Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas VII
Cerita Rakyat
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Jawa |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Cerita Rakyat |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik mengenal beberapa cerita rakyat daerah setempat atau dari media elektronik. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik dapat mengidentifikasi nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat sebagai cerminan kearifan lokal yang sesuai dengan ajaran agama. - kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mampu menciptakan ide-ide inovatif untuk mengadaptasi cerita rakyat menjadi bentuk sajian modern yang menarik. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyajikan proyek adaptasi cerita rakyat.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan mengapresiasi berbagai jenis teks sastra lisan maupun tulis, serta dapat menyajikan gagasan secara kreatif dan kolaboratif dalam Bahasa Jawa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Cerita rakyat Jawa seperti 'Timun Mas', 'Roro Jonggrang', dan 'Malin Kundang' merupakan contoh nyata materi ini. |
| Konseptual | Cerita rakyat adalah kisah turun-temurun yang mengandung nilai moral, sejarah, dan kearifan lokal suatu masyarakat. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita rakyat serta menyajikan kembali dalam bentuk adaptasi kreatif. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan budaya lokal melalui cerita rakyat dan bagaimana nilai-nilai tersebut relevan dalam kehidupan modern. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengidentifikasi nilai-nilai kebaikan dalam cerita rakyat sebagai wujud ketaatan kepada ajaran agama dan norma sosial. |
| 2. Cinta Ilmu | Menganalisis cerita rakyat untuk menemukan pengetahuan baru tentang budaya dan kearifan lokal. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menghargai cerita rakyat sebagai warisan budaya yang perlu dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Memahami pesan moral dalam cerita rakyat untuk mengembangkan empati dan sikap saling menghargai sesama manusia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Melestarikan cerita rakyat melalui adaptasi kreatif sebagai bentuk nyata cinta terhadap budaya dan identitas bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kegiatan membaca dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) cerita rakyat dengan tepat.
- Setelah menganalisis cerita rakyat, peserta didik dapat menentukan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat dengan minimal tiga contoh.
- Dengan bimbingan guru dan kerja kelompok, peserta didik dapat merencanakan adaptasi cerita rakyat ke dalam bentuk sajian kreatif (misalnya drama pendek, komik, dongeng bergambar) sesuai kaidah yang ditentukan.
- Melalui praktik presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan adaptasi cerita rakyat dengan percaya diri dan runtut.
- Setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, peserta didik dapat merefleksikan relevansi cerita rakyat dengan kehidupan masa kini secara mandiri.
Pemahaman bermakna: Memahami cerita rakyat tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan kearifan lokal, membentuk karakter, dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cerita rakyat dari daerahmu bisa mengajarkan kita tentang kehidupan dan nilai-nilai luhur?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Peserta didik dapat mengeksplorasi unsur seni dalam cerita rakyat melalui drama, musik, atau seni rupa. Ilmu Pengetahuan Sosial: Cerita rakyat dapat dikaitkan dengan sejarah lokal, geografi, dan kebiasaan masyarakat setempat. Pendidikan Agama Islam: Nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung dalam cerita rakyat dapat dihubungkan dengan ajaran agama. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk bercerita rakyat daerah asal mereka atau membantu peserta didik mencari referensi cerita rakyat di komunitas. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dihias dengan poster cerita rakyat atau sudut baca buku cerita rakyat akan menciptakan suasana belajar yang inspiratif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat memanfaatkan aplikasi digital untuk membuat komik atau presentasi interaktif adaptasi cerita rakyat mereka. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kegiatan membaca dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) cerita rakyat dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Misteri: Guru menyebutkan ciri-ciri tokoh atau latar dari cerita rakyat, peserta didik menebak nama cerita atau elemen tersebut.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah menganalisis cerita rakyat, peserta didik dapat menentukan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat dengan minimal tiga contoh. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Nilai: Satu peserta didik menyebutkan satu nilai moral, peserta didik berikutnya menyebutkan nilai moral lain yang berhubungan, dan seterusnya secara berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi unsur intrinsik dan nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Cerita rakyat adalah kekayaan budaya yang tak ternilai, warisan dari nenek moyang kita. Kisah-kisah ini bukan hanya hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang membentuk karakter masyarakat.
