MTs · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar & RPP Bahasa sunda Kelas IX
biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa

Modul ajar (RPP) Bahasa sunda MTs kelas IX materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Sampul modul ajar Bahasa sunda kelas IX materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — siap cetak A412 lembar A4✨ Bisa sampai 18 lembar lebih3 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord (.docx) + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Modul ini membahas biantara sebagai seni pidato Sunda, keunikan kampung adat dengan kearifan lokalnya, beragam tradisi Sunda yang kaya makna, serta pakeman basa sebagai kekayaan idiom. Peserta didik belajar menyusun dan menyampaikan biantara, menganalisis nilai budaya, dan menggunakan pakeman basa. Diharapkan peserta didik mampu melestarikan budaya Sunda sebagai identitas diri dan kekayaan bangsa.
📥 Unduh dengan Nama & Kop Sekolah Saya — GRATISIsi nama & sekolah dulu · ±1 menit · Word + PDF tanpa watermark

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Bukan biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa yang Anda cari? Materi Bahasa sunda Kelas IX lainnya:

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa
Bahasa sunda · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa
Bahasa sunda · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa sunda
Fase / KelasD / IX
Materi Pokokbiantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang kosakata bahasa Sunda dan beberapa ungkapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Peserta didik menunjukkan sikap menghargai dan melestarikan warisan budaya Sunda sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik menganalisis informasi tentang biantara, kampung adat, tradisi, dan pakeman basa Sunda dari berbagai sumber.
  3. komunikasi — elemen: berkomunikasi dan berinteraksi
    Peserta didik menyampaikan gagasan dan informasi secara efektif melalui praktik biantara dan diskusi kelompok.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi informasi dari berbagai teks berbahasa Sunda, serta mampu mengungkapkan gagasan dan perasaan secara lisan maupun tulisan dengan menggunakan kaidah bahasa Sunda yang baik dan benar dalam konteks budaya Sunda.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini mencakup contoh-contoh biantara, nama-nama kampung adat di Jawa Barat, bentuk-bentuk tradisi Sunda, dan berbagai pakeman basa yang digunakan.
KonseptualPeserta didik akan memahami konsep biantara sebagai seni pidato, makna filosofis kampung adat, esensi tradisi Sunda, dan fungsi pakeman basa dalam komunikasi.
ProseduralPeserta didik akan belajar langkah-langkah menyusun dan menyampaikan biantara, meneliti karakteristik kampung adat, mendeskripsikan tradisi, serta menggunakan pakeman basa dengan tepat.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan bahasa dan budaya Sunda sebagai identitas diri dan kekayaan bangsa, serta mampu mengevaluasi strategi belajarnya.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan video biantara, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan biantara dengan tepat.
  2. Dengan kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Sunda dan kampung adat secara runtut.
  3. Melalui latihan menulis, peserta didik dapat menyusun naskah biantara dengan tema pelestarian budaya Sunda sesuai kaidah kebahasaan yang benar.
  4. Setelah praktik presentasi, peserta didik dapat menyampaikan biantara dengan intonasi, ekspresi, dan gestur yang sesuai di depan kelas.
  5. Dengan membaca teks berbahasa Sunda, peserta didik dapat mengidentifikasi dan menjelaskan makna pakeman basa yang ditemukan minimal tiga contoh.
Halaman 2 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami kekayaan budaya Sunda melalui biantara, kampung adat, tradisi, dan pakeman basa akan menumbuhkan rasa bangga dan keinginan untuk melestarikan identitas lokal.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana bahasa Sunda dan budayanya dapat menjadi jembatan untuk memahami nilai-nilai luhur dan kearifan lokal?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila: Menghargai keberagaman budaya sebagai bagian dari Bhinneka Tunggal Ika dan identitas bangsa.
Sejarah: Mengenal sejarah dan asal-usul kampung adat serta perkembangan tradisi Sunda dari masa ke masa.
