MTsKelas VIIFase D

Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas VII
Cerita Rakyat

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Cerita rakyat adalah warisan budaya tak benda yang mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Memahami unsur intrinsik dan ekstrinsiknya membantu kita menghayati makna cerita. Nilai-nilai seperti kejujuran dan kesetiaan yang terkandung di dalamnya relevan hingga kini. Adaptasi kreatif cerita rakyat adalah cara melestarikan dan mendekatkan kisah-kisah ini kepada generasi muda.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Cerita Rakyat
Bahasa Jawa · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Cerita Rakyat
Bahasa Jawa · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Jawa
Fase / KelasD / VII
Materi PokokCerita Rakyat
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik mengenal beberapa cerita rakyat daerah setempat atau dari media elektronik.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Peserta didik dapat mengidentifikasi nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat sebagai cerminan kearifan lokal yang sesuai dengan ajaran agama.
  2. kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik mampu menciptakan ide-ide inovatif untuk mengadaptasi cerita rakyat menjadi bentuk sajian modern yang menarik.
  3. kolaborasi — elemen: bekerja sama
    Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyajikan proyek adaptasi cerita rakyat.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami, menganalisis, dan mengapresiasi berbagai jenis teks sastra lisan maupun tulis, serta dapat menyajikan gagasan secara kreatif dan kolaboratif dalam Bahasa Jawa.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualCerita rakyat Jawa seperti 'Timun Mas', 'Roro Jonggrang', dan 'Malin Kundang' merupakan contoh nyata materi ini.
KonseptualCerita rakyat adalah kisah turun-temurun yang mengandung nilai moral, sejarah, dan kearifan lokal suatu masyarakat.
ProseduralPeserta didik akan belajar cara menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita rakyat serta menyajikan kembali dalam bentuk adaptasi kreatif.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan budaya lokal melalui cerita rakyat dan bagaimana nilai-nilai tersebut relevan dalam kehidupan modern.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMengidentifikasi nilai-nilai kebaikan dalam cerita rakyat sebagai wujud ketaatan kepada ajaran agama dan norma sosial.
2. Cinta IlmuMenganalisis cerita rakyat untuk menemukan pengetahuan baru tentang budaya dan kearifan lokal.
3. Cinta LingkunganMenghargai cerita rakyat sebagai warisan budaya yang perlu dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang.
4. Cinta Diri dan SesamaMemahami pesan moral dalam cerita rakyat untuk mengembangkan empati dan sikap saling menghargai sesama manusia.
5. Cinta Tanah AirMelestarikan cerita rakyat melalui adaptasi kreatif sebagai bentuk nyata cinta terhadap budaya dan identitas bangsa.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui kegiatan membaca dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) cerita rakyat dengan tepat.
  2. Setelah menganalisis cerita rakyat, peserta didik dapat menentukan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat dengan minimal tiga contoh.
  3. Dengan bimbingan guru dan kerja kelompok, peserta didik dapat merencanakan adaptasi cerita rakyat ke dalam bentuk sajian kreatif (misalnya drama pendek, komik, dongeng bergambar) sesuai kaidah yang ditentukan.
  4. Melalui praktik presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan adaptasi cerita rakyat dengan percaya diri dan runtut.
  5. Setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, peserta didik dapat merefleksikan relevansi cerita rakyat dengan kehidupan masa kini secara mandiri.
Halaman 2 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami cerita rakyat tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan kearifan lokal, membentuk karakter, dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cerita rakyat dari daerahmu bisa mengajarkan kita tentang kehidupan dan nilai-nilai luhur?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Peserta didik dapat mengeksplorasi unsur seni dalam cerita rakyat melalui drama, musik, atau seni rupa.
Ilmu Pengetahuan Sosial: Cerita rakyat dapat dikaitkan dengan sejarah lokal, geografi, dan kebiasaan masyarakat setempat.
Pendidikan Agama Islam: Nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung dalam cerita rakyat dapat dihubungkan dengan ajaran agama.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk bercerita rakyat daerah asal mereka atau membantu peserta didik mencari referensi cerita rakyat di komunitas.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang dihias dengan poster cerita rakyat atau sudut baca buku cerita rakyat akan menciptakan suasana belajar yang inspiratif.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik dapat memanfaatkan aplikasi digital untuk membuat komik atau presentasi interaktif adaptasi cerita rakyat mereka.
