Modul Ajar & RPP Bahasa sunda Kelas IX
biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa
Modul ajar (RPP) Bahasa sunda MTs kelas IX materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa yang Anda cari? Materi Bahasa sunda Kelas IX lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa sunda |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang kosakata bahasa Sunda dan beberapa ungkapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik menunjukkan sikap menghargai dan melestarikan warisan budaya Sunda sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi tentang biantara, kampung adat, tradisi, dan pakeman basa Sunda dari berbagai sumber. - komunikasi — elemen: berkomunikasi dan berinteraksi
Peserta didik menyampaikan gagasan dan informasi secara efektif melalui praktik biantara dan diskusi kelompok.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi informasi dari berbagai teks berbahasa Sunda, serta mampu mengungkapkan gagasan dan perasaan secara lisan maupun tulisan dengan menggunakan kaidah bahasa Sunda yang baik dan benar dalam konteks budaya Sunda. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini mencakup contoh-contoh biantara, nama-nama kampung adat di Jawa Barat, bentuk-bentuk tradisi Sunda, dan berbagai pakeman basa yang digunakan. |
| Konseptual | Peserta didik akan memahami konsep biantara sebagai seni pidato, makna filosofis kampung adat, esensi tradisi Sunda, dan fungsi pakeman basa dalam komunikasi. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah menyusun dan menyampaikan biantara, meneliti karakteristik kampung adat, mendeskripsikan tradisi, serta menggunakan pakeman basa dengan tepat. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan bahasa dan budaya Sunda sebagai identitas diri dan kekayaan bangsa, serta mampu mengevaluasi strategi belajarnya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan video biantara, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan biantara dengan tepat.
- Dengan kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Sunda dan kampung adat secara runtut.
- Melalui latihan menulis, peserta didik dapat menyusun naskah biantara dengan tema pelestarian budaya Sunda sesuai kaidah kebahasaan yang benar.
- Setelah praktik presentasi, peserta didik dapat menyampaikan biantara dengan intonasi, ekspresi, dan gestur yang sesuai di depan kelas.
- Dengan membaca teks berbahasa Sunda, peserta didik dapat mengidentifikasi dan menjelaskan makna pakeman basa yang ditemukan minimal tiga contoh.
Pemahaman bermakna: Memahami kekayaan budaya Sunda melalui biantara, kampung adat, tradisi, dan pakeman basa akan menumbuhkan rasa bangga dan keinginan untuk melestarikan identitas lokal.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana bahasa Sunda dan budayanya dapat menjadi jembatan untuk memahami nilai-nilai luhur dan kearifan lokal?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Menghargai keberagaman budaya sebagai bagian dari Bhinneka Tunggal Ika dan identitas bangsa. Sejarah: Mengenal sejarah dan asal-usul kampung adat serta perkembangan tradisi Sunda dari masa ke masa. Seni Budaya: Mengapresiasi bentuk-bentuk seni dalam tradisi Sunda, seperti musik, tari, dan kerajinan tangan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau tokoh masyarakat dapat diajak berbagi cerita tentang tradisi Sunda atau pakeman basa yang mereka ketahui, memperkaya perspektif peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan perpustakaan sekolah atau balai desa untuk mencari informasi tentang budaya Sunda. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video biantara dari YouTube, artikel online tentang kampung adat dan tradisi Sunda, serta aplikasi kamus Sunda-Indonesia untuk memperkaya kosakata. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan video biantara, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan biantara dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Sunda: Guru menyebutkan ciri-ciri sebuah kata dalam bahasa Sunda, peserta didik menebak kata tersebut. Contoh: 'Sato nu sukuna dua, bisa hiber.' (Jawab: Manuk).
