Modul Ajar & RPP IPS Kelas IX
Sumber Daya Alam Indonesia
Modul ajar (RPP) IPS Paket B kelas IX materi Sumber Daya Alam Indonesia lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Sumber Daya Alam Indonesia yang Anda cari? Materi IPS Kelas IX lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPS |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Sumber Daya Alam Indonesia |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang kekayaan alam di sekitar tempat tinggalnya dan sedikit pengetahuan tentang jenis-jenis sumber daya alam.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kewargaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Manusia, Ruang, dan Waktu |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu menganalisis interaksi antara manusia, ruang, dan waktu dalam konteks keberlanjutan sumber daya alam Indonesia, serta mengidentifikasi upaya pelestarian untuk kesejahteraan masyarakat. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Indonesia memiliki beragam jenis sumber daya alam seperti hutan, laut, tambang, dan pertanian yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. |
| Konseptual | Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan hidup. |
| Prosedural | Warga belajar akan belajar mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis potensi serta masalah pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. |
| Metakognitif | Warga belajar akan menyadari pentingnya pemahaman mendalam tentang sumber daya alam untuk mengambil keputusan bijak dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis-jenis dan potensi sumber daya alam di Indonesia dengan tepat.
- Menganalisis persebaran sumber daya alam Indonesia berdasarkan karakteristik wilayah.
- Menjelaskan manfaat sumber daya alam bagi kehidupan dan pembangunan nasional.
- Mengevaluasi permasalahan dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
- Merumuskan solusi inovatif untuk pelestarian sumber daya alam yang berkelanjutan.
- Membuat proyek sederhana tentang pemanfaatan atau pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitar.
Pemahaman bermakna: Memahami sumber daya alam Indonesia tidak hanya tentang jenis dan potensi, tetapi juga tentang bagaimana mengelola dan melestarikannya secara berkelanjutan untuk masa depan generasi mendatang, yang relevan dengan pekerjaan dan kehidupan warga belajar.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sumber daya alam di sekitar kita memengaruhi pekerjaan, penghasilan, dan kehidupan keluarga kita sehari-hari?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): memahami siklus air, proses geologi, dan ekosistem terkait sumber daya alam. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): menumbuhkan kesadaran hak dan kewajiban warga negara dalam pengelolaan sumber daya alam. Ekonomi: menganalisis nilai ekonomi sumber daya alam dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Warga belajar dapat melibatkan keluarga, tetangga, atau komunitas lokal dalam pelaksanaan proyek pelestarian sumber daya alam, seperti daur ulang atau penanaman pohon. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dapat dilakukan di ruang kelas yang nyaman, perpustakaan komunitas, atau area terbuka di sekitar PKBM/SKB untuk observasi langsung sumber daya alam. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan internet untuk mencari data persebaran SDA, menonton video edukasi tentang isu lingkungan, dan menggunakan aplikasi sederhana untuk membuat infografis atau laporan proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis dan potensi sumber daya alam di Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi tentang sumber daya alam yang ada di sekitar mereka. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana sumber daya alam di sekitar kita memengaruhi pekerjaan, penghasilan, dan kehidupan keluarga kita sehari-hari?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi berbagai jenis sumber daya alam yang mereka ketahui dan potensi pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari atau pekerjaan mereka, dengan bimbingan tutor menggunakan peta dan gambar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok membuat daftar jenis-jenis sumber daya alam yang ditemukan di daerahnya masing-masing, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan kategori (misalnya, hayati, non-hayati, energi, mineral) dan menuliskan potensi pemanfaatannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan klasifikasi sumber daya alam. Tutor memberikan umpan balik, penguatan konsep, dan menyimpulkan jenis-jenis serta potensi sumber daya alam Indonesia secara umum. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Tutor bersama warga belajar menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas singkat untuk mengamati sumber daya alam di sekitar rumah atau tempat kerja mereka. Pertemuan ditutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis persebaran sumber daya alam Indonesia berdasarkan karakteristik wilayah dan menjelaskan manfaat sumber daya alam bagi kehidupan dan pembangunan nasional. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Tutor menyapa warga belajar, melakukan presensi, dan mengaitkan materi sebelumnya dengan topik persebaran sumber daya alam. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran dan memantik diskusi tentang mengapa sumber daya alam tidak tersebar merata. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan kasus atau artikel tentang persebaran sumber daya alam di wilayah yang berbeda di Indonesia (misalnya, hutan di Kalimantan, tambang di Papua, perikanan di Maluku). Mereka menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi persebaran tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok membuat mind map atau infografis sederhana yang menunjukkan persebaran sumber daya alam tertentu di Indonesia dan manfaatnya bagi masyarakat serta pembangunan ekonomi, dengan menghubungkan ke pengalaman kerja atau usaha warga belajar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Kelompok mempresentasikan hasil analisis dan mind map mereka. Tutor memfasilitasi diskusi tentang kaitan persebaran SDA dengan mata pencarian dan pembangunan. Tutor memberikan penguatan tentang pentingnya pemahaman persebaran untuk perencanaan pembangunan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Tutor bersama warga belajar merangkum poin-poin penting tentang persebaran dan manfaat SDA. Tutor memberikan apresiasi, motivasi untuk terus belajar, dan informasi singkat tentang tantangan pengelolaan SDA sebagai pengantar pertemuan berikutnya. Pertemuan diakhiri dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mengevaluasi permasalahan dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia dan merumuskan solusi inovatif untuk pelestarian sumber daya alam yang berkelanjutan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Tutor menyapa warga belajar, menanyakan kabar, dan melakukan kilas balik singkat materi sebelumnya. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran dan memperkenalkan proyek: 'Membuat proyek sederhana tentang pemanfaatan atau pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitar'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar dalam kelompok menganalisis berbagai permasalahan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia (misalnya, deforestasi, pencemaran, penambangan ilegal, overfishing) menggunakan studi kasus atau video pendek. Mereka mengidentifikasi dampak masalah tersebut terhadap kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok merancang sebuah proyek sederhana yang berfokus pada pemanfaatan atau pelestarian sumber daya alam di lingkungan mereka (misalnya, kampanye hemat air, pembuatan pupuk kompos, daur ulang sampah, penanaman pohon). Mereka membuat rencana aksi proyek, termasuk tujuan, alat, langkah, dan target. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Kelompok mempresentasikan rencana proyek mereka dan menerima masukan dari kelompok lain serta tutor. Tutor memberikan bimbingan dan memastikan proyek yang dirancang realistis dan relevan dengan konteks warga belajar. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Tutor memberikan dukungan dan semangat untuk pelaksanaan proyek. Tutor mengingatkan pentingnya kolaborasi dan tanggung jawab dalam proyek. Pertemuan ditutup dengan apresiasi dan doa, mendorong warga belajar untuk mulai mengerjakan proyek di luar jam belajar. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis permasalahan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia dan merumuskan solusi inovatif.
Alat & bahan: Kertas plano, spidol warna, gunting, lem, artikel/gambar kasus lingkungan, peta persebaran SDA
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok beranggotakan 3-4 warga belajar.
- Baca dan diskusikan artikel/gambar kasus tentang permasalahan pengelolaan sumber daya alam yang diberikan tutor.
- Identifikasi minimal 3 permasalahan utama yang muncul dalam kasus tersebut dan dampak yang ditimbulkan.
- Rumuskan minimal 2 solusi inovatif dan berkelanjutan untuk mengatasi setiap permasalahan yang telah diidentifikasi.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 jenis sumber daya alam yang Anda ketahui!
- Di mana biasanya kita menemukan sumber daya alam tersebut?
- Menurut Anda, mengapa penting bagi kita untuk menjaga sumber daya alam?