Seni Budaya: Mengapresiasi bentuk-bentuk seni dalam tradisi Sunda, seperti musik, tari, dan kerajinan tangan.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau tokoh masyarakat dapat diajak berbagi cerita tentang tradisi Sunda atau pakeman basa yang mereka ketahui, memperkaya perspektif peserta didik.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan perpustakaan sekolah atau balai desa untuk mencari informasi tentang budaya Sunda.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video biantara dari YouTube, artikel online tentang kampung adat dan tradisi Sunda, serta aplikasi kamus Sunda-Indonesia untuk memperkaya kosakata.
Halaman 3 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan video biantara, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan biantara dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Sunda: Guru menyebutkan ciri-ciri sebuah kata dalam bahasa Sunda, peserta didik menebak kata tersebut. Contoh: 'Sato nu sukuna dua, bisa hiber.' (Jawab: Manuk).
  1. Guru mengucapkan salam, meminta salah satu peserta didik memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru menampilkan gambar-gambar kegiatan adat Sunda (misalnya seren taun, ngaruat bumi) dan bertanya kepada peserta didik apakah mereka pernah melihat atau mengikuti kegiatan serupa, serta mengaitkannya dengan pentingnya melestarikan budaya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan pertanyaan pemantik yang akan membimbing eksplorasi materi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru menayangkan video biantara singkat dan bertanya: 'Naon waé unsur-unsur penting dina biantara anu hadé téh?' (Apa saja unsur-unsur penting dalam biantara yang baik?).
  2. Peserta didik secara individu mengamati video biantara yang ditayangkan guru dan mencatat poin-poin penting terkait struktur dan ciri kebahasaan.
  3. Peserta didik membentuk kelompok kecil untuk mendiskusikan hasil pengamatan mereka, membandingkan catatan, dan merumuskan jawaban atas pertanyaan mendasar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Setiap kelompok merencanakan proyek 'Biantara Ngamumule Budaya Sunda' dengan memilih tema spesifik tentang pelestarian budaya Sunda (misalnya, melestarikan angklung, menjaga kebersihan kampung adat).
  2. Kelompok menyusun draf outline biantara yang mencakup pembukaan, isi, dan penutup, serta mencantumkan beberapa pakeman basa yang akan digunakan.
  3. Guru membimbing setiap kelompok dalam menyusun rencana proyek, memberikan masukan tentang pemilihan tema dan penggunaan bahasa Sunda yang efektif.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan draf outline proyek biantara mereka di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi, meliputi kejelasan tema, struktur outline, dan potensi penggunaan pakeman basa.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap rencana proyek yang telah disusun, menekankan pentingnya riset mendalam dan penggunaan bahasa yang santun.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang struktur biantara dan langkah awal perencanaan proyek.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksikan pengalaman belajar hari ini dengan bertanya: 'Naon anu pangpentingna anu ku hidep diajar dinten ieu?' (Apa yang paling penting yang kalian pelajari hari ini?) dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif.
  3. Guru menyampaikan tugas mandiri untuk mencari informasi lebih lanjut tentang pakeman basa dan tradisi Sunda, serta menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Sunda dan kampung adat secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Sambung Pakeman Basa: Guru menyebutkan satu pakeman basa, lalu peserta didik secara bergantian melanjutkan dengan pakeman basa lain yang mereka ketahui, maksimal 30 detik per peserta didik.
  1. Guru mengucapkan salam, meminta salah satu peserta didik memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru menanyakan kembali tugas mencari informasi tentang pakeman basa dan tradisi Sunda, meminta beberapa peserta didik berbagi temuan mereka.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan mengaitkannya dengan kelanjutan proyek biantara.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengumpulkan data: Guru menayangkan gambar-gambar atau video singkat tentang kampung adat Sunda (misalnya Kampung Naga, Kampung Mahmud) dan meminta peserta didik mengidentifikasi ciri khas dan tradisi yang ada di dalamnya.
  2. Peserta didik dalam kelompok menganalisis informasi yang mereka kumpulkan sebelumnya tentang tradisi Sunda dan pakeman basa, serta mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung.
