BerandaModul AjarMTsBahasa sunda › Kelas IX
Modul Ajar MTs

Modul Ajar Bahasa sunda Kelas IX MTs

7 modul ajar Bahasa sunda kelas IX MTs (Fase D) siap unduh — DRAMA, Kampung adat sunda, dan novel. Lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

7 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISMTs · Word + PDF ber-kop atas nama Anda

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Wisata Kampung Adat, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

12 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas IX ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Bahasa sunda Kelas IX MTs
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Wisata Kampung Adat
Bahasa sunda · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Wisata Kampung Adat
Bahasa sunda · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa sunda
Fase / KelasD / IX
Materi PokokWisata Kampung Adat
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) dengan praktik observasi dan presentasi
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang beberapa kebudayaan Sunda dan mampu berkomunikasi sederhana dalam Bahasa Sunda.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Peserta didik menunjukkan sikap bangga dan bersyukur atas keberagaman budaya Indonesia sebagai anugerah Tuhan.
  2. kewargaan — elemen: memahami peran sebagai warga negara
    Peserta didik memahami pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
  3. kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
    Peserta didik mampu merancang dan menyajikan ide promosi wisata kampung adat dengan pendekatan yang inovatif.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai jenis teks berbahasa Sunda (lisan, tulis, visual) terkait budaya lokal, serta mampu memproduksi teks informatif dan persuasif secara mandiri dan kolaboratif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas keberadaan, ciri khas, dan potensi wisata berbagai kampung adat di Jawa Barat seperti Kampung Naga atau Kampung Pulo.
KonseptualKonsep intinya adalah pemahaman tentang nilai-nilai kearifan lokal, tradisi, dan keberlanjutan budaya yang menjadi daya tarik wisata kampung adat.
ProseduralPeserta didik akan belajar prosedur mengidentifikasi ciri khas kampung adat, menyusun laporan observasi, dan merancang strategi promosi wisata.
MetakognitifKesadaran yang ditumbuhkan adalah bagaimana pemahaman terhadap budaya lokal dapat meningkatkan apresiasi terhadap identitas diri dan bangsa serta mendorong peran aktif dalam pelestariannya.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri dan keunikan kampung adat Sunda melalui berbagai sumber informasi.
  2. Menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi masyarakat kampung adat.
  3. Menyusun laporan observasi singkat tentang potensi wisata sebuah kampung adat dalam Bahasa Sunda.
  4. Merancang ide promosi wisata kampung adat yang kreatif dan menarik.
  5. Mempresentasikan hasil rancangan promosi wisata kampung adat secara komunikatif dan percaya diri.
Halaman 2 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami wisata kampung adat berarti menghargai kearifan lokal, melestarikan budaya, dan mempromosikan potensi daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memperkenalkan kekayaan budaya Sunda di kampung adat kepada dunia agar tetap lestari dan menarik dikunjungi?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) dengan praktik observasi dan presentasi
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Memahami bentuk-bentuk kesenian tradisional, arsitektur, dan busana adat yang menjadi bagian dari daya tarik wisata kampung adat.
IPS (Sejarah/Geografi): Mempelajari sejarah terbentuknya kampung adat, letak geografis, serta pengaruhnya terhadap pola kehidupan masyarakat.
Informatika: Memanfaatkan perangkat lunak untuk membuat media promosi digital seperti poster, brosur, atau video pendek.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau tokoh masyarakat dapat berbagi cerita atau pengalaman pribadi tentang kunjungan ke kampung adat atau tradisi Sunda.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas dihias dengan poster atau gambar-gambar kampung adat, serta tersedia akses internet untuk riset dan pembuatan proyek digital.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik menggunakan aplikasi presentasi (misalnya Canva, PowerPoint), editor video sederhana (misalnya CapCut), atau media sosial untuk membuat dan membagikan materi promosi.
Halaman 3 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi ciri-ciri dan keunikan kampung adat Sunda melalui berbagai sumber informasi.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Gambar Budaya: Guru menampilkan gambar-gambar objek atau tradisi khas Sunda, peserta didik menebak namanya dan kaitannya dengan budaya. Paling cepat benar dapat poin.
Guru menyapa dengan salam Sunda, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang tempat-tempat menarik di Jawa Barat, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik secara berkelompok mengeksplorasi informasi dari teks, video, dan gambar tentang beberapa kampung adat di Jawa Barat (misalnya Kampung Naga, Kampung Pulo) untuk mengidentifikasi ciri khas dan keunikannya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok mengisi lembar kerja dengan mencatat ciri-ciri fisik, tradisi unik, dan potensi wisata dari kampung adat yang mereka pelajari, lalu membandingkannya dengan kelompok lain.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan tentang keberagaman dan kekayaan budaya kampung adat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitBersama-sama menyimpulkan materi hari ini, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, menginformasikan materi pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi masyarakat kampung adat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Sunda: Peserta didik menyebutkan satu kata berbahasa Sunda yang berhubungan dengan budaya, lalu peserta berikutnya menyebutkan kata lain yang berawalan huruf akhir kata sebelumnya.
Guru menyapa, berdoa, presensi, mengulas singkat materi sebelumnya, mengaitkan dengan pentingnya nilai-nilai luhur, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, dan mengajukan pertanyaan pemantik lanjutan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik menganalisis studi kasus atau narasi tentang berbagai tradisi dan aturan adat di kampung adat untuk mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal (misalnya gotong royong, menjaga alam, kesederhanaan) yang terkandung di dalamnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok, peserta didik mendiskusikan bagaimana nilai-nilai kearifan lokal tersebut relevan dengan kehidupan modern dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan dalam pengembangan wisata kampung adat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka tentang nilai kearifan lokal dan relevansinya. Guru memfasilitasi diskusi kelas dan memberikan contoh-contoh nyata penerapan nilai tersebut.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitMenyimpulkan pembelajaran tentang kearifan lokal, melakukan refleksi individu, memberikan apresiasi atas diskusi yang berkualitas, memberikan pengantar untuk proyek promosi, dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Merancang ide promosi wisata kampung adat yang kreatif dan menarik dan Mempresentasikan hasil rancangan promosi wisata kampung adat secara komunikatif dan percaya diri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tukar Peran: Peserta didik secara acak berperan sebagai wisatawan atau pemandu wisata, lalu berinteraksi singkat menggunakan kalimat sederhana berbahasa Sunda tentang kampung adat.
Guru menyapa, berdoa, presensi, mengulas kembali pentingnya melestarikan budaya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyelesaikan proyek promosi, dan memotivasi untuk berkreasi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik secara berkelompok merencanakan proyek promosi wisata kampung adat (misalnya poster digital, brosur, vlog singkat) berdasarkan pemahaman mereka tentang ciri khas dan kearifan lokal.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok berkolaborasi membuat proyek promosi mereka, kemudian berlatih mempresentasikannya dengan bahasa Sunda yang baik, memperhatikan aspek komunikatif dan persuasif.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitKelompok-kelompok mempresentasikan proyek promosi mereka di depan kelas. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif tentang kreativitas, isi, dan cara presentasi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitBersama-sama menyimpulkan seluruh rangkaian materi, melakukan refleksi akhir tentang pengalaman membuat proyek, memberikan apresiasi tinggi atas semua karya dan partisipasi, dan menutup dengan doa serta harapan agar terus mencintai budaya Sunda.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · Pertemuan 3
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Mengidentifikasi ciri khas dan potensi wisata kampung adat serta nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, gawai/komputer, akses internet

