Modul Ajar SMPLB

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMPLB

1 modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas VII SMPLB (Fase D) siap unduh — Thaharah — Tunagrahita. Lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISSMPLB · Word + PDF ber-kop atas nama Anda

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Thaharah — Tunagrahita, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

12 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas VII ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMPLB
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Thaharah — Tunagrahita
Pendidikan Agama Islam · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Thaharah — Tunagrahita
Pendidikan Agama Islam · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Agama Islam
Fase / KelasD / VII
Materi PokokThaharah — Tunagrahita
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik mampu membedakan benda bersih dan kotor, serta memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kemandirian, kesehatan.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 untuk mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti)
Elemen / DomainAl-Qur'an, Hadis, dan Fikih
Rumusan CP FasePeserta didik memahami konsep dasar thaharah (bersuci) sebagai bagian dari ajaran Islam, serta mampu mempraktikkan tata cara bersuci yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualThaharah adalah kegiatan bersuci yang dilakukan sebelum beribadah, seperti berwudu sebelum salat.
KonseptualThaharah adalah konsep membersihkan diri dari hadas dan najis sesuai syariat Islam.
ProseduralPeserta didik akan belajar langkah-langkah praktis berwudu dan tayamum secara benar.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya menjaga kebersihan sebagai bentuk ketaatan dan kesehatan, serta bagaimana cara belajar praktik ibadah.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Menjelaskan pengertian thaharah dengan bahasa sederhana.
  2. Mengidentifikasi jenis-jenis thaharah (hadas dan najis) dengan bantuan gambar.
  3. Mempraktikkan tata cara berwudu dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan.
  4. Mempraktikkan tata cara tayamum dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan.
  5. Menunjukkan sikap peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan sebagai implementasi thaharah.
Halaman 2 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Thaharah bukan hanya sekadar membersihkan fisik, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan menjaga kesehatan diri agar ibadah diterima.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus bersih sebelum salat?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari hidup sehat.
Seni Budaya: Membuat poster kebersihan dengan gambar dan warna yang menarik.
Bahasa Indonesia: Menggunakan kosa kata sederhana untuk menjelaskan langkah-langkah thaharah.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau wali diajak untuk mendampingi peserta didik mempraktikkan wudu dan tayamum di rumah serta membiasakan menjaga kebersihan.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur agar ada area praktik wudu/tayamum sederhana, poster bergambar urutan wudu/tayamum, dan tempat sampah yang mudah dijangkau.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPenggunaan video singkat animasi atau lagu tentang wudu/tayamum yang ramah anak dan mudah dipahami, diputar melalui tablet atau proyektor.
Halaman 3 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Menjelaskan pengertian thaharah dengan bahasa sederhana dan mengidentifikasi jenis-jenis thaharah (hadas dan najis) dengan bantuan gambar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan menanyakan 'Siapa yang tahu apa itu bersih?'. Guru menunjukkan gambar orang berwudu dan bertanya 'Mengapa Bapak ini wudu?'. Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini tentang 'Thaharah' atau 'bersuci'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik mengamati berbagai gambar (misal: anak mandi, orang buang air, orang berwudu, tempat kotor, tempat bersih). Guru membimbing diskusi sederhana tentang apa itu bersih dan kotor, kemudian memperkenalkan istilah 'Thaharah' sebagai cara membersihkan diri dari kotoran (najis) dan keadaan tidak suci (hadas) melalui cerita bergambar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik secara berkelompok kecil (dengan pendampingan) melakukan aktivitas 'Memilah Gambar'. Mereka memilah kartu gambar yang menunjukkan kegiatan thaharah (mandi, wudu) dan yang menunjukkan hal-hal yang membuat tidak suci (buang air, kentut), serta membedakan gambar najis (kotoran hewan) dan bukan najis (batu).
