Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII
Roh Kudus dan Gereja Perdana
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Roh Kudus dan Gereja Perdana |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 40 menit = 120 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami ajaran dasar tentang Yesus Kristus dan makna kebangkitan-Nya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Pribadi Peserta Didik |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami peran Roh Kudus dalam kehidupan Gereja perdana dan relevansinya bagi perkembangan iman pribadi serta komunitas Gereja saat ini, sehingga dapat mewujudkan semangat persaudaraan dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Gereja perdana di Yerusalem, yang dipimpin oleh para Rasul, menunjukkan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam komunitas beriman. |
| Konseptual | Roh Kudus adalah pribadi ketiga dalam Tritunggal Mahakudus yang dicurahkan pada hari Pentakosta untuk menguatkan Gereja dan para Rasul dalam mewartakan Injil. |
| Prosedural | Menganalisis teks Kitab Suci dan refleksi pengalaman hidup untuk menemukan peran Roh Kudus dalam membentuk Gereja sebagai persekutuan yang hidup dan melayani. |
| Metakognitif | Menyadari bahwa pemahaman tentang Roh Kudus dan Gereja perdana membimbing refleksi atas peran diri dalam komunitas Gereja dan masyarakat. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengenali dan menghayati Roh Kudus sebagai sumber kekuatan iman, serta meneladani keberanian para rasul dalam mewartakan kebaikan Tuhan dan menjadi saksi Kristus di dunia. |
| 2. Cinta Ilmu | Mempelajari Kitab Suci Kisah Para Rasul untuk memahami sejarah Gereja perdana dan peran Roh Kudus, serta mencari pengetahuan baru tentang iman Katolik. |
| 3. Cinta Lingkungan | Merancang kegiatan pelayanan yang peduli terhadap lingkungan pesisir, seperti membersihkan pantai atau membantu masyarakat yang membutuhkan, sebagai wujud nyata kasih kepada ciptaan Tuhan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun semangat persaudaraan yang erat dalam kelompok, saling mendukung, dan peduli terhadap teman sebaya maupun sesama anggota komunitas Gereja dan masyarakat sekitar. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mewujudkan semangat persatuan dan gotong royong dalam komunitas Gereja dan masyarakat pesisir, serta berkontribusi positif bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa melalui pelayanan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dengan tepat.
- Dengan membaca Kitab Suci Kisah Para Rasul, peserta didik dapat menjelaskan peran Roh Kudus dalam kehidupan para rasul dan Gereja perdana secara runtut.
- Melalui analisis kisah Gereja perdana, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan Gereja perdana sebagai persekutuan yang beriman dan melayani dengan benar.
- Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menganalisis relevansi semangat Gereja perdana dalam kehidupan Gereja dan masyarakat pesisir saat ini dengan minimal tiga contoh.
- Melalui proyek sederhana, peserta didik dapat merancang kegiatan pelayanan atau persaudaraan yang terinspirasi dari semangat Gereja perdana dalam konteks lingkungan pesisir dengan kreatif.
Pemahaman bermakna: Memahami Roh Kudus sebagai sumber kekuatan dan inspirasi bagi Gereja perdana membantu peserta didik menyadari pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan iman pribadi dan komunitas Gereja saat ini, mendorong mereka untuk aktif terlibat dalam pelayanan dan persaudaraan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana Roh Kudus mengubah sekelompok murid yang takut menjadi pewarta Injil yang berani dan membentuk komunitas Gereja yang solid?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks Kitab Suci dan menyusun laporan atau presentasi proyek dengan kaidah kebahasaan yang baik. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Memahami konteks sosial dan budaya masyarakat pesisir serta relevansi pelayanan sosial dalam komunitas. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berpartisipasi dalam mendampingi peserta didik mencari informasi tentang kegiatan sosial atau pelayanan di lingkungan Gereja atau komunitas pesisir setempat. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan belajar fisik kelas yang nyaman untuk diskusi kelompok, serta lingkungan digital yang aman untuk akses video atau Kitab Suci daring, mendukung pembelajaran. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan Kitab Suci daring (aplikasi Alkitab), video pendek ilustrasi Pentakosta atau kondisi masyarakat pesisir, serta alat presentasi digital untuk rancangan proyek. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui proyek sederhana, peserta didik dapat merancang kegiatan pelayanan atau persaudaraan yang terinspirasi dari semangat Gereja perdana dalam konteks lingkungan pesisir dengan kreatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 35 menit
Tujuan: Mengidentifikasi peristiwa Pentakosta dan peran Roh Kudus dalam menguatkan para rasul.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Roh Kudus adalah pribadi ketiga dalam Tritunggal Mahakudus, yang dijanjikan oleh Yesus untuk menjadi Penolong dan Penghibur bagi para murid-Nya.
