Modul Ajar & RPP IPS Kelas IX
Kependudukan dan Mobilitas Penduduk
Modul ajar (RPP) IPS Paket B kelas IX materi Kependudukan dan Mobilitas Penduduk lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Kependudukan dan Mobilitas Penduduk yang Anda cari? Materi IPS Kelas IX lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPS |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kependudukan dan Mobilitas Penduduk |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang lingkungan sekitar dan beberapa masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kewargaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Manusia, Ruang, dan Waktu |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu memahami dinamika kependudukan dan mobilitas penduduk di Indonesia, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya, dengan menyajikan solusi sederhana untuk isu-isu terkait. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas data jumlah penduduk, persebaran, komposisi usia, serta berbagai bentuk perpindahan penduduk di Indonesia. |
| Konseptual | Konsep inti meliputi demografi, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, migrasi, dan dampaknya terhadap pembangunan. |
| Prosedural | Warga belajar akan belajar menganalisis data kependudukan, mengidentifikasi faktor penyebab mobilitas, dan merumuskan ide solusi masalah kependudukan. |
| Metakognitif | Warga belajar akan menyadari pentingnya data kependudukan dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan di lingkungan mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk (kelahiran, kematian, migrasi) di wilayah sekitar.
- Menganalisis jenis-jenis mobilitas penduduk (vertikal, horizontal, permanen, non-permanen) beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjelaskan dampak positif dan negatif dari dinamika kependudukan dan mobilitas penduduk terhadap pembangunan sosial dan ekonomi.
- Merumuskan ide solusi kreatif untuk mengatasi masalah kependudukan dan mobilitas penduduk di tingkat lokal.
- Menyajikan hasil analisis dan ide solusi masalah kependudukan dan mobilitas penduduk secara kolaboratif.
Pemahaman bermakna: Memahami dinamika kependudukan dan mobilitas penduduk membantu warga belajar mengidentifikasi potensi dan tantangan di lingkungan mereka, serta berkontribusi dalam mencari solusi untuk pembangunan berkelanjutan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa jumlah penduduk di kota besar terus bertambah sementara di desa cenderung berkurang, dan apa dampaknya bagi kita semua?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Analisis data statistik kependudukan (persentase, rasio, grafik pertumbuhan penduduk). Ekonomi: Dampak mobilitas penduduk terhadap pasar tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan distribusi pendapatan. Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan presentasi dan penulisan laporan mengenai isu kependudukan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat berbagi pengalaman pribadi tentang migrasi atau perubahan demografi di lingkungan mereka, atau warga belajar dapat melakukan wawancara singkat dengan tokoh masyarakat. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan belajar dapat memanfaatkan balai desa atau pusat data kependudukan lokal sebagai sumber informasi dan observasi, serta platform diskusi daring untuk warga belajar yang sulit hadir tatap muka. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Warga belajar dapat menggunakan aplikasi peta digital untuk mengamati persebaran penduduk, mencari data kependudukan dari situs resmi BPS, dan membuat infografis sederhana menggunakan aplikasi desain grafis daring. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk (kelahiran, kematian, migrasi) di wilayah sekitar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang membuat jumlah penduduk di daerah kita berubah dari waktu ke waktu?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar diajak mengamati data sederhana tentang jumlah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk di daerah mereka (jika memungkinkan dari data desa/kelurahan) dan mendiskusikan apa saja yang mempengaruhi perubahan tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Dalam kelompok kecil, warga belajar menganalisis data yang diberikan dan mencatat faktor-faktor yang mereka temukan mempengaruhi dinamika penduduk, seperti fasilitas kesehatan, lapangan kerja, atau bencana alam. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Tutor memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang kelahiran, kematian, dan migrasi sebagai komponen dinamika penduduk. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Warga belajar bersama tutor menyimpulkan materi hari ini. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan pengantar singkat materi mobilitas penduduk untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis jenis-jenis mobilitas penduduk (vertikal, horizontal, permanen, non-permanen) beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Tutor menyapa warga belajar, mengulas materi sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Tutor menampilkan sebuah kasus singkat tentang seseorang yang pindah ke kota untuk mencari pekerjaan atau naik jabatan, kemudian bertanya: 'Apa saja bentuk perpindahan yang kalian ketahui di sekitar kita?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar membaca materi tentang berbagai jenis mobilitas penduduk (migrasi, urbanisasi, transmigrasi, komutasi, sirkulasi) dan mencari contoh-contoh nyata dari lingkungan atau pengalaman pribadi mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Warga belajar secara berkelompok memilih satu jenis mobilitas penduduk, menganalisis faktor penyebabnya, dan mendiskusikan contoh konkret yang mereka amati atau alami dalam kehidupan sehari-hari, kemudian membuat peta konsep sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan peta konsep dan contoh yang mereka temukan. Tutor mengoreksi dan menguatkan pemahaman tentang perbedaan dan karakteristik setiap jenis mobilitas penduduk. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Tutor bersama warga belajar merangkum jenis-jenis mobilitas penduduk. Tutor memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menjelaskan dampak positif dan negatif dari dinamika kependudukan dan mobilitas penduduk terhadap pembangunan sosial dan ekonomi; Merumuskan ide solusi kreatif untuk mengatasi masalah kependudukan dan mobilitas penduduk di tingkat lokal. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Tutor menyapa warga belajar, mengulas materi dinamika dan mobilitas penduduk. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memperkenalkan proyek 'Solusi Kependudukan Lokal'. 'Menurut kalian, apa dampak positif dan negatif jika banyak orang pindah ke suatu daerah?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar secara individu atau berpasangan membaca studi kasus atau artikel berita tentang dampak kependudukan dan mobilitas penduduk (misalnya, kepadatan penduduk, kekurangan tenaga kerja di desa, dampak urbanisasi) dan mengidentifikasi masalah serta peluang yang muncul. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Dalam kelompok, warga belajar mulai merancang 'Proyek Solusi Kependudukan Lokal' dengan memilih satu isu kependudukan atau mobilitas penduduk yang relevan di lingkungan mereka. Mereka mengidentifikasi dampak, merumuskan ide solusi kreatif, dan menyusun rencana aksi sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan ide proyek awal mereka. Kelompok lain memberikan masukan konstruktif. Tutor memberikan bimbingan dan memastikan ide solusi realistis dan relevan dengan konteks lokal. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Tutor memberikan apresiasi atas ide-ide cemerlang warga belajar. Tugas rumah adalah menyempurnakan rencana proyek dan menyiapkan materi presentasi akhir untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor dinamika penduduk dan jenis mobilitas penduduk di lingkungan sekitar.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, pensil warna/spidol, akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 warga belajar.
- Diskusikan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan jumlah penduduk di desa/kelurahan Anda (kelahiran, kematian, perpindahan).
- Identifikasi 3-5 contoh mobilitas penduduk (misalnya, urbanisasi, transmigrasi, komutasi) yang terjadi di sekitar Anda atau yang Anda ketahui dari pengalaman pribadi/keluarga.
- Catat faktor penyebab dan dampak singkat dari setiap contoh mobilitas penduduk yang Anda identifikasi.
- Sajikan temuan kelompok Anda dalam bentuk tabel dan bersiap untuk presentasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang jumlah penduduk di daerah kita?
- Menurut Anda, mengapa ada orang yang pindah dari desa ke kota?
- Sebutkan satu masalah yang Anda lihat terkait jumlah penduduk di lingkungan kita!
