Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas X
NKRI dan Wilayah Negara
Modul ajar (RPP) Pendidikan Pancasila Paket C kelas X materi NKRI dan Wilayah Negara lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan NKRI dan Wilayah Negara yang Anda cari? Materi Pendidikan Pancasila Kelas X lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | NKRI dan Wilayah Negara |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar telah memahami konsep dasar negara dan memiliki kesadaran awal tentang pentingnya identitas nasional Indonesia.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kewargaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Negara Kesatuan Republik Indonesia |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu menganalisis secara kritis dinamika historis dan sosiologis pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mempraktikkan peran aktif sebagai warga negara dalam menjaga keutuhan wilayah negara dan kedaulatan bangsa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fakta-fakta geografis, historis, dan legal mengenai wilayah darat, laut, dan udara Indonesia serta batas-batasnya. |
| Konseptual | Materi ini mencakup konsep kedaulatan negara, batas wilayah, pulau terluar, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sebagai bagian integral dari NKRI. |
| Prosedural | Warga belajar akan mempelajari cara mengidentifikasi dan menganalisis isu-isu terkait wilayah negara serta langkah-langkah partisipatif dalam menjaga keutuhan NKRI. |
| Metakognitif | Warga belajar akan menyadari bagaimana pemahaman tentang wilayah negara berkontribusi pada identitas dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi pengertian dan hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara tepat.
- Menganalisis dasar hukum, fungsi, dan tujuan NKRI berdasarkan konstitusi.
- Menjelaskan karakteristik wilayah darat, laut, dan udara NKRI sesuai peraturan perundang-undangan.
- Mengidentifikasi batas-batas wilayah negara Indonesia dengan negara tetangga secara akurat.
- Menganalisis peran serta warga negara dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI dalam konteks kehidupan sehari-hari.
- Merumuskan solusi partisipatif terhadap permasalahan terkait wilayah negara melalui proyek sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami NKRI dan wilayah negaranya bukan hanya tentang batas geografis, tetapi juga tentang identitas, kedaulatan, dan tanggung jawab setiap warga negara dalam menjaga keutuhan dan keberlanjutan bangsa di tengah dinamika global.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa menjaga setiap jengkal wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Geografi: Memahami letak geografis Indonesia, batas-batas alam dan buatan, serta karakteristik wilayah darat, laut, dan udara. Sejarah: Menganalisis proses terbentuknya NKRI, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, dan dinamika historis penetapan batas wilayah. Sosiologi: Mengkaji peran masyarakat perbatasan, konflik sosial terkait wilayah, dan upaya pemberdayaan komunitas dalam menjaga kedaulatan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Warga belajar dapat berinteraksi dengan tokoh masyarakat setempat, aparat desa/kelurahan, atau perwakilan lembaga terkait batas wilayah (misalnya BPN) untuk mendapatkan perspektif praktis mengenai isu-isu wilayah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dapat memanfaatkan lingkungan sekitar PKBM/SKB untuk mengamati potensi wilayah, seperti sungai, kebun, atau area publik, serta menggunakan ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi peta digital (misalnya Google Maps, OpenStreetMap) untuk mengidentifikasi batas wilayah, mencari informasi tentang pulau terluar, serta penggunaan media sosial untuk kampanye kesadaran menjaga wilayah negara. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi pengertian dan hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata 'Indonesia'?' Dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik, agar warga belajar sadar akan pentingnya materi ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar dibagi menjadi kelompok kecil untuk menggali informasi dari berbagai sumber (buku, artikel, video singkat) tentang pengertian, hakikat, dan dasar hukum NKRI, serta mengaitkannya dengan pengalaman mereka sebagai warga negara. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana yang menjelaskan hakikat NKRI dan dasar hukumnya, dengan fokus pada relevansi bagi kehidupan warga belajar (misalnya, bagaimana konstitusi melindungi hak-hak mereka dalam bekerja atau berusaha). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil karyanya, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Tutor memberikan penguatan dan klarifikasi tentang konsep NKRI serta mendorong diskusi tentang bagaimana pemahaman ini memengaruhi pandangan mereka terhadap bangsa. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Tutor bersama warga belajar menyimpulkan materi pertemuan ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan tindak lanjut berupa penugasan mandiri untuk mencari contoh kasus nyata terkait wilayah negara, menciptakan suasana belajar yang menggembirakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Collaborative Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan karakteristik wilayah darat, laut, dan udara NKRI sesuai peraturan perundang-undangan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, melakukan review singkat materi sebelumnya, dan mengaitkannya dengan materi hari ini tentang karakteristik wilayah negara. Tujuan pembelajaran pertemuan ini disampaikan secara jelas. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Warga belajar secara berkelompok mengkaji peraturan perundang-undangan (misalnya UU No. 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia) dan sumber informasi lain untuk mengidentifikasi karakteristik wilayah darat, laut (termasuk ZEE dan landas kontinen), dan udara NKRI, serta contoh-contohnya di sekitar mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat 'peta wilayah' digital atau manual yang menunjukkan karakteristik-karakteristik tersebut, termasuk contoh pulau terluar atau wilayah perbatasan yang relevan dengan pekerjaan atau tempat tinggal warga belajar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Kelompok mempresentasikan peta wilayah mereka, menjelaskan temuan-temuan penting, dan mendiskusikan implikasi karakteristik wilayah ini terhadap kedaulatan dan potensi ekonomi Indonesia. Tutor memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan konsep. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Tutor merangkum poin-poin penting, memotivasi warga belajar untuk terus peduli terhadap wilayah negaranya, dan menginformasikan tugas mandiri untuk pertemuan berikutnya, mengakhiri sesi dengan semangat positif. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis peran serta warga negara dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI dalam konteks kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Tutor menyapa warga belajar, mengulas kembali pemahaman tentang karakteristik wilayah, dan menyajikan sebuah studi kasus singkat atau berita aktual tentang isu perbatasan atau pelanggaran wilayah. Tujuan pembelajaran hari ini disampaikan untuk fokus pada peran warga negara. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar dalam kelompok menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi permasalahan terkait wilayah negara, dan mencari berbagai contoh peran serta warga negara (misalnya, melaporkan pelanggaran, menjaga lingkungan pesisir, mendukung produk lokal di perbatasan) dalam menjaga keutuhan NKRI. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok merancang sebuah 'kampanye mini' atau 'rencana aksi sederhana' yang menunjukkan bagaimana warga belajar, dengan profesi atau peran masing-masing (pedagang, petani, pekerja), dapat berkontribusi menjaga wilayah negara di lingkungan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Kelompok mempresentasikan rancangan kampanye/rencana aksinya. Tutor memfasilitasi diskusi tentang efektivitas dan tantangan dalam implementasi peran tersebut, serta menguatkan pentingnya kesadaran kolektif. Tutor memberikan umpan balik dan kesempatan untuk perbaikan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Warga belajar bersama tutor menyimpulkan pentingnya peran aktif warga negara. Tutor memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif dan menyampaikan persiapan untuk proyek akhir modul, menutup pertemuan dengan motivasi dan harapan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis karakteristik dan batas-batas wilayah NKRI serta merumuskan peran aktif warga negara dalam menjaganya.
Alat & bahan: Peta Indonesia (cetak/digital), alat tulis, kertas flipchart/papan tulis, spidol, perangkat digital (opsional)
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok beranggotakan 3-4 warga belajar.
- Kaji informasi dari bahan ajar dan sumber lain tentang karakteristik wilayah darat, laut, dan udara NKRI.
- Pada peta, tandai dan jelaskan batas-batas wilayah Indonesia dengan negara tetangga.
- Identifikasi minimal 3 isu aktual terkait wilayah negara (misalnya, sengketa perbatasan, penangkapan ikan ilegal, perusakan lingkungan di wilayah terluar).
- Diskusikan dalam kelompok peran apa yang dapat Anda lakukan sebagai warga negara untuk mengatasi isu-isu tersebut di lingkungan Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia?
- Menurut Anda, mengapa penting bagi suatu negara untuk memiliki wilayah yang jelas?
- Sebutkan salah satu pulau terluar di Indonesia yang Anda ketahui!
