Modul Ajar MA

Modul Ajar Pendidikan Pancasila MA

6 modul ajar Pendidikan Pancasila MA untuk kelas X, XI, dan XII — mulai Membangun Budaya Taat Hukum, Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa, dan Demokrasi…

6 modul siap pakaiFase E, FWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 15 materi Pendidikan Pancasila MA & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi Pendidikan Pancasila MA ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Pendidikan Pancasila MA
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Pendidikan Pancasila · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Pendidikan Pancasila · Fase E · Kelas X · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasE / X
Materi PokokPancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang sejarah kemerdekaan Indonesia dan lambang negara.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Bernegara
    Peserta didik menunjukkan sikap bangga dan cinta tanah air sebagai perwujudan iman, dengan menghargai Pancasila sebagai dasar negara.
  2. kewargaan — elemen: Berpartisipasi dalam Proses Pengambilan Keputusan Bersama
    Peserta didik menganalisis berbagai sudut pandang dalam perumusan Pancasila sebagai cerminan musyawarah mufakat untuk persatuan.
  3. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
    Peserta didik mengevaluasi argumen para pendiri bangsa dalam merumuskan Pancasila, serta relevansinya untuk menjaga persatuan bangsa.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPancasila
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menelaah nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPancasila lahir melalui proses panjang dengan gagasan-gagasan dari berbagai tokoh bangsa seperti Soekarno, Moh. Yamin, dan Soepomo.
KonseptualPancasila adalah dasar negara Indonesia yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa, pandangan hidup, dan sumber dari segala sumber hukum.
ProseduralPeserta didik belajar menganalisis gagasan, menelaah dinamika perumusan, serta mengidentifikasi kedudukan dan aktualisasi Pancasila.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya memahami dan mengamalkan Pancasila sebagai landasan menjaga keutuhan bangsa.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenghargai keberagaman keyakinan para pendiri bangsa dalam merumuskan Pancasila sebagai bentuk implementasi toleransi beragama.
2. Cinta IlmuMenganalisis secara kritis berbagai sumber sejarah tentang proses kelahiran Pancasila untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan akurat.
3. Cinta LingkunganMenjaga lingkungan belajar yang kondusif untuk diskusi dan kolaborasi, serta mempromosikan nilai-nilai Pancasila dalam menjaga kelestarian alam.
4. Cinta Diri dan SesamaBerempati terhadap perjuangan para pendiri bangsa dalam menyatukan perbedaan, serta menghargai setiap pendapat dalam diskusi kelompok.
5. Cinta Tanah AirMempelajari dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, serta bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang bersatu.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis video sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi gagasan-gagasan pendiri bangsa tentang dasar negara dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan dinamika proses kelahiran Pancasila dengan runtut.
  3. Setelah membaca teks, peserta didik dapat menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa dengan benar.
  4. Dengan studi kasus, peserta didik dapat menguraikan contoh aktualisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara minimal tiga contoh.
Halaman 2 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Pancasila bukan hanya sekadar teori, melainkan jiwa dan kepribadian bangsa yang harus dipahami sejarah kelahirannya dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga persatuan Indonesia.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa Pancasila, yang dirumuskan di tengah perbedaan, justru mampu menyatukan bangsa Indonesia yang beragam?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSejarah Indonesia: Memahami konteks historis perumusan Pancasila dan peran tokoh-tokoh penting di baliknya.
Bahasa Indonesia: Menganalisis teks pidato dan dokumen sejarah untuk menemukan gagasan pokok dan menyusun argumen.
Sosiologi: Mengidentifikasi keberagaman masyarakat Indonesia dan peran Pancasila sebagai perekat sosial.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota komunitas dapat diajak berpartisipasi dengan berbagi cerita tentang pengalaman hidup berbangsa dan bernegara yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas ditata untuk mendukung diskusi kelompok interaktif, dengan akses ke sumber belajar digital yang relevan dan nyaman.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video dokumenter sejarah, infografis interaktif tentang Pancasila, dan platform diskusi daring untuk berbagi gagasan dan hasil kerja kelompok.
