Modul Ajar SMK

Modul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan SMK

5 modul ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan SMK untuk kelas XI — mulai Panen dan Pasca Panen Kakao, Panen dan Pasca Panen Karet, dan Panen dan Pasca…

5 modul siap pakaiFase E, FWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Panen dan Pasca Panen Tebu, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Panen dan Pasca Panen Tebu selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan SMK ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan SMK
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Panen dan Pasca Panen Tebu
Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Kelas XI · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Panen dan Pasca Panen Tebu
Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Fase F · Kelas XI · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPanen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan
Fase / KelasF / XI
Materi PokokPanen dan Pasca Panen Tebu
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis tanaman perkebunan dan pentingnya penanganan hasil panen.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainPanen dan Pasca Panen Tanaman Perkebunan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip panen dan pasca panen tanaman perkebunan secara efektif dan efisien, serta mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang mungkin timbul dalam proses tersebut untuk menjamin kualitas hasil panen.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualTebu adalah tanaman perkebunan yang batangnya menghasilkan gula, dan panennya dilakukan saat kandungan sukrosa optimal.
KonseptualPrinsip dasar panen tebu adalah waktu yang tepat, metode yang sesuai, dan penanganan pasca panen yang cepat untuk mempertahankan kualitas nira.
ProseduralLangkah-langkah yang dipelajari mencakup penentuan kematangan tebu, teknik pemotongan, pengangkutan, serta penanganan pasca panen seperti pembersihan dan penyimpanan awal.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan panen dan pasca panen tebu untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan hasil berkualitas.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi karakteristik tebu siap panen berdasarkan kriteria kematangan fisik dan kimiawi.
  2. Menerapkan berbagai metode panen tebu secara manual dan mekanis sesuai standar operasional prosedur (SOP).
  3. Melaksanakan tahapan penanganan pasca panen tebu meliputi pembersihan, pengangkutan, dan penyimpanan awal dengan tepat.
  4. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tebu pasca panen dan cara meminimalkan kerugian.
  5. Mengevaluasi praktik panen dan pasca panen tebu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Halaman 2 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami tahapan panen dan pasca panen tebu secara benar sangat krusial untuk menjaga kualitas nira, efisiensi produksi, dan keberlanjutan industri gula, yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa petani tebu harus sangat memperhatikan waktu dan cara panen tebu mereka, serta apa konsekuensinya jika salah penanganan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuKimia: memahami komposisi gula dan proses kematangan tebu secara kimiawi.
Biologi: mempelajari fisiologi tanaman tebu dan dampaknya terhadap kualitas nira.
Ekonomi Bisnis: menganalisis nilai ekonomi kerugian pasca panen dan efisiensi rantai pasok tebu.
Pendidikan Pancasila: menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan tanggung jawab sosial dalam industri pertanian.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau komunitas petani tebu dapat berbagi pengalaman praktik panen dan pasca panen tebu di daerah mereka kepada peserta didik.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang nyaman, perpustakaan sekolah, laboratorium pertanian untuk praktikum sederhana, serta akses ke kebun tebu mitra sekolah untuk observasi langsung.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform e-learning sekolah untuk berbagi materi, video tutorial panen tebu dari YouTube, aplikasi simulasi panen (jika ada), dan forum diskusi online.
Halaman 3 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi karakteristik tebu siap panen berdasarkan kriteria kematangan fisik dan kimiawi.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan video singkat tentang perkebunan tebu dan menanyakan pengalaman peserta didik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi tebu siap panen dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita tahu tebu sudah siap dipanen?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai sumber (buku, internet, modul) untuk menemukan ciri-ciri tebu siap panen, baik secara fisik (warna batang, daun) maupun kimiawi (kandungan gula). Mereka mengaitkan informasi tersebut dengan kebutuhan industri gula.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok membuat poster atau infografis sederhana yang merangkum kriteria kematangan tebu. Mereka membandingkan temuan dengan contoh gambar atau sampel tebu (jika tersedia) dan mendiskusikan implikasi penundaan atau percepatan panen.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang pentingnya kematangan optimal. Peserta didik mencatat poin-poin penting. Guru mengapresiasi partisipasi aktif.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik dan guru menyimpulkan bersama kriteria tebu siap panen. Guru memberikan tugas membaca materi metode panen untuk pertemuan berikutnya, memberikan apresiasi atas antusiasme belajar, dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Menerapkan berbagai metode panen tebu secara manual dan mekanis sesuai standar operasional prosedur (SOP).
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan materi sebelumnya tentang kematangan tebu. Guru menyajikan studi kasus masalah panen tebu di suatu daerah (misal: kekurangan tenaga kerja atau kerusakan tebu akibat panen manual yang tidak tepat). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menerapkan metode panen dan pertanyaan pemantik: 'Metode panen mana yang paling efisien dan efektif untuk situasi ini?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus, mengidentifikasi masalah, dan mencari solusi melalui berbagai metode panen tebu (manual: tebas, ratun; mekanis: harvester). Mereka mempelajari SOP masing-masing metode dan peralatan yang digunakan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok membuat simulasi atau skema alur kerja panen tebu, memilih metode yang paling sesuai dengan studi kasus dan menjelaskan alasannya. Jika memungkinkan, mereka melakukan praktik singkat cara memotong tebu yang benar dengan alat sederhana atau demonstrasi dari guru.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitKelompok mempresentasikan solusi dan skema panen mereka. Guru memberikan umpan balik tentang kelengkapan dan ketepatan SOP panen. Diskusi kelas tentang kelebihan dan kekurangan setiap metode panen. Guru menguatkan pemahaman dengan contoh nyata.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik menyimpulkan pentingnya memilih metode panen yang tepat. Guru memberikan apresiasi atas upaya pemecahan masalah. Guru memberikan pengantar singkat tentang tantangan pasca panen untuk pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Mengamati dan menganalisis karakteristik tebu siap panen serta membandingkan metode panen tebu.