  3. Guru memfasilitasi diskusi kelompok, memastikan setiap anggota aktif berpartisipasi dalam mengidentifikasi dan menganalisis.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Menyusun jadwal: Setiap kelompok menyusun jadwal detail untuk menyelesaikan naskah biantara mereka, termasuk pembagian tugas untuk riset, penulisan, dan revisi.
  2. Memonitor kemajuan proyek: Peserta didik mulai menulis draf lengkap naskah biantara, mengintegrasikan informasi tentang kampung adat, tradisi, dan pakeman basa yang telah mereka analisis.
  3. Guru memonitor kemajuan setiap kelompok, memberikan bimbingan individual, dan memastikan penggunaan bahasa Sunda yang baik dan benar.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok saling bertukar draf naskah biantara dengan kelompok lain untuk mendapatkan masukan dan koreksi.
  2. Peserta didik memberikan umpan balik tertulis dan lisan mengenai kejelasan, kelengkapan, dan penggunaan bahasa dalam naskah kelompok lain.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya revisi dan penyempurnaan naskah berdasarkan masukan yang diterima.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Sunda dan penggunaannya dalam biantara.
  2. Guru mengajak peserta didik merefleksikan proses penyusunan naskah biantara dan tantangan yang dihadapi, serta memberikan motivasi untuk terus berkarya.
  3. Guru menyampaikan tugas untuk menyempurnakan naskah biantara dan mempersiapkan diri untuk praktik menyampaikan biantara di pertemuan berikutnya, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Setelah praktik presentasi, peserta didik dapat menyampaikan biantara dengan intonasi, ekspresi, dan gestur yang sesuai di depan kelas.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Gerak dan Suara Sunda: Guru memberikan instruksi sederhana dalam bahasa Sunda (misalnya, 'Angkat panangan katuhu,' 'Seuri anu manis'), peserta didik mengikuti dengan cepat. Bergantian memimpin.
  1. Guru mengucapkan salam, meminta salah satu peserta didik memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengingatkan kembali tentang persiapan praktik biantara dan pentingnya percaya diri dalam menyampaikan pesan.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu praktik biantara dan evaluasi proyek.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Guru memberikan kesempatan kepada beberapa peserta didik untuk melakukan pemanasan vokal dan melatih intonasi serta ekspresi secara singkat.
  2. Peserta didik secara bergiliran menyampaikan biantara yang telah mereka susun di depan kelas.
  3. Peserta didik lain menyimak dengan saksama dan mencatat poin-poin penting serta hal-hal yang perlu diperbaiki.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Peserta didik yang telah tampil menerima umpan balik langsung dari teman-teman sekelas dan guru mengenai intonasi, ekspresi, gestur, serta kejelasan isi biantara.
  2. Guru memberikan panduan dan contoh perbaikan secara langsung untuk meningkatkan kualitas penampilan biantara.
  3. Beberapa peserta didik yang belum tampil dapat melakukan latihan ulang atau simulasi dengan bimbingan guru dan teman.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap peserta didik mengisi lembar refleksi diri mengenai proses penyusunan dan penyampaian biantara, termasuk tantangan dan pembelajaran yang didapat.
  2. Guru memimpin diskusi kelas untuk mengevaluasi keseluruhan proyek, membahas keberhasilan, kendala, dan strategi perbaikan untuk proyek serupa di masa depan.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap upaya dan hasil karya peserta didik, serta menekankan nilai-nilai yang terkandung dalam pelestarian budaya Sunda.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang biantara, kampung adat, tradisi Sunda, dan pakeman basa, serta pentingnya melestarikan budaya.
  2. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh proses dan hasil karya peserta didik, menciptakan suasana bangga dan gembira atas pencapaian mereka.
  3. Guru menyampaikan tindak lanjut berupa ajakan untuk terus belajar dan mengaplikasikan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Ngamumule Budaya Sunda Urang!Nama: ................................ Kelas: ....... Tanggal: ...........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur biantara dan menganalisis nilai kearifan lokal dalam tradisi Sunda.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, perangkat gawai (opsional), video biantara, gambar kampung adat