Halaman 3 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui kegiatan membaca dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) cerita rakyat dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Misteri: Guru menyebutkan ciri-ciri tokoh atau latar dari cerita rakyat, peserta didik menebak nama cerita atau elemen tersebut.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru bertanya kepada peserta didik tentang cerita rakyat yang pernah mereka dengar atau baca, dan meminta beberapa untuk menceritakan ringkasannya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi unsur intrinsik cerita rakyat dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana cerita rakyat dari daerahmu bisa mengajarkan kita tentang kehidupan dan nilai-nilai luhur?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan gambar ilustrasi cerita rakyat 'Timun Mas' dan meminta peserta didik mengamati gambar tersebut selama 2 menit.
  2. Identifikasi masalah: Guru membagikan teks cerita rakyat 'Timun Mas' kepada setiap kelompok dan meminta mereka membaca dalam hati untuk menemukan hal-hal menarik atau pertanyaan yang muncul.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi tokoh, latar, alur, tema, dan amanat yang terkandung dalam cerita 'Timun Mas' dengan mencatatnya di LKPD 1.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Setiap kelompok membandingkan hasil identifikasi unsur intrinsik mereka dan mendiskusikan perbedaan atau kesamaan temuan.
  2. Pembuktian: Guru membimbing diskusi kelas untuk mengkonfirmasi pemahaman peserta didik tentang unsur intrinsik cerita rakyat berdasarkan cerita 'Timun Mas'.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok menyajikan hasil identifikasi unsur intrinsik cerita rakyat 'Timun Mas' di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok dan meluruskan konsep yang kurang tepat.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya unsur intrinsik dalam membangun sebuah cerita rakyat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan unsur-unsur intrinsik cerita rakyat.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merenungkan nilai-nilai yang dapat dipetik dari 'Timun Mas'.
  3. Guru memberikan tugas membaca cerita rakyat lain sebagai persiapan pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Setelah menganalisis cerita rakyat, peserta didik dapat menentukan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat dengan minimal tiga contoh.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Nilai: Satu peserta didik menyebutkan satu nilai moral, peserta didik berikutnya menyebutkan nilai moral lain yang berhubungan, dan seterusnya secara berantai.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru mengulas kembali unsur intrinsik cerita rakyat dari pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan nilai-nilai yang mungkin terkandung di dalamnya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menentukan nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana cerita rakyat dari daerahmu bisa mengajarkan kita tentang kehidupan dan nilai-nilai luhur?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan cuplikan video cerita rakyat 'Malin Kundang' dan meminta peserta didik untuk mengamati perilaku tokoh utama.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil dan membagikan LKPD 2 yang berisi pertanyaan-pertanyaan pemicu tentang nilai-nilai dalam cerita 'Malin Kundang'.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis cerita 'Malin Kundang' untuk mengidentifikasi perilaku tokoh, konflik, dan akibatnya, lalu merumuskan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan dan mencatat minimal tiga nilai luhur beserta contoh konkret dari cerita 'Malin Kundang' pada LKPD 2.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis nilai-nilai luhur dari cerita 'Malin Kundang' di depan kelas.
  2. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik dan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai tersebut.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat sebagai pedoman kehidupan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan nilai-nilai luhur yang dapat dipetik dari cerita rakyat.
  2. Guru memberikan apresiasi atas diskusi yang berjalan aktif dan mengajak peserta didik untuk mengamalkan nilai-nilai baik dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru memberikan pengarahan awal untuk proyek adaptasi cerita rakyat yang akan dimulai pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMenjelajah Cerita Rakyat!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi unsur intrinsik dan nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Cerita rakyat adalah kekayaan budaya yang tak ternilai, warisan dari nenek moyang kita. Kisah-kisah ini bukan hanya hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang membentuk karakter masyarakat.