Halaman 3 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis video sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi gagasan-gagasan pendiri bangsa tentang dasar negara dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Tokoh Nasional: Guru menyebutkan tiga kata kunci tentang seorang tokoh nasional, peserta didik menebak namanya dan peran singkatnya dalam sejarah.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan gambar-gambar tokoh pendiri bangsa (Soekarno, Moh. Yamin, Soepomo) dan bertanya, 'Siapa saja tokoh-tokoh ini dan apa peran mereka dalam perumusan dasar negara kita?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Pancasila, yang dirumuskan di tengah perbedaan, justru mampu menyatukan bangsa Indonesia yang beragam?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang sidang BPUPKI dan proses perumusan dasar negara, lalu mengajukan pertanyaan 'Apa saja gagasan awal yang muncul dalam perumusan dasar negara?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan menerima LKPD 'Menjelajahi Gagasan Pendiri Bangsa' serta kartu informasi gagasan tokoh.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mengamati gambar tokoh, membaca kartu informasi, dan mencatat poin-poin penting gagasan Soekarno, Moh. Yamin, dan Soepomo pada tabel di LKPD.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan gagasan antar tokoh pendiri bangsa.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik merangkum hasil diskusi mereka dalam bentuk peta pikiran di kertas plano, menyoroti inti gagasan masing-masing tokoh dan perbandingannya.
  3. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat mengenai peta pikiran yang telah dibuat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan peta pikiran mereka di depan kelas, menjelaskan gagasan para pendiri bangsa dan perbandingannya.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, serta guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan pemahaman peserta didik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang gagasan para pendiri bangsa dalam perumusan dasar negara.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik atas partisipasi aktif dan kerja sama dalam kelompok.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya yaitu 'Dinamika Kelahiran Pancasila' dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan dinamika proses kelahiran Pancasila dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Pancasila: Guru menyebut satu sila, peserta didik berikutnya melanjutkan dengan kata yang berhubungan dengan sila tersebut, membentuk rantai kata.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulas kembali materi sebelumnya tentang gagasan para pendiri bangsa dan mengaitkannya dengan proses kelahiran Pancasila.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana Pancasila bisa lahir dari berbagai perbedaan pemikiran dan kepentingan para tokoh bangsa?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan infografis atau garis waktu (timeline) singkat tentang peristiwa-peristiwa penting dalam proses perumusan dan pengesahan Pancasila (sidang BPUPKI, PPKI, dll.), lalu bertanya 'Peristiwa apa saja yang paling krusial dalam kelahiran Pancasila?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi kembali ke dalam kelompok awal atau kelompok baru, dan menerima bahan bacaan (teks singkat atau ringkasan) mengenai dinamika kelahiran Pancasila.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok membaca dan menganalisis bahan bacaan untuk mengidentifikasi tahapan dan tokoh-tokoh kunci dalam proses kelahiran Pancasila.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyusun kronologi dinamika kelahiran Pancasila, termasuk perdebatan dan kesepakatan yang terjadi.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik membuat poster atau mind map kronologis dinamika kelahiran Pancasila di kertas manila, dengan menyoroti peran tokoh dan peristiwa penting.
  3. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyiapkan presentasi untuk menjelaskan dinamika proses kelahiran Pancasila secara runtut.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan poster atau mind map mereka di depan kelas, menjelaskan dinamika proses kelahiran Pancasila dengan runtut.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, serta guru memberikan penguatan terhadap penjelasan dan pemahaman peserta didik mengenai dinamika tersebut.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan tahapan-tahapan penting dalam dinamika kelahiran Pancasila dan hikmah di baliknya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kemampuan peserta didik dalam menyajikan informasi.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya tentang 'Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara' dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menganalisis gagasan-gagasan para pendiri bangsa tentang dasar negara.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Pancasila adalah fondasi kokoh bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih dari sekadar simbol, Pancasila adalah cerminan jiwa bangsa yang majemuk, dirumuskan dengan penuh perjuangan oleh para pendiri bangsa.