Langkah kerja:

  1. Amati gambar kampung adat dan video biantara yang ditayangkan guru, lalu catat ciri-ciri utamanya.
    Kampung Adat SundaKampung NagaKampung PuloKampung Cireundeu
  2. Diskusikan dalam kelompok mengenai struktur biantara dan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada tradisi Sunda.
  3. Identifikasi pakeman basa yang biasa digunakan dalam biantara atau percakapan sehari-hari orang Sunda, tuliskan minimal 3 contoh.
  4. Tuliskan draf singkat biantara dengan tema pelestarian budaya Sunda, sertakan minimal 2 pakeman basa.
  5. Presentasikan hasil diskusi dan draf biantara singkat kelompokmu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Naon ari biantara téh?
  2. Sebutkeun hiji conto tradisi Sunda anu ku hidep dipikanyaho!
  3. Naha penting urang diajar basa Sunda?
  4. Sebutkeun hiji kecap basa Sunda anu ku hidep sering dipaké!

Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok dan presentasi draf biantara, serta penilaian lembar kerja peserta didik.

Sumatif (akhir): Penilaian performa praktik biantara dan hasil analisis pakeman basa melalui tes tertulis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan biantara.Biantara2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Sunda dan kampung adat.Kampung adat, tradisi Sunda2 JPpenalaran kritis, keimanan dan ketakwaan
3Menyampaikan biantara dengan intonasi, ekspresi, dan gestur yang sesuai.Biantara, pakeman basa2 JPkomunikasi

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMengekspresikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kekayaan budaya Sunda melalui pelestarian tradisi dan bahasa.
2. Cinta IlmuMencari dan mendalami informasi tentang biantara, kampung adat, tradisi, dan pakeman basa Sunda dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
3. Cinta LingkunganMenghargai dan menjaga kelestarian lingkungan alam di sekitar kampung adat sebagai bagian dari kearifan lokal Sunda.
4. Cinta Diri dan SesamaMembangun kolaborasi dan saling menghormati dalam diskusi kelompok untuk memahami dan mempraktikkan budaya Sunda.
5. Cinta Tanah AirMenumbuhkan rasa bangga dan memiliki terhadap bahasa dan budaya Sunda sebagai identitas luhur bangsa Indonesia.
Halaman 9 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Modul ajar ini akan mengajak peserta didik menjelajahi kekayaan budaya Sunda yang terangkum dalam biantara, keunikan kampung adat, beragam tradisi, hingga keindahan pakeman basa. Melalui pembelajaran mendalam, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami, tetapi juga mencintai dan melestarikan warisan leluhur ini sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.

1. Biantara: Seni Berpidato dalam Bahasa Sunda
Biantara adalah pidato atau orasi yang disampaikan di hadapan khalayak umum dalam bahasa Sunda. Biantara memiliki struktur yang khas, yaitu bubuka (pembukaan), eusi (isi), dan panutup (penutup). Ciri kebahasaan biantara meliputi penggunaan ragam basa hormat (bahasa halus) dan ragam basa loma (bahasa akrab) sesuai konteks, serta intonasi yang jelas dan ekspresif. Tujuan biantara bisa beragam, mulai dari menyampaikan informasi, mengajak, hingga memberikan hiburan. Contoh biantara sering ditemukan dalam acara adat, peringatan hari besar, atau kegiatan kemasyarakatan.

2. Kampung Adat: Jendela Kearifan Lokal
Kampung adat di Sunda merupakan permukiman tradisional yang masih mempertahankan adat istiadat, tata nilai, dan cara hidup leluhur. Contoh terkenal antara lain Kampung Naga di Tasikmalaya, Kampung Mahmud di Bandung, dan Kampung Ciptagelar di Sukabumi. Kampung-kampung ini memiliki arsitektur rumah yang khas, sistem sosial yang unik, serta berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan kampung adat menjadi bukti nyata kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menjaga keseimbangan alam dan sosial. Mereka mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam.