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil pilahan gambarnya. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang pengertian thaharah, hadas, dan najis dengan contoh konkret dan bahasa yang sangat sederhana, diakhiri dengan tepuk tangan bersama.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru mengajak peserta didik menyimpulkan pentingnya thaharah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya tentang 'Cara Berwudu'. Peserta didik bersama-sama mengucapkan hamdalah.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDirect Instruction + Hands-on Practice
Tujuan Pertemuan 2Mempraktikkan tata cara berwudu dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru mengucapkan salam, mengajak berdoa, dan menanyakan 'Siapa yang ingat apa itu Thaharah?'. Guru menunjukkan gambar anak sedang berwudu dan bertanya 'Bagaimana caranya berwudu?'. Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini adalah mempraktikkan wudu dengan benar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitGuru menjelaskan dan mendemonstrasikan langkah-langkah berwudu secara urut, mulai dari niat, mencuci tangan, berkumur, mencuci hidung, mencuci muka, mencuci tangan sampai siku, mengusap kepala, mencuci telinga, dan mencuci kaki sampai mata kaki, dengan bantuan alat peraga (ember, air, handuk kecil) dan poster bergambar urutan wudu yang besar dan jelas.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik secara bergantian atau berkelompok kecil (dengan pendampingan intensif) mempraktikkan wudu di tempat yang sudah disediakan (misal: area wudu mini atau bak air). Guru memberikan bimbingan langkah demi langkah, mengoreksi jika ada kesalahan, dan mengulang bagian yang sulit hingga peserta didik dapat melakukan urutan wudu dengan benar.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPeserta didik secara berpasangan atau individu mendemonstrasikan kembali urutan wudu tanpa air (gerakan saja). Guru memberikan penguatan positif kepada setiap peserta didik yang mencoba. Guru menekankan pentingnya berwudu sebelum salat dan menjaga kebersihan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru mengajak peserta didik menyanyikan lagu pendek tentang wudu. Guru memberikan stiker 'Anak Hebat Berwudu' kepada semua yang sudah mencoba. Guru mengingatkan untuk terus berlatih di rumah dan menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya akan belajar tayamum. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Tujuan Pertemuan 3Mempraktikkan tata cara tayamum dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan dan menunjukkan sikap peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan sebagai implementasi thaharah.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru mengucapkan salam, mengajak berdoa, dan bertanya 'Kapan kita tidak bisa pakai air untuk wudu?'. Guru menunjukkan gambar orang sedang tayamum dan bertanya 'Ini namanya apa?'. Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini adalah praktik tayamum dan menjaga kebersihan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitGuru menjelaskan kondisi diperbolehkan tayamum (tidak ada air/sakit) dengan cerita sederhana. Guru mendemonstrasikan tata cara tayamum menggunakan debu bersih atau media lain yang menyerupai debu (misal: tepung atau pasir halus di nampan) secara langkah demi langkah: niat, menepuk debu, mengusap muka, menepuk debu lagi, mengusap kedua tangan sampai siku. Poster tayamum juga digunakan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik secara individu atau berpasangan (dengan pendampingan) mempraktikkan tayamum. Setelah itu, peserta didik secara berkelompok membuat poster sederhana tentang 'Ayo Jaga Kebersihan!' dengan gambar-gambar yang sudah disediakan (misal: membuang sampah, membersihkan kelas, mencuci tangan).
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap peserta didik yang mempraktikkan tayamum akan diberi kesempatan untuk menunjukkan gerakannya. Kelompok mempresentasikan poster kebersihan mereka. Guru memberikan apresiasi dan mengaitkan thaharah dengan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk ibadah dan hidup sehat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru mengajak peserta didik menyimpulkan semua yang telah dipelajari tentang thaharah. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan poster terbaik. Guru mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan dan beribadah. Doa penutup dan salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · Pertemuan 3
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Melatih peserta didik mengidentifikasi dan mempraktikkan langkah-langkah thaharah.

