Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas VII
Thaharah — Tunagrahita
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Islam SMPLB kelas VII materi Thaharah — Tunagrahita lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 untuk mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti). Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Thaharah — Tunagrahita yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Thaharah — Tunagrahita |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik mampu membedakan benda bersih dan kotor, serta memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kemandirian, kesehatan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 untuk mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti) |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an, Hadis, dan Fikih |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami konsep dasar thaharah (bersuci) sebagai bagian dari ajaran Islam, serta mampu mempraktikkan tata cara bersuci yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Thaharah adalah kegiatan bersuci yang dilakukan sebelum beribadah, seperti berwudu sebelum salat. |
| Konseptual | Thaharah adalah konsep membersihkan diri dari hadas dan najis sesuai syariat Islam. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah praktis berwudu dan tayamum secara benar. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya menjaga kebersihan sebagai bentuk ketaatan dan kesehatan, serta bagaimana cara belajar praktik ibadah. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menjelaskan pengertian thaharah dengan bahasa sederhana.
- Mengidentifikasi jenis-jenis thaharah (hadas dan najis) dengan bantuan gambar.
- Mempraktikkan tata cara berwudu dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan.
- Mempraktikkan tata cara tayamum dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan.
- Menunjukkan sikap peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan sebagai implementasi thaharah.
Pemahaman bermakna: Thaharah bukan hanya sekadar membersihkan fisik, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan menjaga kesehatan diri agar ibadah diterima.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus bersih sebelum salat?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari hidup sehat. Seni Budaya: Membuat poster kebersihan dengan gambar dan warna yang menarik. Bahasa Indonesia: Menggunakan kosa kata sederhana untuk menjelaskan langkah-langkah thaharah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau wali diajak untuk mendampingi peserta didik mempraktikkan wudu dan tayamum di rumah serta membiasakan menjaga kebersihan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar ada area praktik wudu/tayamum sederhana, poster bergambar urutan wudu/tayamum, dan tempat sampah yang mudah dijangkau. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan video singkat animasi atau lagu tentang wudu/tayamum yang ramah anak dan mudah dipahami, diputar melalui tablet atau proyektor. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan pengertian thaharah dengan bahasa sederhana dan mengidentifikasi jenis-jenis thaharah (hadas dan najis) dengan bantuan gambar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan menanyakan 'Siapa yang tahu apa itu bersih?'. Guru menunjukkan gambar orang berwudu dan bertanya 'Mengapa Bapak ini wudu?'. Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini tentang 'Thaharah' atau 'bersuci'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar (misal: anak mandi, orang buang air, orang berwudu, tempat kotor, tempat bersih). Guru membimbing diskusi sederhana tentang apa itu bersih dan kotor, kemudian memperkenalkan istilah 'Thaharah' sebagai cara membersihkan diri dari kotoran (najis) dan keadaan tidak suci (hadas) melalui cerita bergambar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok kecil (dengan pendampingan) melakukan aktivitas 'Memilah Gambar'. Mereka memilah kartu gambar yang menunjukkan kegiatan thaharah (mandi, wudu) dan yang menunjukkan hal-hal yang membuat tidak suci (buang air, kentut), serta membedakan gambar najis (kotoran hewan) dan bukan najis (batu). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil pilahan gambarnya. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang pengertian thaharah, hadas, dan najis dengan contoh konkret dan bahasa yang sangat sederhana, diakhiri dengan tepuk tangan bersama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan pentingnya thaharah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya tentang 'Cara Berwudu'. Peserta didik bersama-sama mengucapkan hamdalah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Direct Instruction + Hands-on Practice |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mempraktikkan tata cara berwudu dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, dan menanyakan 'Siapa yang ingat apa itu Thaharah?'. Guru menunjukkan gambar anak sedang berwudu dan bertanya 'Bagaimana caranya berwudu?'. Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini adalah mempraktikkan wudu dengan benar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan langkah-langkah berwudu secara urut, mulai dari niat, mencuci tangan, berkumur, mencuci hidung, mencuci muka, mencuci tangan sampai siku, mengusap kepala, mencuci telinga, dan mencuci kaki sampai mata kaki, dengan bantuan alat peraga (ember, air, handuk kecil) dan poster bergambar urutan wudu yang besar dan jelas. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara bergantian atau berkelompok kecil (dengan pendampingan intensif) mempraktikkan wudu di tempat yang sudah disediakan (misal: area wudu mini atau bak air). Guru memberikan bimbingan langkah demi langkah, mengoreksi jika ada kesalahan, dan mengulang bagian yang sulit hingga peserta didik dapat melakukan urutan wudu dengan benar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik secara berpasangan atau individu mendemonstrasikan kembali urutan wudu tanpa air (gerakan saja). Guru memberikan penguatan positif kepada setiap peserta didik yang mencoba. Guru menekankan pentingnya berwudu sebelum salat dan menjaga kebersihan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu pendek tentang wudu. Guru memberikan stiker 'Anak Hebat Berwudu' kepada semua yang sudah mencoba. Guru mengingatkan untuk terus berlatih di rumah dan menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya akan belajar tayamum. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempraktikkan tata cara tayamum dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan dan menunjukkan sikap peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan sebagai implementasi thaharah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, dan bertanya 'Kapan kita tidak bisa pakai air untuk wudu?'. Guru menunjukkan gambar orang sedang tayamum dan bertanya 'Ini namanya apa?'. Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini adalah praktik tayamum dan menjaga kebersihan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menjelaskan kondisi diperbolehkan tayamum (tidak ada air/sakit) dengan cerita sederhana. Guru mendemonstrasikan tata cara tayamum menggunakan debu bersih atau media lain yang menyerupai debu (misal: tepung atau pasir halus di nampan) secara langkah demi langkah: niat, menepuk debu, mengusap muka, menepuk debu lagi, mengusap kedua tangan sampai siku. Poster tayamum juga digunakan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan (dengan pendampingan) mempraktikkan tayamum. Setelah itu, peserta didik secara berkelompok membuat poster sederhana tentang 'Ayo Jaga Kebersihan!' dengan gambar-gambar yang sudah disediakan (misal: membuang sampah, membersihkan kelas, mencuci tangan). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap peserta didik yang mempraktikkan tayamum akan diberi kesempatan untuk menunjukkan gerakannya. Kelompok mempresentasikan poster kebersihan mereka. Guru memberikan apresiasi dan mengaitkan thaharah dengan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk ibadah dan hidup sehat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan semua yang telah dipelajari tentang thaharah. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan poster terbaik. Guru mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan dan beribadah. Doa penutup dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Melatih peserta didik mengidentifikasi dan mempraktikkan langkah-langkah thaharah.
Alat & bahan: Kertas LKPD bergambar, pensil warna/spidol, kartu gambar kegiatan thaharah, alat peraga wudu/tayamum (air, debu bersih).
Langkah kerja:
- Amati gambar-gambar kegiatan thaharah (wudu, tayamum, mandi) dan beri tanda centang (√) pada gambar yang benar.
- Urutkan gambar langkah-langkah wudu dari 1 sampai 7 dengan menempelkan nomor.
- Lakukan praktik wudu atau tayamum sesuai panduan guru.
- Warnai gambar anak yang sedang menjaga kebersihan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang dimaksud dengan bersih?
- Apa yang kamu lakukan sebelum salat?
- Apakah kotoran itu najis?
- Kapan kita menggunakan air untuk membersihkan diri?
Formatif (proses): Observasi langsung saat praktik wudu dan tayamum, serta penilaian keaktifan dalam diskusi dan pembuatan poster.
Sumatif (akhir): Demonstrasi praktik wudu/tayamum dan penilaian hasil LKPD.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian thaharah dengan bahasa sederhana. | Pengertian thaharah, hadas, dan najis. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Mempraktikkan tata cara berwudu dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan. | Langkah-langkah berwudu. | 2 JP | kesehatan, kemandirian |
| 3 | Mempraktikkan tata cara tayamum dengan urutan yang benar secara mandiri atau dengan bantuan. | Langkah-langkah tayamum, pentingnya kebersihan. | 2 JP | kesehatan, kemandirian |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menyadari bahwa menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat mempelajari tata cara thaharah yang benar agar ibadah diterima dan hidup lebih sehat, serta mau bertanya jika ada yang belum dipahami. |
| 3. Cinta Lingkungan | Membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan sekitar, seperti membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan area praktik wudu. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Peduli terhadap kebersihan diri sendiri dengan rutin berwudu, mandi, dan menjaga pakaian tetap bersih, serta mengingatkan teman tentang pentingnya kebersihan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menunjukkan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, termasuk kebersihan sebagai bagian dari ajaran Islam. |
Thaharah artinya bersuci. Ini adalah bagian penting dalam agama Islam. Allah SWT suka kepada orang yang bersih dan suci. Sebelum beribadah seperti salat, kita harus bersuci terlebih dahulu. Ada dua jenis bersuci, yaitu dari hadas dan dari najis. Mari kita pelajari bersama agar ibadah kita diterima Allah SWT.