- Pernahkah Anda mendengar berita tentang masalah perbatasan Indonesia dengan negara lain? Jika ya, ceritakan singkat!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok, kualitas peta konsep atau infografis, serta presentasi hasil kerja.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek akhir berupa 'kampanye mini' atau 'rencana aksi' terkait menjaga keutuhan wilayah NKRI.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pengertian dan hakikat NKRI | Pengertian, hakikat, dan dasar hukum NKRI | 3 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan karakteristik wilayah darat, laut, dan udara NKRI | Karakteristik wilayah darat, laut, dan udara NKRI | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menganalisis peran serta warga negara dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI | Peran serta warga negara dalam menjaga keutuhan wilayah | 3 JP | kolaborasi, kewargaan |
| 4 | Merumuskan solusi partisipatif terhadap permasalahan terkait wilayah negara melalui proyek sederhana | Proyek solusi partisipatif menjaga wilayah negara | 2 JP | kewargaan, kreativitas |
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah anugerah sekaligus amanah yang harus kita jaga bersama. Memahami NKRI dan wilayah negaranya berarti memahami identitas diri, sejarah bangsa, serta tanggung jawab kita sebagai warga negara. Modul ini akan membimbing Anda untuk mengenal lebih dalam apa itu NKRI, di mana saja wilayahnya, dan bagaimana kita semua dapat berperan aktif dalam menjaganya.
1. Pengertian dan Hakikat NKRI
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bentuk negara yang dipilih oleh para pendiri bangsa, di mana seluruh wilayahnya merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak terbagi-bagi. Hakikat NKRI tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Dasar hukum NKRI adalah UUD 1945, khususnya Pasal 1 ayat (1) yang menyatakan 'Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik'. Ini menegaskan bahwa Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat dengan kedaulatan rakyat yang dijalankan dalam sistem republik, serta tidak ada bagian wilayah yang dapat memisahkan diri.
2. Dasar Hukum, Fungsi, dan Tujuan NKRI
Selain UUD 1945, dasar hukum lain yang memperkuat NKRI antara lain Pancasila sebagai dasar filosofis dan berbagai undang-undang terkait pemerintahan daerah. Fungsi NKRI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Tujuan NKRI, seperti termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, adalah membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi, memajukan, mencerdaskan, dan melaksanakan ketertiban dunia. Ini berarti NKRI didirikan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, memastikan setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membangun bangsa.
3. Karakteristik Wilayah Darat NKRI
Wilayah darat NKRI meliputi seluruh pulau, daratan, dan pegunungan yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, baik yang berpenghuni maupun tidak. Batas wilayah darat Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia (Kalimantan), Papua Nugini (Papua), dan Timor Leste (Nusa Tenggara Timur). Karakteristik wilayah darat ini sangat beragam, mulai dari hutan tropis, gunung berapi, hingga dataran rendah yang subur, yang semuanya merupakan sumber daya alam penting bagi kehidupan dan perekonomian warga belajar, misalnya dalam sektor pertanian atau perkebunan.
4. Karakteristik Wilayah Laut NKRI
Wilayah laut Indonesia sangat luas, meliputi laut teritorial, zona tambahan, zona ekonomi eksklusif (ZEE), dan landas kontinen. Laut teritorial adalah jalur laut selebar 12 mil laut dari garis pangkal pantai. ZEE adalah wilayah laut di luar dan berbatasan dengan laut teritorial Indonesia selebar 200 mil laut, di mana Indonesia memiliki hak berdaulat untuk eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam. Landas kontinen adalah dasar laut dan tanah di bawahnya yang merupakan kelanjutan dari daratan. Kekayaan laut Indonesia sangat melimpah, mulai dari perikanan, migas, hingga potensi wisata bahari, yang dapat menjadi sumber penghidupan bagi warga belajar yang berprofesi sebagai nelayan atau pelaku pariwisata.
5. Karakteristik Wilayah Udara NKRI
Wilayah udara NKRI adalah ruang udara di atas wilayah darat dan laut Indonesia sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Kedaulatan negara atas ruang udara ini bersifat penuh dan mutlak. Ini berarti setiap pesawat asing yang melintas di atas wilayah udara Indonesia harus mendapatkan izin dari pemerintah. Pengaturan wilayah udara sangat penting untuk keamanan nasional, penerbangan sipil, dan pertahanan. Misalnya, pengaturan jalur penerbangan komersial dan militer diatur ketat untuk mencegah pelanggaran wilayah dan menjaga keselamatan penerbangan, yang berdampak pada perdagangan dan mobilitas warga belajar.