Alat & bahan: kartu informasi tokoh, kertas plano, spidol

Langkah kerja:

  1. Amati gambar tokoh-tokoh berikut, lalu diskusikan dalam kelompok siapa saja mereka dan apa peran utamanya.
  2. Bacalah kartu informasi yang berisi gagasan Soekarno, Moh. Yamin, dan Soepomo.
  3. Catatlah poin-poin penting dari setiap gagasan tokoh pada tabel yang disediakan.
  4. Diskusikan persamaan dan perbedaan gagasan antar tokoh, lalu rangkum dalam peta pikiran di kertas plano.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Siapa saja tokoh yang kalian ketahui berperan dalam perumusan dasar negara?
  2. Menurut kalian, mengapa Indonesia memerlukan dasar negara?
  3. Apa yang kalian pahami tentang istilah 'Pancasila'?
  4. Sebutkan salah satu sila dalam Pancasila yang kalian ingat!

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan isi LKPD.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi gagasan-gagasan pendiri bangsa tentang dasar negara.Gagasan Soekarno, Moh. Yamin, Soepomo.4 JPpenalaran kritis
2Menjelaskan dinamika proses kelahiran Pancasila.Sidang BPUPKI, Panitia Sembilan, Piagam Jakarta.4 JPkewargaan
3Menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.Fungsi dan makna Pancasila.4 JPpenalaran kritis
4Menguraikan contoh aktualisasi Pancasila dalam kehidupan.Penerapan nilai-nilai Pancasila.4 JPkeimanan dan ketakwaan
Halaman 8 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Pancasila adalah fondasi kokoh bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih dari sekadar simbol, Pancasila adalah cerminan jiwa bangsa yang majemuk, dirumuskan dengan penuh perjuangan oleh para pendiri bangsa. Memahami Pancasila berarti memahami jati diri bangsa ini, serta bagaimana ia menjadi pemersatu di tengah perbedaan.

1. Gagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar Negara
Proses perumusan dasar negara dimulai pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tiga tokoh utama menyampaikan gagasan mereka. Soekarno pada 1 Juni 1945 mengemukakan lima dasar: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan, yang kemudian dinamakan Pancasila. Moh. Yamin pada 29 Mei 1945 mengusulkan lima asas secara lisan dan tertulis. Secara lisan: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Secara tertulis, ia mengusulkan: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Soepomo pada 31 Mei 1945 mengusulkan lima dasar: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir Batin, Musyawarah, dan Keadilan Rakyat. Perbedaan gagasan ini menunjukkan kekayaan pemikiran dan semangat musyawarah para pendiri bangsa.

2. Dinamika Kelahiran Pancasila
Setelah gagasan-gagasan disampaikan, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan untuk merumuskan dasar negara. Panitia ini menghasilkan 'Piagam Jakarta' pada 22 Juni 1945, yang berisi rumusan dasar negara dengan sila pertama 'Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya'. Namun, menjelang Proklamasi Kemerdekaan, timbul keberatan dari perwakilan Indonesia bagian Timur terhadap sila pertama ini. Demi menjaga persatuan, para tokoh pendiri bangsa dengan jiwa besar mengubah sila pertama menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Perubahan ini menunjukkan semangat toleransi dan kompromi demi persatuan bangsa yang majemuk. Pancasila kemudian disahkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI.

3. Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila memiliki kedudukan yang sangat fundamental. Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Artinya, setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila juga menjadi cita-cita hukum dan moral bangsa, membimbing arah pembangunan negara serta perilaku warganya. Kedudukan ini menjadikan Pancasila sebagai pondasi ideologis yang menjaga keutuhan dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa Pancasila sebagai dasar, arah dan tujuan negara akan menjadi tidak jelas, dan potensi perpecahan akan semakin besar.

4. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Selain sebagai dasar negara, Pancasila juga berfungsi sebagai pandangan hidup atau way of life bangsa Indonesia. Ini berarti nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan, menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku bagi setiap warga negara. Pancasila membimbing individu dan masyarakat untuk mencapai kehidupan yang harmonis, adil, dan sejahtera. Sebagai pandangan hidup, Pancasila mempersatukan keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan, membentuk identitas nasional yang kuat dan toleran. Ia mengajarkan kita untuk saling menghargai dan bekerja sama demi kebaikan bersama.

5. Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa
Aktualisasi Pancasila berarti menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Contoh aktualisasi Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) adalah toleransi antarumat beragama dan tidak memaksakan agama kepada orang lain. Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) diwujudkan dengan menghargai hak asasi manusia, tidak diskriminatif, dan tolong-menolong. Sila Ketiga (Persatuan Indonesia) tercermin dalam menjaga kerukunan, cinta tanah air, dan tidak menyebarkan berita bohong atau provokasi yang memecah belah. Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan) terlihat dalam musyawarah untuk mufakat, menghargai pendapat orang lain, dan berpartisipasi dalam pemilihan umum. Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) diwujudkan melalui pemerataan pembangunan, tidak korupsi, dan membantu sesama yang membutuhkan. Aktualisasi ini penting untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Rangkuman: Pancasila sebagai pemersatu bangsa lahir dari gagasan para pendiri seperti Soekarno, Moh. Yamin, dan Soepomo melalui proses musyawarah yang panjang. Dinamika perumusannya, termasuk Piagam Jakarta dan perubahan sila pertama, menunjukkan semangat toleransi demi persatuan. Pancasila memiliki kedudukan fundamental sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang harus diaktualisasikan dalam setiap aspek kehidupan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Halaman 9 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
BPUPKIBadan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dibentuk Jepang.
Panitia SembilanPanitia kecil yang merumuskan dasar negara, dibentuk BPUPKI.
Piagam JakartaRumusan dasar negara awal yang dihasilkan Panitia Sembilan.
AktualisasiPenerapan nilai-nilai dalam kehidupan nyata.
MusyawarahPembahasan bersama untuk mencapai kesepakatan.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Kelas X Fase E2 dari 4 siap unduh

4 materi Pendidikan Pancasila kelas X MA, urut mengajar dari Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa hingga Menjadi Warga Negara yang Baik · semester 1: 2, semester 2: 2.