3. Tradisi Sunda: Warisan Nenek Moyang
Tradisi Sunda mencakup berbagai ritual, upacara, kesenian, dan kebiasaan yang telah lama dipraktikkan masyarakat Sunda. Contoh tradisi meliputi Seren Taun (upacara panen), Ngala Cai (ritual mengambil air), atau Ngaruwat Bumi (upacara membersihkan bumi). Tradisi-tradisi ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam, seperti rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, serta menjaga harmoni dengan alam. Melestarikan tradisi berarti menjaga identitas budaya dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

4. Pakeman Basa: Ungkapan Khas Bahasa Sunda
Pakeman basa adalah ungkapan atau frasa khas dalam bahasa Sunda yang maknanya tidak dapat diartikan secara harfiah, melainkan memiliki makna kiasan atau konotatif. Pakeman basa meliputi babasan (idiom), paribasa (peribahasa), cacandran (ramalan), uga (ramalan yang lebih spesifik), dan kapamalian (pantangan). Contoh babasan: 'amis budi' (ramah), 'gedé hulu' (sombong). Contoh paribasa: 'ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak' (bersatu padu). Penggunaan pakeman basa membuat bahasa Sunda menjadi lebih indah, kaya makna, dan berkarakter. Memahami pakeman basa membantu kita menyelami kekayaan budaya Sunda.

5. Menulis dan Menyampaikan Biantara
Menulis biantara yang baik memerlukan perencanaan yang matang, mulai dari menentukan tema, menyusun kerangka, hingga memilih kosakata yang tepat. Setelah naskah selesai, langkah selanjutnya adalah menyampaikannya. Penyampaian biantara yang efektif membutuhkan intonasi yang jelas, volume suara yang sesuai, ekspresi wajah yang mendukung, serta gerak tubuh (gestur) yang alami dan tidak berlebihan. Latihan secara berulang akan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kelancaran dalam berbiantara, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.

6. Melestarikan Budaya Sunda: Tanggung Jawab Kita
Pelestarian budaya Sunda merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda. Dengan mempelajari biantara, mengenal kampung adat, memahami tradisi, dan menguasai pakeman basa, kita turut berkontribusi dalam menjaga kelangsungan warisan leluhur. Melestarikan budaya bukan berarti menolak modernisasi, melainkan memadukan nilai-nilai tradisional dengan perkembangan zaman. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti aktif dalam kegiatan budaya, menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari, atau mengenalkan budaya Sunda kepada teman-teman dari daerah lain. Cinta budaya adalah cerminan cinta tanah air.

Rangkuman: Modul ini membahas biantara sebagai seni pidato Sunda, keunikan kampung adat dengan kearifan lokalnya, beragam tradisi Sunda yang kaya makna, serta pakeman basa sebagai kekayaan idiom. Peserta didik belajar menyusun dan menyampaikan biantara, menganalisis nilai budaya, dan menggunakan pakeman basa. Diharapkan peserta didik mampu melestarikan budaya Sunda sebagai identitas diri dan kekayaan bangsa.

Halaman 10 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
BiantaraPidato atau orasi dalam bahasa Sunda.
Pakeman BasaUngkapan khas dalam bahasa Sunda yang maknanya tidak harfiah.
BabasanIdiom dalam bahasa Sunda.
ParibasaPeribahasa dalam bahasa Sunda.
Kampung AdatPermukiman tradisional yang mempertahankan adat istiadat leluhur.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Ambil dulu yang gratis. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Ambil yang Gratis DuluTinggal isi nama & sekolah · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembarLembar 13–18

Modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa sunda · Kelas IXPeta Konsep
biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basaBiantara: Seni Berpidato dalam Bahasa SundaKampung Adat: Jendela Kearifan LokalTradisi Sunda: Warisan Nenek MoyangPakeman Basa: Ungkapan Khas Bahasa SundaMenulis dan Menyampaikan Biantara
Dari sub-bab biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basaHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa sunda · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa sunda · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa sunda · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa sunda · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaBahasa sunda · Kelas IXProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Daftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa sunda kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa pada Bahasa sunda MTs, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.

Modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa untuk Bahasa sunda kelas IX.

Apakah modul ajar Bahasa sunda materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini gratis?

Ya. Modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa sunda kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa sunda kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa untuk Bahasa sunda kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa sunda kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa sunda kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Bahasa sunda ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi biantara, kampung adat, tradisi sunda, pakeman basa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Bahasa sunda MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.