6. Batas-Batas Wilayah Negara Indonesia
Batas-batas wilayah Indonesia ditentukan berdasarkan perjanjian internasional dengan negara tetangga dan hukum laut internasional. Di darat, Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Kalimantan, Papua Nugini di Papua, dan Timor Leste di Nusa Tenggara Timur. Di laut, Indonesia berbatasan dengan 10 negara, termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, India, Australia, Timor Leste, Papua Nugini, dan Palau. Penetapan batas-batas ini penting untuk menjaga kedaulatan dan mencegah sengketa. Pemahaman ini membantu warga belajar mengidentifikasi wilayah yang rentan terhadap isu-isu seperti penyelundupan atau penangkapan ikan ilegal, yang dapat memengaruhi mata pencaharian mereka.
7. Peran Serta Warga Negara dalam Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI
Menjaga keutuhan wilayah NKRI adalah tanggung jawab setiap warga negara, bukan hanya aparat pemerintah. Peran serta ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti menjaga lingkungan perbatasan dari kerusakan, melaporkan aktivitas mencurigakan di wilayah perbatasan, mendukung produk-produk dalam negeri untuk memperkuat ekonomi nasional, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Bagi warga belajar, ini bisa berarti aktif dalam kegiatan sosial di komunitas, tidak menyebarkan berita bohong yang dapat memecah belah bangsa, atau bahkan berpartisipasi dalam program-program pembangunan di daerah terpencil atau perbatasan. Kesadaran dan partisipasi aktif adalah kunci utama.
Rangkuman: NKRI adalah negara kesatuan berbentuk republik dengan kedaulatan penuh atas wilayah darat, laut, dan udara yang luas. Dasar hukumnya adalah UUD 1945 dan Pancasila, dengan tujuan melindungi, memajukan, dan mencerdaskan bangsa. Batas-batas wilayah Indonesia telah diatur secara internasional. Menjaga keutuhan wilayah NKRI adalah tanggung jawab bersama seluruh warga negara melalui partisipasi aktif dalam berbagai aspek kehidupan, dari menjaga lingkungan hingga mendukung persatuan bangsa, guna memastikan kedaulatan dan kesejahteraan berkelanjutan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| NKRI | Negara Kesatuan Republik Indonesia, bentuk negara Indonesia yang utuh dan tidak terbagi. |
| Kedaulatan | Kekuasaan tertinggi suatu negara untuk mengatur dirinya sendiri dan bebas dari campur tangan pihak lain. |
| ZEE | Zona Ekonomi Eksklusif, wilayah laut selebar 200 mil laut di mana negara memiliki hak berdaulat atas sumber daya alamnya. |
| Landas Kontinen | Dasar laut dan tanah di bawahnya yang merupakan kelanjutan alamiah dari daratan suatu negara. |
| Pulau Terluar | Pulau-pulau kecil yang berada di batas terluar wilayah kedaulatan Republik Indonesia. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "NKRI dan Wilayah Negara" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Pancasila Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap
Pancasila dalam KehidupanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopUUD NRI Tahun 1945Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopBhinneka Tunggal IkaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap0 dari 4 siap
Ide Pendiri Bangsa tentang PancasilaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYANorma dan Hierarki PeraturanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerja Sama dan Gotong Royong BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIdentitas dan Jati Diri BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Pancasila di kelas lain
Hak dan Kewajiban Warga NegaraPendidikan Pancasila Kelas XI Paket CDemokrasi PancasilaPendidikan Pancasila Kelas XI Paket CHak Asasi Manusia dalam PancasilaPendidikan Pancasila Kelas XII Paket CLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas X →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila NKRI dan Wilayah Negara ini gratis?
Ya. Modul NKRI dan Wilayah Negara untuk kelas X Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul NKRI dan Wilayah Negara ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X Paket C.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas NKRI dan Wilayah Negara untuk Pendidikan Pancasila kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul NKRI dan Wilayah Negara ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan NKRI dan Wilayah Negara dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.