- Apa saja kegiatan sehari-hari Anda yang memanfaatkan sumber daya alam?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan kualitas kontribusi dalam penyelesaian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek sederhana tentang pemanfaatan atau pelestarian sumber daya alam dan presentasinya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis dan potensi sumber daya alam di Indonesia dengan tepat. | Jenis dan potensi SDA Indonesia | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis persebaran sumber daya alam Indonesia berdasarkan karakteristik wilayah dan menjelaskan manfaatnya. | Persebaran dan manfaat SDA | 3 JP | Kewargaan |
| 3 | Mengevaluasi permasalahan dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia dan merumuskan solusi inovatif. | Permasalahan dan solusi pengelolaan SDA | 3 JP | Kolaborasi |
| 4 | Membuat proyek sederhana tentang pemanfaatan atau pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitar. | Proyek pelestarian SDA | 3 JP | Kreativitas |
Indonesia, dengan kekayaan alamnya yang melimpah, dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas di dunia. Dari hutan tropis yang hijau hingga lautan biru yang menyimpan biota laut, semua merupakan anugerah yang harus kita syukuri dan kelola dengan bijak. Modul ini akan mengajak warga belajar untuk memahami lebih dalam tentang berbagai jenis sumber daya alam yang kita miliki, bagaimana persebarannya, manfaatnya bagi kehidupan, serta tantangan dalam pengelolaannya. Mari bersama-sama belajar bagaimana kita dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian sumber daya alam untuk masa depan yang lebih baik.
1. Pengertian dan Klasifikasi Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan. SDA dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan sifatnya, ada SDA yang dapat diperbarui (renewable) seperti hasil pertanian, hutan, dan hewan, serta SDA yang tidak dapat diperbarui (non-renewable) seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Berdasarkan bentuknya, SDA dapat berupa hayati (biotik) seperti tumbuhan dan hewan, serta non-hayati (abiotik) seperti air, tanah, udara, dan mineral. Pemahaman klasifikasi ini penting untuk menentukan strategi pengelolaan yang tepat, mengingat SDA yang tidak dapat diperbarui memiliki ketersediaan terbatas dan butuh perhatian khusus dalam pemanfaatannya.
2. Potensi Sumber Daya Alam Indonesia
Indonesia memiliki potensi SDA yang sangat besar dan beragam. Potensi ini meliputi SDA hutan yang luas dengan keanekaragaman hayati tinggi, SDA kelautan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia yang kaya ikan dan biota laut lainnya, serta potensi energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan hidro. Selain itu, Indonesia juga kaya akan SDA tambang seperti nikel, bauksit, tembaga, dan emas yang menjadi komoditas penting. Potensi ini menjadi modal utama pembangunan nasional, namun juga menuntut pengelolaan yang bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Pemanfaatan potensi ini harus seimbang dengan upaya pelestarian.
3. Persebaran Sumber Daya Alam di Indonesia
Persebaran sumber daya alam di Indonesia tidak merata, dipengaruhi oleh kondisi geologis dan geografis wilayah. Sebagai contoh, hutan tropis lebat banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Sumber daya minyak bumi dan gas alam terkonsentrasi di beberapa cekungan sedimen seperti Sumatera, Kalimantan Timur, dan Laut Natuna. Cadangan batu bara tersebar luas di Sumatera dan Kalimantan. Sementara itu, kekayaan laut melimpah di seluruh perairan Indonesia, terutama di wilayah timur seperti Maluku dan Papua. Persebaran ini memengaruhi pola pembangunan dan perekonomian di setiap daerah, serta menjadi dasar bagi kebijakan pemerataan pembangunan dan pengelolaan wilayah.
4. Manfaat Sumber Daya Alam bagi Kehidupan dan Pembangunan
Sumber daya alam memiliki peran vital bagi kehidupan manusia dan pembangunan suatu negara. Secara langsung, SDA menyediakan kebutuhan dasar seperti pangan (dari pertanian dan perikanan), air bersih, dan udara segar. SDA juga menjadi bahan baku industri (misalnya kayu untuk mebel, mineral untuk elektronik), sumber energi (minyak bumi, gas alam, batu bara, panas bumi), dan objek pariwisata yang menarik. Bagi pembangunan, SDA merupakan penggerak ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menyumbang devisa negara melalui ekspor. Pemanfaatan SDA yang optimal dan berkelanjutan akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa secara keseluruhan.
