Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas X
Pancasila dalam Kehidupan
Modul ajar (RPP) Pendidikan Pancasila Paket C kelas X materi Pancasila dalam Kehidupan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Pancasila dalam Kehidupan yang Anda cari? Materi Pendidikan Pancasila Kelas X lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Pancasila dalam Kehidupan |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (8 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP · Pertemuan 3 3 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dari pendidikan sebelumnya atau pengalaman hidup sehari-hari.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kewargaan, kolaborasi, penalaran kritis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan |
| Elemen / Domain | Pancasila |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa serta dasar negara, serta mampu mengidentifikasi dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini mempelajari contoh nyata penerapan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia, seperti gotong royong di lingkungan RT/RW atau toleransi antarumat beragama. |
| Konseptual | Konsep inti yang dibahas adalah nilai-nilai luhur Pancasila (ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan) sebagai pedoman berperilaku dan berinteraksi. |
| Prosedural | Warga belajar akan diajak untuk mengidentifikasi masalah sosial yang relevan, menganalisisnya dari perspektif Pancasila, dan merancang solusi berbasis nilai Pancasila. |
| Metakognitif | Materi ini mendorong warga belajar untuk menyadari bagaimana nilai-nilai Pancasila membentuk cara mereka berpikir dan bertindak dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kasus kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar warga belajar.
- Menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti intoleransi atau korupsi.
- Merancang proyek sederhana yang mengimplementasikan salah satu nilai Pancasila di lingkungan tempat tinggal atau kerja warga belajar.
- Mempresentasikan hasil proyek implementasi nilai Pancasila dengan percaya diri dan argumentasi yang kuat.
- Menilai efektivitas penerapan nilai Pancasila dalam memecahkan masalah sosial di komunitas.
Pemahaman bermakna: Memahami Pancasila bukan hanya sekadar hafalan, tetapi sebagai pedoman hidup yang relevan dan esensial dalam membentuk karakter individu dan masyarakat yang harmonis serta berkeadilan sosial.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana Pancasila dapat menjadi solusi nyata atas berbagai tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Kemampuan menyusun laporan proyek dan presentasi yang efektif. Sosiologi: Analisis masalah sosial dan dinamika masyarakat dalam konteks penerapan nilai Pancasila. Ekonomi: Pemahaman tentang keadilan sosial dan pemerataan ekonomi sebagai bagian dari sila kelima Pancasila. |
| Kemitraan Pembelajaran | Warga belajar dapat melibatkan keluarga, tetangga, rekan kerja, atau tokoh masyarakat setempat sebagai narasumber atau partisipan dalam proyek implementasi nilai Pancasila mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan belajar yang nyaman dan terbuka di PKBM/SKB, serta fleksibilitas untuk belajar mandiri di rumah atau tempat kerja, didukung oleh ruang diskusi kelompok yang memadai. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan grup pesan instan untuk koordinasi kelompok, platform berbagi dokumen untuk proposal proyek, serta media sosial untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil proyek sederhana mereka. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kasus kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar warga belajar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman warga belajar terkait gotong royong atau musyawarah. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja contoh nyata penerapan Pancasila yang pernah Anda lihat atau alami?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar dibagi dalam kelompok kecil untuk berdiskusi tentang kasus-kasus atau fenomena di lingkungan sekitar mereka (misalnya, konflik antarwarga, kegiatan sosial, atau praktik jual beli) dan mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalamnya atau yang seharusnya diterapkan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok memilih satu kasus nyata yang paling menarik dan menganalisisnya secara lebih mendalam, kemudian membuat daftar nilai Pancasila yang relevan dengan kasus tersebut dan menyajikannya dalam bentuk mind map atau poster sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Tutor memberikan penguatan konsep tentang keterkaitan Pancasila dengan realitas kehidupan dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin muncul. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Tutor dan warga belajar menyimpulkan pentingnya melihat Pancasila dalam konteks kehidupan sehari-hari. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif warga belajar dan memberikan tugas mandiri untuk mencari 2-3 contoh penerapan Pancasila di lingkungan kerja atau keluarga masing-masing. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti intoleransi atau korupsi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, melakukan review singkat materi sebelumnya tentang identifikasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan menanyakan hasil tugas mandiri. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis isu kontemporer dengan kacamata Pancasila. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Tutor menyajikan beberapa isu kontemporer yang relevan dengan kehidupan warga belajar (misalnya, berita tentang intoleransi, hoaks, atau masalah lingkungan). Warga belajar secara individu atau berpasangan memilih satu isu dan mengidentifikasi akar masalahnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar dalam kelompok kecil menganalisis isu yang dipilih dari perspektif nilai-nilai Pancasila. Mereka berdiskusi bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat memberikan solusi atau pendekatan untuk mengatasi isu tersebut, kemudian merumuskan alternatif solusi berbasis Pancasila. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis dan solusi yang mereka rumuskan. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan kritis. Tutor memfasilitasi diskusi untuk memperkaya pemahaman tentang peran Pancasila sebagai kerangka berpikir dalam memecahkan masalah bangsa. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Tutor menyimpulkan bahwa Pancasila adalah alat analisis dan solusi yang kuat untuk isu-isu kompleks. Tutor memberikan apresiasi dan memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya, yaitu merancang proyek implementasi Pancasila. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merancang proyek sederhana yang mengimplementasikan salah satu nilai Pancasila di lingkungan tempat tinggal atau kerja warga belajar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Tutor menyapa warga belajar, menanyakan kesiapan mereka untuk merancang proyek, dan mengingatkan kembali tujuan pembelajaran yaitu mengimplementasikan nilai Pancasila. Tutor memotivasi warga belajar dengan contoh-contoh proyek sederhana yang berdampak positif. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar secara berkelompok (atau individu jika memungkinkan) berdiskusi untuk memilih satu nilai Pancasila yang ingin diimplementasikan dalam sebuah proyek sederhana. Mereka mengidentifikasi masalah atau kebutuhan di lingkungan sekitar yang bisa diatasi dengan proyek tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok merancang proposal proyek yang meliputi: nama proyek, tujuan, nilai Pancasila yang diimplementasikan, target sasaran, langkah-langkah pelaksanaan, alat/bahan yang dibutuhkan, serta estimasi waktu. Tutor membimbing dan memberikan umpan balik pada setiap proposal. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyeknya kepada warga belajar lain untuk mendapatkan masukan dan saran perbaikan. Tutor memfasilitasi diskusi dan memberikan penguatan tentang pentingnya perencanaan yang matang dan kolaborasi dalam proyek berbasis nilai Pancasila. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Tutor dan warga belajar menyepakati jadwal pelaksanaan proyek dan mekanisme pelaporannya. Tutor memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif warga belajar dan menutup pertemuan dengan doa, serta mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis kasus nyata dalam kehidupan sehari-hari dan mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila yang relevan.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, spidol, gambar atau berita isu kontemporer
Langkah kerja:
- Bacalah dengan seksama kasus atau berita yang diberikan.
- Diskusikan dalam kelompok, identifikasi masalah utama dalam kasus tersebut.
- Hubungkan masalah tersebut dengan nilai-nilai Pancasila yang paling relevan.
- Rumuskan solusi atau tindakan yang dapat diambil berdasarkan nilai Pancasila.
- Sajikan hasil diskusi dalam bentuk poin-poin penting.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda pahami tentang Pancasila sebagai dasar negara?
- Sebutkan 3 contoh perilaku yang mencerminkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa!
- Menurut Anda, mengapa Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat?
- Pernahkah Anda melihat atau terlibat dalam kegiatan gotong royong? Nilai Pancasila apa yang terkandung di dalamnya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok, kemampuan mengidentifikasi nilai Pancasila, dan kontribusi dalam penyusunan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian proposal proyek implementasi nilai Pancasila dan presentasi hasilnya, serta refleksi individu tentang pengalaman belajar.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kasus kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar warga belajar. | Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup, nilai-nilai Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan) dalam konteks lokal. | 3 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti intoleransi atau korupsi. | Isu-isu kontemporer (intoleransi, korupsi, hoaks, lingkungan) dan perspektif Pancasila dalam penyelesaiannya. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Merancang proyek sederhana yang mengimplementasikan salah satu nilai Pancasila di lingkungan tempat tinggal atau kerja warga belajar. | Perencanaan proyek berbasis komunitas, implementasi nilai Pancasila dalam aksi nyata. | 3 JP | kolaborasi, kewargaan |
Pancasila adalah dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Memahami Pancasila bukan hanya sekadar menghafal butir-butirnya, melainkan bagaimana kita mampu menerapkannya dalam setiap aspek kehidupan. Modul ini akan membimbing warga belajar untuk melihat Pancasila sebagai solusi nyata atas berbagai tantangan yang dihadapi, baik dalam skala pribadi maupun sosial, serta menginspirasi untuk berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
1. Pancasila sebagai Fondasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia lahir dari nilai-nilai luhur budaya bangsa yang sudah ada jauh sebelum kemerdekaan. Setiap sila dalam Pancasila memiliki makna mendalam yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, membentuk satu kesatuan utuh sebagai falsafah hidup bangsa. Memahami Pancasila berarti memahami jati diri bangsa.
2. Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila bukan sekadar teori, melainkan praktik nyata dalam kehidupan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa tercermin dalam toleransi antarumat beragama dan pelaksanaan ibadah sesuai keyakinan. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terlihat dari sikap saling menghargai, menolong sesama, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Sila Persatuan Indonesia diwujudkan melalui semangat gotong royong, menjaga kerukunan, dan cinta tanah air. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan tercermin dalam musyawarah mufakat dan menghargai perbedaan pendapat. Terakhir, Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia diimplementasikan melalui pemerataan kesempatan, kesejahteraan bersama, dan tidak melakukan diskriminasi.