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Sunda dan kampung adat secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Sambung Pakeman Basa: Guru menyebutkan satu pakeman basa, lalu peserta didik secara bergantian melanjutkan dengan pakeman basa lain yang mereka ketahui, maksimal 30 detik per peserta didik.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah praktik presentasi, peserta didik dapat menyampaikan biantara dengan intonasi, ekspresi, dan gestur yang sesuai di depan kelas. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Gerak dan Suara Sunda: Guru memberikan instruksi sederhana dalam bahasa Sunda (misalnya, 'Angkat panangan katuhu,' 'Seuri anu manis'), peserta didik mengikuti dengan cepat. Bergantian memimpin.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur biantara dan menganalisis nilai kearifan lokal dalam tradisi Sunda.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, perangkat gawai (opsional), video biantara, gambar kampung adat
Langkah kerja:
- Amati gambar kampung adat dan video biantara yang ditayangkan guru, lalu catat ciri-ciri utamanya.
- Diskusikan dalam kelompok mengenai struktur biantara dan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada tradisi Sunda.
- Identifikasi pakeman basa yang biasa digunakan dalam biantara atau percakapan sehari-hari orang Sunda, tuliskan minimal 3 contoh.
- Tuliskan draf singkat biantara dengan tema pelestarian budaya Sunda, sertakan minimal 2 pakeman basa.
- Presentasikan hasil diskusi dan draf biantara singkat kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Naon ari biantara téh?
- Sebutkeun hiji conto tradisi Sunda anu ku hidep dipikanyaho!
- Naha penting urang diajar basa Sunda?
- Sebutkeun hiji kecap basa Sunda anu ku hidep sering dipaké!
Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok dan presentasi draf biantara, serta penilaian lembar kerja peserta didik.
Sumatif (akhir): Penilaian performa praktik biantara dan hasil analisis pakeman basa melalui tes tertulis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan biantara. | Biantara | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Sunda dan kampung adat. | Kampung adat, tradisi Sunda | 2 JP | penalaran kritis, keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Menyampaikan biantara dengan intonasi, ekspresi, dan gestur yang sesuai. | Biantara, pakeman basa | 2 JP | komunikasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengekspresikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kekayaan budaya Sunda melalui pelestarian tradisi dan bahasa. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari dan mendalami informasi tentang biantara, kampung adat, tradisi, dan pakeman basa Sunda dengan rasa ingin tahu yang tinggi. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menghargai dan menjaga kelestarian lingkungan alam di sekitar kampung adat sebagai bagian dari kearifan lokal Sunda. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun kolaborasi dan saling menghormati dalam diskusi kelompok untuk memahami dan mempraktikkan budaya Sunda. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menumbuhkan rasa bangga dan memiliki terhadap bahasa dan budaya Sunda sebagai identitas luhur bangsa Indonesia. |
Modul ajar ini akan mengajak peserta didik menjelajahi kekayaan budaya Sunda yang terangkum dalam biantara, keunikan kampung adat, beragam tradisi, hingga keindahan pakeman basa. Melalui pembelajaran mendalam, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami, tetapi juga mencintai dan melestarikan warisan leluhur ini sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.
1. Biantara: Seni Berpidato dalam Bahasa Sunda
Biantara adalah pidato atau orasi yang disampaikan di hadapan khalayak umum dalam bahasa Sunda. Biantara memiliki struktur yang khas, yaitu bubuka (pembukaan), eusi (isi), dan panutup (penutup). Ciri kebahasaan biantara meliputi penggunaan ragam basa hormat (bahasa halus) dan ragam basa loma (bahasa akrab) sesuai konteks, serta intonasi yang jelas dan ekspresif. Tujuan biantara bisa beragam, mulai dari menyampaikan informasi, mengajak, hingga memberikan hiburan. Contoh biantara sering ditemukan dalam acara adat, peringatan hari besar, atau kegiatan kemasyarakatan.
2. Kampung Adat: Jendela Kearifan Lokal
Kampung adat di Sunda merupakan permukiman tradisional yang masih mempertahankan adat istiadat, tata nilai, dan cara hidup leluhur. Contoh terkenal antara lain Kampung Naga di Tasikmalaya, Kampung Mahmud di Bandung, dan Kampung Ciptagelar di Sukabumi. Kampung-kampung ini memiliki arsitektur rumah yang khas, sistem sosial yang unik, serta berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan kampung adat menjadi bukti nyata kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menjaga keseimbangan alam dan sosial. Mereka mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam.