Alat & bahan: Kitab Suci (Kisah Para Rasul 2:1-13), alat tulis, kertas flipchart atau papan tulis mini
Langkah kerja:
- Amati gambar peristiwa Pentakosta yang ditayangkan guru, lalu diskusikan apa saja yang kamu lihat dan rasakan dari gambar tersebut.
- Bacalah Kitab Suci Kisah Para Rasul 2:1-13 dengan seksama dalam kelompokmu.
- Catatlah tanda-tanda atau peristiwa penting yang terjadi pada hari Pentakosta berdasarkan bacaanmu di kolom 'Tanda-tanda Pentakosta' pada tabel.
- Diskusikan dalam kelompok apa dampak atau perubahan yang terjadi pada para rasul setelah peristiwa itu dan tuliskan di kolom 'Dampak pada Rasul'.
- Identifikasi peran Roh Kudus dalam peristiwa tersebut dan tuliskan di kolom 'Peran Roh Kudus'.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa yang masih ingat tentang janji Yesus akan mengirimkan Penolong?
- Menurut kalian, apa yang terjadi pada para murid setelah Yesus naik ke surga?
- Apa yang kalian ketahui tentang Roh Kudus?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek rancangan kegiatan pelayanan atau persaudaraan berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta | Peristiwa Pentakosta dan kedatangan Roh Kudus | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menjelaskan peran Roh Kudus dalam kehidupan para rasul dan Gereja perdana | Peran Roh Kudus dalam menguatkan para rasul | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan Gereja perdana sebagai persekutuan yang beriman dan melayani | Ciri-ciri Gereja perdana dan semangat persaudaraan | 3 JP | kewargaan |
| 4 | Merancang kegiatan pelayanan atau persaudaraan yang terinspirasi dari semangat Gereja perdana | Relevansi semangat Gereja perdana dan perwujudan dalam pelayanan | 3 JP | kolaborasi |
Roh Kudus adalah pribadi ketiga dalam Tritunggal Mahakudus, yang dijanjikan oleh Yesus untuk menjadi Penolong dan Penghibur bagi para murid-Nya. Kehadiran Roh Kudus menjadi pendorong utama terbentuknya Gereja perdana, mengubah para murid yang takut menjadi pewarta Injil yang berani, dan membentuk komunitas beriman yang solid. Materi ini akan membawa kamu memahami peran Roh Kudus dan bagaimana Gereja perdana mewujudkan iman mereka dalam persaudaraan dan pelayanan.
1. Pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta
Setelah Yesus naik ke surga, para rasul dan para murid berkumpul di Yerusalem, menantikan janji Yesus untuk mengirimkan Roh Kudus. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan dalam bentuk lidah-lidah api yang hinggap di atas kepala mereka, dan mereka semua dipenuhi Roh Kudus. Mereka mulai berbicara dalam berbagai bahasa, sehingga orang-orang dari berbagai bangsa yang berkumpul di Yerusalem dapat memahami pewartaan mereka. Peristiwa ini menandai awal mula Gereja dan menjadi sumber kekuatan bagi para rasul untuk mewartakan Injil dengan berani dan tanpa rasa takut.