Alat & bahan: Sampel batang tebu (jika ada), penggaris, pisau/cutter, lembar kerja, alat tulis, akses internet.

Langkah kerja:

  1. Amati sampel batang tebu yang disediakan dan catat ciri-ciri fisiknya (warna, kekerasan, jumlah ruas).
  2. Lakukan uji sederhana (misal: mencicipi nira) untuk memperkirakan kematangan.
  3. Bandingkan informasi dari pengamatan dengan data kriteria kematangan tebu dari modul atau sumber lain.
  4. Diskusikan metode panen tebu manual dan mekanis, identifikasi kelebihan dan kekurangannya.
  5. Pilih metode panen yang paling efisien untuk kondisi lahan tertentu dan jelaskan alasannya.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang tebu?
  2. Kapan waktu yang tepat untuk memanen tanaman pada umumnya?
  3. Menurutmu, apa yang terjadi jika hasil panen tidak ditangani dengan baik?
  4. Pernahkah kamu melihat proses panen tebu?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat diskusi dan praktik, penilaian presentasi, serta pengumpulan LKPD untuk melihat pemahaman konsep dan keterampilan.

Sumatif (akhir): Tes tertulis (pilihan ganda dan esai) untuk mengukur pemahaman konsep dan keterampilan analisis, serta penilaian produk (laporan/infografis).

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi karakteristik tebu siap panenKriteria kematangan tebu (fisik, kimiawi)2 JPPenalaran Kritis
2Menerapkan metode panen tebuMetode panen manual dan mekanis, SOP panen2 JPKolaborasi
3Melaksanakan penanganan pasca panen tebuPembersihan, pengangkutan, penyimpanan awal tebu2 JPKemandirian
4Menganalisis dan mengevaluasi praktik panen dan pasca panen tebuFaktor penurunan kualitas, praktik berkelanjutan2 JPPenalaran Kritis
Halaman 8 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Tebu (Saccharum officinarum L.) adalah komoditas pertanian penting di Indonesia sebagai bahan baku utama industri gula. Proses panen dan pasca panen yang tepat memegang peranan krusial dalam menentukan kualitas nira dan efisiensi produksi gula. Kesalahan dalam tahapan ini dapat mengakibatkan kerugian besar, baik bagi petani maupun industri. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang praktik terbaik sangat diperlukan.

1. Karakteristik Tebu Siap Panen
Tebu siap panen ditandai dengan kematangan optimal, yaitu saat kandungan sukrosa dalam batangnya mencapai puncaknya dan kadar gula reduksi rendah. Secara fisik, daun bendera mulai mengering, batang berwarna lebih tua, dan kulit batang mengkilap. Secara kimiawi, dapat diukur dengan refraktometer untuk menentukan kadar brix dan polarisasi. Penentuan waktu panen yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan rendemen gula.

2. Metode Panen Tebu Manual
Panen manual dilakukan dengan menggunakan parang atau sabit. Petani memotong pangkal batang tebu serendah mungkin di atas permukaan tanah untuk memaksimalkan hasil dan merangsang pertumbuhan tunas ratun yang baik. Daun-daun kering dan pucuk tebu dibersihkan (stripping dan topping) sebelum pengangkutan. Metode ini cocok untuk lahan sempit, berlereng, atau yang sulit dijangkau mesin.

3. Metode Panen Tebu Mekanis
Panen mekanis menggunakan mesin pemanen tebu (harvester) yang mampu memotong, membersihkan, dan memuat tebu secara otomatis. Ada dua jenis utama: whole stalk harvester (memanen batang utuh) dan chopper harvester (memotong batang menjadi potongan-potongan kecil). Metode ini lebih efisien untuk lahan luas, mengurangi biaya tenaga kerja, namun membutuhkan investasi alat yang besar dan lahan yang rata.