Alat & bahan: Teks cerita rakyat, alat tulis, kertas A4, pensil warna

Langkah kerja:

  1. Bacalah teks cerita rakyat 'Timun Mas' yang diberikan oleh gurumu dengan cermat.
    Cerita Rakyat Timun MasTimun Mas adalah gadis pemberani yang hidup bersama orang tuaangkatnya. Ia harus berjuang melawan raksasa hijau yang inginmemakannya. Dengan bantuan biji-bijian ajaib, Timun Masberhasil mengalahkan raksasa dan hidup bahagia.
    Gambar 1. Teks bacaan
  2. Perhatikan yang berisi ilustrasi salah satu adegan dalam cerita 'Timun Mas' dan diskusikan dengan kelompokmu apa yang terjadi pada adegan itu.
  3. Identifikasi tokoh, latar (tempat dan waktu), alur, tema, dan amanat yang terkandung dalam cerita 'Timun Mas' dan catatlah pada tabel yang tersedia.
  4. Diskusikan dengan kelompokmu, nilai-nilai luhur apa saja yang bisa kamu temukan dari cerita 'Malin Kundang' dan berikan contoh konkretnya.
  5. Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas dengan percaya diri.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan satu cerita rakyat yang kamu tahu!
  2. Siapa tokoh utama dalam cerita rakyat tersebut?
  3. Pesan apa yang kamu dapat dari cerita itu?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi rancangan proyek.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil presentasi adaptasi cerita rakyat dan LKPD yang telah dikerjakan.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi unsur intrinsik cerita rakyatUnsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) cerita rakyat2 JPpenalaran kritis
2Menentukan nilai-nilai luhur cerita rakyatNilai-nilai luhur dalam cerita rakyat (kesetiaan, kejujuran, dll.)2 JPkewargaan
3Merencanakan adaptasi cerita rakyatKonsep adaptasi cerita rakyat (drama pendek, komik, dongeng bergambar)2 JPkreativitas
4Menyajikan adaptasi cerita rakyatPresentasi adaptasi cerita rakyat secara kreatif dan kolaboratif2 JPkolaborasi
Halaman 8 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Cerita rakyat adalah kekayaan budaya yang tak ternilai, warisan dari nenek moyang kita. Kisah-kisah ini bukan hanya hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang membentuk karakter masyarakat. Melalui modul ini, kamu akan diajak menyelami dunia cerita rakyat, memahami isinya, dan bahkan menciptakannya kembali dengan sentuhan kreatifmu.

1. Pengertian Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang secara turun-temurun dalam tradisi lisan. Cerita ini seringkali tidak diketahui siapa pengarang aslinya (anonim) dan umumnya mengandung unsur-unsur fantasi atau mitos. Cerita rakyat berfungsi sebagai hiburan, pendidikan moral, dan pelestarian sejarah atau kepercayaan masyarakat setempat. Di Jawa, banyak sekali cerita rakyat yang terkenal, seperti 'Roro Jonggrang', 'Jaka Tarub', dan 'Bawang Merah Bawang Putih', yang terus diceritakan dari generasi ke generasi.

2. Jenis-Jenis Cerita Rakyat
Cerita rakyat memiliki beberapa jenis, antara lain mite (cerita tentang dewa-dewi atau makhluk gaib), legenda (cerita tentang asal-usul tempat atau benda), dongeng (cerita fiksi dengan tokoh manusia atau hewan), dan sage (cerita kepahlawanan yang mengandung unsur sejarah). Setiap jenis memiliki karakteristik dan tujuan penceritaan yang berbeda. Misalnya, legenda 'Danau Toba' menjelaskan asal-usul danau, sementara dongeng 'Si Kancil' mengajarkan kecerdikan dan moral.

3. Unsur Intrinsik Cerita Rakyat
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun cerita dari dalam. Ini meliputi: 1. Tokoh (pelaku dalam cerita), 2. Latar (tempat, waktu, suasana kejadian), 3. Alur (rangkaian peristiwa dalam cerita), 4. Tema (gagasan pokok yang mendasari cerita), dan 5. Amanat (pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis). Memahami unsur-unsur ini membantu kita menganalisis dan menghayati cerita secara lebih mendalam.

