SMPKelas VIIFase D

Modul Ajar & RPP Bimbingan klasikal Kelas VII
Bullying

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Bullying adalah perilaku agresif berulang yang bertujuan menyakiti, dengan berbagai jenis seperti fisik, verbal, sosial, dan siber. Dampaknya sangat merugikan bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekolah. Pencegahan dan penanganan bullying membutuhkan peran aktif dari semua pihak, termasuk peserta didik, guru, dan orang tua, untuk menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Bullying
Bimbingan klasikal · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Bullying
Bimbingan klasikal · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBimbingan klasikal
Fase / KelasD / VII
Materi PokokBullying
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang interaksi sosial dan norma kesopanan dalam pergaulan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kolaborasi, komunikasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Elemen / DomainPengembangan Diri
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengenali potensi dan tantangan diri, serta mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sosial.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBullying dapat berupa ejekan, pengucilan, atau kekerasan fisik yang sering terjadi di lingkungan sekolah.
KonseptualBullying adalah perilaku agresif dan tidak diinginkan yang dilakukan berulang kali oleh satu orang atau sekelompok orang terhadap korban yang lebih lemah.
ProseduralPeserta didik akan belajar mengidentifikasi jenis-jenis bullying, dampak, serta cara mencegah dan mengatasi bullying.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya mengembangkan empati dan keberanian untuk bertindak dalam situasi bullying, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati video kasus bullying, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bullying dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak bullying terhadap korban, pelaku, dan lingkungan sekolah secara komprehensif.
  3. Dengan simulasi peran, peserta didik dapat merumuskan strategi pencegahan bullying di sekolah dengan kreatif.
  4. Setelah berdiskusi, peserta didik dapat mengaplikasikan cara-cara mengatasi bullying sebagai korban, pelaku, atau saksi dengan percaya diri.
  5. Melalui proyek kampanye anti-bullying, peserta didik dapat mengadvokasi pentingnya lingkungan bebas bullying di sekolah dengan pesan yang persuasif.
Halaman 2 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami bahaya dan dampak bullying sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta membangun karakter peserta didik yang peduli dan berani bertindak positif.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus peduli jika ada teman yang di-bully?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Menganalisis teks narasi atau berita tentang bullying dan membuat poster/slogan.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berkolaborasi dengan sekolah melalui sosialisasi tentang bahaya bullying dan peran mereka dalam pencegahan di rumah.
Lingkungan PembelajaranLingkungan sekolah harus dilengkapi dengan poster anti-bullying dan kotak saran/pengaduan yang mudah diakses untuk menciptakan rasa aman.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan media sosial sekolah untuk kampanye anti-bullying dan penyediaan sumber daya digital edukasi tentang bullying.
Halaman 3 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati video kasus bullying, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bullying dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik terkait interaksi sosial di sekolah atau berita tentang perundungan.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa itu bullying dan mengapa kita perlu tahu tentangnya?' agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video pendek tentang kasus bullying di sekolah dan meminta peserta didik mengamati dengan seksama.
  2. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan kesan pertama mereka setelah menonton video.
  3. Guru memfasilitasi diskusi singkat mengenai apa yang mereka lihat dan rasakan dari video tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan LKPD berjudul 'Kenali Jenis Bullying'.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi jenis-jenis bullying yang muncul dalam video dan memberikan contoh lain yang mereka ketahui.
  3. Peserta didik mencatat hasil identifikasi mereka pada LKPD yang telah disediakan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi jenis-jenis bullying mereka di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan mengenai presentasi kelompok penyaji.
  3. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan konsep mengenai jenis-jenis bullying (fisik, verbal, sosial, siber) dengan contoh-contoh yang relevan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama tentang pengertian dan jenis-jenis bullying.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengingatkan pentingnya saling menghormati, menciptakan suasana menggembirakan.
  3. Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak bullying terhadap korban, pelaku, dan lingkungan sekolah secara komprehensif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang jenis-jenis bullying dengan pertanyaan: 'Apa kira-kira dampak dari perilaku bullying itu?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menganalisis dampak bullying, agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa studi kasus singkat (teks atau gambar) tentang dampak bullying pada korban, pelaku, dan lingkungan sekolah.
  2. Guru meminta peserta didik untuk membaca dan merespons studi kasus tersebut secara individu.
  3. Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang perasaan dan pikiran peserta didik setelah membaca studi kasus.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya dan membagikan LKPD berjudul 'Dampak Bullying di Sekitarku'.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis dampak-dampak bullying yang tertera dalam studi kasus dan menambahkan dampak lain yang mereka ketahui.
  3. Peserta didik mengelompokkan dampak tersebut berdasarkan kategori (korban, pelaku, lingkungan) dan menuliskannya pada LKPD.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dampak bullying mereka di depan kelas.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan, serta guru memfasilitasi diskusi mendalam mengenai berbagai dampak bullying.
  3. Guru memberikan penguatan tentang dampak psikologis, sosial, dan akademik dari bullying, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama tentang berbagai dampak negatif bullying.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama kelompok dan mendorong peserta didik untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, menciptakan suasana menggembirakan.
  3. Guru menyampaikan pengantar untuk materi pencegahan bullying di pertemuan selanjutnya dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Dengan simulasi peran, peserta didik dapat merumuskan strategi pencegahan bullying di sekolah dengan kreatif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang dampak bullying dengan pertanyaan: 'Jika dampaknya begitu buruk, bagaimana cara kita mencegahnya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: merumuskan strategi pencegahan dan mengaplikasikan cara mengatasi bullying, agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa contoh poster atau video kampanye anti-bullying dari berbagai sumber.
  2. Guru meminta peserta didik untuk mengamati pesan-pesan yang disampaikan dalam kampanye tersebut.
  3. Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang efektivitas berbagai kampanye anti-bullying yang mereka lihat.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil dan membagikan LKPD berjudul 'Aksi Anti-Bullying Kita'.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik berdiskusi untuk merumuskan strategi pencegahan bullying di sekolah yang kreatif dan aplikatif.
  3. Peserta didik memilih satu skenario bullying (misalnya, verbal, fisik, siber) dan menyusun dialog serta tindakan untuk simulasi peran tentang cara mengatasi bullying sebagai korban, pelaku, atau saksi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menampilkan simulasi peran di depan kelas, menunjukkan strategi pencegahan atau cara mengatasi bullying.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setelah setiap simulasi, peserta didik lain dan guru memberikan umpan balik mengenai efektivitas dan kreativitas strategi yang ditampilkan.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya keberanian, empati, dan komunikasi efektif dalam mencegah dan mengatasi bullying.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama strategi-strategi pencegahan dan penanganan bullying yang efektif.
  2. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi dan kreativitas mereka, menciptakan suasana menggembirakan.
  3. Guru mendorong peserta didik untuk menjadi agen perubahan di sekolah dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKAksi Anti-Bullying KitaNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat menyusun rencana aksi dan simulasi peran untuk mencegah serta mengatasi bullying di sekolah.