Alat & bahan: Kertas LKPD bergambar, pensil warna/spidol, kartu gambar kegiatan thaharah, alat peraga wudu/tayamum (air, debu bersih).

Langkah kerja:

  1. Amati gambar-gambar kegiatan thaharah (wudu, tayamum, mandi) dan beri tanda centang (√) pada gambar yang benar.
  2. Urutkan gambar langkah-langkah wudu dari 1 sampai 7 dengan menempelkan nomor.
  3. Lakukan praktik wudu atau tayamum sesuai panduan guru.
  4. Warnai gambar anak yang sedang menjaga kebersihan.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang dimaksud dengan bersih?
  2. Apa yang kamu lakukan sebelum salat?
  3. Apakah kotoran itu najis?
  4. Kapan kita menggunakan air untuk membersihkan diri?

Formatif (proses): Observasi langsung saat praktik wudu dan tayamum, serta penilaian keaktifan dalam diskusi dan pembuatan poster.

Sumatif (akhir): Demonstrasi praktik wudu/tayamum dan penilaian hasil LKPD.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan pengertian thaharah dengan bahasa sederhana.Pengertian thaharah, hadas, dan najis.2 JPkeimanan dan ketakwaan
2Mempraktikkan tata cara berwudu dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan.Langkah-langkah berwudu.2 JPkesehatan, kemandirian
3Mempraktikkan tata cara tayamum dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan.Langkah-langkah tayamum, pentingnya kebersihan.2 JPkesehatan, kemandirian

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenyadari bahwa menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, karena kebersihan adalah sebagian dari iman.
2. Cinta IlmuBersemangat mempelajari tata cara thaharah yang benar agar ibadah diterima dan hidup lebih sehat, serta mau bertanya jika ada yang belum dipahami.
3. Cinta LingkunganMembiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan sekitar, seperti membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan area praktik wudu.
4. Cinta Diri dan SesamaPeduli terhadap kebersihan diri sendiri dengan rutin berwudu, mandi, dan menjaga pakaian tetap bersih, serta mengingatkan teman tentang pentingnya kebersihan.
5. Cinta Tanah AirMenunjukkan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, termasuk kebersihan sebagai bagian dari ajaran Islam.
Halaman 9 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Thaharah artinya bersuci. Ini adalah bagian penting dalam agama Islam. Allah SWT suka kepada orang yang bersih dan suci. Sebelum beribadah seperti salat, kita harus bersuci terlebih dahulu. Ada dua jenis bersuci, yaitu dari hadas dan dari najis. Mari kita pelajari bersama agar ibadah kita diterima Allah SWT.

1. Pengertian Thaharah
Thaharah (طهاره) artinya bersuci atau membersihkan diri. Bersuci itu penting sekali dalam Islam. Kita harus bersih dari kotoran dan najis sebelum beribadah. Contohnya, sebelum salat, kita harus berwudu. Dengan bersuci, badan kita bersih, hati kita juga senang. Ini adalah cara kita menunjukkan rasa cinta kepada Allah SWT. Bersuci juga membuat kita sehat dan terhindar dari penyakit. Jadi, thaharah itu bukan cuma bersih-bersih biasa, tapi ada aturannya dari agama kita.

2. Hadas dan Najis
Ada dua hal yang membuat kita tidak suci, yaitu hadas dan najis. Hadas adalah keadaan tidak suci pada diri kita, contohnya setelah buang air kecil atau buang air besar, atau setelah tidur pulas. Untuk menghilangkan hadas, kita harus berwudu atau mandi. Sedangkan najis adalah kotoran yang menempel pada badan, pakaian, atau tempat shalat, contohnya kotoran hewan atau darah. Untuk menghilangkan najis, kita harus membersihkannya dengan air sampai hilang baunya, warnanya, dan rasanya. Kita harus tahu bedanya agar bisa bersuci dengan benar.