Alat & bahan: Teks cerita rakyat, alat tulis, kertas A4, pensil warna
Langkah kerja:
- Bacalah teks cerita rakyat 'Timun Mas' yang diberikan oleh gurumu dengan cermat.
Gambar 1. Teks bacaan - Perhatikan yang berisi ilustrasi salah satu adegan dalam cerita 'Timun Mas' dan diskusikan dengan kelompokmu apa yang terjadi pada adegan itu.
- Identifikasi tokoh, latar (tempat dan waktu), alur, tema, dan amanat yang terkandung dalam cerita 'Timun Mas' dan catatlah pada tabel yang tersedia.
- Diskusikan dengan kelompokmu, nilai-nilai luhur apa saja yang bisa kamu temukan dari cerita 'Malin Kundang' dan berikan contoh konkretnya.
- Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas dengan percaya diri.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan satu cerita rakyat yang kamu tahu!
- Siapa tokoh utama dalam cerita rakyat tersebut?
- Pesan apa yang kamu dapat dari cerita itu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi rancangan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil presentasi adaptasi cerita rakyat dan LKPD yang telah dikerjakan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur intrinsik cerita rakyat | Unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) cerita rakyat | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menentukan nilai-nilai luhur cerita rakyat | Nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat (kesetiaan, kejujuran, dll.) | 2 JP | kewargaan |
| 3 | Merencanakan adaptasi cerita rakyat | Konsep adaptasi cerita rakyat (drama pendek, komik, dongeng bergambar) | 2 JP | kreativitas |
| 4 | Menyajikan adaptasi cerita rakyat | Presentasi adaptasi cerita rakyat secara kreatif dan kolaboratif | 2 JP | kolaborasi |
Cerita rakyat adalah kekayaan budaya yang tak ternilai, warisan dari nenek moyang kita. Kisah-kisah ini bukan hanya hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang membentuk karakter masyarakat. Melalui modul ini, kamu akan diajak menyelami dunia cerita rakyat, memahami isinya, dan bahkan menciptakannya kembali dengan sentuhan kreatifmu.
1. Pengertian Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang secara turun-temurun dalam tradisi lisan. Cerita ini seringkali tidak diketahui siapa pengarang aslinya (anonim) dan umumnya mengandung unsur-unsur fantasi atau mitos. Cerita rakyat berfungsi sebagai hiburan, pendidikan moral, dan pelestarian sejarah atau kepercayaan masyarakat setempat. Di Jawa, banyak sekali cerita rakyat yang terkenal, seperti 'Roro Jonggrang', 'Jaka Tarub', dan 'Bawang Merah Bawang Putih', yang terus diceritakan dari generasi ke generasi.
2. Jenis-Jenis Cerita Rakyat
Cerita rakyat memiliki beberapa jenis, antara lain mite (cerita tentang dewa-dewi atau makhluk gaib), legenda (cerita tentang asal-usul tempat atau benda), dongeng (cerita fiksi dengan tokoh manusia atau hewan), dan sage (cerita kepahlawanan yang mengandung unsur sejarah). Setiap jenis memiliki karakteristik dan tujuan penceritaan yang berbeda. Misalnya, legenda 'Danau Toba' menjelaskan asal-usul danau, sementara dongeng 'Si Kancil' mengajarkan kecerdikan dan moral.
3. Unsur Intrinsik Cerita Rakyat
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun cerita dari dalam. Ini meliputi: 1. Tokoh (pelaku dalam cerita), 2. Latar (tempat, waktu, suasana kejadian), 3. Alur (rangkaian peristiwa dalam cerita), 4. Tema (gagasan pokok yang mendasari cerita), dan 5. Amanat (pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis). Memahami unsur-unsur ini membantu kita menganalisis dan menghayati cerita secara lebih mendalam.