Alat & bahan: Kertas plano, spidol warna, alat tulis, video kasus bullying

Langkah kerja:

  1. Amati video kasus bullying yang ditayangkan guru dan diskusikan dalam kelompok apa saja jenis bullying yang terjadi.
    Jenis BullyingFisikVerbalSosialSiber
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Identifikasi dampak-dampak bullying terhadap korban, pelaku, dan lingkungan sekolah dari studi kasus yang diberikan.
  3. Diskusikan dalam kelompok strategi pencegahan bullying yang paling efektif untuk diterapkan di sekolahmu.
  4. Pilih satu skenario bullying, lalu susunlah naskah simulasi peran tentang cara mengatasi bullying sebagai korban, pelaku, atau saksi.
  5. Siapkan properti sederhana jika diperlukan untuk simulasi peran kelompokmu.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang bullying?
  2. Apakah kamu pernah melihat atau mengalami perilaku bullying?
  3. Menurutmu, mengapa bullying bisa terjadi di sekolah?
  4. Bagaimana perasaanmu jika melihat temanmu di-bully?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan simulasi peran.

Sumatif (akhir): Penilaian terhadap poster kampanye anti-bullying atau naskah simulasi peran yang dibuat kelompok.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis bullyingPengertian dan jenis-jenis bullying2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis dampak bullyingDampak bullying pada korban, pelaku, dan lingkungan2 JPpenalaran kritis, kolaborasi
3Merumuskan strategi pencegahan dan mengatasi bullyingStrategi pencegahan dan penanganan bullying2 JPkolaborasi, komunikasi
Halaman 9 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Bullying atau perundungan adalah masalah serius yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak buruk bagi semua pihak. Memahami apa itu bullying, jenis-jenisnya, serta dampak yang ditimbulkannya adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Mari kita pelajari lebih dalam agar kita semua bisa menjadi bagian dari solusi.

1. Apa Itu Bullying?
Bullying adalah tindakan agresif yang disengaja dan berulang yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah atau rentan. Tindakan ini bertujuan untuk menyakiti, menakuti, atau mendominasi korban. Bullying bukanlah sekadar candaan biasa, melainkan perilaku yang dapat menimbulkan trauma mendalam. Penting untuk membedakan bullying dengan konflik biasa karena bullying melibatkan ketidakseimbangan kekuatan dan pengulangan tindakan.

