Modul Ajar & RPP Bahasa sunda Kelas IX
Wisata Kampung Adat
Modul ajar (RPP) Bahasa sunda MTs kelas IX materi Wisata Kampung Adat lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Wisata Kampung Adat yang Anda cari? Materi Bahasa sunda Kelas IX lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa sunda |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Wisata Kampung Adat |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Lapangan |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang kebudayaan Sunda dan beberapa tempat wisata yang ada di Jawa Barat.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik menunjukkan sikap menghargai warisan budaya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah dan menjaga keharmonisan sosial. - kewargaan — elemen: memahami sejarah dan budaya
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal yang terkandung dalam kampung adat Sunda. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Peserta didik merancang dan membuat media promosi digital yang menarik untuk memperkenalkan potensi wisata kampung adat.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi lisan, tulis, dan visual tentang berbagai topik, serta mampu menyampaikan gagasan dan informasi secara lisan dan tertulis dengan runtut, jelas, dan kreatif, termasuk dalam konteks budaya lokal Sunda. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kampung Adat Ciptagelar, Kampung Naga, dan Kampung Mahmud adalah contoh nyata destinasi wisata berbasis budaya di Jawa Barat. |
| Konseptual | Wisata kampung adat adalah bentuk pariwisata yang berfokus pada pengalaman budaya, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat adat. |
| Prosedural | Prosedur yang dipelajari meliputi langkah-langkah mengidentifikasi potensi wisata, merencanakan kunjungan, dan membuat media promosi yang efektif. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana pemahaman tentang budaya lokal dapat memperkaya identitas diri dan melatih kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis informasi. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi ciri-ciri dan karakteristik kampung adat Sunda dengan tepat.
- Menganalisis potensi daya tarik wisata yang dimiliki oleh kampung adat Sunda.
- Membuat teks deskripsi tentang salah satu kampung adat Sunda dengan menggunakan ragam bahasa Sunda yang baik dan benar.
- Merancang media promosi digital (video/poster) tentang wisata kampung adat secara kreatif dan informatif.
- Mempresentasikan hasil rancangan media promosi digital dengan percaya diri dan komunikatif.
- Menunjukkan sikap peduli terhadap pelestarian budaya dan lingkungan kampung adat.
Pemahaman bermakna: Memahami wisata kampung adat tidak hanya tentang mengunjungi tempat, tetapi juga tentang menghargai kearifan lokal, melestarikan budaya, dan mempromosikannya secara bertanggung jawab.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa melestarikan kampung adat itu penting bagi masa depan budaya Sunda dan Indonesia?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Lapangan |
| Lintas Disiplin Ilmu | IPS (Sejarah/Geografi): Memahami latar belakang sejarah, struktur sosial, dan lokasi geografis kampung adat. Seni Budaya: Menganalisis bentuk-bentuk kesenian, arsitektur, dan kerajinan tangan yang ada di kampung adat. Informatika: Menggunakan aplikasi digital untuk membuat media promosi yang menarik dan efektif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang pengalaman mereka mengunjungi kampung adat atau berbagi cerita tentang tradisi Sunda yang mereka ketahui. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dilengkapi akses internet yang stabil untuk mencari informasi dan membuat media digital. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi, editor video sederhana, atau platform desain grafis online (misalnya Canva) untuk membuat media promosi digital. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan karakteristik kampung adat Sunda dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar: Guru menampilkan beberapa gambar kampung adat Sunda. Peserta didik menebak nama kampungnya dan menyebutkan satu ciri khasnya secara bergantian. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan pengalaman peserta didik terkait kunjungan ke tempat-tempat bernuansa budaya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri kampung adat dan memantik dengan pertanyaan 'Apa saja yang membuat sebuah kampung disebut 'kampung adat'?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi kelompok untuk mengamati video pendek atau artikel tentang beberapa kampung adat Sunda (Ciptagelar, Naga, Mahmud) dan mencatat ciri-ciri umum serta kekhasan masing-masing. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok berdiskusi untuk membandingkan ciri-ciri yang ditemukan, mengelompokkan karakteristik berdasarkan aspek fisik, sosial, dan budaya, lalu menyusun daftar ciri-ciri umum kampung adat Sunda. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya melestarikan kearifan lokal yang terkandung dalam kampung adat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri kampung adat. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk terus menggali informasi tentang budaya Sunda, dan mengakhiri dengan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis potensi daya tarik wisata yang dimiliki oleh kampung adat Sunda. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rangkai Kata Budaya: Peserta didik secara berantai menyebutkan satu kata yang berhubungan dengan 'budaya Sunda' dan 'wisata' hingga membentuk sebuah kalimat pendek. Guru menyapa, memimpin doa, presensi, dan mengulang sekilas materi sebelumnya tentang ciri kampung adat. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menganalisis potensi wisata dan mulai merancang promosi, memantik dengan 'Bagaimana cara kita membuat orang tertarik mengunjungi kampung adat?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok memilih satu kampung adat yang menarik minat mereka. Mereka kemudian mencari informasi lebih mendalam (dari internet, buku, atau wawancara simulasi) tentang potensi daya tarik wisata (keindahan alam, tradisi, kuliner, kerajinan) yang bisa ditawarkan kampung tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mulai menyusun kerangka teks deskripsi tentang kampung adat pilihan mereka, fokus pada aspek-aspek yang memiliki daya tarik wisata, serta mulai merencanakan ide media promosi digital (poster atau video pendek) yang akan dibuat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan kerangka teks deskripsi dan ide awal media promosi mereka. Kelompok lain dan guru memberikan masukan konstruktif untuk pengembangan proyek lebih lanjut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan umpan balik positif atas ide-ide kreatif, memberikan motivasi untuk terus mengembangkan proyek, dan mengingatkan untuk mempersiapkan materi dan alat untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merancang media promosi digital (video/poster) tentang wisata kampung adat secara kreatif dan informatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tantangan Kosakata Sunda: Guru menyebutkan beberapa kata benda yang sering ditemukan di kampung adat (misal: 'saung', 'lisung', 'goong'), peserta didik menebak artinya dalam bahasa Indonesia. Guru menyapa, memimpin doa, presensi, dan mengingatkan kembali proyek yang akan diselesaikan hari ini. Guru memotivasi peserta didik untuk menghasilkan karya terbaik sebagai bentuk promosi budaya, memantik dengan 'Bagaimana karya kita bisa mengajak banyak orang untuk mencintai budaya Sunda?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok melanjutkan pengerjaan proyek media promosi digital (video pendek atau poster) berdasarkan kerangka yang sudah disusun, menggunakan aplikasi digital yang relevan (misalnya Canva, CapCut, atau aplikasi presentasi). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil karya media promosi digital mereka di depan kelas. Mereka menjelaskan konsep, isi, dan tujuan promosi yang dibuat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik lain dan guru memberikan umpan balik positif serta saran perbaikan. Guru juga memberikan penguatan tentang pentingnya promosi budaya yang efektif dan etis, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam karya mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan kerja keras peserta didik. Bersama-sama menyimpulkan pentingnya melestarikan dan mempromosikan budaya Sunda. Guru memberikan pesan motivasi untuk selalu bangga dengan identitas budaya, lalu menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis potensi wisata kampung adat dan menyusun teks deskripsi sederhana.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, gawai/komputer (opsional), akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Pilih satu kampung adat Sunda yang menarik bagi kelompok Anda.
- Cari informasi tentang kampung adat tersebut, fokus pada ciri khas dan potensi wisatanya (alam, budaya, kuliner, dll.).
- Diskusikan dalam kelompok, potensi wisata apa saja yang paling menonjol dan bagaimana cara mempromosikannya.
- Susun teks deskripsi singkat (minimal 3 paragraf) tentang kampung adat pilihan Anda dalam bahasa Sunda atau Indonesia.
- Siapkan presentasi singkat (3-5 menit) tentang hasil analisis dan teks deskripsi Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan dua kampung adat yang kamu ketahui di Jawa Barat!
- Apa yang kamu bayangkan ketika mendengar kata 'kampung adat'?
- Pernahkah kamu mengunjungi tempat wisata berbasis budaya? Ceritakan sedikit!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kerja sama, dan kemampuan menganalisis informasi.
Sumatif (akhir): Penilaian teks deskripsi dan presentasi media promosi digital tentang wisata kampung adat.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan karakteristik kampung adat Sunda dengan tepat. | Ciri-ciri dan karakteristik kampung adat Sunda. | 2 JP | kewargaan, penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis potensi daya tarik wisata yang dimiliki oleh kampung adat Sunda. | Potensi wisata kampung adat dan teknik analisisnya. | 2 JP | penalaran kritis, kreativitas |
| 3 | Merancang dan mempresentasikan media promosi digital tentang wisata kampung adat. | Konsep promosi digital dan keterampilan presentasi. | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT atas keindahan alam dan kekayaan budaya yang dianugerahkan di tanah Sunda. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari tahu dan memahami secara mendalam tentang sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang terkandung dalam kampung adat. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menganalisis cara masyarakat adat menjaga kelestarian lingkungan dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan empati dan menghargai keberagaman budaya serta memahami peran masyarakat adat dalam menjaga warisan leluhur. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mempromosikan potensi wisata kampung adat sebagai bentuk kebanggaan terhadap kekayaan budaya dan identitas bangsa Indonesia. |
Jawa Barat kaya akan warisan budaya yang tak ternilai, salah satunya adalah kampung adat. Kampung adat bukan hanya sekadar permukiman, melainkan cerminan kearifan lokal, tradisi turun-temurun, dan cara hidup yang harmonis dengan alam. Memahami dan mempromosikan wisata kampung adat adalah upaya melestarikan identitas bangsa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakatnya.
