Paket CKelas XFase ESemester 1

Modul Ajar & RPP Fisika Kelas X
Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Pengukuran adalah proses membandingkan besaran dengan standar, dibagi menjadi besaran pokok (panjang, massa, waktu, suhu, arus, intensitas cahaya, jumlah zat) dan turunan. Satuan Internasional (SI) memastikan konsistensi global. Alat ukur seperti mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup memiliki tingkat ketelitian berbeda. Setiap pengukuran memiliki ketidakpastian, sehingga ketelitian dan akurasi sangat penting untuk data ilmiah yang valid.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah
Fisika · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah
Fisika · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranFisika
Fase / KelasE / X
Materi PokokSistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Warga Belajar:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang besaran dan satuan dalam kehidupan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPengukuran
Rumusan CP FaseWarga belajar mampu menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran fisika, memahami ketidakpastian pengukuran, dan menggunakan alat ukur dengan tepat dalam konteks kerja ilmiah.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualDalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengukur panjang meja, berat badan, atau waktu tempuh perjalanan.
KonseptualPengukuran adalah proses membandingkan suatu besaran dengan besaran standar yang telah ditetapkan.
ProseduralWarga belajar akan mempelajari langkah-langkah penggunaan alat ukur, pencatatan hasil, dan penentuan ketidakpastian pengukuran.
MetakognitifWarga belajar akan menyadari pentingnya ketelitian dan akurasi dalam pengukuran untuk mendapatkan data yang valid dalam kerja ilmiah.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi besaran pokok dan besaran turunan dengan tepat.
  2. Dengan melakukan percobaan sederhana, warga belajar dapat menggunakan alat ukur panjang (mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup) dengan benar.
  3. Melalui analisis data hasil pengukuran, warga belajar dapat menentukan hasil pengukuran beserta ketidakpastiannya secara akurat.
  4. Setelah berdiskusi, warga belajar dapat menjelaskan pentingnya ketelitian dan akurasi dalam pengukuran untuk mendukung kerja ilmiah dengan argumen yang logis.
Halaman 2 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Pengukuran yang tepat dan akurat sangat fundamental dalam kerja ilmiah untuk menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga keputusan yang diambil berdasarkan data tersebut juga valid dan reliabel.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa dalam membuat resep kue, kita perlu menimbang bahan-bahan dengan timbangan yang akurat?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Penerapan konsep angka penting, notasi ilmiah, dan perhitungan statistika sederhana untuk menentukan ketidakpastian pengukuran.
Kewirausahaan: Penggunaan pengukuran yang akurat dalam produksi atau perdagangan untuk menjamin kualitas produk dan kepuasan pelanggan.
Kimia: Pengukuran volume, massa, dan suhu zat dalam eksperimen kimia yang memerlukan ketelitian tinggi.
Kemitraan PembelajaranOrang tua/anggota komunitas dapat berbagi pengalaman kerja yang melibatkan pengukuran (misalnya, tukang bangunan mengukur bahan, pedagang menimbang barang), memberikan perspektif praktis kepada warga belajar.
Lingkungan PembelajaranRuang belajar diatur agar kondusif untuk kerja kelompok dan praktik, dengan meja yang cukup luas dan pencahayaan yang baik, serta akses ke area terbuka untuk observasi sederhana jika memungkinkan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video tutorial penggunaan alat ukur dari platform seperti YouTube, simulasi pengukuran online, atau aplikasi kalkulator ketidakpastian pengukuran di ponsel pintar.
Halaman 3 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi besaran pokok dan besaran turunan dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Tutor menyapa warga belajar, mengajak berdoa, dan melakukan presensi.
  2. Apersepsi: Tutor menampilkan gambar berbagai aktivitas pengukuran dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, menimbang gula di pasar, mengukur tinggi badan, melihat jam). Tutor bertanya, 'Menurut Anda, apa saja yang sedang diukur pada gambar ini?'
  3. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi besaran pokok dan turunan, serta pentingnya pengukuran dalam kerja ilmiah, dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa dalam membuat resep kue, kita perlu menimbang bahan-bahan dengan timbangan yang akurat?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Tutor menayangkan video singkat tentang kasus kesalahan pengukuran yang menyebabkan masalah (misalnya, jembatan yang tidak kokoh karena salah hitung). Tutor meminta warga belajar mengidentifikasi masalah utama dari video tersebut.