2. Jenis-Jenis Bullying
Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Pertama, bullying fisik melibatkan kontak fisik seperti memukul, menendang, mendorong, atau merusak barang. Kedua, bullying verbal berupa ejekan, hinaan, ancaman, atau gosip. Ketiga, bullying sosial adalah pengucilan, penyebaran rumor, atau manipulasi hubungan sosial. Keempat, bullying siber (cyberbullying) terjadi melalui media elektronik seperti pesan teks, email, atau media sosial, dengan menyebarkan fitnah atau memposting konten memalukan. Mengenali jenis-jenis ini penting untuk dapat mengidentifikasi dan meresponsnya.

3. Dampak Bullying
Bullying memiliki dampak yang sangat merugikan bagi semua pihak. Bagi korban, bullying dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, rendah diri, hingga keinginan untuk bunuh diri. Korban juga sering mengalami penurunan prestasi akademik dan kesulitan bersosialisasi. Bagi pelaku, bullying dapat memicu perilaku agresif yang berkelanjutan dan masalah hukum di masa depan. Lingkungan sekolah pun menjadi tidak aman dan tidak kondusif untuk belajar, menciptakan ketakutan di kalangan peserta didik lain.

4. Pencegahan Bullying
Pencegahan bullying memerlukan upaya kolektif dari semua pihak. Di sekolah, hal ini bisa dilakukan dengan edukasi anti-bullying secara berkala, membangun budaya empati dan saling menghargai, serta menciptakan saluran pengaduan yang aman dan rahasia bagi korban. Peserta didik dapat berperan dengan tidak menertawakan atau mendukung pelaku, melaporkan tindakan bullying kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya, dan selalu berteman dengan siapa saja. Orang tua juga harus berkomunikasi terbuka dengan anak dan memantau perilaku mereka.

5. Cara Mengatasi Bullying
Jika kamu menjadi korban bullying, penting untuk tidak diam. Bicarakan dengan orang dewasa yang kamu percaya, seperti guru, orang tua, atau konselor. Hindari membalas dendam karena itu hanya akan memperburuk situasi. Jika kamu melihat bullying, jangan hanya diam. Beranikan diri untuk menghentikan atau mencari bantuan. Jika kamu adalah pelaku bullying, beranilah untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf, serta mencari bantuan untuk mengubah perilakumu. Setiap orang berhak merasa aman dan dihormati.

Rangkuman: Bullying adalah perilaku agresif berulang yang bertujuan menyakiti, dengan berbagai jenis seperti fisik, verbal, sosial, dan siber. Dampaknya sangat merugikan bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekolah. Pencegahan dan penanganan bullying membutuhkan peran aktif dari semua pihak, termasuk peserta didik, guru, dan orang tua, untuk menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai.

Halaman 10 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
BullyingPerilaku agresif yang disengaja dan berulang untuk menyakiti orang lain.
CyberbullyingBullying yang dilakukan melalui media elektronik.
EmpatiKemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan.
AgresifCenderung menyerang atau bertindak bermusuhan.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Bullying — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bimbingan klasikal · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Bullying" mata pelajaran Bimbingan klasikal Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Bullying — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Bullying ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBimbingan klasikal · Kelas VIIPeta Konsep
BullyingApa Itu Bullying?Jenis-Jenis BullyingDampak BullyingPencegahan BullyingCara Mengatasi Bullying
Dari sub-bab BullyingHalaman 13
Nama sekolah AndaBimbingan klasikal · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaBimbingan klasikal · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaBimbingan klasikal · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaBimbingan klasikal · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaBimbingan klasikal · Kelas VIIProfil Lulusan
Penalaran kritisKolaborasiKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Materi Bimbingan klasikal Terkait

BullyingBimbingan klasikal Kelas VIII SMP

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bimbingan klasikal kelas 7 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bullying pada Bimbingan klasikal SMP, Fase D, elemen Pengembangan Diri.

Modul Bullying ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Bullying untuk Bimbingan klasikal kelas VII.

Apakah modul ajar Bimbingan klasikal materi Bullying ini gratis?

Ya. Modul Bullying untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Bullying ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bimbingan klasikal kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bimbingan klasikal kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Bullying ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bullying dapat Anda sesuaikan dengan murid Bimbingan klasikal kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bimbingan klasikal kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Bullying ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bullying tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bullying untuk Bimbingan klasikal kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Bullying ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bimbingan klasikal kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bullying beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bimbingan klasikal kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Bimbingan klasikal ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Bullying yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Bimbingan klasikal SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.