3. Tradisi Sunda: Warisan Nenek Moyang
Tradisi Sunda mencakup berbagai ritual, upacara, kesenian, dan kebiasaan yang telah lama dipraktikkan masyarakat Sunda. Contoh tradisi meliputi Seren Taun (upacara panen), Ngala Cai (ritual mengambil air), atau Ngaruwat Bumi (upacara membersihkan bumi). Tradisi-tradisi ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam, seperti rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, serta menjaga harmoni dengan alam. Melestarikan tradisi berarti menjaga identitas budaya dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
4. Pakeman Basa: Ungkapan Khas Bahasa Sunda
Pakeman basa adalah ungkapan atau frasa khas dalam bahasa Sunda yang maknanya tidak dapat diartikan secara harfiah, melainkan memiliki makna kiasan atau konotatif. Pakeman basa meliputi babasan (idiom), paribasa (peribahasa), cacandran (ramalan), uga (ramalan yang lebih spesifik), dan kapamalian (pantangan). Contoh babasan: 'amis budi' (ramah), 'gedé hulu' (sombong). Contoh paribasa: 'ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak' (bersatu padu). Penggunaan pakeman basa membuat bahasa Sunda menjadi lebih indah, kaya makna, dan berkarakter. Memahami pakeman basa membantu kita menyelami kekayaan budaya Sunda.
5. Menulis dan Menyampaikan Biantara
Menulis biantara yang baik memerlukan perencanaan yang matang, mulai dari menentukan tema, menyusun kerangka, hingga memilih kosakata yang tepat. Setelah naskah selesai, langkah selanjutnya adalah menyampaikannya. Penyampaian biantara yang efektif membutuhkan intonasi yang jelas, volume suara yang sesuai, ekspresi wajah yang mendukung, serta gerak tubuh (gestur) yang alami dan tidak berlebihan. Latihan secara berulang akan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kelancaran dalam berbiantara, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.
6. Melestarikan Budaya Sunda: Tanggung Jawab Kita
Pelestarian budaya Sunda merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda. Dengan mempelajari biantara, mengenal kampung adat, memahami tradisi, dan menguasai pakeman basa, kita turut berkontribusi dalam menjaga kelangsungan warisan leluhur. Melestarikan budaya bukan berarti menolak modernisasi, melainkan memadukan nilai-nilai tradisional dengan perkembangan zaman. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti aktif dalam kegiatan budaya, menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari, atau mengenalkan budaya Sunda kepada teman-teman dari daerah lain. Cinta budaya adalah cerminan cinta tanah air.
Rangkuman: Modul ini membahas biantara sebagai seni pidato Sunda, keunikan kampung adat dengan kearifan lokalnya, beragam tradisi Sunda yang kaya makna, serta pakeman basa sebagai kekayaan idiom. Peserta didik belajar menyusun dan menyampaikan biantara, menganalisis nilai budaya, dan menggunakan pakeman basa. Diharapkan peserta didik mampu melestarikan budaya Sunda sebagai identitas diri dan kekayaan bangsa.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Biantara | Pidato atau orasi dalam bahasa Sunda. |
| Pakeman Basa | Ungkapan khas dalam bahasa Sunda yang maknanya tidak harfiah. |
| Babasan | Idiom dalam bahasa Sunda. |
| Paribasa | Peribahasa dalam bahasa Sunda. |
| Kampung Adat | Permukiman tradisional yang mempertahankan adat istiadat leluhur. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Materi Bahasa sunda Terkait
Kampung adat sundaBahasa sunda Kelas IX MTsPAKEMAN BASABahasa sunda Kelas IX MTsWisata Kampung AdatBahasa sunda Kelas IX MTsPTS BIANTARABahasa sunda Kelas IX MTs[UJIAN pts1]Bahasa sunda Kelas IX MTsBabasan ParibasaBahasa Sunda Kelas IX MTsPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa sunda kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa pada Bahasa sunda MTs, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.
Modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa untuk Bahasa sunda kelas IX.
Apakah modul ajar Bahasa sunda materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini gratis?
Ya. Modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa sunda kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa sunda kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa untuk Bahasa sunda kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa sunda kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa sunda kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Bahasa sunda ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.