Langkah kerja:

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Pilih satu kampung adat Sunda yang ingin kalian teliti (misalnya Kampung Naga, Kampung Pulo, Ciptagelar).
  3. Gali informasi dari berbagai sumber (video, artikel daring, buku) tentang kampung adat pilihan kalian.
  4. Isi tabel di bawah ini dengan data dan analisis yang relevan.
  5. Diskusikan potensi wisata dan bagaimana nilai kearifan lokal dapat menjadi daya tarik utama.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan satu nama kampung adat yang kamu ketahui!
  2. Apa yang biasanya kamu temukan di sebuah kampung adat?
  3. Mengapa penting untuk melestarikan budaya daerah?
  4. Bisakah kamu menyebutkan 2-3 kata dalam Bahasa Sunda yang berkaitan dengan adat?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan penyelesaian LKPD serta proses pembuatan proyek promosi.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek promosi wisata kampung adat (poster/brosur/vlog) dan presentasi lisan kelompok.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri dan keunikan kampung adat Sunda.Ciri khas dan keunikan kampung adat.2 JPkewargaan, kreativitas
2Menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi kampung adat.Kearifan lokal dan relevansinya.2 JPkeimanan dan ketakwaan, kewargaan
3Merancang dan mempresentasikan promosi wisata kampung adat.Rancangan promosi dan presentasi.2 JPkreativitas, komunikasi

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaBersyukur kepada Allah atas karunia keberagaman budaya Sunda yang indah dan unik di kampung adat.
2. Cinta IlmuMeningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang kekayaan budaya Sunda melalui eksplorasi dan analisis kampung adat.
3. Cinta LingkunganMenumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan alam di sekitar kampung adat sebagai warisan leluhur.
4. Cinta Diri dan SesamaMengembangkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan budaya, serta berinteraksi positif dengan sesama dalam melestarikan tradisi Sunda.
5. Cinta Tanah AirMenumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air dengan ikut serta mempromosikan keindahan dan kearifan lokal kampung adat Sunda.
Halaman 9 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia kaya akan keberagaman budaya, salah satunya tercermin dalam keberadaan kampung adat. Di Jawa Barat, kita memiliki beberapa kampung adat yang masih menjaga tradisi leluhur dengan kuat. Modul ini akan mengajakmu menyelami kekayaan budaya tersebut, memahami nilai-nilai luhur yang terkandung, dan belajar bagaimana kita bisa ikut melestarikannya sebagai bagian dari identitas bangsa.