3. Tata Cara Berwudu
Berwudu adalah cara bersuci dari hadas kecil. Langkah-langkahnya mudah diingat: pertama, niat dalam hati. Kedua, mencuci kedua telapak tangan sampai bersih. Ketiga, berkumur-kumur dan membersihkan hidung. Keempat, mencuci muka sampai rata. Kelima, mencuci kedua tangan sampai siku. Keenam, mengusap sebagian kepala. Ketujuh, mencuci kedua telinga. Kedelapan, mencuci kedua kaki sampai mata kaki. Terakhir, membaca doa setelah wudu. Lakukan secara berurutan dan jangan terburu-buru agar wudu kita sah dan ibadah kita diterima.

4. Tata Cara Tayamum
Tayamum adalah pengganti wudu atau mandi jika kita tidak ada air atau sedang sakit parah yang tidak boleh terkena air. Tayamum menggunakan debu yang suci. Caranya: pertama, niat dalam hati. Kedua, menepukkan kedua telapak tangan ke debu yang suci satu kali. Ketiga, mengusap muka dengan debu itu. Keempat, menepukkan kedua telapak tangan lagi ke debu yang suci. Kelima, mengusap kedua tangan sampai siku. Ingat, tayamum hanya boleh dilakukan jika memang ada alasan yang syar'i. Setelah ada air atau sembuh, kita harus berwudu atau mandi lagi.

Rangkuman: Thaharah adalah bersuci dari hadas dan najis sebelum beribadah. Hadas dihilangkan dengan wudu atau mandi, najis dihilangkan dengan air. Wudu adalah bersuci dengan air untuk hadas kecil, memiliki langkah-langkah yang harus diikuti. Tayamum adalah pengganti wudu atau mandi menggunakan debu suci jika tidak ada air atau sakit. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah bagian penting dari thaharah dan ajaran Islam.

Halaman 10 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
ThaharahBersuci atau membersihkan diri dari hadas dan najis.
HadasKeadaan tidak suci pada diri seseorang yang menghalangi ibadah.
NajisKotoran yang menyebabkan tidak sahnya ibadah jika menempel pada badan, pakaian, atau tempat shalat.
WuduBersuci dengan air untuk menghilangkan hadas kecil.
TayamumBersuci dengan debu suci sebagai pengganti wudu atau mandi jika ada uzur syar'i.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Thaharah — Tunagrahita" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
( …………………………… )
NIP. ……………………
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Thaharah — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 12 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 12 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil5 materi · siap dibuatkan

5 materi Pendidikan Agama Islam SMPLB, urut mengajar dari Thaharah hingga Jujur, Amanah, dan Istiqamah.

ThaharahShalat BerjamaahIman kepada Allah dan Asmaul HusnaSejarah Nabi Periode MakkahJujur, Amanah, dan Istiqamah

Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan

4 materi Pendidikan Agama Islam SMPLB, urut mengajar dari Shalat Jumat, Jamak, dan Qasar hingga Sejarah Nabi Periode Madinah.

Shalat Jumat, Jamak, dan QasarIman kepada MalaikatEmpati dan Menghargai SesamaSejarah Nabi Periode Madinah

Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas VII SMPLB — Fase D

Kelas VII — ditulis juga kelas 7 — di SMPLB berada di Fase D, dan 9 materi Pendidikan Agama Islam setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Di sekolah, Pendidikan Agama Islam juga dipanggil PAI, PABP, dan agama islam — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Pendidikan Agama Islam kelas VII (kelas 7) SMPLB — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VII (kelas 7) SMPLB mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas VII (kelas 7) SMPLB yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMPLB

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Kelas VII (kelas 7) SMPLB masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Pendidikan Agama Islam kelas VII SMPLB?

9 materi, urut mengajar dari Thaharah hingga Sejarah Nabi Periode Madinah. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Pendidikan Agama Islam?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Pendidikan Agama Islam sering disebut apa lagi?

Nama resminya Pendidikan Agama Islam, tetapi di sekolah ia juga dipanggil PAI, PABP, agama islam. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.