  2. Mengorganisasi warga belajar untuk belajar: Tutor membagi warga belajar ke dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi studi kasus tentang pentingnya pengukuran dalam berbagai profesi (misalnya, koki, arsitek, penjahit).
  3. Tutor meminta setiap kelompok untuk membaca dan menganalisis studi kasus, lalu mengidentifikasi besaran-besaran fisika yang terlibat dalam setiap profesi tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Warga belajar dalam kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi besaran-besaran pokok (panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, intensitas cahaya, jumlah zat) dan besaran turunan dari studi kasus yang diberikan.
  2. Setiap kelompok mencatat hasil identifikasi mereka pada LKPD, termasuk satuan internasional yang digunakan untuk setiap besaran.
  3. Tutor berkeliling membimbing diskusi kelompok, memastikan setiap warga belajar berpartisipasi dan memahami perbedaan antara besaran pokok dan turunan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang identifikasi besaran pokok dan turunan di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, sementara tutor memfasilitasi diskusi.
  3. Tutor memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok dan menguatkan pemahaman tentang besaran pokok dan turunan serta pentingnya satuan standar.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Tutor bersama warga belajar menyimpulkan konsep besaran pokok dan besaran turunan.
  2. Refleksi & apresiasi: Tutor meminta warga belajar untuk menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini dan bagaimana kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif warga belajar.
  3. Tindak lanjut: Tutor memberikan tugas mandiri untuk mencari contoh lain besaran pokok dan turunan dalam kehidupan sehari-hari. Tutor menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan melakukan percobaan sederhana, warga belajar dapat menggunakan alat ukur panjang (mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup) dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Tutor menyapa warga belajar, mengajak berdoa, dan melakukan presensi.
  2. Apersepsi: Tutor meminta warga belajar untuk berbagi hasil tugas mandiri mereka tentang contoh besaran pokok dan turunan. Tutor mengaitkan dengan pentingnya alat ukur yang tepat untuk setiap besaran.
  3. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menggunakan alat ukur panjang dengan benar dan menentukan ketidakpastiannya, serta pentingnya ketelitian dalam kerja ilmiah.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Tutor menunjukkan beberapa alat ukur panjang (mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup) dan bertanya, 'Kapan kita menggunakan masing-masing alat ini? Apa kelebihan dan kekurangannya?'
  2. Mengorganisasi warga belajar untuk belajar: Tutor membagi warga belajar ke dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya. Setiap kelompok menerima LKPD praktik pengukuran dan set alat ukur sederhana (mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup) serta beberapa benda yang akan diukur (misalnya, pensil, koin, tebal kertas).
  3. Tutor menjelaskan prosedur penggunaan masing-masing alat ukur dan cara membaca skalanya, termasuk konsep skala nonius dan skala utama.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Warga belajar dalam kelompok melakukan percobaan pengukuran panjang benda menggunakan mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup sesuai panduan LKPD.
  2. Setiap kelompok mencatat hasil pengukuran secara berulang (minimal 3 kali) untuk setiap benda dan alat ukur, serta menghitung nilai rata-rata dan ketidakpastian pengukuran.
  3. Tutor berkeliling membimbing praktik, memastikan warga belajar menggunakan alat dengan benar dan mencatat data secara teliti.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil praktik pengukuran mereka, termasuk data yang diperoleh, perhitungan ketidakpastian, dan perbandingan akurasi antar alat ukur.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Tutor memimpin diskusi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan dan ketelitian pengukuran, serta bagaimana meminimalkan kesalahan.
  3. Tutor memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya ketelitian, akurasi, dan pencatatan yang sistematis dalam pengukuran ilmiah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Tutor bersama warga belajar menyimpulkan langkah-langkah penggunaan alat ukur panjang, cara menentukan ketidakpastian, dan pentingnya pengukuran yang akurat dalam kerja ilmiah.
  2. Refleksi & apresiasi: Tutor meminta warga belajar untuk mengisi lembar refleksi tentang tantangan dan pembelajaran yang mereka dapatkan dari praktik pengukuran. Tutor memberikan apresiasi atas kerja keras dan ketelitian warga belajar.
  3. Tindak lanjut: Tutor memberikan tugas untuk mencari informasi mengenai alat ukur lain dan fungsinya. Tutor menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA WARGA BELAJAR
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKPraktik Pengukuran dan Ketelitian
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Tutor