4. Pembersihan Tebu Pasca Panen
Setelah dipanen, tebu harus segera dibersihkan dari daun, pucuk, dan kotoran tanah yang menempel. Pembersihan ini penting untuk mengurangi bobot angkut yang tidak perlu dan mencegah kontaminasi pada nira. Pembersihan dapat dilakukan secara manual di lapangan atau menggunakan mesin pembersih di tempat pengumpulan.

5. Pengangkutan Tebu
Tebu yang sudah bersih harus segera diangkut ke pabrik gula. Penundaan pengangkutan akan menyebabkan penurunan kualitas nira akibat respirasi dan aktivitas mikroorganisme. Pengangkutan dapat menggunakan truk, kereta lori, atau perahu, tergantung lokasi perkebunan dan pabrik. Pastikan tebu tidak rusak selama proses pengangkutan.

6. Penyimpanan Awal Tebu
Idealnya, tebu segera digiling setelah tiba di pabrik. Namun, jika ada penundaan, tebu dapat disimpan sementara di tempat yang teduh dan bersih. Penyimpanan yang terlalu lama, terutama di bawah sinar matahari langsung, akan menyebabkan kehilangan sukrosa yang signifikan. Tumpukan tebu harus diatur agar sirkulasi udara baik.

7. Faktor Penurunan Kualitas Tebu Pasca Panen
Beberapa faktor utama yang menurunkan kualitas tebu pasca panen adalah penundaan giling, kerusakan fisik akibat penanganan kasar, kontaminasi mikroba, dan serangan hama pasca panen. Penurunan kualitas ini berdampak pada rendemen gula yang dihasilkan, sehingga merugikan petani dan pabrik.

8. Praktik Panen dan Pasca Panen Berkelanjutan
Praktik berkelanjutan mencakup penggunaan metode panen yang meminimalkan kerusakan tanah dan lingkungan, pengelolaan limbah panen (misalnya, daun tebu untuk mulsa), serta efisiensi penggunaan air dan energi. Penerapan teknologi yang ramah lingkungan dan edukasi petani menjadi kunci keberlanjutan industri tebu.

Rangkuman: Panen dan pasca panen tebu merupakan tahapan krusial yang menentukan kualitas nira dan rendemen gula. Penentuan kematangan tebu yang tepat, pemilihan metode panen (manual atau mekanis) yang efisien, serta penanganan pasca panen yang cepat dan bersih (pembersihan, pengangkutan, penyimpanan awal) sangat penting. Faktor-faktor seperti penundaan giling dan kerusakan fisik dapat menurunkan kualitas. Praktik berkelanjutan harus diterapkan untuk menjaga keberlanjutan industri tebu.

Halaman 9 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
NiraCairan manis yang diekstrak dari batang tebu.
SukrosaJenis gula utama yang terkandung dalam tebu.
RendemenPersentase gula yang dapat diekstrak dari tebu.
HarvesterMesin pemanen tebu.
RatunTunas tebu yang tumbuh dari sisa batang setelah panen.
BrixUkuran total padatan terlarut dalam nira, sebagian besar gula.
PolarisasiUkuran kandungan sukrosa dalam nira menggunakan polarimeter.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Panen dan Pasca Panen Tebu" mata pelajaran Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Panen dan Pasca Panen Tebu — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Modul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan di SMK

Peta di halaman ini memuat Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan di SMK, urut mengajar. Kelasnya mencakup Fase E, dan F, dan fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta atas. Modulnya disusun untuk SMK di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Mata pelajaran umum di SMK memakai capaian yang sama dengan SMA, tetapi kegiatannya dikaitkan dengan konteks kejuruan dan dunia kerja yang ditempuh peserta didik.

Yang disusun di sini perangkat ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan SMK — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan SMK mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan SMK yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) fase beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPanen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Kelas XIPeta Konsep
Panen dan Pasca Panen TebuKarakteristik Tebu Siap PanenMetode Panen Tebu ManualMetode Panen Tebu MekanisPembersihan Tebu Pasca PanenPengangkutan Tebu
Dari sub-bab Panen dan Pasca Panen TebuLembar tambahan
Nama sekolah AndaPanen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Kelas XIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaPanen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Kelas XILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaPanen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Kelas XIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaPanen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Kelas XIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaPanen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan · Kelas XIProfil Lulusan
Penalaran KritisKolaborasiKemandirian
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan SMK

Apakah modul ajar Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Fase apa saja yang tercakup di Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan SMK?

Fase E, dan F — kelas X sampai XII. Fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta materi halaman ini.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Panen dan Pasca Panen Tanaman Perekbunan?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.