4. Unsur Ekstrinsik Cerita Rakyat
Selain intrinsik, cerita rakyat juga memiliki unsur ekstrinsik, yaitu unsur yang berasal dari luar cerita namun memengaruhi isi cerita. Unsur ini meliputi latar belakang masyarakat (adat istiadat, kepercayaan, kondisi sosial budaya saat cerita itu muncul), nilai-nilai yang berlaku (agama, moral, sosial), dan biografi pengarang (meskipun seringkali anonim, latar belakang budaya pengarang kolektif tetap berpengaruh). Unsur ekstrinsik membantu kita memahami konteks dan relevansi cerita dalam masyarakat.
5. Nilai-Nilai Luhur dalam Cerita Rakyat
Cerita rakyat kaya akan nilai-nilai luhur yang bersifat universal dan relevan sepanjang masa. Nilai-nilai ini bisa berupa kejujuran, kesetiaan, keberanian, kerukunan, gotong royong, hormat kepada orang tua, kepedulian terhadap lingkungan, dan keadilan. Nilai-nilai ini seringkali disampaikan secara implisit melalui perilaku tokoh atau konsekuensi dari suatu tindakan. Misalnya, cerita 'Malin Kundang' mengajarkan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua dan bahaya sifat durhaka.
6. Adaptasi Cerita Rakyat
Adaptasi cerita rakyat adalah proses mengubah atau menyajikan kembali cerita rakyat ke dalam bentuk yang berbeda, namun tetap mempertahankan inti cerita dan pesan moralnya. Adaptasi bisa dalam bentuk drama, komik, film pendek, lagu, atau dongeng bergambar. Tujuan adaptasi adalah untuk membuat cerita rakyat lebih menarik dan mudah diakses oleh generasi muda, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Kreativitas sangat dibutuhkan dalam proses adaptasi ini.
Rangkuman: Cerita rakyat adalah warisan budaya tak benda yang mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Memahami unsur intrinsik dan ekstrinsiknya membantu kita menghayati makna cerita. Nilai-nilai seperti kejujuran dan kesetiaan yang terkandung di dalamnya relevan hingga kini. Adaptasi kreatif cerita rakyat adalah cara melestarikan dan mendekatkan kisah-kisah ini kepada generasi muda.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Anonim | Tanpa nama pengarang yang jelas. |
| Mite | Cerita rakyat tentang dewa-dewi atau makhluk gaib. |
| Legenda | Cerita rakyat tentang asal-usul suatu tempat atau benda. |
| Dongeng | Cerita fiksi yang penuh imajinasi dan seringkali mengandung pesan moral. |
| Sage | Cerita kepahlawanan yang mengandung unsur sejarah. |
| Intrinsik | Unsur yang membangun cerita dari dalam. |
| Ekstrinsik | Unsur yang memengaruhi cerita dari luar. |
| Amanat | Pesan moral yang ingin disampaikan dalam cerita. |
| Adaptasi | Proses mengubah atau menyajikan kembali cerita ke bentuk lain. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Cerita Rakyat" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Cerita Rakyat yang Anda cari? Materi Bahasa Jawa Kelas VII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Cerita Rakyat pada Bahasa Jawa MTs, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.
Modul Cerita Rakyat ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Cerita Rakyat untuk Bahasa Jawa kelas VII.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Cerita Rakyat ini gratis?
Ya. Modul Cerita Rakyat untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Cerita Rakyat ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Cerita Rakyat ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Cerita Rakyat dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Cerita Rakyat ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Cerita Rakyat tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Cerita Rakyat untuk Bahasa Jawa kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Cerita Rakyat ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Cerita Rakyat beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Cerita Rakyat yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.