1. Naon Ari Kampung Adat Téh?
Kampung adat nyaéta hiji wewengkon padumukan anu masarakatna masih pageuh nyekel adat istiadat, tradisi, jeung kapercayaan karuhun. Ciri utamana nyaéta wangunan imah anu tradisional, aturan hirup anu dumasar kana adat, sarta cara hirup anu harmonis jeung alam. Kampung adat lain ngan ukur tempat cicing, tapi ogé mangrupa musium hirup anu nyimpen rupa-rupa warisan budaya. Conto kampung adat di Jawa Barat di antarana Kampung Naga di Tasikmalaya jeung Kampung Pulo di Garut.

2. Ciri Khas jeung Kaunikan Kampung Adat Sunda
Kampung adat Sunda miboga ciri khas anu mandiri. Umumna, imah-imah diwangun tina bahan alam saperti kai, awi, jeung hateup injuk atawa ijuk, kalayan wangunan panggung. Tata letak kampungna ogé biasana diatur sacara tradisional. Kaunikan séjénna nyaéta tradisi jeung upacara adat anu rutin dilaksanakeun, saperti upacara sérén taun di Ciptagelar atawa ritual di Kampung Pulo. Masarakatna ogé biasana boga pakéan adat sorangan sarta ngagunakeun basa Sunda anu lemes dina komunikasi sapopoé.

3. Kearifan Lokal dina Kahirupan Kampung Adat
Dina unggal tradisi kampung adat aya nilai-nilai luhur atawa kearifan lokal anu jadi padoman hirup. Contona, prinsip gotong royong anu kacida kuat dina sagala kagiatan, ti mimiti ngawangun imah nepi ka panén. Aya ogé prinsip ngajaga alam jeung lingkungan, saperti pantangan motong tangkal di leuweung larangan. Nilai-nilai kasederhanaan, hormat ka karuhun, jeung hirup sauyunan ogé jadi pondasi kahirupan masarakat kampung adat. Ieu kearifan lokal téh penting pisan pikeun dijaga jeung dimumule.

4. Potensi Wisata Kampung Adat
Kampung adat miboga potensi wisata anu kacida gedéna. Wisatawan bisa ngarasakeun suasana anu béda, diajar ngeunaan budaya jeung tradisi lokal, sarta ningali langsung kahirupan masarakat adat. Wisatawan ogé bisa milu kagiatan saperti diajar karajinan tradisional, nyaksian upacara adat, atawa ngarasakeun kuliner has. Potensi ieu bisa dikembangkeun ku cara nyieun paket wisata anu narik, ngalibetkeun masarakat lokal, sarta ngajaga kalestarian alam jeung budayana. Penting pikeun ngembangkeun wisata anu bertanggung jawab.

5. Cara Ngamumule jeung Promosi Wisata Kampung Adat
Pikeun ngamumule kampung adat, urang kudu boga kasadaran pikeun ngajaga adat istiadat jeung lingkunganana. Promosi ogé jadi hal anu penting pikeun ngawanohkeun kampung adat ka dunya luar. Promosi bisa dilakukeun ngaliwatan média sosial, nyieun brosur, poster, atawa video promosi anu kreatif. Eusi promosina kudu némbongkeun kaunikan budaya, kaéndahan alam, jeung kearifan lokal anu aya. Ku kituna, kampung adat bakal tetep lestari sarta dipikawanoh ku balaréa, boh ti jero nagri boh ti luar nagri.

Rangkuman: Kampung adat Sunda mangrupa warisan budaya anu kacida penting, dicirikeun ku wangunan tradisional, adat istiadat anu pageuh, jeung nilai-nilai kearifan lokal. Kampung adat boga potensi wisata anu gedé pikeun ngawanohkeun budaya Sunda ka dunya. Pikeun ngamumule sarta ngembangkeun wisatana, urang kudu ngajaga kalestarian budaya jeung lingkungan, sarta ngalakukeun promosi anu kreatif tur bertanggung jawab.

Halaman 10 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Kampung AdatWewengkon padumukan anu masarakatna masih nyekel tradisi karuhun.
Kearifan LokalNilai-nilai luhur atawa panduan hirup anu dijaga ku masarakat adat.
NgamumuleNgalestarikeun, ngajaga sangkan teu leungit.
Sérén TaunUpacara adat panén pare di sawatara kampung adat Sunda.
Wangunan PanggungWangunan imah tradisional anu lantaina luhur ti taneuh, disangga ku tihang.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Wisata Kampung Adat" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
( …………………………… )
NIP. ……………………
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · Wisata Kampung Adat — pratinjau tuntas.org
Lembar 12 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 12 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Bahasa sunda Kelas IX MTs — Fase D

Kelas IX — ditulis juga kelas 9 — di MTs berada di Fase D.

Yang disusun di sini perangkat ajar Bahasa sunda kelas IX (kelas 9) MTs — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Bahasa sunda kelas IX (kelas 9) MTs mengacu SK Dirjen Pendis 9941/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Bahasa sunda kelas IX (kelas 9) MTs yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Bahasa sunda Kelas IX MTs

Apakah modul ajar Bahasa sunda ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Kelas IX (kelas 9) MTs masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Bahasa sunda?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.