Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII
Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP kelas VII materi Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) dengan praktik tilawah dan presentasi |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang rukun iman dan mampu membaca Al-Qur'an dengan tajwid sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: memahami ajaran agama
Peserta didik mampu menelaah makna keimanan berdasarkan Al-Qur'an dan hadis serta menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. - penalaran kritis — elemen: menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik dapat menganalisis relevansi pesan Al-Qur'an dan hadis tentang iman dengan konteks kehidupan modern. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik berinteraksi dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyajikan hasil analisis dalil naqli tentang iman.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an dan Hadis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran pokok Al-Qur'an dan Hadis sebagai pedoman hidup, serta mampu menelaah pesan-pesan utama yang terkandung di dalamnya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta bahwa Al-Qur'an dan Hadis adalah sumber utama ajaran Islam dan pedoman hidup bagi umat Muslim di seluruh dunia. |
| Konseptual | Konsep iman sebagai keyakinan yang melibatkan hati, lisan, dan perbuatan, serta hubungannya dengan amal saleh dalam Islam. |
| Prosedural | Langkah-langkah dalam membaca, menerjemahkan, menafsirkan, dan mengamalkan isi Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77, dan hadis tentang iman. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya memahami dalil naqli secara komprehensif untuk memperkuat keyakinan dan membimbing tindakan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat membaca Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77 dengan tartil dan benar.
- Peserta didik dapat mengidentifikasi makna mufradat dan terjemah Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77 dengan tepat.
- Peserta didik dapat menjelaskan pokok-pokok isi kandungan Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77 dengan benar.
- Peserta didik dapat menganalisis hadis tentang iman dan relevansinya dengan kehidupan modern.
- Peserta didik dapat menyajikan hasil analisis kandungan ayat dan hadis tentang iman dalam bentuk infografis atau presentasi.
- Peserta didik dapat menginternalisasikan nilai-nilai keimanan dari Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77, dan hadis dalam perilaku sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Memahami makna dan pesan Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77, dan hadis tentang iman akan menguatkan keyakinan dan mendorong amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana iman yang kuat dapat membimbing kita dalam menghadapi tantangan hidup di era digital ini?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) dengan praktik tilawah dan presentasi |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Keterampilan menyusun teks presentasi yang koheren dan menyampaikan informasi secara efektif. Seni Budaya: Pemanfaatan elemen desain grafis dan visual dalam pembuatan infografis yang menarik. Pendidikan Pancasila: Memahami konsep persatuan dan toleransi yang terkandung dalam ajaran iman sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung peserta didik dalam membaca dan memahami Al-Qur'an di rumah, serta menerapkan nilai iman dalam keluarga. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dilengkapi akses internet dan proyektor untuk menampilkan materi digital. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan aplikasi seperti Canva atau PowerPoint untuk membuat infografis atau presentasi digital yang menarik dan informatif. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat membaca Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77 dengan tartil dan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tebak Ayat: Guru membacakan potongan ayat, peserta didik menebak kelanjutan ayatnya atau nama suratnya, lalu bergantian membaca. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang pentingnya iman, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara mandiri atau berpasangan membaca Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77 dengan memerhatikan tajwid dan makhraj huruf, lalu mencari arti kata sulit. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik secara berkelompok mempraktikkan membaca ayat-ayat tersebut secara bergantian, saling mengoreksi bacaan, dan mencatat terjemah per kata. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok menyajikan bacaan terbaiknya, guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya membaca Al-Qur'an dengan benar, serta mengoreksi terjemah yang kurang tepat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan tartil, guru memberikan apresiasi, dan memberikan tugas untuk menghafal terjemah mufradat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik dapat menjelaskan pokok-pokok isi kandungan Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77 dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Peserta didik menyebutkan satu kata terkait iman, lalu siswa berikutnya menyambung dengan kata lain yang berhubungan. Guru menyapa, berdoa, presensi, mengulas kembali bacaan ayat sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi tentang tantangan keimanan di masa kini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menganalisis terjemah Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77, kemudian berdiskusi kelompok untuk menemukan pokok-pokok isi kandungan ayat tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok merumuskan pokok-pokok isi kandungan ayat dan kaitannya dengan rukun iman, serta mengidentifikasi hikmah yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru meluruskan serta memperdalam pemahaman tentang isi kandungan ayat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik bersama guru merangkum isi kandungan ayat, guru memberikan apresiasi, dan menugaskan mencari contoh perilaku yang mencerminkan iman dari ayat tersebut. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Peserta didik dapat menganalisis hadis tentang iman dan relevansinya dengan kehidupan modern. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Teka-teki Silang Iman: Guru memberikan teka-teki silang singkat dengan istilah-istilah terkait iman dan hadis. Guru mengawali dengan salam, doa, presensi, mengaitkan materi sebelumnya dengan hadis tentang iman, menyampaikan tujuan, dan bertanya tentang pentingnya hadis. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mencari dan membaca beberapa hadis tentang iman (misal, hadis tentang rukun iman), kemudian mengidentifikasi pesan utama dan konteks hadis tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Secara kelompok, peserta didik menganalisis relevansi pesan hadis tentang iman dengan tantangan dan peluang dalam kehidupan modern, seperti penggunaan media sosial atau isu lingkungan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil analisis relevansi hadis dengan contoh kasus nyata, guru memberikan umpan balik konstruktif, dan menguatkan pemahaman tentang nilai-nilai iman. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik dan guru membuat simpulan tentang peran hadis dalam menguatkan iman, guru memberikan apresiasi, dan menugaskan untuk mulai merancang ide infografis atau presentasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi makna mufradat, terjemah, dan pokok-pokok isi kandungan Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77.
Alat & bahan: Al-Qur'an terjemah, kamus bahasa Arab, alat tulis, kertas flipchart/papan tulis
Langkah kerja:
- Bacalah Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77 dengan teliti.
- Carilah makna mufradat (kata sulit) dari ayat tersebut menggunakan kamus atau Al-Qur'an terjemah.
- Tuliskan terjemah lengkap kedua ayat tersebut di kolom yang tersedia.
- Diskusikan dalam kelompok untuk merumuskan pokok-pokok isi kandungan dari masing-masing ayat.
- Sajikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang iman?
- Sebutkan rukun iman yang kamu hafal!
- Pernahkah kamu membaca Q.S. An-Nisa’ ayat 136 atau Q.S. Al-Hajj ayat 77? Jika ya, tentang apa?
- Apa pentingnya Al-Qur'an dan Hadis bagi umat Islam?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan tartil.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek infografis/presentasi dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Membaca Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77 dengan tartil dan benar. | Bacaan dan terjemah dalil naqli | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menjelaskan pokok-pokok isi kandungan Q.S. An-Nisa’ ayat 136 dan Q.S. Al-Hajj ayat 77. | Isi kandungan dalil naqli | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menganalisis hadis tentang iman dan relevansinya dengan kehidupan modern. | Analisis hadis tentang iman | 3 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 4 | Menyajikan hasil analisis kandungan ayat dan hadis tentang iman dalam bentuk infografis atau presentasi. | Proyek infografis/presentasi | 6 JP | kolaborasi, keimanan dan ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meresapi makna ayat dan hadis tentang iman untuk meningkatkan ketakwaan dan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali ilmu dari Al-Qur'an dan Hadis serta mempelajari tafsir dan syarahnya agar pemahaman iman semakin mendalam. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan nilai-nilai keimanan dengan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman, seperti tidak membuang sampah sembarangan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mewujudkan iman melalui sikap jujur, adil, dan saling membantu sesama teman di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mengamalkan ajaran iman untuk membangun karakter bangsa yang kuat dan berkontribusi positif bagi kemajuan tanah air. |
Iman adalah fondasi utama agama Islam, menjadi landasan bagi setiap amal perbuatan seorang Muslim. Memahami hakikat iman tidak hanya sekadar menghafal rukunnya, tetapi juga meresapi maknanya dari sumber utama, yaitu Al-Qur'an dan Hadis. Modul ini akan membimbing kita menyelami kedalaman makna iman melalui Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77, serta beberapa hadis Nabi Muhammad SAW.