1. Pengertian dan Ciri-Ciri Kampung Adat
Kampung adat adalah suatu wilayah permukiman yang masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat, tradisi, dan hukum adat leluhur secara turun-temurun. Ciri-cirinya meliputi bentuk rumah tradisional yang seragam, tata ruang yang teratur berdasarkan filosofi tertentu, adanya lembaga adat yang kuat, serta praktik ritual dan upacara adat yang masih dijalankan. Kehidupan sosialnya sangat komunal, dengan gotong royong sebagai nilai utama. Contohnya Kampung Naga di Tasikmalaya dan Kampung Ciptagelar di Sukabumi.
2. Potensi Wisata Kampung Adat Sunda
Kampung adat Sunda menawarkan potensi wisata yang unik dan beragam. Potensi tersebut meliputi keindahan alam yang masih asri, arsitektur rumah tradisional yang khas, seni pertunjukan tradisional (misalnya tari, musik karawitan), kerajinan tangan lokal (anyaman, tenun), kuliner khas yang autentik, serta pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat adat dan mengikuti tradisi mereka. Semua ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang mendalam dan berbeda.
3. Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Kampung Adat
Di balik keunikan fisiknya, kampung adat menyimpan nilai-nilai kearifan lokal yang sangat berharga. Ini termasuk filosofi hidup yang selaras dengan alam (misalnya 'silih asih, silih asah, silih asuh'), semangat gotong royong (ngabedahkeun), pelestarian lingkungan, dan penghormatan terhadap leluhur. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi panduan hidup masyarakat adat, tetapi juga pelajaran berharga bagi masyarakat modern tentang keberlanjutan dan harmoni sosial. Mengunjungi kampung adat berarti belajar langsung dari kearifan ini.
4. Peran Bahasa Sunda dalam Promosi Wisata
Bahasa Sunda memiliki peran vital dalam memperkenalkan dan melestarikan wisata kampung adat. Penggunaan bahasa Sunda dalam narasi, deskripsi, atau bahkan slogan promosi dapat memberikan sentuhan autentik dan memperkuat identitas budaya. Hal ini juga menunjukkan penghargaan terhadap bahasa daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya. Wisatawan yang mendengar atau membaca promosi dalam bahasa Sunda akan merasakan kedekatan dengan budaya lokal dan mungkin tertarik untuk belajar beberapa frasa dasar.
5. Strategi Promosi Wisata Kampung Adat
Promosi wisata kampung adat harus dilakukan secara efektif dan berkelanjutan. Strategi yang dapat diterapkan antara lain melalui media sosial, website pariwisata, brosur informatif, video dokumenter pendek, atau bahkan melalui event budaya lokal. Promosi harus menonjolkan keunikan, nilai-nilai kearifan lokal, dan pengalaman autentik yang ditawarkan. Penting juga untuk melibatkan masyarakat adat dalam proses promosi agar pesan yang disampaikan akurat dan otentik.
Rangkuman: Kampung adat Sunda adalah cerminan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang menawarkan potensi wisata unik. Dengan memahami ciri khas, nilai-nilai, dan cara mempromosikannya secara efektif, kita dapat berkontribusi dalam melestarikan warisan leluhur dan memperkenalkan keindahan budaya Sunda kepada dunia, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi masyarakat adat secara berkelanjutan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Adat istiadat | Kebiasaan turun-temurun yang dihormati dan diwarisi dari nenek moyang. |
| Kearifan lokal | Pandangan hidup dan pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. |
| Komunal | Bersifat kemasyarakatan; dimiliki atau dilakukan oleh umum secara bersama-sama. |
| Gotong royong | Bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. |
| Saung | Gubuk kecil di sawah atau kebun, seringkali digunakan sebagai tempat istirahat. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Wisata Kampung Adat" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Materi Bahasa sunda Terkait
Kampung adat sundaBahasa sunda Kelas IX MTsDRAMABahasa sunda Kelas IX MTsnovelBahasa sunda Kelas IX MTsPAKEMAN BASABahasa sunda Kelas IX MTsPERANGKAT PEMBELAJARANBahasa sunda Kelas IX MTsPTS BIANTARABahasa sunda Kelas IX MTs2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa sunda Wisata Kampung Adat ini gratis?
Ya. Modul Wisata Kampung Adat untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa sunda kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Wisata Kampung Adat ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Wisata Kampung Adat untuk Bahasa sunda kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Wisata Kampung Adat ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa sunda kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Bahasa sunda kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Wisata Kampung Adat pada Bahasa sunda MTs, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.
Bisakah modul Wisata Kampung Adat ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Wisata Kampung Adat dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.