4. Unsur Ekstrinsik Cerita Rakyat
Selain intrinsik, cerita rakyat juga memiliki unsur ekstrinsik, yaitu unsur yang berasal dari luar cerita namun memengaruhi isi cerita. Unsur ini meliputi latar belakang masyarakat (adat istiadat, kepercayaan, kondisi sosial budaya saat cerita itu muncul), nilai-nilai yang berlaku (agama, moral, sosial), dan biografi pengarang (meskipun seringkali anonim, latar belakang budaya pengarang kolektif tetap berpengaruh). Unsur ekstrinsik membantu kita memahami konteks dan relevansi cerita dalam masyarakat.

5. Nilai-Nilai Luhur dalam Cerita Rakyat
Cerita rakyat kaya akan nilai-nilai luhur yang bersifat universal dan relevan sepanjang masa. Nilai-nilai ini bisa berupa kejujuran, kesetiaan, keberanian, kerukunan, gotong royong, hormat kepada orang tua, kepedulian terhadap lingkungan, dan keadilan. Nilai-nilai ini seringkali disampaikan secara implisit melalui perilaku tokoh atau konsekuensi dari suatu tindakan. Misalnya, cerita 'Malin Kundang' mengajarkan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua dan bahaya sifat durhaka.

6. Adaptasi Cerita Rakyat
Adaptasi cerita rakyat adalah proses mengubah atau menyajikan kembali cerita rakyat ke dalam bentuk yang berbeda, namun tetap mempertahankan inti cerita dan pesan moralnya. Adaptasi bisa dalam bentuk drama, komik, film pendek, lagu, atau dongeng bergambar. Tujuan adaptasi adalah untuk membuat cerita rakyat lebih menarik dan mudah diakses oleh generasi muda, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Kreativitas sangat dibutuhkan dalam proses adaptasi ini.

Rangkuman: Cerita rakyat adalah warisan budaya tak benda yang mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Memahami unsur intrinsik dan ekstrinsiknya membantu kita menghayati makna cerita. Nilai-nilai seperti kejujuran dan kesetiaan yang terkandung di dalamnya relevan hingga kini. Adaptasi kreatif cerita rakyat adalah cara melestarikan dan mendekatkan kisah-kisah ini kepada generasi muda.

Halaman 9 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
AnonimTanpa nama pengarang yang jelas.
MiteCerita rakyat tentang dewa-dewi atau makhluk gaib.
LegendaCerita rakyat tentang asal-usul suatu tempat atau benda.
DongengCerita fiksi yang penuh imajinasi dan seringkali mengandung pesan moral.
SageCerita kepahlawanan yang mengandung unsur sejarah.
IntrinsikUnsur yang membangun cerita dari dalam.
EkstrinsikUnsur yang memengaruhi cerita dari luar.
AmanatPesan moral yang ingin disampaikan dalam cerita.
AdaptasiProses mengubah atau menyajikan kembali cerita ke bentuk lain.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Cerita Rakyat" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Cerita Rakyat — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Cerita Rakyat ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIPeta Konsep
Cerita RakyatPengertian Cerita RakyatJenis-Jenis Cerita RakyatUnsur Intrinsik Cerita RakyatUnsur Ekstrinsik Cerita RakyatNilai-Nilai Luhur dalam Cerita Rakyat
Dari sub-bab Cerita RakyatHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas VIIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Cerita Rakyat pada Bahasa Jawa MTs, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.

Modul Cerita Rakyat ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Cerita Rakyat untuk Bahasa Jawa kelas VII.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Cerita Rakyat ini gratis?

Ya. Modul Cerita Rakyat untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Cerita Rakyat ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Cerita Rakyat ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Cerita Rakyat dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Cerita Rakyat ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Cerita Rakyat tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Cerita Rakyat untuk Bahasa Jawa kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Cerita Rakyat ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Cerita Rakyat beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Cerita Rakyat yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Bahasa Jawa MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.