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Warga belajar dapat melakukan pengukuran panjang menggunakan mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup, serta menentukan ketidakpastiannya.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Pengukuran adalah jantung dari ilmu fisika dan sains lainnya. Tanpa pengukuran yang akurat, sulit bagi kita untuk memahami fenomena alam atau mengembangkan teknologi baru.

Alat & bahan: Mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup, pensil, koin, tebal kertas, penghapus

Langkah kerja:

  1. Panjang pita pada gambar adalah 13 cm. Ukurlah dua benda di sekitarmu dengan penggaris, lalu bandingkan panjangnya dengan pita itu.
    01234567891011121314cm
    Gambar 1. Penggaris
  2. Amati alat ukur panjang berikut, lalu diskusikan fungsi dan skala terkecil masing-masing alat.
  3. Ukur panjang pensil, diameter koin, dan tebal kertas menggunakan mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup secara bergantian. Lakukan pengukuran masing-masing 3 kali.
  4. Catat hasil pengukuran Anda pada tabel di bawah, kemudian hitung rata-rata dan ketidakpastiannya untuk setiap benda dan alat ukur.
  5. Bandingkan hasil pengukuran dari ketiga alat ukur tersebut. Alat mana yang memberikan hasil paling presisi? Mengapa?
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang besaran?
  2. Sebutkan tiga contoh besaran yang sering Anda temui dalam kehidupan sehari-hari!
  3. Menurut Anda, mengapa kita perlu menggunakan alat ukur saat melakukan pengukuran?

Formatif (proses): Tutor melakukan observasi selama diskusi kelompok dan praktik pengukuran, menilai partisipasi, ketelitian, dan kemampuan kolaborasi warga belajar.

Sumatif (akhir): Warga belajar mengerjakan soal pilihan ganda dan esai untuk mengevaluasi pemahaman konsep besaran, satuan, dan prinsip pengukuran.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi besaran pokok dan turunanBesaran pokok, besaran turunan, sistem satuan internasional2 JPpenalaran kritis, kolaborasi
2Menggunakan alat ukur panjang dan menentukan ketidakpastianAlat ukur panjang (mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup), ketelitian, ketidakpastian pengukuran2 JPkemandirian, penalaran kritis
3Menjelaskan pentingnya ketelitian dan akurasi dalam pengukuranKetelitian dan akurasi pengukuran, sumber ketidakpastian2 JPkomunikasi, penalaran kritis
Halaman 8 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Pengukuran adalah jantung dari ilmu fisika dan sains lainnya. Tanpa pengukuran yang akurat, sulit bagi kita untuk memahami fenomena alam atau mengembangkan teknologi baru. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami konsep dasar pengukuran, jenis-jenis besaran, alat ukur yang tepat, serta bagaimana mengatasi ketidakpastian dalam setiap pengukuran yang Anda lakukan.

1. Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Dalam fisika, besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka serta memiliki satuan. Besaran dibagi menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak bergantung pada besaran lain. Ada tujuh besaran pokok, yaitu panjang (meter), massa (kilogram), waktu (sekon), suhu (kelvin), kuat arus listrik (ampere), intensitas cahaya (kandela), dan jumlah zat (mol). Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah luas (panjang x panjang), volume (panjang x panjang x panjang), kecepatan (panjang / waktu), dan gaya (massa x percepatan).

2. Satuan Internasional (SI)
Untuk menghindari kebingungan dan memastikan konsistensi dalam komunikasi ilmiah global, digunakan Sistem Satuan Internasional (SI). SI adalah sistem satuan pengukuran yang paling banyak digunakan di dunia. Setiap besaran pokok memiliki satuan SI tersendiri yang telah didefinisikan secara standar. Misalnya, satuan SI untuk panjang adalah meter (m), untuk massa adalah kilogram (kg), dan untuk waktu adalah sekon (s). Penggunaan satuan SI sangat penting dalam kerja ilmiah karena memungkinkan ilmuwan di seluruh dunia untuk memahami dan mereplikasi eksperimen satu sama lain tanpa masalah konversi satuan yang rumit.