3. Pancasila dalam Konteks Lingkungan Keluarga dan Masyarakat
Dalam lingkungan keluarga, nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui saling menghormati antaranggota keluarga, musyawarah dalam mengambil keputusan, dan pembagian tugas yang adil. Di masyarakat, Pancasila menjadi dasar untuk membangun kerukunan, seperti melalui kegiatan kerja bakti, siskamling, atau penyelesaian konflik melalui mediasi. Contoh lain adalah partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, menjaga kebersihan lingkungan bersama, dan menghormati adat istiadat setempat. Penerapan Pancasila di lingkungan terkecil ini menjadi fondasi kuat bagi kehidupan berbangsa yang lebih besar.
4. Pancasila dalam Konteks Dunia Kerja dan Usaha
Di dunia kerja, Pancasila mengajarkan tentang etos kerja yang jujur dan bertanggung jawab (Kemanusiaan dan Keadilan), kolaborasi tim yang solid (Persatuan), serta musyawarah dalam pengambilan keputusan strategis (Kerakyatan). Bagi pelaku usaha, nilai Pancasila mendorong praktik bisnis yang adil, tidak merugikan konsumen atau pesaing, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar (Keadilan Sosial). Contoh konkretnya adalah penerapan standar etika bisnis, pembagian keuntungan yang transparan, dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dengan demikian, Pancasila menjadi pedoman untuk menciptakan iklim kerja dan usaha yang harmonis dan berintegritas.
5. Pancasila sebagai Solusi Isu Kontemporer
Pancasila memiliki relevansi yang tinggi dalam menghadapi berbagai isu kontemporer. Isu intoleransi dan radikalisme dapat diatasi dengan menguatkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Persatuan Indonesia, yang menekankan toleransi dan keberagaman. Korupsi dan ketidakadilan dapat dilawan dengan menjunjung tinggi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial. Hoaks dan ujaran kebencian dapat diminimalisir dengan mengedepankan musyawarah dan kebijaksanaan dalam Kerakyatan. Pancasila memberikan kerangka berpikir yang kokoh untuk menganalisis masalah dan merumuskan solusi yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
6. Peran Warga Belajar dalam Implementasi Pancasila
Sebagai warga negara, setiap warga belajar memiliki peran penting dalam mengimplementasikan Pancasila. Hal ini dimulai dari diri sendiri, dengan menjadikan Pancasila sebagai cerminan sikap dan perilaku sehari-hari. Selanjutnya, dapat diperluas ke lingkungan sekitar melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, menjadi agen perubahan positif, dan menginisiasi proyek-proyek kecil yang bermanfaat. Misalnya, mengorganisir kegiatan kebersihan lingkungan, menjadi sukarelawan, atau mengkampanyekan nilai-nilai kebaikan. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi dihidupkan dalam setiap langkah dan tindakan.
Rangkuman: Pancasila adalah dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang bersumber dari nilai-nilai luhur. Penerapannya tidak hanya sebatas teori, tetapi harus diwujudkan dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga dunia kerja. Pancasila juga menjadi solusi efektif untuk menghadapi berbagai isu kontemporer. Setiap warga belajar memiliki peran krusial dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila demi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan berkeadilan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Andragogi | Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada orang dewasa, menghargai pengalaman dan kemandirian pembelajar. |
| Kontemporer | Berkaitan dengan masa kini; modern. |
| Ideologi | Kumpulan gagasan, keyakinan, dan cita-cita yang membentuk dasar sistem ekonomi atau politik. |
| Internalisasi | Proses menjadikan nilai-nilai atau norma-norma sebagai bagian dari diri sendiri. |
| Musyawarah | Pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan bersama. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pancasila dalam Kehidupan" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Pancasila Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap
Semester 2 / Genap0 dari 4 siap
Ide Pendiri Bangsa tentang PancasilaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisNorma dan Hierarki PeraturanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerja Sama dan Gotong Royong BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIdentitas dan Jati Diri BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Pancasila di kelas lain
Demokrasi PancasilaPendidikan Pancasila Kelas XI Paket CHak Asasi Manusia dalam PancasilaPendidikan Pancasila Kelas XII Paket CHak dan Kewajiban Warga NegaraPendidikan Pancasila Kelas XI Paket CLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas X →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila Pancasila dalam Kehidupan ini gratis?
Ya. Modul Pancasila dalam Kehidupan untuk kelas X Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pancasila dalam Kehidupan ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan, pada Fase E untuk kelas X Paket C.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pancasila dalam Kehidupan untuk Pendidikan Pancasila kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Pancasila dalam Kehidupan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pancasila dalam Kehidupan dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.