Modul Ajar & RPP Farmasi Klinis dan Komunitas Kelas X
Dasar-Dasar Kefarmasian
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Farmasi Klinis dan Komunitas |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Dasar-Dasar Kefarmasian |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (8 JP: 4 JP × 45 menit = 180 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman umum tentang kesehatan dan peran obat dalam kehidupan sehari-hari. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran II |
| Elemen / Domain | Proses Bisnis Bidang Farmasi Klinis dan Komunitas |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami proses bisnis di bidang farmasi klinis dan komunitas, termasuk dasar-dasar kefarmasian, untuk menjadi tenaga teknis kefarmasian yang profesional. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fakta-fakta terkait sejarah kefarmasian, jenis-jenis sediaan farmasi, dan peran apoteker serta tenaga teknis kefarmasian di masyarakat. |
| Konseptual | Konsep inti yang dipelajari meliputi definisi kefarmasian, ruang lingkup praktik kefarmasian, dan etika profesi yang mendasari pekerjaan kefarmasian. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari prosedur dasar dalam pengenalan sediaan farmasi dan alat kesehatan, serta langkah-langkah penanganan resep sederhana. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian, tanggung jawab, dan etika dalam setiap tindakan kefarmasian untuk menjaga keselamatan pasien. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan sejarah dan ruang lingkup kefarmasian dengan tepat.
- Dengan mengamati berbagai jenis sediaan farmasi, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk sediaan obat sesuai fungsinya secara runtut.
- Setelah melakukan praktik pengenalan alat kesehatan, peserta didik dapat menyebutkan fungsi minimal tiga alat kesehatan dengan benar.
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi etika profesi kefarmasian dalam pelayanan dengan bertanggung jawab.
- Setelah melakukan simulasi penanganan resep, peserta didik dapat mengaplikasikan prosedur dasar penanganan resep sederhana dengan teliti.
Pemahaman bermakna: Memahami dasar-dasar kefarmasian tidak hanya tentang obat, tetapi juga tentang tanggung jawab etis dan profesional dalam melayani masyarakat untuk mencapai kesehatan yang optimal.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus tahu lebih banyak tentang obat-obatan dan bagaimana cara kerjanya, padahal kita bukan dokter?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam menjelaskan informasi obat kepada pasien. Kimia: Pemahaman tentang struktur kimia dan sifat-sifat zat aktif dalam obat. Biologi: Pengetahuan tentang sistem tubuh manusia dan mekanisme kerja obat dalam tubuh. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk berdiskusi mengenai pentingnya penggunaan obat yang benar di rumah, atau mengundang apoteker komunitas untuk berbagi pengalaman. |
| Lingkungan Pembelajaran | Penyediaan ruang laboratorium farmasi yang dilengkapi dengan alat peraga sediaan farmasi dan alat kesehatan, serta akses ke perpustakaan digital untuk referensi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi simulasi identifikasi obat atau platform e-learning untuk mengakses modul interaktif tentang dasar-dasar kefarmasian. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan sejarah dan ruang lingkup kefarmasian dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah melakukan praktik pengenalan alat kesehatan, peserta didik dapat menyebutkan fungsi minimal tiga alat kesehatan dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis sediaan farmasi dan fungsi alat kesehatan.
Alat & bahan: Gambar berbagai sediaan farmasi dan alat kesehatan
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar 1 yang menampilkan berbagai sediaan farmasi.
- Identifikasi jenis sediaan farmasi pada gambar 1 dan tuliskan namanya di kolom yang tersedia.
- Jelaskan fungsi utama dari setiap sediaan farmasi yang telah diidentifikasi pada tabel.
- Perhatikan gambar alat kesehatan dan tuliskan namanya pada tabel.
- Jelaskan fungsi dari alat kesehatan tersebut pada tabel.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang obat?
- Pernahkah kamu melihat apotek atau klinik?
- Menurutmu, apa saja tugas seorang apoteker?
- Sebutkan dua jenis sediaan obat yang kamu tahu!
Formatif (proses): Penilaian observasi saat diskusi kelompok dan praktik identifikasi sediaan farmasi serta alat kesehatan berdasarkan rubrik.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dasar kefarmasian, identifikasi sediaan farmasi, dan fungsi alat kesehatan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan sejarah dan ruang lingkup kefarmasian | Sejarah kefarmasian, ruang lingkup kefarmasian | 4 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 2 | Mengidentifikasi bentuk sediaan obat sesuai fungsinya | Jenis-jenis sediaan farmasi | 4 JP | penalaran kritis, kemandirian |
| 3 | Menyebutkan fungsi minimal tiga alat kesehatan dengan benar | Pengenalan alat kesehatan | 4 JP | penalaran kritis, kemandirian |
Modul ajar ini akan membawa Anda menjelajahi dunia kefarmasian yang luas dan menarik. Anda akan mempelajari dasar-dasar ilmu farmasi, mulai dari sejarah perkembangannya hingga peran pentingnya dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Memahami materi ini akan menjadi fondasi kuat bagi Anda yang bercita-cita menjadi tenaga teknis kefarmasian profesional.