1. Q.S. An-Nisa’ ayat 136: Kewajiban Beriman
Ayat ini menyeru orang-orang yang beriman untuk senantiasa beriman kepada Allah, Rasul-Nya, Kitab-Nya yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta Kitab yang diturunkan sebelumnya. Iman di sini bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi keyakinan yang kokoh di hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Ayat ini menegaskan pentingnya iman yang utuh dan menyeluruh, mencakup seluruh rukun iman, dan memperingatkan tentang kesesatan bagi mereka yang ingkar. Perhatikan firman Allah: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ (Yā ayyuhallażīna āmanū āminū billāhi wa rasūlihī wal-kitābil-lażī nazzala 'alā rasūlihī wal-kitābil-lażī anzala min qabl), yang artinya 'Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya.'
2. Q.S. Al-Hajj ayat 77: Perintah Beribadah dan Berbuat Baik
Q.S. Al-Hajj ayat 77 berbunyi: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (Yā ayyuhallażīna āmanurka'ū wasjudū wa'budū rabbakum waf'alul-khaira la'allakum tufliḥūn), yang artinya 'Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan, agar kamu mendapat kemenangan.' Ayat ini menekankan bahwa iman tidak hanya sebatas keyakinan dalam hati, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk ibadah (rukuk, sujud, menyembah Allah) dan amal kebaikan. Kemenangan (kefalihan) yang dijanjikan Allah adalah hasil dari paduan iman dan amal saleh yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Ini menunjukkan hubungan erat antara iman dan takwa.
3. Hadis tentang Iman: Penjelasan dan Implementasi
Hadis Nabi Muhammad SAW memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hakikat iman. Salah satu hadis yang terkenal adalah hadis Jibril yang menjelaskan rukun iman: 'Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada qadar, baik dan buruknya.' Hadis lain juga menjelaskan bahwa iman memiliki banyak cabang, mulai dari yang paling tinggi (ucapan la ilaha illallah) hingga yang paling rendah (menyingkirkan gangguan dari jalan). Ini menunjukkan bahwa iman adalah konsep yang dinamis dan termanifestasi dalam berbagai aspek kehidupan seorang Muslim, tidak hanya pada aspek spiritual tetapi juga sosial.
4. Korelasi Iman, Ibadah, dan Akhlak
Dari ketiga dalil naqli di atas, terlihat jelas adanya korelasi yang kuat antara iman, ibadah, dan akhlak. Iman yang benar akan mendorong seseorang untuk melakukan ibadah dengan ikhlas dan benar. Ibadah yang dilakukan dengan benar akan membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Sebaliknya, akhlak yang baik adalah cerminan dari iman yang kuat dan ibadah yang diterima. Ketiganya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Keimanan tanpa ibadah dan akhlak akan menjadi kosong, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan ketiganya dalam kehidupan.
5. Tantangan dan Penguatan Iman di Era Modern
Di era modern ini, iman menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyebaran informasi palsu (hoax), godaan gaya hidup konsumtif, hingga krisis moral. Memahami Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77, dan hadis tentang iman menjadi sangat relevan untuk membentengi diri. Dengan iman yang kuat, seorang Muslim akan mampu menyaring informasi, memilih prioritas hidup yang benar, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebaikan. Penguatan iman dapat dilakukan dengan terus belajar agama, bergaul dengan orang-orang saleh, memperbanyak ibadah, dan merenungi kebesaran ciptaan Allah SWT.
Rangkuman: Iman adalah keyakinan kokoh di hati, diucapkan lisan, dan dibuktikan perbuatan, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. An-Nisa’ ayat 136. Q.S. Al-Hajj ayat 77 menegaskan perwujudan iman melalui ibadah dan amal kebaikan untuk mencapai kemenangan. Hadis Nabi menjelaskan rukun dan cabang iman, menunjukkan bahwa iman adalah konsep komprehensif yang membentuk akhlak mulia dan membimbing Muslim menghadapi tantangan modern.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Tartil | Membaca Al-Qur'an dengan pelan, benar, dan memerhatikan tajwid. |
| Mufradat | Kata-kata tunggal dalam bahasa Arab. |
| Dalil Naqli | Dalil atau bukti yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. |
| Falah | Kemenangan atau keberuntungan di dunia dan akhirat. |
| Tajwid | Ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan benar. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Terkait
Iman Kepada AllahPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP[UJIAN pts1]Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman ini gratis?
Ya. Modul Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman untuk Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman pada Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP, Fase D, elemen Al-Qur'an dan Hadis.
Bisakah modul Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Q.S. An-Nisa’ ayat 136, Q.S. Al-Hajj ayat 77 dan hadis tentang iman dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.