2. Peran Roh Kudus dalam Kehidupan Para Rasul
Roh Kudus memberikan keberanian, hikmat, dan kekuatan kepada para rasul. Sebelum Pentakosta, mereka adalah sekelompok orang yang takut dan bersembunyi. Namun, setelah dipenuhi Roh Kudus, Petrus bangkit dan berkhotbah dengan penuh kuasa, menyebabkan ribuan orang bertobat dan dibaptis. Roh Kudus membimbing para rasul dalam perjalanan misi mereka, memberikan karunia-karunia rohani seperti menyembuhkan, bernubuat, dan mengajar, sehingga Injil dapat tersebar luas ke berbagai wilayah di dunia.
3. Ciri-ciri Kehidupan Gereja Perdana
Gereja perdana di Yerusalem memiliki ciri-ciri khas yang patut diteladani. Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul, dalam persekutuan, dan dalam doa. Mereka juga selalu berkumpul untuk memecahkan roti (Ekaristi) dan memiliki segala sesuatu secara bersama-sama. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang berkekurangan, karena mereka saling berbagi harta milik mereka. Semangat persaudaraan dan pelayanan yang tinggi menjadi fondasi kuat bagi Gereja perdana untuk berkembang dan menjadi saksi Kristus di dunia.
4. Relevansi Semangat Gereja Perdana Masa Kini
Semangat Gereja perdana, yaitu persekutuan yang erat, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian dalam mewartakan iman, tetap relevan hingga saat ini. Dalam konteks masyarakat pesisir, misalnya, semangat ini dapat diwujudkan melalui kegiatan gotong royong membersihkan pantai, membantu sesama nelayan yang kesulitan, atau membangun kelompok doa bersama untuk saling menguatkan. Roh Kudus terus berkarya dalam Gereja saat ini, mendorong umat untuk hidup dalam kasih, persaudaraan, dan pelayanan, menjadi terang di tengah masyarakat.
Rangkuman: Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta, mengubah para rasul menjadi pewarta Injil yang berani dan menjadi fondasi bagi terbentuknya Gereja perdana. Gereja perdana ditandai oleh persekutuan yang erat, pengajaran para rasul, pemecahan roti, doa, dan kepedulian terhadap sesama. Semangat ini tetap relevan dan menjadi inspirasi bagi Gereja saat ini untuk hidup dalam persaudaraan dan pelayanan, terutama dalam konteks komunitas lokal seperti masyarakat pesisir.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pentakosta | Peristiwa pencurahan Roh Kudus kepada para rasul. |
| Rasul | Para murid Yesus yang diutus untuk mewartakan Injil. |
| Gereja Perdana | Komunitas umat Kristiani pertama setelah Pentakosta. |
| Persekutuan | Hubungan erat antaranggota dalam komunitas beriman. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Roh Kudus dan Gereja Perdana" mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Roh Kudus dan Gereja Perdana yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Yesus Mewartakan Kerajaan AllahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSengsara, Wafat, dan Kebangkitan YesusBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Sakramen PenyembuhanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRemaja dan MediaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKepedulian pada yang MiskinBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Katolik di kelas lain
Iman sebagai Tanggapan atas Karya Keselamatan AllahPendidikan Agama Katolik Kelas VII SMPManusia Citra AllahPendidikan Agama Katolik Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Katolik kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Roh Kudus dan Gereja Perdana pada Pendidikan Agama Katolik SMP, Fase D, elemen Pribadi Peserta Didik.
Modul Roh Kudus dan Gereja Perdana ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Agama Katolik kelas VIII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Katolik materi Roh Kudus dan Gereja Perdana ini gratis?
Ya. Modul Roh Kudus dan Gereja Perdana untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Roh Kudus dan Gereja Perdana ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Katolik kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Katolik kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Roh Kudus dan Gereja Perdana ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Roh Kudus dan Gereja Perdana dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Katolik kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Katolik kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Roh Kudus dan Gereja Perdana ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase D untuk kelas VIII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Roh Kudus dan Gereja Perdana tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Roh Kudus dan Gereja Perdana untuk Pendidikan Agama Katolik kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Roh Kudus dan Gereja Perdana ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Katolik kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Roh Kudus dan Gereja Perdana beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Katolik kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Katolik ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Roh Kudus dan Gereja Perdana yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.