penggunaan unggah-ungguh basa Jawa dalam berbagai konteks pachelathon dengan benar.Analisis unggah-ungguh basa dalam konteks pachelathon2 JPkolaborasi
4Setelah berlatih, peserta didik dapat mempraktikkan pachelathon dengan lancar dan ekspresif sesuai kaidah unggah-ungguh basa Jawa.Praktik pachelathon2 JPkeimanan dan ketakwaan
Halaman 8 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Pachelathon adalah salah satu bentuk komunikasi lisan yang penting dalam budaya Jawa. Mempelajari pachelathon berarti memahami cara berbicara yang santun dan menghargai lawan bicara, terutama dengan penggunaan unggah-ungguh basa yang tepat. Modul ini akan membimbing kamu untuk menguasai pachelathon agar kamu dapat berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Jawa.

1. Pengertian Pachelathon
Pachelathon berasal dari kata 'pacelathon' yang berarti percakapan atau dialog. Dalam konteks bahasa Jawa, pachelathon merujuk pada percakapan yang dilakukan dengan memperhatikan etika dan kaidah kebahasaan, terutama unggah-ungguh basa. Pachelathon bisa terjadi dalam berbagai situasi, baik formal maupun informal, dan melibatkan dua orang atau lebih. Tujuan utamanya adalah menyampaikan pesan secara efektif sambil tetap menjaga kesantunan.

2. Ciri-ciri Pachelathon
Pachelathon memiliki beberapa ciri khas. Pertama, adanya dua orang atau lebih yang saling berbicara. Kedua, menggunakan bahasa Jawa dengan unggah-ungguh basa yang bervariasi sesuai dengan lawan bicara, situasi, dan topik. Ketiga, memiliki tema atau topik percakapan yang jelas. Keempat, mengandung unsur ekspresi wajah dan intonasi suara yang mendukung isi percakapan. Kelima, umumnya mengandung pesan atau maksud tertentu yang ingin disampaikan oleh penutur.

3. Fungsi Pachelathon
Pachelathon memiliki banyak fungsi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Fungsi utamanya adalah sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan informasi, bertukar pikiran, atau mengungkapkan perasaan. Selain itu, pachelathon juga berfungsi untuk mempererat tali silaturahmi, menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, dan melestarikan budaya Jawa. Dalam konteks pendidikan, pachelathon dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan berbahasa Jawa secara lisan.

4. Unggah-ungguh Basa Jawa: Ngoko
Unggah-ungguh basa Jawa adalah aturan penggunaan bahasa Jawa berdasarkan tingkat kesopanan. Salah satunya adalah basa ngoko. Basa ngoko digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih muda, teman sebaya yang sudah akrab, atau kepada binatang. Ciri khas basa ngoko adalah penggunaan kata-kata dasar Jawa tanpa perubahan bentuk krama. Contoh: 'Kowe arep menyang ngendi?' (Kamu mau pergi ke mana?)

5. Unggah-ungguh Basa Jawa: Krama Madya
Krama madya adalah tingkatan basa Jawa di atas ngoko, digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dihormati, tetapi belum terlalu akrab. Ciri-cirinya adalah penggunaan sebagian besar kata krama, namun masih ada beberapa kata ngoko yang tetap digunakan. Krama madya menunjukkan sikap hormat namun tidak seformal krama inggil. Contoh: 'Panjenengan badhe tindak pundi?' (Anda mau pergi ke mana?)

6. Unggah-ungguh Basa Jawa: Krama Inggil
Krama inggil adalah tingkatan basa Jawa tertinggi, digunakan untuk berbicara dengan orang yang sangat dihormati, seperti orang tua, guru, atau tokoh masyarakat. Semua kata kerja dan kata benda yang berkaitan dengan lawan bicara diubah ke bentuk krama inggil. Penggunaan krama inggil menunjukkan rasa hormat yang sangat tinggi. Contoh: 'Panjenengan badhe tindak pundi, Pak?' (Bapak mau pergi ke mana?)

7. Langkah-langkah Menyusun Naskah Pachelathon
Menyusun naskah pachelathon memerlukan beberapa langkah. Pertama, tentukan tema atau topik percakapan. Kedua, tentukan tokoh-tokoh yang akan terlibat dan hubungan antar tokoh (misalnya, anak-ibu, murid-guru) untuk menentukan unggah-ungguh basa yang akan digunakan. Ketiga, buat kerangka dialog. Keempat, tulis dialog dengan memperhatikan penggunaan unggah-ungguh basa yang tepat. Kelima, baca ulang dan perbaiki jika ada kesalahan. Keenam, latih dialog tersebut agar lancar saat dipraktikkan.

8. Praktik Pachelathon
Setelah menyusun naskah, langkah selanjutnya adalah mempraktikkan pachelathon. Praktik ini penting untuk melatih kelancaran berbicara, intonasi, dan ekspresi. Saat praktik, perhatikan hal-hal berikut: kejelasan lafal, ketepatan unggah-ungguh basa sesuai peran, ekspresi wajah dan gerak tubuh yang mendukung, serta intonasi suara yang sesuai dengan suasana percakapan. Latihan berulang akan membuat praktik pachelathon semakin baik.

Rangkuman: Pachelathon adalah percakapan berbahasa Jawa yang memperhatikan unggah-ungguh basa. Terdapat tiga tingkatan utama unggah-ungguh basa: ngoko (untuk sebaya/lebih muda), krama madya (untuk dihormati namun belum akrab), dan krama inggil (untuk sangat dihormati). Memahami dan mempraktikkan pachelathon dengan tepat sangat penting untuk menjaga kesantunan, menghargai lawan bicara, dan melestarikan budaya Jawa dalam komunikasi sehari-hari.

Halaman 9 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
PachelathonPercakapan atau dialog dalam bahasa Jawa yang memperhatikan unggah-ungguh basa.
Unggah-ungguh BasaAturan penggunaan bahasa Jawa berdasarkan tingkat kesopanan.
NgokoTingkatan bahasa Jawa yang digunakan untuk teman sebaya atau orang yang lebih muda.
Krama MadyaTingkatan bahasa Jawa yang digunakan untuk orang yang dihormati, namun tidak seformal krama inggil.
Krama InggilTingkatan bahasa Jawa tertinggi yang digunakan untuk orang yang sangat dihormati.
IntonasiNada suara saat berbicara.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pachelathon" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Pachelathon — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Pachelathon ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIPeta Konsep
PachelathonPengertian PachelathonCiri-ciri PachelathonFungsi PachelathonUnggah-ungguh Basa Jawa: NgokoUnggah-ungguh Basa Jawa: Krama Madya
Dari sub-bab PachelathonHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKomunikasiKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pachelathon pada Bahasa Jawa MTs, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.

Modul Pachelathon ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pachelathon untuk Bahasa Jawa kelas VII.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Pachelathon ini gratis?

Ya. Modul Pachelathon untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Pachelathon ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Pachelathon ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pachelathon dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Pachelathon ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pachelathon tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pachelathon untuk Bahasa Jawa kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Pachelathon ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pachelathon beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Pachelathon yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Bahasa Jawa MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.