1. Sejarah dan Perkembangan Kefarmasian
Kefarmasian telah ada sejak zaman kuno, ketika manusia pertama kali belajar memanfaatkan tumbuhan untuk pengobatan. Seiring waktu, praktik ini berkembang menjadi ilmu yang lebih sistematis. Tokoh-tokoh seperti Galen dan Paracelsus memberikan kontribusi besar dalam pengembangan farmasi. Pada abad pertengahan, apotek pertama mulai muncul, menandai formalisasi profesi ini. Di Indonesia, sejarah kefarmasian juga tidak terlepas dari pengaruh kolonial dan perkembangan pendidikan tinggi yang melahirkan tenaga-tenaga farmasi profesional.
2. Ruang Lingkup Praktik Kefarmasian
Praktik kefarmasian tidak hanya terbatas pada meracik obat. Ruang lingkupnya sangat luas, meliputi pelayanan farmasi klinis di rumah sakit, farmasi komunitas di apotek, farmasi industri dalam produksi obat, hingga farmasi pemerintahan. Seorang farmasis bertanggung jawab memastikan penggunaan obat yang rasional, efektif, dan aman bagi pasien. Tenaga teknis kefarmasian (TTK) mendukung peran farmasis dalam pelayanan sehari-hari, seperti penyiapan obat dan konseling dasar kepada pasien.
3. Jenis-jenis Sediaan Farmasi
Sediaan farmasi adalah bentuk fisik obat yang siap digunakan. Ada berbagai jenis sediaan, seperti tablet (padat), kapsul (padat dengan cangkang), sirup (cair untuk diminum), suspensi (cair dengan partikel padat), salep (semi-padat untuk kulit), krim (semi-padat), gel (semi-padat transparan), dan injeksi (cair untuk disuntikkan). Setiap bentuk sediaan memiliki karakteristik, cara penggunaan, dan tujuan terapi yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan sifat obat itu sendiri.
4. Pengenalan Alat Kesehatan
Selain sediaan farmasi, alat kesehatan juga merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin, dan/atau implan yang tidak mengandung obat, yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. Contoh alat kesehatan meliputi termometer untuk mengukur suhu, tensimeter untuk mengukur tekanan darah, stetoskop untuk mendengarkan detak jantung, dan spuit untuk menyuntikkan obat.
5. Etika Profesi Kefarmasian
Etika profesi kefarmasian adalah seperangkat prinsip moral dan nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh setiap tenaga farmasi. Integritas, kejujuran, kerahasiaan pasien, dan tanggung jawab adalah pilar utama etika ini. Farmasis dan TTK harus selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan pasien, memberikan informasi yang akurat, serta menjaga kerahasiaan data medis. Kepatuhan terhadap kode etik profesi sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan kualitas pelayanan kefarmasian yang tinggi.
Rangkuman: Dasar-dasar kefarmasian mencakup sejarah, ruang lingkup praktik, jenis sediaan farmasi, pengenalan alat kesehatan, dan etika profesi. Memahami elemen-elemen ini sangat penting bagi calon tenaga teknis kefarmasian untuk memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan profesional. Etika menjadi landasan utama dalam setiap tindakan kefarmasian demi keselamatan dan kepercayaan pasien.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Apoteker | Tenaga kesehatan profesional yang memiliki keahlian dalam bidang kefarmasian. |
| Farmasi | Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan, mulai dari penemuan, pengembangan, produksi, hingga penggunaannya. |
| Sediaan Farmasi | Bentuk fisik obat yang siap digunakan oleh pasien. |
| Alat Kesehatan | Instrumen atau perangkat yang digunakan untuk diagnosis, pencegahan, atau perawatan penyakit. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Dasar-Dasar Kefarmasian" mata pelajaran Farmasi Klinis dan Komunitas Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Dasar-Dasar Kefarmasian yang Anda cari? Materi Farmasi Klinis dan Komunitas Kelas X lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri Farmasi Klinis dan Komunitas Terkait
Pelayanan FarmasiFarmasi Klinis dan Komunitas Kelas X SMKPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Farmasi Klinis dan Komunitas kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Dasar-Dasar Kefarmasian pada Farmasi Klinis dan Komunitas SMK, Fase E, elemen Proses Bisnis Bidang Farmasi Klinis dan Komunitas.
Modul Dasar-Dasar Kefarmasian ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Dasar-Dasar Kefarmasian untuk Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X.
Apakah modul ajar Farmasi Klinis dan Komunitas materi Dasar-Dasar Kefarmasian ini gratis?
Ya. Modul Dasar-Dasar Kefarmasian untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Dasar-Dasar Kefarmasian ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Dasar-Dasar Kefarmasian ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Dasar-Dasar Kefarmasian dapat Anda sesuaikan dengan murid Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Dasar-Dasar Kefarmasian ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran II, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Dasar-Dasar Kefarmasian tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Dasar-Dasar Kefarmasian untuk Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Dasar-Dasar Kefarmasian ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Dasar-Dasar Kefarmasian beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Farmasi Klinis dan Komunitas kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Farmasi Klinis dan Komunitas ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Dasar-Dasar Kefarmasian disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.