📘 Sesuai buku Pendidikan Pancasila SMA — Kelas X (2021) (Kemendikbudristek)

Lihat semuanya →Bab 1Pancasila sebagai Pemersatu BangsaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBab 2Membangun Budaya Taat HukumModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBab 3Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan NasionalSem 2Bab 4Menjadi Warga Negara yang BaikSem 2

Kelas XI Fase F2 dari 4 siap unduh

4 materi Pendidikan Pancasila kelas XI MA, urut mengajar dari Menjiwai Pancasila hingga Menjaga Keutuhan NKRI · semester 1: 2, semester 2: 2.

📘 Sesuai buku Pendidikan Pancasila SMA — Kelas XI (2023) (Kemendikbudristek)

Lihat semuanya →Bab 1Menjiwai PancasilaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBab 2Demokrasi Berdasarkan UUD NRI Tahun 1945Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopBab 3Harmoni dalam KeberagamanSem 2Bab 4Menjaga Keutuhan NKRISem 2

Kelas XII Fase F2 dari 7 siap unduh

7 materi Pendidikan Pancasila kelas XII MA, urut mengajar dari Ber-Pancasila dalam Keseharian di Masyarakat hingga Menjadi Pelopor Pemilih Pemula dalam Demokrasi Indonesia · semester 1: 4, semester 2: 3.

📘 Sesuai buku Pendidikan Pancasila SMA — Kelas XII (2022) (Kemendikbudristek)

Lihat semuanya →Bab 1Ber-Pancasila dalam Keseharian di MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBab 2Ber-Pancasila dalam Kehidupan GlobalSem 1Bab 3Kesadaran Warga Negara Menghadapi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran KewajibanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBab 4Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran KewajibanSem 1Bab 5Praktik Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat IndonesiaSem 2Bab 6Menelusur Lembaga NegaraSem 2Bab 7Menjadi Pelopor Pemilih Pemula dalam Demokrasi IndonesiaSem 2
Peta materi Pendidikan Pancasila MA — 15 materi, kelas X sampai XII, modul ajar siap unduh
Contoh sampul modul ajar Pendidikan Pancasila MA — Word + PDF ber-kop, atas nama Anda.

Modul Ajar Pendidikan Pancasila di MA

Peta di halaman ini memuat 15 materi Pendidikan Pancasila kelas X sampai XII di MA, urut mengajar. Kelasnya mencakup Fase E, dan F, dan fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta atas. Modulnya disusun untuk madrasah di bawah Kementerian Agama, mengikuti Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025): memakai 8 Dimensi Profil Lulusan nasional yang sama, sementara kekhasan madrasah dijaga lewat nilai Panca Cinta, dan P5RA/PPRA berada di kokurikuler. Kop dan identitasnya kop madrasah, bukan kop sekolah.

Di sekolah, Pendidikan Pancasila juga dipanggil PKn dan PPKn — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Pendidikan Pancasila MA — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Pendidikan Pancasila MA mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025 (mapel umum madrasah). Di madrasah, berkasnya disusun menurut Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan integrasi nilai Panca Cinta dan kop madrasah.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Pendidikan Pancasila MA yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) fase beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Pendidikan Pancasila bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XPeta Konsep
Pancasila sebagai Pemersatu BangsaGagasan Para Pendiri Bangsa tentang Dasar NegaraDinamika Kelahiran PancasilaKedudukan Pancasila sebagai Dasar NegaraPancasila sebagai Pandangan Hidup BangsaAktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa
Dari sub-bab Pancasila sebagai Pemersatu BangsaLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKewargaanPenalaran kritis
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa1Membangun Budaya Taat Hukum2Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional2Menjadi Warga Negara yang Baik
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDPancasila sebagai Pemersatu BangsaMembangun Budaya Taat Hukum
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Pendidikan Pancasila MA

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Fase apa saja yang tercakup di Pendidikan Pancasila MA?

Fase E, dan F — kelas X sampai XII. Fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta materi halaman ini.

Apa saja materi Pendidikan Pancasila MA?

15 materi, urut mengajar dari Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa hingga Menjadi Pelopor Pemilih Pemula dalam Demokrasi Indonesia. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Pendidikan Pancasila?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Pendidikan Pancasila sering disebut apa lagi?

Nama resminya Pendidikan Pancasila, tetapi di sekolah ia juga dipanggil PKn, PPKn. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.