3. Alat Ukur Panjang: Mistar
Mistar atau penggaris adalah alat ukur panjang yang paling sederhana dan sering digunakan. Mistar memiliki skala terkecil 1 milimeter (mm) atau 0,1 centimeter (cm). Cara menggunakannya adalah dengan meletakkan benda yang akan diukur sejajar dengan mistar, dan membaca skala yang berhimpit dengan ujung benda. Posisi mata harus tegak lurus dengan skala untuk menghindari kesalahan paralaks. Mistar cocok untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan ketelitian sangat tinggi, seperti panjang buku atau lebar meja.

4. Alat Ukur Panjang: Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup
Jangka sorong dan mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang memiliki ketelitian lebih tinggi daripada mistar. Jangka sorong dapat mengukur panjang hingga ketelitian 0,01 cm atau 0,1 mm, cocok untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda. Mikrometer sekrup memiliki ketelitian paling tinggi, yaitu 0,001 cm atau 0,01 mm, sehingga ideal untuk mengukur ketebalan benda yang sangat tipis, seperti tebal kertas atau diameter kawat. Kedua alat ini memiliki skala utama dan skala nonius yang harus dibaca dengan hati-hati untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.

5. Ketelitian dan Ketidakpastian Pengukuran
Ketelitian (presisi) mengacu pada seberapa dekat hasil pengukuran yang berulang satu sama lain, sedangkan akurasi mengacu pada seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. Setiap pengukuran pasti memiliki ketidakpastian karena keterbatasan alat ukur dan pembaca. Ketidakpastian pengukuran dapat dihitung dan dinyatakan bersama hasil pengukuran (misalnya, 10,5 ± 0,1 mm). Penting untuk selalu mempertimbangkan ketidakpastian ini agar hasil pengukuran dapat dipertanggungjawabkan dalam kerja ilmiah. Pengukuran yang cermat dan berulang dapat mengurangi ketidakpastian.

Rangkuman: Pengukuran adalah proses membandingkan besaran dengan standar, dibagi menjadi besaran pokok (panjang, massa, waktu, suhu, arus, intensitas cahaya, jumlah zat) dan turunan. Satuan Internasional (SI) memastikan konsistensi global. Alat ukur seperti mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup memiliki tingkat ketelitian berbeda. Setiap pengukuran memiliki ketidakpastian, sehingga ketelitian dan akurasi sangat penting untuk data ilmiah yang valid.

Halaman 9 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
BesaranSegala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka serta satuan.
SatuanAcuan untuk membandingkan suatu besaran dalam pengukuran.
KetelitianSeberapa dekat hasil pengukuran berulang satu sama lain (presisi).
AkurasiSeberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya.
Daftar pustaka7 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah" mata pelajaran Fisika Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaFisika · Kelas XPeta Konsep
Sistem Pengukuran dalam Kerja IlmiahBesaran Pokok dan Besaran TurunanSatuan Internasional (SI)Alat Ukur Panjang: MistarAlat Ukur Panjang: Jangka Sorong dan Mikrometer SekrupKetelitian dan Ketidakpastian Pengukuran
Dari sub-bab Sistem Pengukuran dalam Kerja IlmiahHalaman 12
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKolaborasiKemandirian
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Peta Materi Fisika Kelas X Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Materi setahun1 dari 3 siap unduh

Sistem Pengukuran dalam Kerja IlmiahHalaman yang sedang Anda buka
Energi TerbarukanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAPerubahan IklimBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratis
Lihat semua Modul Ajar Fisika Kelas X →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Fisika kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah pada Fisika Paket C, Fase E, elemen Pengukuran.

Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Fisika kelas X Paket C di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Fisika materi Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini gratis?

Ya. Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah untuk kelas X Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Fisika kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Fisika kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah dapat Anda sesuaikan dengan murid Fisika kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Fisika kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X Paket C. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah untuk Fisika kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Fisika kelas X Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Fisika kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Fisika ini cocok untuk Paket C negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama Paket C Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah disusun untuk Paket C dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Fisika Paket CSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.