- Apa bedanya orang yang pindah selamanya dengan yang hanya sementara?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok, kemampuan menganalisis data, dan kontribusi dalam penyusunan ide proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi 'Proyek Solusi Kependudukan Lokal' berdasarkan kelengkapan analisis, kreativitas solusi, dan kemampuan kolaborasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi faktor-faktor dinamika penduduk | Faktor dinamika penduduk (kelahiran, kematian, migrasi) | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis jenis-jenis mobilitas penduduk | Jenis-jenis mobilitas penduduk dan contohnya | 3 JP | Kewargaan |
| 3 | Menjelaskan dampak dan merumuskan ide solusi | Dampak kependudukan, isu lokal, ide solusi | 3 JP | Kolaborasi, Penalaran Kritis |
| 4 | Menyajikan hasil analisis dan ide solusi | Presentasi proyek solusi kependudukan | 3 JP | Kolaborasi, Kewargaan |
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang besar dan terus bergerak. Memahami bagaimana penduduk bertambah atau berkurang, serta mengapa mereka berpindah, sangat penting untuk melihat bagaimana masyarakat dan ekonomi kita berkembang. Modul ini akan mengajak Anda untuk menjelajahi dunia kependudukan dan mobilitas penduduk, dari data dasar hingga dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Dinamika Penduduk: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi
Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhinya: kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan migrasi (perpindahan penduduk). Tingkat kelahiran yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan penduduk yang cepat, sementara tingkat kematian yang tinggi dapat memperlambat pertumbuhan. Migrasi, baik masuk (imigrasi) maupun keluar (emigrasi), juga berperan besar dalam mengubah komposisi penduduk di suatu wilayah. Contohnya, di Indonesia, program keluarga berencana bertujuan mengendalikan angka kelahiran, sementara peningkatan layanan kesehatan berupaya menurunkan angka kematian. Memahami ketiga faktor ini membantu kita memprediksi kebutuhan masa depan seperti pangan, pendidikan, dan lapangan kerja.
2. Jenis-Jenis Mobilitas Penduduk
Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Ini bisa bersifat permanen (menetap) atau non-permanen (sementara). Mobilitas permanen contohnya adalah migrasi, seperti urbanisasi (perpindahan dari desa ke kota) atau transmigrasi (perpindahan antar pulau yang difasilitasi pemerintah). Mobilitas non-permanen meliputi komutasi (pulang-pergi setiap hari, seperti pekerja harian) dan sirkulasi (pulang-pergi dalam waktu tertentu, seperti pekerja musiman). Mobilitas juga bisa vertikal (perubahan status sosial-ekonomi) dan horizontal (perpindahan geografis). Misalnya, seorang warga belajar yang merantau ke kota untuk bekerja dan meningkatkan taraf hidupnya adalah contoh mobilitas horizontal dan vertikal.
3. Faktor Pendorong dan Penarik Mobilitas Penduduk
Ada banyak alasan mengapa orang memutuskan untuk berpindah. Faktor pendorong (di daerah asal) bisa berupa keterbatasan lapangan kerja, kemiskinan, bencana alam, atau konflik sosial. Sementara itu, faktor penarik (di daerah tujuan) seringkali adalah harapan akan kehidupan yang lebih baik, peluang kerja yang lebih banyak, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih lengkap, atau lingkungan yang lebih aman. Contoh paling nyata adalah banyak warga dari desa yang pindah ke kota besar karena tergiur dengan banyaknya lowongan pekerjaan dan upah yang lebih tinggi, meskipun harus menghadapi biaya hidup yang juga lebih tinggi.
4. Dampak Positif Mobilitas Penduduk
Mobilitas penduduk, meskipun sering dikaitkan dengan masalah, juga memiliki dampak positif. Bagi daerah asal, mobilitas dapat mengurangi kepadatan penduduk, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan pendapatan melalui kiriman uang dari perantau. Bagi daerah tujuan, mobilitas bisa menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pembangunan, meningkatkan keragaman budaya, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya, urbanisasi menyediakan banyak pekerja untuk sektor industri di kota, atau transmigrasi membuka lahan baru untuk pertanian di daerah tujuan.