5. Permasalahan dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Meski kaya SDA, Indonesia menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaannya. Beberapa masalah utama meliputi deforestasi akibat penebangan liar dan pembukaan lahan, pencemaran lingkungan (air, udara, tanah) akibat limbah industri dan rumah tangga, penambangan ilegal yang merusak ekosistem, serta overfishing yang mengancam populasi ikan. Konflik lahan antara masyarakat adat dan korporasi juga sering terjadi. Permasalahan ini diperparah oleh kurangnya penegakan hukum, rendahnya kesadaran masyarakat, dan praktik eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Dampak dari permasalahan ini sangat luas, mulai dari bencana alam, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga penurunan kualitas hidup masyarakat.
6. Upaya Pelestarian dan Pemanfaatan Berkelanjutan
Untuk mengatasi permasalahan pengelolaan SDA, diperlukan upaya pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan. Ini mencakup reboisasi dan penghijauan kembali lahan kritis, pengelolaan limbah yang efektif, penegakan hukum yang tegas terhadap perusak lingkungan, serta edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran. Pemanfaatan berkelanjutan berarti menggunakan SDA secara bijak agar tetap tersedia untuk generasi mendatang, misalnya dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mengembangkan energi terbarukan, dan menerapkan pertanian organik. Keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta sangat penting dalam mewujudkan tata kelola SDA yang lestari dan adil.
7. Peran Warga Belajar dalam Pelestarian Sumber Daya Alam
Sebagai warga negara, setiap individu memiliki peran penting dalam pelestarian sumber daya alam, termasuk warga belajar. Peran ini bisa dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sehari-hari, seperti menghemat air dan listrik, membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang limbah, serta menggunakan produk ramah lingkungan. Di lingkungan kerja atau usaha, warga belajar dapat menerapkan praktik-praktik yang berkelanjutan, misalnya mengurangi limbah produksi atau menggunakan bahan baku yang bertanggung jawab. Dengan memahami pentingnya SDA dan mengambil tindakan nyata, warga belajar dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Rangkuman: Sumber daya alam Indonesia sangat beragam dan memiliki potensi besar untuk menopang kehidupan serta pembangunan. Namun, pengelolaan yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Penting bagi kita untuk memahami jenis, persebaran, manfaat, dan tantangan dalam pengelolaan SDA. Upaya pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan harus menjadi prioritas, melibatkan peran aktif setiap warga belajar dalam menjaga kelestarian alam untuk masa depan. Dengan demikian, kekayaan alam Indonesia dapat terus dinikmati dan memberikan kesejahteraan bagi semua.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Sumber Daya Alam (SDA) | Segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat dimanfaatkan manusia. |
| Deforestasi | Penggundulan hutan atau penebangan hutan secara besar-besaran. |
| Energi Terbarukan | Energi yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan, seperti tenaga surya atau angin. |
| Biotik | Sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup, seperti tumbuhan dan hewan. |
| Abiotik | Sumber daya alam yang berasal dari benda mati, seperti air, tanah, dan mineral. |
| Pemanfaatan Berkelanjutan | Penggunaan SDA secara bijak agar tetap tersedia untuk generasi mendatang. |
| Overfishing | Penangkapan ikan secara berlebihan yang mengancam populasi ikan di laut. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sumber Daya Alam Indonesia" mata pelajaran IPS Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi IPS Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil0 dari 5 siap
Interaksi AntarnegaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerubahan Sosial BudayaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGlobalisasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerdagangan InternasionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia Merdeka hingga ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap0 dari 4 siap
Interaksi Antarnegara Asia dan Benua LainBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGlobalisasi dan Ketergantungan AntarruangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia Masa Kemerdekaan hingga ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEkonomi KreatifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri IPS di kelas lain
Kependudukan dan Mobilitas PendudukIPS Kelas IX Paket BLingkungan Hidup dan PermasalahannyaIPS Kelas IX Paket BKondisi Geografis IndonesiaIPS Kelas VII Paket BLihat semua Modul Ajar IPS Kelas IX →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPS Sumber Daya Alam Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Sumber Daya Alam Indonesia untuk kelas IX Paket B dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPS kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sumber Daya Alam Indonesia ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas IX Paket B.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sumber Daya Alam Indonesia untuk IPS kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Sumber Daya Alam Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sumber Daya Alam Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid IPS kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.