1. Pengertian Thaharah
Thaharah (طهاره) artinya bersuci atau membersihkan diri. Bersuci itu penting sekali dalam Islam. Kita harus bersih dari kotoran dan najis sebelum beribadah. Contohnya, sebelum salat, kita harus berwudu. Dengan bersuci, badan kita bersih, hati kita juga senang. Ini adalah cara kita menunjukkan rasa cinta kepada Allah SWT. Bersuci juga membuat kita sehat dan terhindar dari penyakit. Jadi, thaharah itu bukan cuma bersih-bersih biasa, tapi ada aturannya dari agama kita.
2. Hadas dan Najis
Ada dua hal yang membuat kita tidak suci, yaitu hadas dan najis. Hadas adalah keadaan tidak suci pada diri kita, contohnya setelah buang air kecil atau buang air besar, atau setelah tidur pulas. Untuk menghilangkan hadas, kita harus berwudu atau mandi. Sedangkan najis adalah kotoran yang menempel pada badan, pakaian, atau tempat shalat, contohnya kotoran hewan atau darah. Untuk menghilangkan najis, kita harus membersihkannya dengan air sampai hilang baunya, warnanya, dan rasanya. Kita harus tahu bedanya agar bisa bersuci dengan benar.
3. Tata Cara Berwudu
Berwudu adalah cara bersuci dari hadas kecil. Langkah-langkahnya mudah diingat: pertama, niat dalam hati. Kedua, mencuci kedua telapak tangan sampai bersih. Ketiga, berkumur-kumur dan membersihkan hidung. Keempat, mencuci muka sampai rata. Kelima, mencuci kedua tangan sampai siku. Keenam, mengusap sebagian kepala. Ketujuh, mencuci kedua telinga. Kedelapan, mencuci kedua kaki sampai mata kaki. Terakhir, membaca doa setelah wudu. Lakukan secara berurutan dan jangan terburu-buru agar wudu kita sah dan ibadah kita diterima.
4. Tata Cara Tayamum
Tayamum adalah pengganti wudu atau mandi jika kita tidak ada air atau sedang sakit parah yang tidak boleh terkena air. Tayamum menggunakan debu yang suci. Caranya: pertama, niat dalam hati. Kedua, menepukkan kedua telapak tangan ke debu yang suci satu kali. Ketiga, mengusap muka dengan debu itu. Keempat, menepukkan kedua telapak tangan lagi ke debu yang suci. Kelima, mengusap kedua tangan sampai siku. Ingat, tayamum hanya boleh dilakukan jika memang ada alasan yang syar'i. Setelah ada air atau sembuh, kita harus berwudu atau mandi lagi.
Rangkuman: Thaharah adalah bersuci dari hadas dan najis sebelum beribadah. Hadas dihilangkan dengan wudu atau mandi, najis dihilangkan dengan air. Wudu adalah bersuci dengan air untuk hadas kecil, memiliki langkah-langkah yang harus diikuti. Tayamum adalah pengganti wudu atau mandi menggunakan debu suci jika tidak ada air atau sakit. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah bagian penting dari thaharah dan ajaran Islam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Thaharah | Bersuci atau membersihkan diri dari hadas dan najis. |
| Hadas | Keadaan tidak suci pada diri seseorang yang menghalangi ibadah. |
| Najis | Kotoran yang menyebabkan tidak sahnya ibadah jika menempel pada badan, pakaian, atau tempat shalat. |
| Wudu | Bersuci dengan air untuk menghilangkan hadas kecil. |
| Tayamum | Bersuci dengan debu suci sebagai pengganti wudu atau mandi jika ada uzur syar'i. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Thaharah — Tunagrahita" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 materi · siap dibuatkan
ThaharahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisShalat BerjamaahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIman kepada Allah dan Asmaul HusnaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSejarah Nabi Periode MakkahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisJujur, Amanah, dan IstiqamahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Shalat Jumat, Jamak, dan QasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIman kepada MalaikatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEmpati dan Menghargai SesamaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSejarah Nabi Periode MadinahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratis2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Thaharah — Tunagrahita ini gratis?
Ya. Modul Thaharah — Tunagrahita untuk kelas VII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Thaharah — Tunagrahita ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 untuk mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti), pada Fase D untuk kelas VII SMPLB.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Thaharah — Tunagrahita untuk Pendidikan Agama Islam kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Thaharah — Tunagrahita ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas VII SMPLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Thaharah — Tunagrahita pada Pendidikan Agama Islam SMPLB, Fase D, elemen Al-Qur'an, Hadis, dan Fikih.
Bisakah modul Thaharah — Tunagrahita ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Thaharah — Tunagrahita dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.