5. Dampak Negatif Mobilitas Penduduk
Di sisi lain, mobilitas penduduk juga membawa dampak negatif. Bagi daerah asal, dapat terjadi kekurangan tenaga kerja produktif, terutama di sektor pertanian, serta hilangnya potensi pembangunan lokal. Bagi daerah tujuan, dampak negatifnya bisa berupa peningkatan kepadatan penduduk, masalah lingkungan (sampah, polusi), munculnya permukiman kumuh, peningkatan angka kriminalitas, serta persaingan lapangan kerja yang ketat. Contohnya, Jakarta sering menghadapi masalah kemacetan dan banjir karena kepadatan penduduk yang terus meningkat akibat urbanisasi.
6. Permasalahan Kependudukan di Indonesia
Indonesia menghadapi beberapa masalah kependudukan, antara lain: jumlah penduduk yang besar dan laju pertumbuhan yang masih tinggi, persebaran penduduk yang tidak merata (terutama di Pulau Jawa), kualitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan, serta masalah urbanisasi yang menyebabkan kepadatan dan berbagai masalah sosial di perkotaan. Selain itu, komposisi penduduk usia produktif yang besar (bonus demografi) juga bisa menjadi tantangan jika tidak diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan lapangan kerja yang memadai. Warga belajar perlu memahami isu-isu ini untuk dapat berkontribusi dalam mencari solusi.
7. Upaya Mengatasi Masalah Kependudukan dan Mobilitas
Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah kependudukan. Program keluarga berencana (KB) bertujuan mengendalikan pertumbuhan penduduk. Pemerataan pembangunan dan penyediaan lapangan kerja di daerah-daerah luar Jawa diharapkan dapat mengurangi urbanisasi. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan penting untuk meningkatkan kualitas SDM. Pemerintah juga melakukan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil untuk menarik penduduk agar tidak semua terpusat di kota besar. Peran aktif masyarakat, termasuk warga belajar, dalam menjaga lingkungan dan mendukung program pemerintah sangat dibutuhkan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
Rangkuman: Dinamika kependudukan dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan migrasi, yang menyebabkan perubahan jumlah dan komposisi penduduk. Mobilitas penduduk, baik permanen maupun non-permanen, memiliki faktor pendorong dan penarik, serta membawa dampak positif dan negatif pada daerah asal maupun tujuan. Indonesia menghadapi berbagai masalah kependudukan seperti persebaran tidak merata dan urbanisasi. Penting bagi kita untuk memahami isu-isu ini dan berkontribusi dalam upaya mencari solusi demi pembangunan yang seimbang dan berkelanjutan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Demografi | Ilmu yang mempelajari statistik kependudukan. |
| Urbanisasi | Perpindahan penduduk dari desa ke kota. |
| Migrasi | Perpindahan penduduk dengan tujuan menetap. |
| Komutasi | Perpindahan penduduk pulang-pergi setiap hari untuk bekerja atau sekolah. |
| Bonus Demografi | Kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada usia non-produktif. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kependudukan dan Mobilitas Penduduk" mata pelajaran IPS Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi IPS Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil0 dari 5 siap
Interaksi AntarnegaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerubahan Sosial BudayaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGlobalisasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerdagangan InternasionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia Merdeka hingga ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap0 dari 4 siap
Interaksi Antarnegara Asia dan Benua LainBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGlobalisasi dan Ketergantungan AntarruangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia Masa Kemerdekaan hingga ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEkonomi KreatifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri IPS di kelas lain
Lingkungan Hidup dan PermasalahannyaIPS Kelas IX Paket BSumber Daya Alam IndonesiaIPS Kelas IX Paket BKondisi Geografis IndonesiaIPS Kelas VII Paket BLihat semua Modul Ajar IPS Kelas IX →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPS Kependudukan dan Mobilitas Penduduk ini gratis?
Ya. Modul Kependudukan dan Mobilitas Penduduk untuk kelas IX Paket B dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPS kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kependudukan dan Mobilitas Penduduk ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase D untuk kelas IX Paket B.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kependudukan dan Mobilitas Penduduk untuk IPS kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Kependudukan dan Mobilitas Penduduk ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kependudukan dan Mobilitas Penduduk dapat Anda sesuaikan dengan murid IPS kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.